Pengertian Unsur-nsur Seni Rupa & Desain

Unsur-unsur seni rupa adalah satuan terkecil dari sebuah kesatuan karya seni rupa atau desain. Titik dideretkan menjadi garis, garis dapat membentuk bidang, kemudian bidang dapat membentuk sesuatu yang lain, dst. Jika dianalogikan dengan dunia otomotif, maka unsur unsur seni rupa adalah berbagai onderdil yang terdapat pada sepeda motor. Unsur unsur seni rupa tersebut meliputi:

  1. titik,
  2. garis,
  3. bidang,
  4. bentuk,
  5. ruang,
  6. gelap terang,
  7. tekstur,
  8. warna.

Penjelasan mengenai semua unsur tersebut akan dibahas di bagian bawah artikel.

Dalam keseharian, sudah jelas unsur tersebut telah kita sadari keberadaannya. Sadar atau tidak sadar kita akan bertemu dengan unsur unsur seni rupa tersebut baik saat sedang berkarya atau saat hanya sekedar memandangi gambar. Lalu mengapa kita harus ambil pusing dengan memahami unsur unsur seni rupa tersebut? Manfaat apa yang kita dapatkan dengan menghabiskan waktu untuk mempelajari unsur tersebut?

Manfaat Mempelajari Unsur-unsur Seni Rupa

Unsur-unsur seni rupa merupakan dasar terbentuknya karya seni rupa, seperti berbagai organ tubuh yang membentuk kesatuan tubuh manusia. Memahami lebih dalam unsur-unsur yang vital ini akan membuat kita memahami tingkat-tingkat “kesehatan” karya seni, bahkan mengobatinya ketika sakit. Tanamkan analogi tersebut, buka pikiran kita untuk menyerap ide sekecil apapun untuk mendapatkan manfaat sebanyak-banyaknya dari mempelajari unsur unsur seni rupa dan desain.

Ketika kita sepenuhnya mengetahui dan mempelajari unsur terkecil dari sebuah karya, akan banyak gaya dan macam varian baru yang bisa kita gali. Memahami titik sebagai salah satu unsur seni rupa membuka kreasi unik seperti pointilis yang hanya menggunakan titik untuk mebuat karyanya.

Memahami unsur warna membuka gerbang bagi para impressionis untuk menggali kedalaman baru dalam seni lukis. Seni hari ini, yang lebih melibatkan unsur ekstrinsik juga dapat berkembang karena telah melalui pendalaman terhadap unsur intrinsik yang dapat dipelajari di unsur seni rupa.

Penjelasan yang lebih lengkap mengenai manfaat dan unsur-unsur seni dengan pendapat yang berbeda dapat dilihat di:

Nirmana : Pengertian, Unsur, Asas, Fungsi & Studi Kasus

Unsur Unsur Seni Rupa dan Desain

Pada umumnya para ahli berpendapat unsur seni rupa dan desain dibagi menjadi tujuh hingga delapan unsur. Beberapa unsur-unsur seni rupa dan desain tersebut adalah sebagai berikut.

Titik

Titik adalah unsur terkecil dan awal dari sebuah karya, koordinat tanpa dimensi atau area. Sebenarnya titik digunakan untuk menciptakan unsur yang lain, karena itu terkadang beberapa ahli lain tidak memasukan titik sebagai unsur seni rupa.

Menurut Sadjiman Ebdi Sanyoto (2017, hlm. 94) secara umum dimengerti bahwa suatu bentuk disebut sebagai titik karena ukurannya yang kecil, dikatakan kecil karena obyek tersebut berada pada area yang luas dan manakala dengan obyek yang sama dapat dikatakan besar apabila diletakan pada area yang sempit.

Pendapat tersebut membahas dengan apik mengenai relativitas ukuran dalma suatu karya. Titik dapat menjadi lingkaran pada area sempit bahkan menjadi tekstur saat dibuat kecil, banyak dan memenuhi area yang besar dengan pengulangan dan ritma.

Titik, salah satu unsur unsur dari seni rupa dan desain
Ilustrasi titik, salah satu unsur dari seni rupa dan desain

Raut Titik

Raut titik adalah bagaimana kualitas (bentuk) dari suatu titik, misalnya bundar, elips, atau bahkan persegi dan abstrak. Raut titik atau ciri khas titik bergantung dari alat gambar yang digunakan, atau tergantung bentuk objek yang dibayangkan sebagai titik. Bentuk terumum adalah titik yang rautannya bundar, sederhana tanpa arah dan tanpa dimensi. Bisa saja raut titik berbentuk segitiga, bujur sangkar, elips, atau bahkan berbentuk menyerupai hal organik dan lain-lain. tutulan dan lain-lain biasanya disebut spot.

Garis

Garis adalah  hubungan  dua  titik/jejak titik yang  bersambungan  atau  berderet. Garis dapat dapat digunakan untuk berbagai hal dan salah satu unsur terpenting dari sebuah karya, baik secara langsung maupun hanya bersifat maya/semu (garis tidak tampak secara langsung tapi membentuk kontur tertentu).

Keahlian mengolah gambar melalui garis (menggambar) menjadi salah satu fundamental terpenting untuk berkarya bagi seorang seniman / desainer.  Sadjiman Ebdi Sanyoto (2017, hlm. 96) berpendapat,  “garis merupakan suatu bentuk yang berukuran kecil tetapi memanjang”

Garis - contoh unsur unsur seni rupa dan desain
Ilustrasi garis, salah satu unsur dari seni rupa dan desain

Garis Nyata dan Garis Maya/Semu

Jika kita menjajarkan titik-titik secara berhimpit, kita dapat memperoleh sebuah garis. Kawat listrik, seutas tali, senar gitar, dan apa saja yang mempunyai sifat memanjang, semua itu dapat dibayangkan sebagai garis. Lautan di lepas pantai yang lurus juga dapat membentuk garis horizontal.

Jika kita menggambar bentuk ruangan, kita selalu membatasinya dengan garis-garis, padahal di sana tidak ada garis. Yang terjadi hanyalah perbedaan gelap terang/value karena adanya cahaya sehingga mengesankan garis. Bentuk garis semacam itu disebut garis semu, maya atau imajiner.

Dari uraian tersebut kita dapat memahami bahwa garis tidak hanya berbentuk konkret atau nyata, akan tetapi terdapat juga garis maya yang terbentuk dari fenomena visual lain. Dapat disimpulkan dua pengertian mengenai garis sebagai berikut:

  1. Garis nyata adalah suatu hasil goresan yang disebut garis nyata;
  2. Batas suatu benda, batas sudut ruang, batas sudut warna, bentuk gempal, rangkaian massa dll yang disebut sebagai garis maya/semu

Raut Garis

Raut adalah ciri khas suatu bentuk. Dengan demikian, raut garis adalah ciri khas bentuk suatu garis. Raut garis secara umum hanya terdiri dari dua macam, yaitu garis lurus dan garis lengkung. Namun jika dirinci terdapat beberapa macam jenis garis lain dan masing-masing garis memberikan karakter yang berbeda.

  1. Garis lurus yang terdiri dari garis horizontal, diagonal, dan vertikal.
  2. Garis lengkung yang terdiri dari garis lengkung kubah, garis lengkung busur, dan lengkung mengapung
  3. Garis majemuk yang terdiri dari garis zig-zag, dan garis berombak/lengkung S. Garis zig-zag sbetulnya merupakan garis-garis lurus yang berbeda arah dan bersambung, dan garis berombak atau lengkung S adalah garis-garis lengkung yang bersambung.
  4. Garis gabungan, yaitu garis hasil gabungan antara garis lurus, garis lengkung, dan garis majemuk.

Arah Garis

Terdapat beberapa macam garis berdasarkan arah dan gaya guratnya seperti: garis horizontal, diagonal, vertikal, deretan putus-putus, garis lengkung dan lain-lain. Setiap jenis garis dapat memberikan kesan yang berbeda.

“Bagi kebanyakan orang, garis lurus mendorong rasa kaku, ketegasan, kebenaran, dan ketelitian. Garis lurus adalah positif, langsung, keras, kuat, tegar, teguh hati, dan tidak kenal kompromi. Garis lengkung ramping-ringan adalah fleksibel, harmonis, kalem, feminim, terang, sopan, budiman, tetapi terasa malas, kabur, dan tidak bertujuan.” (Sanyoto, 2017, hlm. 71).

GarisKarakter
Lurus HorizontalTenang, positif
Lurus VertikalKokoh, kaku, tegas
LengkungFleksibel, harmonis, feminim
DiagonalDinamis, berenergi, Tegang

Meskipun begitu, perlu dicatat bahwa persepsi setiap individu atau masyarakat pada umumnya belum tentu sama walaupun kebanyakan mengatakan iya. Hal tersebut sangat bergantung pada konteks psikologis dan sosial pemandang/apresiator.

Karakter yang dihasilkan Arah Garis

Berikut adalah beberapa karakter, emosi, atau perasaan lainnya yang dapat dihasilkan oleh suatu arah garis.

  1. Garis Horizontal,
    mengasosiasikan laut datar, pohon tumbang, orang tidur/mati, dan benda-benda lain yang panjang mendatar, sehingga mengesankan keadaan yang bernuansa santai/istirahat. Garis horizontal memberi karakter tenang, damai, pasif, kaku. Garis ini melambangkan ketenangan, kedamaian, dan kemantapan.
  2. Garis Vertikal,
    mengasosiasikan objek-objek yang berdiri tegak lurus seperti batang pohon, manusia yang berdiri, tugu dan lain-lain. Garis vertikal mengesankan keadaan tak bergerak, mengesankan kuat, kokoh, agung, jujur, tegas, cerah, cita-cita/harapan. Garis vertikal memberikan karakter seimbang (stabil), megah, kuat tetapi statis dan kaku.
  3. Garis diagonal
    disebut juga garis miring ke kanan atau ke kiri, garis ini mengasosiasikan kecepatan, kita sedang berlari, kuda meloncat, pohon yang hampir tumbang, mengesankan objek tidak seimbang sehingga menimbulkan gerakan akan jatuh. Garis diagonal memberikan karakter pergerakan, gerak lari/meluncur, dinamis, tidak seimbang, gerak gesit, lincah dan menggetarkan.
  4. Garis lengkung,
    memberi kualitas mengapung seperti pelampung, mengasosiasikan gumpalan asap, buih sabun, balon dan semacamnya; mengesankan gaya mengapung, ringan dan dinamis. Garis ini berasosiasi dengan kubah dan arsitektur megah, melambangkan kemegahan dan kekuatan.
  5. Garis lengkung S,
    memberikan kesan lemah gemulai. Dibuat dengan gerakan melengkung ke satu arah dan bersambung melengkung ke arash sebaliknya yang merupakan gerakan indah, sehingga garis ini disebut line of beauty. Garis ini memberikan asosiasi gerakan ombak, pohon/padi tertiup angin, gerakan lincah bocah dan semacamnya.
  6. Garis Zig-zag,
    merupakan garis lurus patah-patah bersudut runcing yang dibuat dengan gerakan naik turun secara cepat dan spontan. Memberi sugesti semangat dan gairah serta mengasosiasikan kilat, letusan, retakan tembok dan semacamnya. Garis zig-zag memberi karakter excitement, bahaya dan kengerian. Namun garis ini juga dapat mengesankan kegelisahan/nervous/anxiety.

Bidang

Bidang merupakan garis yang ujungnya saling bertemu dan membuat area tertutup. Bidang menempati ruang dua dimensi/dwimatra. Bidang adalah suatu bentuk raut pipih, datar sejajar dengan dimensi panjang dan lebar serta menutup permukaan (Sanyoto, 2017, hl . 117). Contohnya adalah bentuk-bentuk yang pipih/gepeng, seperti tripleks, kertas, karton, seng, papan tulis, dan bidang datar lainnya.

Bidang - salah satu unsur seni rupa dan desain
Ilustrasi bidang, salah satu unsur unsur seni rupa dan desain

Macam-macam Raut Bidang

Bidang terbagi menjadi bidang geometri dan non geometri, selain itu juga terdapat bidang yang bersifat maya. Bidang geometri adalah bidang yang teratur, dirancang dan dibuat secara matematis. Raut bidang geometris atau bidang yang dibuat secara matematis meliputi segitiga, segiempat, segilima, lingkaran sempurna, dan lain-lain.

Sebaliknya, bidang  nongeometris adalah bidang yang tidak teratur, dibuat secara ekspresif tanpa hitungan tertentu. Raut bidang nongeometris dapat berbentuk organik, bidang bersudut bebas, bidang gabungan dan bidang maya (seperti garis maya). Bidang dapat memiliki macam-macam raut bidang berikut.

  1. Raut bidang geometri
  2. Raut bidang organik
  3. Raut bidang bersudut-sudut bebas
  4. Raut bidang gabungan
  5. Raut bidang gabungan

Selain bentuk bidang yang rata sejajar dan nyata, terdapat bidang yang bersifat maya. Bentuk bidang yang seolah membentuk sudut pandang dengan membentuk prespekti lain dari hasil bidang lain. Biasanya bidang maya dibentuk oleh negative space dari space positif yang kita susun.

Gempal/Volume

Gempal adalah wujud, rupa, bangun, atau gambaran tentang apa saja yang ada di alam termasuk karya seni atau desain yang dapat disederhanakan menjadi titik, garis, dan bidang, (Sanyoto, hlm. 2017, hlm. 93).

Bentuk adalah susunan titik, garis dan bidang yang menyerupai obyek tiga dimensi/trimatra dalam ruang dua dimensi. Bentuk biasanya dibuat dengan menggunakan gelap terang yang dimanipulasi oleh proses gradasi.

Gempal/Volume/Bentuk
Gempal / Volume / Bentuk sebagai salah satu unsur unsur seni rupa dan desain

Seperti bidang, bentuk juga terbagi menjadi bentuk geometri, non geometri dan campuran. Bagian-bagian tersebut juga masih memiliki sifat yang sama dengan bidang, namun menyerupai obyek tiga dimensi dalam ruang dua dimensi.

Ruang

Ruang adalah dalam Seni Rupa adalah  area disekitar obyek, baik dibelakang, diatas ataupun di dalam. Secara umum biasanya ruang dikaitkan dengan tiga dimensi, namun dalam seni rupa, ruang adalah unsur yang memberi kesan keluasan, kesatuan, kedalaman, jauh atau dekatnya suatu obyek.

Dikarenakan bentuk dapat berupa bentuk dua dimensi dan tiga dimensi, maka ruang pun meliputi ruang dua dimensi/dwimatra dan tiga dimensi/trimatra (Sanyoto, 2017, hlm. 97). Ruang dalam karya dua dimensi hanya bersifat ilusi.

Ruang - salah satu unsur unsur seni rupa dan desain
Ilustrasi Ruang, unsur seni rupa dan desain

Ruang dua dimensi/dwimatra

Ruang dwimatra atau ruang dua dimensi merupakan ruang papar yang datar. Ruang dwimatra banyak dimanfaatkan oleh para perupa untuk menempatkan bentuk raut yang sifatnya cukup datar/terlihat cukup datar saja, seperti gambar-gambar proyeksi dengan potongan potongan dan pandangan-pandangan terbatas.

Ruang dwimatra hanya mengenal dua dimensi, yaitu panjang dan lebar. Ruang dua dimensi hanya mengenal arah horizontal, diagonal dan vertikal yang sejajar dan hanya mengenal kedudukan di kiri-tengah-kanan, atas-tengah-bawah; X dan Y.

Ruang dwimatra yang terisi objek pada umumnya disebut ruang positif dan ruang yang tidak terisi oleh objek disebut ruang negatif. Ruang positi negatif ini sangat penting untuk dipelajari. Karena penyusunan ruang positif secara berkelompok dan ruang negatif berkelompok akan tercipta garis semu tertentu dan melahirkan gerak (irama) dan menciptakan area kosong (white space) yang akan membantu terciptanya kesatuan yang merupakan prinsip-prinsip seni rupa untuk mencapai keindahan; Penting untuk penyusunan komposisi rupa.

Ruang tiga dimensi/trimatra

Ruang trimatra merupakan jenis ruang yang benar-benar diartikan sebagai ruang nyata dan sempurna seperti dikehidupan kita, memiliki tiga dimensi penuh, panjang, lebar dan kedalaman. Bentu-bentuk raut yang gempal benar-benar bersifat tiga dimensi, dapat diraba, menempati ruang berkedalaman. Semua bentuk di alam ini termasuk karya seni yang bersifat tiga dimensi menempati ruang tiga dimensi.

Gelap Terang/Value

Benda apapun yang terdapat pada alam kita akan memiliki intensitas cahaya yang berbeda pada setiap bagian. Begitu pula pada karya seni rupa. Gelap Terang adalah unsur terpenting dalam membuat bentuk/gempal agar tampak tiga dimensi dengan memanfaatkan highlight (bagian terang) dan shading (bayangan). Gelap Terang juga berlaku untuk tint dan shading pada warna, misal: merah muda, merah tua.

Gelap Terang / Value
Contoh Gelap Terang, unsur unsur desain dan seni rupa

Tekstur

Tekstur adalah bagaimana permukaan terasa pada saat diraba, tekstur dapat menjadi nyata (dapat diraba) atau hanya disimulasikan saja melalui Gelap Terang dan Warna. Tekstur adalah sifat atau kualitas permukaan (nilai raba) suatu benda seperti: kasar, halus, licin, dan berkerut. Tekstur dapat dibedakan menjadi dua yaitu: 1. Nyata, 2. Semu (Suparta, 2010, hlm. 1).

Tekstur - contoh unsur seni rupa dan desain
Contoh Tekstur, unsur unsur seni rupa dan desain

Warna

Warna adalah pantulan cahaya terhadap benda yang memiliki pigmen tertentu. Sebuah benda berwarna merah karena  benda tersebut bersifat pigmen yang memantulkan warna merah dan menyerap gelombang warna lainnya. Benda hitam tidak memantulkan warna apapun karena menyerap semua warna pelangi atau semua panjang gelombang.

Warna
Warna, unsur seni rupa dan desain

Unsur Unsur Seni Rupa dan Nirmana

Pembagian unsur seni rupa diatas adalah salah satu yang paling umum digunakan. Beberapa ahli lebih memilih untuk memisahkan ruangnya terlebih dahulu; nirmana dua dimensi/dwimatra dan nirmana tiga dimensi/trimatra, sehingga hirarkinya lebih rapi dan jelas untuk masing-masing ruang. Selain itu pada saat unsur dihubungkan dengan prinsip, maka ada beberapa unsur dan prinsip yang berlaku hanya untuk masing-masing ruang.

Setelah menelusuri unsur unsur seni rupa dan desain, kita akan membutuhkan tata cara atau metode-metode untuk menyusun unsur tersebut. Metode tersebut dapat disimak di: Prinsip prinsip seni rupa dan desain.

Referensi

  1. Sanyoto, Sadjiman Ebdi. (2005). Dasar-dasar Tata Rupa & Desain. Yogyakarta: Arti Bumi Intaran.
  2. Sanyoto, Sadjiman Ebdi. (2017). Nirmana: Elemen-elemen Seni dan Desain. Yogyakarta: Jalasutra.
  3. Suparta, I Made. (2010). Unsur Unsur Seni Rupa. Repository Jurnal ISI Denpasar, Dipublikasikan Mei 2010, Diakses tanggal 15 Januari 2018, http://repo.isi-dps.ac.id/125/1/…

Join the Conversation

3 Comments

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *