Esensi dari perangkat lunak aplikasi adalah mengolah data untuk menjadikannya informasi. Sebelum mampu melakukannya, tentunya berbagai data yang akan diproses haruslah disimpan atau ditampung terlebih dahulu. Penyimpanan yang ditujukan untuk pemrosesan data dilakukan pada memory komputer dan bersifat sementara. Sementara itu, penyimpanan data permanen dilakukan pada hard drive sebagai file basis data.

Saat kita mengumpulkan banyak data, baik data survei, data pendaftar, maupun data lainnya tentunya kita akan menyimpannya dalam suatu media. Baik itu pada buku catatan, maupun menggunakan catatan digital di smartphone, hingga membuat spreadsheet di perangkat lunak perkakas seperti Microsoft Excel. Dalam kaitannya dengan perangkat lunak, suatu aplikasi juga membutuhkan penampungan data seperti itu. Penampungan data tersebut disebut dengan basis data atau database.

Pengertian Basis Data (Database)

Menurut Fathansyah (2018, hlm. 2) Basis Data terbentuk atas dua kata, yaitu Basis yang dapat diartikan sebagai markas atau tempat berkumpul, dan Data yang berarti representasi fakta dunia nyata yang mewakili suatu objek seperti barang, peristiwa, konsep, dan sebagainya yang diwujudkan dalam bentuk angka, huruf, simbol, teks,  gambar, bunyi, atau kombinasinya.

Singkatnya, basis data adalah tempat berkumpulnya data. Pengumpulan data ini tentunya dilakukan secara sistematis. Penyimpanan basis data dilakukan dengan menyediakan (membuat) tabel-tabel berisi field yang sesuai untuk menyimpan data yang disimpan. Tabel-tabel tersebut selanjutnya dapat memiliki relasi sehingga bisa dihubungkan satu sama lain untuk keperluan pengolahan data yang lebih kompleks.

Selanjutnya, Abdulloh (2018, hlm. 103) berpendapat bahwa database atau basis data adalah kumpulan data yang disimpan dalam komputer secara sistematik sehingga dapat diperiksa atau diolah menggunakan suatu program komputer untuk memperoleh informasi.

Berbeda dengan perangkat lunak pengguna, database ini biasanya berupa service dan tidak memiliki antarmuka. Berbagai aksi yang dapat kita lakukan pun hanya dapat dilakukan melalui berbagai perintah query yang biasanya ditanam pada perangkat lunak yang akan mengolahnya. Namun demikian, terdapat berbagai aplikasi pengolah database untuk memudahkan proses pembuatan tabel, pemeriksaan data manual, dsb.

Dalam buku yang di susun oleh Jubilee Enterprise (2017, hlm. 1), Database adalah suatu aplikasi yang menyimpan sekumpulan data. Setiap database mempunyai perintah tertentu untuk membuat, mengakses, mengatur, mencari, dan menyalin data yang ada di dalamnya.

Dapat disimpulkan bahwa database atau basis data adalah suatu perangkat lunak atau sistem yang untuk menyimpan sekumpulan data secara sistematis di perangkat penyimpanan komputer agar dapat diolah atau diproses oleh perintah-perintah tertentu.

Terminologi & Relational Model Basis Data

Seperti tabel pembukuan, database juga menggunakan pemodelan tertentu dalam mengepul serta menyimpan data yang dimasukan. Oleh karena itu terdapat bermacam terminologi yang harus diketahui untuk melakukan perancangan suatu database.

Selain itu, dalam melakukan perancangan database, kita perlu membuat model relasi untuk mengetahui hubungan-hubungan yang dimiliki dalam database. Hal ini akan membantu kita dalam menghadapi redudansi data, konsistensi data, dan manipulasi data. Berikut adalah bermacam istilah atau terminologi yang berkaitan dengan basis data dan pemodelan relasionalnya.

Field

Pada basis data, setiap data ditampung dan direpresentasikan oleh suatu Field. Misalnya, data nama Customer akan ditampung oleh Field bernama “nama_customer”. Field tersebut sejatinya merupakan sekumpulan byte-byte yang sejenis. Byte adalah kumpulan dari pada bit-bit yang sejenis, dan bit merupakan bagian data yang terkeci; yang bisa diwakili dengan numeric, symbol khusus, gambar-gambar dan alphabetis.

Atribut

Atribut merupakan relasi fungsional dari satu object set ke object set yang lain. Setiap entitas memiliki sekumpulan atribut yang berkaitan dengannya. Contoh tipe entitas beserta atributnya adalah sebagai berikut.

Customers: nama_lengkap, alamat, kode_pos, email.

Keranjang_Belanja: nama_barang, jumlah_barang, harga, varian.

Tuple/Record

Setiap data tentunya memiliki rekaman berupa kumpulan data. Kumpulan rekaman data disusun menjadi satu baris record. Istilah yang digunakan menyatakan suatu baris data dalam suatu relasi adalah tuple atau sering disebut sebagai record pula. Tuple atau record terdiri dari kumpulan atribut-atribut dan atribut atribut tersebut saling berkaitan dalam menginformasikan tentang suatu entitas/relasi secara lengkap. Contohnya, terdapat suatu tabel database customers dengan struktur di bawah ini.

id nama_lengkap alamat kode_pos
1 Gamal Thabroni Jl. Leuwi Bandung no. 169 40257
2 Randika Saputra Jl. Cihideung Wetan no. 532 40687
3 Tika Larasati Jl. Anggrek Putih no. 6745 40234432

Setiap baris di atas tentunya merupakan data yang terkait satu sama lain, misalnya baris id 1, yang menyimpan data nama_lengkap: Gamal Thabroni, dengan alamat: Jl. Leuwi Bandung no. 169, dan kode_pos: 40257. Baris tersebut adalah satu tuple atau record.

Kunci Elemen Data (Key)

Key adalah elemen record yang dipakai untuk menemukan record tersebut pada waktu akses, atau bisa juga digunakan untuk mengidentifikasi setiap entity/record/baris. Jenis-jenis key adalah sebagai berikut.

  1. Superkey
    Superkey merupakan satu atau lebih atribut (kumpulan atribut) dari suatu table yang dapat digunakan untuk mengidentifikasi entity/record dari tavel tersebut secara unik. (tidak semua atribut dapat menjadi superkey).
  2. Candidate
    Key Superkey dengan jumlah atribut minimal, disebut candidate key.
  3. Primary Key
    Salah satu atribut dari candidate key dapat dipilih/ditentukan menjadi primary key dengan tiga kriteria sebagai berikut: Key tersebut lebih natural untuk digunakan sebagai acuan, Key tersebut lebih sederhana, dan Key tersebut terjamin keunikannya.
  4. Foreign Key
    Foreign key merupakan sembarangan atribut yang menunjuk kepada primary key pada table lain.

Entitas/ File

Dalam basis data, entitas atau file merupakan kumpulan dari record-record yang sejenis dan mempunyai elemen yang sama, atribut yang sama, namun berbeda-beda data dan valuenya. Hal tersebut karena sejatinya database terbentuk dari kumpulan file. File dalam pemrosesan aplikasi di kategorikan sebagai berikut.

File Induk (Master File)

File induk merupakan file yang penting dalam sistem dan akan tetap ada selama siklus berputar. Master file ini dibedakan menjadi 2 macam yaitu :

  1. File induk acuan (reference master file),
    yaitu file induk yang recordnya relatif statis, jarang berubah nilainya.
  2. File induk dinamik (dinamic master file),
    yaitu file induk yang nilai dari record-recordnya sering berubah atau sering dimutakhirkan (update) sebagai akibat dari suatu transaksi.

File Transaksi (Transaction File)

File transaksi disebut juga dengan nama file input (input file). Transaction file ini digunakan untuk merekam data hasil dari suatu transaksi yang terjadi.

File Laporan (Report File)

File laporan adalah file yang berisi dengan informasi yang akan ditampilkan. Biasanya struktur dari file laporan ada beberapa macam. Hal ini akan disesuaikan dengan kepada siapa saja laporan tersebut didistribusikan.

File Sejarah (History File)

File yang berisi dengan data masa lalu yang sudah tidak aktif lagi, tetapi perlu disimpan untuk berbagai kepentingan. Misalnya, untuk mencari data yang hilang.

File Pelindung (Back up File)

File pelindung merupakan salinan dari file-file yang masih aktif di database. Hal ini dilakukan sebagai cadangan jika file database yang aktif rusak atau hilang.

File Kerja (Working File)

File kerja dibuat oleh suatu proses program secara sementara karena memori komputer tidak mencukupi, atau untuk menghemat pemakaian memori selama proses, dan akan dihapus bila proses telah selesai.

Domain

Domain adalah kumpulan dari nilai-nilai yang diperbolehkan untuk berada dalam satu atau lebih atribut. Setiap atribut dalam suatu basis data relasional didefinisikan sebagai suatu domain. Contoh domain dalam database adalah sebagai berikut.

Atribut Nama Domain
n_cab nomor_cabang
jalan nama_jalan
wilayah nama_wilayah
k_pos kode_pos
gt.l tanggal_lahir
no_tel nomor_telepon

Data Flow Diagram (DFD)

Seperti pada perangkat lunak, basis data juga memiliki diagram untuk menggambarkan bagaimana alur data bekerja. Dalam basis data, diagram ini salah satunya adalah data flow diagram, atau diagram alir data. Menurut Sukamto dan Shalahuddin (2018, hlm. 70), Data Flow Diagram (DFD) dalam Bahasa Indonesia menjadi Diagram Alir Data (DAD) adalah representasi grafik yang menggambarkan aliran informasi dan transformasi informasi yang diaplikasikan sebagai data yang mengalir dari masukan (input) dan keluaran (output). Berikut adalah beragam simbol yang digunakan dapat digunakan pada suatu DFD.

Simbol Keterangan
Entitas luar atau masukan atau keluaran atau orang yang akan memakai atau berinteraksi dengan perngkat lunak yang dimodelkan atau sistem lain yang terkait dengan aliran data dari sistem yang dimodelkan.
Proses atau fungsi atau prosedur; pada pemodelan perangkat lunak yang akan diimplementasikan dengan pemrograman terstruktur, maka pemodelan notasi inilah yang harusnya menjadi fungsi atau prosedur didalam kode program.
Aliran data; merupakan data yang dikirim antar proses, dari penyimpanan ke proses atau dari proses ke masukan atau keluaran.
File atau basis data atau penyimpan (storage); pada pemodelan perangkat lunak yang akan diimplementasikan dengan pemrograman terstruktur, maka pemodelan notasi inilah yang harusnya dibuat menjadi tabel-tabel basis data yang dibutuhkan, tabel-tabel ini juga harus sesuai dengan perancangan tabel-tabel pada basis data (ERD).

Sumber : Sukamto dan Shalahuddin (2018, hlm. 50)

Entity Relationship Diagram

Menurut Sukamto dan Shalahuddin (2018, hlm. 50), Pemodelan awal basis data yang paling banyak digunakan adalah menggunakan Entity Relationship Diagram (ERD). ERD dikembangkan berdasarkan teori himpunan dalam bidang matematika. ERD digunakan untuk pemodelan basis data relasional.

ERD memiliki beberapa aliran notasi seperti notasi Chen (dikembangkan oleh Peter Chen), Barker (dikembangkan oleh Richard Barker, Ian Palmer, Harry Ellis), notasi Crow’s Foot, dan beberapa notasi lain. Namun yang banyak digunakan adalah notasi dari Chen. Berikut adalah simbol-simbol yang digunakan pada ERD dengan notasi Chen.

Simbol Keterangan
Entitas merupakan data inti yang akan disimpan; bakal tabel pada basis data; benda yang memiliki data dan harus disimpan datanya agar dapat diakses oleh aplikasi komputer; penamaan entitas biasanya lebih ke kata benda dan belum merupakan nama tabel.
Field atau kolom data yang butuh disimpan dalam suatu entitas.
Field atau kolom data yang butuh disimpan dalam suatu entitas dan digunakan sebagai kunci. akses record yang diinginkan; biasanya berupa id; kunci primer dapat lebih dari satu kolom, asalkan kombinasi dari beberapa kolom tersebut dapat bersifat unik (berbeda tanpa ada yang sama).
Field atau kolom data yang butuh disimpan dalam suatu entitas yang dapat memiliki nilai lebih dari satu.
Relasi yang menghubungkan antar entitas; biasanya diawali dengan kata kerja.
Penghubung antara relasi dan entitas di mana di kedua ujungnya memiliki multiplicity kemungkinan jumlah pemakaian. Kemungkinan jumlah maksimum keterhubungan antara entitas satu dengan entitas yang lain disebut dengan kardinalitas.

Sumber : Sukamto dan Shalahuddin (2018, hlm. 50)

Referensi

  1. Abdulloh, Rohi. (2018). 7 in 1 Pemrograman Web untuk Pemula. Jakarta: Elex Media Komputindo.
  2. Fathansyah. (2018). Basis Data. Bandung. Informatika.
  3. Tim Jubilee Enterprise. (2017). Otodidak MySQL untuk Pemula. Jakarta: PT Alex MediaKomputindo.
  4. Sukamto, Rosa Ariani dan Shalahuddin, Muhammad. (2018). Rekayasa Perangkat Lunak Terstruktur dan Berorientasi Objek. Bandung: Informatika.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.