Perangkat input atau peranti masukan (input device) adalah perangkat yang mengirimkan data masuk ke komputer untuk diolah (Wijanto, dkk, 2021, hlm. 72). Sementara itu menurut Suryawinata (2018, hlm. 54) perangkat input adalah sebuah perangkat yang mengirimkan data kepada komputer dalam bentuk data apapun. Data yang dikirimkan bisa berupa data suara, data teks, data gambar, dan lain sebagainya.

Hal ini memungkinkan manusia berinteraksi dengan komputer dengan memberikan input atau masukan kepada komputer. Selain data, masukan juga bisa merupakan instruksi yang diberikan oleh manusia untuk dikerjakan oleh komputer. Instruksi-instruksi tersebut dapat diarahkan untuk menyelesaikan suatu permasalahan yang spesifik maupun persoalan umum.

Komputer merupakan salah satu alat atau perangkat yang sudah sering kita gunakan dalam kehidupan sehari-hari. Kita dapat menggunakannya sebagai perpanjangan tubuh kita untuk berinteraksi dengan dunia digital. Hal itu dapat dilakukan dengan bantuan perangkat input. Oleh karena itu perangkat input ini juga sering disebut sebagai alat indera komputer.

Contoh sederhana dan konkret dari perangkat input meliputi keyboard, mouse, touchpad pada laptop, dan touchscreen pada ponsel pintar. Lantas sebetulnya apa saja macam-macam perangkat input atau tipe-tipe dari peranti masukan ini? Berikut adalah beberapa perangkat input yang diklasifikasikan berdasarkan jenis masukan atau inputnya.

Perangkat Input Teks (Keyboard)

Perangkat input teks yang umum digunakan oleh kita semua adalah keyboard. Keyboard atau papan tombol/papan ketik adalah alat yang memungkinkan penggunanya untuk memasukkan karakter (character) ke dalam komputer (Wijanto, dkk, 2021, hlm. 72). Karakter yang dimaksud meliputi huruf, angka, dan simbol. Keyboard merupakan perangkat input yang paling umum dan paling populer yang digunakan oleh pengguna komputer (Suryawinata, 2018, hlm. 56). Sederhananya, perangkat ini membantu manusia untuk menginputkan data yang berupa teks pada komputer.

Keyboard konvensional terdiri atas beberapa kelompok tombol berikut ini.

  1. Typewriter Keys
    yaitu tombol untuk mengetik, yang terdapat huruf (alfabet), angka (numerik), dan tanda baca (punctuation).
  2. Functions Keys
    Tombol F1 sampai dengan F12 yang terletak di keyboard bagian atas untuk fungsi khusus.
  3. Numeric Keypad
    Tombol khusus angka (numeric), tombol operator aritmatika seperti perkalian, penjumlahan, pembagian, dan pengurangan. Numeric keypad juga memiliki pengendali kursor jika tombol numlock hidup.
  4. Cursor Control Keys
    Tombol untuk mengendalikan kursor.
  5. System Keys
    Tombol yang berkaitan dengan sistem.
  6. Application Keys
    Tombol yang berkaitan dengan aplikasi.
  7. Enter Keys
    Tombol Enter.
  8. Other
    Tombol lain seperti delete, insert, dan lainnya (Wijanto, 2021, hlm. 73).

Cara Kerja Keyboard

Cara kerja keyboard dapat dilihat dari beberapa tahapan berikut ini.

  1. Ketika tombol keyboard ditekan, akan menekan lapisan karet yang ada di bawahnya.
  2. Karet tersebut terhubung dengan sebuah chip yang mentransmisikan sinyal yang didapat ketika tombol ditekan.
  3. Sinyal yang ditransmisikan berupa kode-kode biner.
  4. Data yang berbentuk biner tersebut akan diterjemahkan oleh Central Processing Unit (CPU) dengan mengacu ke data yang tersimpan pada Read Only Memory (ROM) untuk ditampilkan pada layar monitor.

Jenis-Jenis Keyboard

Ada beberapa jenis keyboard yang berhubungan dengan penataan tombol pada keyboard, biasanya untuk menangani bahasa yang berbeda, di antaranya, yaitu seperti berikut.

  1. Keyboard QWERTY,
    yaitu keyboard dengan tata letak paling populer yang didasarkan pada enam huruf pertama pada papan ketik mesin tik. Desain QWERTY dibuat agar huruf yang paling umum tidak akan membuat mesin tik mekanis “macet”, atau berhenti bekerja.
  2. Keyboard Dvorak,
    yang meletakkan huruf paling umum di tempat yang paling mudah dijangkau. Keyboard game juga meletakkan tombol tertentu untuk akses yang lebih cepat.
  3. Keyboard Klockenberg,
    yang mengedepankan aspek ergonomis di mana keyboard QWERTY dimodifikasi untuk mengurangi beban otot tangan.
  4. Keyboard Maltron,
    sebagaimana keyboard QWERTY yang didesain untuk kenyamanan tangan.
  5. Keyboard Virtual,
    yaitu keyboard QWERTY yang diproyeksikan pada media lain untuk, misalnya layar ponsel, layar komputer, meja, dan lainnya. Keyboard ini memungkinkan pengetikan tanpa menggunakan keyboard secara fisik (Wijanto, dkk, 2021, hlm. 74).

Perangkat Input Penunjuk (Mouse)

Mouse atau tetikus adalah perangkat input yang digunakan untuk menggerakkan dan mengatur posisi kursor di layar computer (Wijanto, dkk, 2021, hlm. 72). Sistem operasi yang hampir semuanya sudah menggunakan graphical user interface membutuhkan perangkat input penunjuk yang pada umumnya adalah mouse.

Selain mouse sebenarnya banyak perangkat pointing yang lain seperti touchpad, pointing stick, touchscreen, trackball, dan lain-lain. Mouse keluaran terbaru saat ini biasanya tidak hanya sekedar untuk menunjuk saja. Mouse kadang-kadang sudah dilengkapi dengan tombol-tombol yang bisa diprogram sesuai keinginan penggunanya.

Pada dasarnya, mouse dapat digunakan dengan beberapa cara sebagai berikut.

  1. Tunjuk (Point),
    posisikan: Mouse akan menunjuk ke suatu objek antarmuka di layar komputer.
  2. Klik kiri (Left click),
    Menekan tombol mouse sekali dan segera melepaskannya.
  3. Klik ganda (Double click),
    Menekan tombol mouse dua kali berurutan dengan cepat tanpa menggeser mouse.
  4. Klik kanan (Right click),
    Klik kanan dapat dilakukan satu kali untuk menampilkan menu tertentu.
  5. Seret (Drag),
    Digunakan untuk memindahkan suatu objek antarmuka seperti gambar, icon, teks, dan sebagainya. Caranya dengan menunjuk objek yang akan dipindah sambil menekan tombol kiri mouse, lalu geser mouse sesuai yang dikehendaki. Setelah sampai pada bagian yang dikehendaki tombol mouse dilepas (Wijanto, dkk, 2021, hlm. 72).

Perangkat Input Suara (Mic)

Komputer dapat menerima masukan berupa suara melalui perangkat input suara. Suara, dapat diterima oleh sebuah alat di dalam komputer atau handphone kita bahkan untuk ditransmisikan atau ditransfer ke orang lain yang sedang kita ajak bicara, dan perangkat input suara ini disebut sebagai mikrofon atau mic. Dengan kata lain, perangkat input suara berupa Mick adalah sebuah perangkat keras masukan yang khusus untuk menginputkan data berupa suara ke dalam komputer yang nantinya akan diolah menjadi sinyal-sinyal digital (Suryawinata, 2021, hlm. 61).

Kenapa komputer ini perlu untuk menggunakan mikrofon karena microphone bisa digunakan untuk merekam suara manusia. Untuk musik yang sering kita dengar itu juga direkam menggunakan mic. Bahkan di zaman yang modern ini, komputer bisa dioperasikan hanya dengan suara kita. Lantas, sebetulnya bagaimana komputer itu bisa mendengar suara kita?

Seperti manusia, komputer juga memiliki indera pendengaran yang dinamakan mikrofon. Kegunaan mikrofon di dalam komputer itu banyak sekali, seperti merekam audio untuk sebuah video tutorial. Contoh lainnya dapat digunakan untuk voice on Internet protocol, pengenalan suara pada komputer gaming, kemudian juga ada chatting online atau video conference.

Mikrofon juga dapat merekam suara serta membuat catatan dan lain sebagainya. Sekarang kita akan membahas bagaimana mikrofon ini memasukkan data suara kita ke dalam komputer. Mikrofon sebenarnya merupakan alat elektronik yang memiliki membran. Bentuk membran itu seperti speaker cuma fungsinya dibalik.

Jika speaker mengeluarkan suara, maka mikrofon menerima suara untuk dimasukkan ke dalam komputer. Caranya adalah ketika kita bersuara maka ada frekuensi atau ada gelombang/getaran yang akan diterima oleh membran. Membran ini akan mengubah getaran suara kita ke dalam sinyal-sinyal listrik. Sinyal-sinyal listrik inilah yang akan ditransfer ke dalam komputer yang nanti akan diproses sebagai suara kita. Proses pengubahan suara yang sudah menjadi sinyal digital atau sinyal elektronik ke dalam suara yang kita dengar akan dibahas di bab perangkat output atau perangkat keluaran.

Perangkat Input Gambar (Scanner)

Scanner atau dalam bahasa Indonesia disebut dengan pemindai adalah perangkat keras input yang membaca gambar secara optis (Suryawinata, 2018, hlm. 64). Dengan kata lain, scanner adalah perangkat input gambar yang digunakan untuk memindai dan menyalin data dari kertas berisi grafik, gambar, foto, atau tulisan menggunakan alat pembaca optical data reader (Wijanto, dkk, 2021, hlm. 74).

Gambar yang dibaca oleh scanner ini akan dikonversikan pada bentuk digital. Sebagai contoh sebuah scanner dapat digunakan untuk mengonversi gambar yang sudah dicetak seperti gambaran manual atau dokumen hardcopy menjadi file digital yang bisa diedit di komputer. Cara kerja scanner adalah dengan menempatkan sebuah obyek di atas kaca scanner, yang kemudian akan dibaca oleh optical data reader.

Scanner bisa dihubungkan dengan komputer menggunakan banyak sekali metode koneksi. Metode koneksi yang paling sering kita temui adalah USB. Selain USB terdapat mode koneksi yang lain seperti firewire, paralel, dan SCSI. Scanner tidak hanya memiliki satu bentuk tapi banyak sekali bentuknya antara lain flatbed scanner, handheld scanner, dan card scanner. Scanner pertama kali ditemukan pada tahun 1860-an, namun model yang kita kenal sekarang ini baru dibuat pada tahun 1957.

Perangkat Input Video (Kamera)

Kini, kamera merupakan salah satu fitur pada handphone kita yang sangat sering kita gunakan. Entah untuk memotret kehidupan sehari-hari, mendokumentasikan aktivitas kita, maupun sekedar untuk berselfie. Kamera sendiri sebenarnya merupakan perangkat input yang menghasilkan sebuah gambar, namun dalam perkembangannya, kamera juga dapat menangkap video sehingga dapat dikategorikan sebagai perangkat input video.

Video sendiri sebetulnya hanyalah kumpulan beberapa gambar yang disusun menjadi sebuah urutan atau slide yang ditampilkan secara bergiliran dalam satuan waktu tertentu (frame per second

). Gambar-gambar diam yang saling berurutan ini akan terlihat bergerak oleh mata kita. Pada zaman dulu kamera untuk memotret dan kamera untuk merekam video itu dibedakan.

Ada yang namanya kamera fotografi untuk menangkap gambar. Sedangkan kamera video atau Digital Video Recorder (DVR) (kita sering lihat media televisi yang membawa kamera yang agak besar itu) digunakan untuk merekam video. Namun karena perkembangan teknologi juga yang semakin canggih maka ukuran kamera juga semakin kecil. Kamera juga semakin mudah dibawa ke mana-mana. Sebagai contoh kamera digital juga bisa digunakan untuk menangkap video.

Perangkat Input Sentuh

Perangkat input sentuh pada komputer bisa dianalogikan sebagai indera peraba pada manusia. Sebagai contoh yang mungkin sering kita temui adalah touchpad. Pada laptop, touchpad ini bisa mendeteksi sentuhan manusia atau mendeteksi sentuhan yang mirip dengan sentuhan manusia untuk dikonversikan menjadi sinyal dan ditransfer kepada komputer. Ketika tangan kita bergerak ke atas, maka kursor yang ada di dalam komputer juga akan bergerak ke atas dan begitu pula arah-arah yang lain.

Contoh lain dari perangkat input sentuh adalah touchscreen. Perangkat touchscreen ini sebenarnya merupakan perangkat input sekaligus output yang jadi satu atau istilah lainnya adalah hybrid. Namun pada bagian ini kita akan membahas touchscreen sebagai perangkat input. Touchscreen merupakan alat input yang menjadi satu dengan display yang memungkinkan pengguna itu bisa langsung berinteraksi dengan user interface dari sebuah sistem. Contohnya seperti smartphone yang sering kita gunakan hari ini.

Referensi

  1. Suryawinata, M. (2018). Arsitektur dan organisasi komputer. Sidoarjo: UMSIDA Press.
  2. Wijanto, dkk. (2021). Informatika smp kelas VII. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan Kemdikbudristek.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.