Pengertian Aliran Seni Rupa Impresionisme

Aliran seni rupa Impresionisme adalah aliran yang mengusung keakuratan warna pada pencahayaan objek yang dilukis berdasarkan teori proses terjadinya warna melalui sapuan sapuan atau bahkan olesan kuas yang kecil namun berwarna. Teori warna yang dimaksud adalah teori warna Newton yang memecah warna cahaya pada prisma.

Akurasi warna yang dimaksud bukanlah warna yang mirip dengan apa yang kita lihat. Namun akurasi warna sebagai cahaya yang sesungguhnya, tanpa dipengaruhi oleh pigmen objeknya. Sehingga warna bayangan adalah warna ungu, bukan hitam atau abu, dan warna dedaunan mungkin oranye, bukan hijau.

Biasanya para impresionis melukis di alam terbuka dalam kurun waktu yang singkat, sehingga harus mengorbankan keakuratan bentuk, namun sebagai imbalannya mereka dapat menangkap keakuratan cahaya yang terjadi pada kurun waktu tertentu di pagi, siang, atau menjelang matahari terbit, dan sebagainya.

Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa aliran impresionisme adalah aliran lukis yang mengusung keakuratan cahaya dan warna berdasarkan teori Newton yang dilakukan dengan cara menangkapnya secara spontan dan cepat pada momen tertentu yang durasinya terbatas melalui pengamatan secara langsung terhadap subjek lukisnya di alam atau kawasan terbuka lainnya.

Kemunculan Aliran Impresionisme

Impresionisme dimulai melalui terbentuknya kelompok seniman independen yang berbasis di Paris dengan tokoh utama: Claude Monet. Kelompok ini dibentuk sebagai inisiatif para seniman yang tidak mendapatkan kesempatan berpameran di panggung seni rupa mainstream pada masa itu: The Paris Salon.

Revolusi Industri dan perkembangan teknologi yang tergolong baru di masa itu juga mengilhami pergerakan Impresionisme. Misalnya, bagaimana teknologi fotografi menjadi ancaman baru di kala itu dan membuat kelompok ini berpikir keras untuk dapat tetap bersaing melalui karya lukis mereka.

Melalui beberapa alasan tersebut, maka munculah berbagai ide yang mereka kembangkan untuk membawa seni lukis ke level yang lebih tinggi. Berbagai ide tersebut mulai dari kecepatan melukis, mereka berinisiatif untuk bisa melukis dengan lebih cepat dan langsung melihat subjek/objek yang dilukis. Kemudian mereka juga terinspirasi oleh teori proses terjadinya pembentukan warna yang terhitung baru di masa itu. Kamera menirukan persepsi kita terhadap warna, sementara impresionisme berusaha untuk merekam warna murni cahaya seperti pada percobaan prisma warna dari Newton.

Pameran independen pertama kelompok tersebut membawa mereka menuju pintu kesuksesan secara tidak langsung pada tahun 1870-1880-an. Nama aliran Impresionisme berasal dari judul karya Claude Monet yang berjudul “Impression, Sunrise”.

Karya tersebut memprovokasi kritikus seni Louis Leroy untuk membuat istilah tersebut dalam sebuah kritik negatif yang diterbitkan di majalah LeCharivari. Leroy mengatakan bahwa karya kelompok tersebut tampak seperti lukisan yang belum selesai, kurang detail, tidak realistik, dan hanya impresi atau kesan yang dangkal saja.

Namun pada akhirnya banyak kritikus yang menilai bahwa karya mereka justru membawa nuansa baru pada dunia Seni Rupa. Warna yang terang bertolak belakang dengan palet warna yang umumnya digunakan pada zaman itu, sapuan kuas yang cepat dan meninggalkan marka kuas yang kontras dianggap tidak menutup-nutupi media yang mereka gunakan. Mereka dianggap berhasil membawa seni lukis sejajar kembali dengan teknologi fotografi.

Pengaruh Teori Warna terhadap Aliran Impresionisme

Impresionisme dipengaruhi oleh teori warna yang dikemukakan oleh Sir Isaac Newton dan Eugene Chevreul. Newton adalah salah satu ilmuwan pertama yang meneliti tentang proses terjadinya pembentukan warna. Sekitar 1671-an ia menemukan asal usul warna ketika menyorotkan cahaya pada prisma yang menghasilkan warna pelangi.

Percobaan tersebut menunjukan bahwa warna berasal dan berada di cahaya. Disusul oleh  teori pembagian warna berdasarkan warna primer dan proses pencampurannya untuk membentuk warna-warna yang lain.

Pengelompokan warna tersebut berdampak drastis terhadap karya-karya yang diciptakan oleh para impresionis. Mereka meninggalkan gagasan yang menggunakan warna coklat atau hitam untuk membuat bayangan.

Sebagai gantinya, mereka menggunakan Teori Warna Newton untuk membuat bayangan yang berpendapat bahwa sejatinya warna hitam itu tidak ada, hitam hanyalah tanda bahwa suatu objek kurang mendapatkan cahaya. Maka mereka menggunakan warna kebalikan untuk membuat bayangan.

Cahaya matahari sejatinya berwarna kuning, maka mereka banyak menggunakan warna kuning pada warna kulit manusia. Sementara bayangan adalah warna kebalikan dari pantulan cahaya yang menyentuh kulit manusia. Maka mereka menggunakan warna ungu sebagai yang merupakan warna kebalikan dari kuning untuk warna bayangannya.

Untuk memahami konsep warna kebalikan dibutuhkan pengetahuan lingkaran warna harmonis yang dapat disimak pada artikel di bawah ini.

Baca juga: Perpaduan Warna Harmonis menggunakan Teori Warna & Seni

Ciri-ciri Aliran Impresionisme

Beberapa ciri atau kehadiran suatu hal yang membuat karya seni rupa menjadi aliran impresionisme adalah sebagai berikut.

  1. Gambar pada lukisan tidak detail, hanya impresi saja yang tampak mirip jika dilihat dari jauh saja.
  2. Palet warna yang cerah dan kontras berdasarkan teori pengelompokan lingkaran warna.
  3. Fokus melukis pantulan cahaya pada subjeknya, dibandingkan subjeknya sendiri.
  4. Menggunakan sapuan kuas kecil yang disebut dab yang merupakan istilah luar untuk “cocolan”.
  5. Marka kuas pada lukisan cenderung tampak dan tidak ditutup-tutupi.
  6. Tidak menggunakan warna atau pigmen hitam.

Tokoh & Contoh Karya Impresionisme

Rasanya tidak mungkin membicarakan suatu aliran seni tanpa mengejawantahkan pula para tokoh dibalik pergerakan aliran seninya. Berikut adalah beberapa di antara tokoh-tokoh seniman penting yang ikut mengembangkan aliran impresionisme, disertai contoh karya dan analisis singkatnya.

Claude Monet

Claude Monet adalah pencetus gerakan impresionis di Prancis. Sebagai  seniman hebat yang inspirasional, Monet adalah tokoh penting yang membentuk kelompok seni independen yang memulai lahirnya aliran impresionisme. Monet lebih menyukai melukis di luar, di udara terbuka (ein plein) dan menangkap kejadian cahaya pada waktu tertentu. Hasil karya Monet yang paling terkenal adalah lukisan berseri yang ia hasilkan dengan melukis subjek pemandangan yang sama berkali-kali pada berbagai waktu (sore, subuh, malam, dsb).

Lukisan Impresionisme Water Lilies & Analisisnya

Contoh karya aliran impresionisme: Water Lilies oleh Claude Monet, gambar asli diperoleh melalui wikipedia.com
Contoh lukisan aliran impresionisme: Water Lilies oleh Claude Monet

Water Lilies merupakan salah satu lukisan dari seri pemandangan halaman rumahnya sendiri yang dibuat sekitar tahun 1890-an. Monet melukiskan pemandangan yang sama seperti ini pada berbagai waktu: siang, sore, hingga ke malam hari, sama seperti seri lukisannya yang lain. Meskipun menggunakan sapuan kuas cepat dan tidak presisi, Monet berhasil mencitrakan pemandangan air pada lukisan ini. Refleksi dibuat hanya dengan indikasi-indikasi semi abstrak namun bekerja dengan sangat efektif. Seri Water Lilies disebut-sebut sebagai salah satu Mahakarya dari Maestro Impresionis ini.

Berthe Morisot

Berthe Marie Pauline Morisot adalah seorang pelukis wanita yang merupakan anggota kelompok pelukis independen yang diinisiasi oleh Monet. Ketika pameran kedua kelompok impresionis itu dibuka, seorang Kritikus menyebut para partisipannya sebagai “lima atau enam orang gila”, karena salah satu dari mereka adalah seorang wanita, yaitu Morisot. Morisot mencapai kesuksesan di usia yang masih sangat muda, pada usia 23.

Sebagai pelukis wanita pada masa itu Morisot mendapatkan berbagai kendala karena gendernya. Morisot memiliki kesempatan yang lebih terbatas dari pria, ia bahkan dilarang untuk mengejar pendidikan yang sama dengan rekan-rekan prianya. Meskipun begitu Morisot tetap mengembangkan koneksi dan dukungan keluarga yang memungkinkannya untuk mengukir karir independennya sebagai seniman wanita. Ia berkarir sebagai seniman lebih dari tiga dekade. Ia berhasil menulis namanya di sejarah seni Perancis, bahkan seni dunia.

Eugene Manet and His Daughter at Bougival & Analisisnya

Contoh Karya Aliran Impresionis: Eugene Manet and His Daughter at Bougival oleh Berthe Morisot, gambar asli diperoleh melalui: wikipedia.com
Contoh lukisan impresionisme: Eugene Manet and His Daughter at Bougival oleh Berthe Morisot.

Sapuan kuas dengan marka yang kontras dalam sekejap mengundang mata kita untuk memperhatikannya. Morisot membuat lukisan ini seakan menjadi Snapshot kamera yang spontan dan menangkap momen seorang Ayah dan Anaknya yang sedang menikmati waktu bersama. Impresi potret sangat terasa dan memiliki estetika yang lebih menggoda jika dibandingkan dengan jepretan fotografi. Suasana juga sangat terbentuk dengan baik dan memberikan pencitraan yang menyenangkan di lokasi yang tampak seperti taman sederhana di dekat rumah itu.

Pierre-Auguste Renoir

Pierre-Auguste Renoir adalah salah satu seniman Impresionis Prancis yang ikut berpengaruh besar dalam perkembangan aliran impresionisme. Sebagai perupa yang fokus terhadap kecantikan dan terutama keindahan feminin, dikatakan bahwa: “Renoir adalah perwakilan terakhir dari sebuah tradisi yang berjalan langsung dari Rubens ke Watteau.” Dia adalah ayah dari aktor Pierre Renoir, pembuat film Jean Renoir dan seniman keramik Claude Renoir.

Dance at Le moulin de la Galette & Analisisnya

Contoh Karya Aliran Impresionis: Dance at Le moulin de la Galette oleh Pierre-Auguste Renoir, gambar asli diperoleh melalui: wikipedia.com
Contoh Karya Aliran Impresionis: Dance at Le moulin de la Galette oleh Pierre-Auguste Renoir.

Lukisan ini merupakan salah satu karya yang paling terkenal di aliran Impressionisme. Lukisan menggambarkan suasana minggu sore yang khas di Moulin de la Galette , Paris. Pada akhir abad ke-19, para kelas pekerja Paris akan berkumpul dan menghabiskan waktu bersama di sana untuk menari, minum-minum, dan makan hingga dini hari.

Suasana riuh pada lukisan ironisnya malah menenangkan pandangan kita. Lukisan seakan tidak memiliki fokus yang pasti, namun ketika kita mulai menjelajahinya, maka kita tidak akan bisa berhenti disitu saja. Pandangan kita akan diarahkan ke setiap sudut lukisan melalui ritma yang dinamis dan berujung pada puncak suasana kehangatan pesta tersebut.

Referensi

  1. Impressionism, theartstory.org. Diakses tanggal 05 Maret 2018. http://www.theartstory.org/movement-imp…

Join the Conversation

3 Comments

  1. Saya izin untuk menyalin salah satu gambar lukisan di atas….terima kasih

    1. Gw suka sama ni hasil nya bagus banget lebih lengkap sih daripada universe sebelah tapi gw butuh lima bang mohon pengertian nya ya bang,Sekian terima kasih.🙏

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *