Meskipun hari ini seni musik dapat dinikmati melalui media rekaman berupa CD, flashdisk, maupun dari berbagai layanan streaming berbasis internet seperti youtube dan spotify, salah satu puncak penyajian utama dari cabang seni ini adalah pertunjukan atau konser yang diselenggarakan secara langsung (live). Berbicara mengenai pertunjukan musik, pertunjukan musik Barat masih menjadi akar tumpuan bagi kebudayaan seni musik modern dan kontemporer.

Hal itu karena pada masanya, salah satu kebudayaan yang paling mendominasi dan dianggap memiliki struktur paling modern adalah musik Barat. Oleh karena itu, hingga kini pertunjukan musik Barat masih menjadi acuan utama dalam menyelenggarakan seni musik kreasi modern maupun kontemporer. Meskipun kebudayaan lain seperti musik modern Korea mulai mengunjukkan gigi di mata internasional, musik dan pertunjukkan Barat masih menjadi akar budayanya.

Oleh karena itu, pada dasarnya saat kita mempelajari tradisi musik Barat, kita sedang mempelajari berbagai hal yang secara keilmuan dianggap paling mapan. Kita sedang mempelajari sesuatu hal yang dasar dan fundamental agar mampu bersaing atau ikut berkontribusi terhadap perkembangan musik secara universal. Pada eksekusinya kita dapat memilih untuk mengembangkan musik tradisi, mengembangkan gaya musik negeri, maupun menjadi salah satu pemusik estetis yang selalu mencari yang terbaik dari bermacam gaya dan tradisi layaknya musisi Indie.

Berikut adalah berbagai pemaparan mengenai pertunjukan musik Barat berdasarkan ragam jenis pertunjukan serta berbagai pembentuk, kebutuhan, dan keterampilan dari masing-masing ragam, meliputi teknik vokal, organ penghasil suara, resonator, artikulator, latihan pernapasan, dsb.

Jenis Pertunjukan Musik Barat

Menurut Tim Kemdikbud (2018, hlm. 70) Jika ditinjau dari sarananya, ada tiga jenis pertunjukan musik barat, yaitu pertunjukan vokal, pertunjungan musik instrumental, dan pertunjukan musik gabungan vokal dan instrumental.

Seni Vokal

Seni vokal adalah seni musik yang mengutamakan dan mengeksploitasi suara manusia. Biasanya seni lebih umum untuk disebut sebagai bernyanyi. Seniman-seniman vokal sangat mengandalkan kualitas suaranya dalam berkarya. Dalam bidang seni vokal ini kita mengenal penyanyi-penyanyi Barat legendaris, seperti Frank Sinatra, Natking Cole, Elvis Presley, Pavaroti, Julio Iglesias, Witney Huston, Celine Dion, Michael Jackson, Madonna, Adele, Justin Bieber, Katty Perry, Lady Gaga, hingga Billie Eilish. Lagu-lagu para legenda Barat tersebut sangat digemari di seluruh dunia.

Teknik Vokal

Sudah dipaparkan sebelumnya bahwa seniman vokal sangat mengandalkan kualitas suaranya dalam bernyanyi. Namun, tanpa teknik vokal yang mumpuni, kualitas suara yang baik tidak akan tercapai. Oleh karena itu, teknik vokal jauh lebih memegang peranan penting dalam karier seorang seniman vokal.

Mulut adalah organ yang paling berperan dalam menghasilkan suara yang baik. Tepatnya mulut beserta organ bagian-bagiannya, seperti bibir dan lidah, memang sangat vital untuk bernyanyi. Meskipun begitu, sebetulnya masih banyak organ tubuh lain yang berperan untuk bernyanyi. Mari kita telusuri, organ-organ tubuh apa saja yang digunakan untuk bernyanyi yang meliputi organ penggerak, penggetar, alat ucap, dan resonator yang dipaparkan oleh Tim Kemdikbud (2018, hlm. 70-74) berikut ini.

Organ Penggerak

Suara manusia dihasilkan oleh organ penggerak. Penggerak maksudnya adalah organ ini berfungsi menggerakkan pita suara dengan cara mendorong udara mengenainya. Beberapa organ yang termasuk organ penggerak adalah sebagai berikut.

Paru-paru

Dalam kegiatan bernyanyi, paru-paru berfungsi untuk menghirup dan meniup udara. Setelah udara tersebut dimanfaatkan untuk mendapatkan O2 bagi tubuh, sisanya diembuskan keluar melalui tenggorokkan dan hidung. Embusan udara inilah yang dimanfaatkan untuk menggetarkan pita suara sehingga menghasilkan suara.

Kapasitas atau daya tampung paru-paru dalam menampung udara akan berpengaruh terhadap panjang-pendeknya suara. Oleh karena itu, jika kita ingin memiliki kemampuan bernyanyi dengan jangkauan suara yang panjang, kita harus melatih organ paru-paru agar memiliki kapasitas yang semakin besar. Teknik melatih paru-paru dalam kegiatan bernyanyi disebut sebagai latihan pernapasan.

Larynx (Pangkal Tenggorok)

Larynx adalah organ tubuh tempat di mana pita suara berada. Dari luar, kita dapat melihat larynx yang berada di dekat jakun. Pita suara inilah yang mula-mula menghasilkan suara. Jika terkena sentuhan udara yang diembuskan oleh paru-paru, pita suara akan bergetar membuka, menutup, merentang, atau mengerut untuk membentuk suara dan menghasilkan nada setelah dikoordinasikan dengan alat-alat artikulasi di rongga mulut dan hidung. Oleh karena itu, larynx sangat penting fungsinya untuk melindungi pita suara.

Pharynx (Batang Tenggorok)

Pharynx menghubungkan larynx dan rongga mulut dan rongga hidung. Organ ini sangat rentan dengan gangguan udara. Jika organ tubuh ini terganggu akan menimbulkan radang dan di dalamnya akan terproduksi banyak lendir yang menimbulkan rasa gatal. Dapat ditebak bahwa saat itu terjadi, kita tidak akan dapat bernyanyi dengan maksimal.

Oleh karena itu, kebersihan organ tubuh batang tenggorok dari lendir akan menghasilkan suara yang merdu. Gurah adalah salah satu cara membersihkan pharynx dari lendir yang dapat mengganggu aliran udara ketika bernyanyi. Di ujung atas dari pharynx terdapat organ tubuh yang disebut tonsil (anak tekak). Di tempat itulah manusia menghasilkan nada-nada tinggi.

Diafragma (Sekat Rongga Dada)

Diafragma adalah otot besar yang melintang di antara rongga dada dan rongga perut. Fungsinya mengatur kerja paru-paru secara otomatis. Gerakan diafragma memberi kesempatan rongga dada untuk mengembang dan mengempis. Dalam kaitannya dengan teknik bernyanyi, diafragma sangat bermanfaat untuk memperbesar kapasitas paru-paru.

Organ Penggetar

Organ tubuh yang tergolong sebagai alat penggetar dalam menghasilkan suara adalah pita suara. Pita suara berbentuk jaringan tenunan otot yang tipis dan elastis berwarna kekuningan. Bila disentuh udara yang diembuskan paru-paru, pita suara akan bergetar dan menghasilkan suara.

Pita suara milik anak laki-laki lebih panjang daripada milik anak perempuan. Inilah yang menyebabkan suara laki-laki lebih rendah daripada suara perempuan. Baik pada laki-laki maupun perempuan pada fase tertentu pita suara akan mengalami perubahan sehingga suara pun akan mengalami perubahan. Biasanya perubahan ini mengikuti usia.

Posisi pita suara yang berbeda-beda, misalnya terbuka lebar atau tertutup rapat, akan menghasilkan suara yang berbeda-beda pula. Berikut adalah pemaparan masing-masing posisi pita suara dan hasil suaranya.

  1. Terbuka lebar
    Apabila pita suara terbuka lebar udara akan keluar dari paru-paru tanpa hambatan. Dalam posisi seperti itu akan dihasilkan suara h.
  2. Tertutup rapat
    Jika pita suara tertutup rapat, maka larynx juga ikut tertutup. Sehingga, udara dari paru-paru akan terhambat dan akan menghasilkan suara hamzah (hambat glotal).
  3. Bagian atas terbuka sedikit
    Jika pita suara bagian atas terbuka sedikit akan menyebabkan udara dari paru-paru akan menggetarkan pita suara. Dalam posisi seperti ini akan dihasilkan suara yang jika diolah oleh alat ucap (artikulasi) akan menghasilkan aneka macam suara.
  4. Bagian bawah terbuka sedikit
    Pada posisi pita suara demikian, akan dihasilkan suara-suara lemah karena udara yang berembus dari paru-paru akan keluar begitu saja tanpa kekuatan. Suara demikian cocok untuk berbisik dan bernyanyi dengan teknik bersenandung.
Merawat Pita Suara

Pita suara sangat vital untuk bernyanyi. Oleh karena itu, pita suara perlu dijaga dan dirawat kesehatannya. Berikut adalah beberapa tips untuk merawat pita suara.

  1. Bernyanyilah dengan nada yang pas sesuai rentang nada suaramu. Bila sering menyanyikan nada-nada tinggi yang belum kita kuasai, pita suara bisa aus.
  2. Tidak dianjurkan minum minuman yang terlalu dingin atau terlalu panas.
  3. Bila sedang sakit, batuk, pilek baiknya jangan menyanyi.
  4. Hindari makanan berminyak dan pedas sebelum menyanyi.
  5. Jangan menyanyi dalam keadaan perut kosong atau terlalu kenyang. Ini mempengaruhi rongga perut, diafragma, dan kualitas pernapasan
  6. Untuk menjaga pernapasan agar tetap prima, hindari minum kopi, alkohol, dan merokok.
  7. Ketika bangun tidur biasakan minum segelas air putih dan senam pagi sambil menghirup udara bersih sebanyak-banyaknya.

Alat Ucap (artikulasi)

Artikulator adalah alat ucap yang dapat digerakkan atau digeserkan untuk menimbulkan berbagai macam bunyi. Alat ucap manusia adalah mulut, yang terdiri atas dua bagian, yaitu artikulator dan titik artikulasi. Alat artikulator adalah lidah, dan titik artikulasi adalah bagian alat ucap yang menjadi tumpuan atau titik sentuh artikulator. Beberapa bagian organ yang termasuk titik-titik artikulasi adalah bibir, gigi, gusi, langit-langit keras, langit-langit lunak, anak tekak.

Penempatan artikulator pada titik-titik artikulasi secara tepat akan menghasilkan kejelasan lafal dalam bernyanyi karena dalam bernyanyi yang diucapkan bukan hanya nadanya tetapi liriknya. Lirik adalah teks lagu yang akan dikomunikasikan kepada pendengar lewat nyanyian (Tim Kemdikbud, 2018, hlm. 73). Lafal yang benar dan tepat akan sanggup memberikan pengertian untuk diresapi pendengar. Bahkan ada semboyan yang menyatakan bahwa lirik adalah mahkota lagu.

Agar dihasilkan pelafalan lagu dengan baik, kita harus melatih alat ucap dengan baik pula. Beberapa hal yang perlu dilatih meliputi:

  1. Rahang bawah, dengan latihan gerakan membuka menutup, gerakan ke kiri ke kanan, dan gerakan ke depan dan ke belakang agar diperoleh kelenturan gerak rahang;
  2. Lidah, dengan latihan gerakan memutar, gerakan ke kiri dan ke kanan, gerakan keluar masuk. Latihan ini akan menghasilkan kelincahan gerak lidah; dan
  3. Bibir, dengan latihan membuka menutup, dan menahan hembusan udara. Latihan ini ditujukan untuk mendapatkan kelenturan bibir.

Resonantor

Resonator adalah organ tubuh yang berfungsi memantulkan getaran suara yang ditimbulkan oleh pita suara. Pantulan di dalam rongga organ resonantor ini akan semakin menguatkan suara. Bandingkan dengan rongga pada badan gitar. Tanpa rongga tersebut tentu getaran suara dari senar tidak akan kuat. Yang termasuk organ resonator adalah rongga mulut, rongga dada, dan rongga hidung.

Untuk mendapatkan suara yang merdu dalam bernyanyi dibutuhkan organ-organ tubuh yang prima. Untuk itu organ tubuh yang berkaitan langsung dengan pembentukan suara tersebut harus dilatih dengan baik. Latihan-latihan itu meliputi beberapa latihan di bawah ini.

Latihan Intonasi

Latihan intonasi berarti berlatih untuk menghasilkan intonasi yang baik. Beberapa macam latihan intonasi meliputi:

  1. latihan aksentuasi, yang memberikan tekanan pada bagian tertentu dari sebuah lagu;
  2. latihan dinamik, yang menambah atau mengurangi kuat lemahnya suara.
Latihan Artikulasi

Berlatih artikulasi adalah latihan ketepatan pelafalan bunyi dengan alat ucap yang meliputi:

  1. latihan vokalisasi, yakni latihan pelafalan bunyi-bunyi vokal (aiueo);
  2. latihan pembetukan bunyi-bunyi konsonan (selain aiueo).
Latihan Pernapasan

Melatih pernapasan berarti latihan untuk menghasilkan peningkatan kapasitas paruparu agar dalam bernyanyi tidak kehabisan napas. Beberapa latihan pernapasan ini meliputi beberapa latihan di bawah ini.

1. Latihan Pernapasan Dada

Melakukan latihan pernapasan dengan membusungkan dada ketika menarik napas. Latihan ini sekaligus dapat memperkuat otot-otot di sekitar dada agar menjadi lentur. Meskipun demikian, pernapasan dada menghasilkan pernapasan yang kurang stabil sehingga teknik pernapasan ini kurang baik untuk bernyanyi.

2. Latihan pernapasan bahu

Melakukan pernapasan dengan menarik napas mengangkat bahu untuk mengisi paru-paru. Cara seperti ini tidak baik karena napas yang dihasilkan dangkal atau udara yang terhirup minim sehingga kalimat yang diucapkan sering kali terputus-putus.

3. Latihan pernapasan diafragma

Pernapasan diafragma lazim disebut pernapasan rongga perut. Latihannya dengan melakukan pernapasan mengembangkan rongga perut atau diafragma. Cara ini merupakan pernapasan yang optimal untuk bernyanyi karena akan menghasilkan napas yang panjang, ringan, santai sehingga produksi suara lebih bermutu. Pengambilan napas pada saat memulai lagu atau awal kalimat lagu dapat dilakukan dengan menarik napas melalui hidung dengan santai. Namun, jika pada saat bernyanyi atau di tengah lagu, sebaiknya pengambilan napas dilakukan dengan singkat atau dengan mendengus, seperti saat kita berusaha mencium aroma yang harum atau aroma makanan yang sedap.

4. Latihan Frasering

Frasering adalah aturan pemenggalan kalimat yang baik dan benar dalam bernyanyi. Dengan frasering yang benar, pesan dan maksud lagu akan mudah dimengerti oleh pendengar. Frasering dalam bernyanyi disesuaikan dengan kaidah komunikasi yang berlaku. Latihan frasering ini hendaknya mengikuti ketentuan praktis sebagai berikut:

  1. Jika napas kita cukup untuk menyanyikan satu kalimat penuh, nyanyikanlah satu kalimat itu tanpa disela pengambilan napas.
    Contoh:
    Engkau dinamakan Srikandi (benar)
  2. Bila napas kita tidak cukup untuk menyanyikan satu kalimat penuh, penggallah kalimat itu menjadi klausa.
    Contoh:
    Gugur bungaku di taman bakti / di haribaan pertiwi (benar)
    Gugur bungaku di / taman bakti / di hari ba / an pertiwi
    (salah)
  3. Bila napas kita tidak cukup untuk menyanyikan satu kalimat, penggallah kalimat tersebut menjadi frase. Lebih baik jangan memenggal kalimat lagu berdasarkan kata, apalagi yang lebih kecil dari kata.
    Contoh:
    Engkau / dinamakan / Srikandi (benar)
    Engkau dina / makan Srikandi
    (salah)

Berlatih Bernyanyi

Berbagai latihan alat pernapasan di atas merupakan landasan latihan yang penting karena teknik vokal sangat bergantung pada organ pernapasan yang kuat. Namun, bernyanyi sendiri memerlukan latihan khusus pula.

Terlebih lagi, bernyanyi yang baik tidak hanya bernyanyi dengan suara merdu saja. Bernyanyi yang baik, di samping harus dengan suara merdu juga harus dengan pembawaan lagu yang benar pula. Kita masih harus memiliki beberapa keterampilan seni vokal atau bernyanyi yang di antaranya adalah sebagai berikut.

Ketepatan Membidik Nada (Pitch Control)

Memiliki suara yang merdu belum tentu mampu bernyanyi dengan indah. Masih dibutuhkan kemampuan membidik nada untuk dapat menyanyikan lagu dengan tepat sehingga nyanyian terdengar indah. Kemampuan membidik nada dengan tepat ini disebut pitch control. Ketidakmampuan membidik nada akan menyebabkan suara kita menjadi fals (sumbang). Agar kalian memiliki kemampuan membidik nada dengan baik dan tepat, lakukanlah latihan pitching dengan benar.

Untuk membidik nada yang berinterval dekat masih mudah. Akan semakin sulit bila kita membidik nada dengan interval (jarak) yang jauh dan bervariasi. Berlatihlah dengan nada-nada berinterval seconde sampai mahir, kemudian untuk nada-nada berinterval terts, kemudian kwart, baru kwint, dan seterusnya.

Contoh:

1 3 2 4 3 5 4 6 5 7 6 1_ dst. (seconde)

1 4 2 5 3 6 4 7 5 1_ 6 2_ dst. (tert)

1 5 2 6 3 7 4 1_ 5 2_ dst. (kwart)

Interpretasi Lagu

Kemampuan interpretasi lagu akan menghasilkan dua hal pokok dalam membawakan lagu, yaitu:

  1. Kemampuan menafsirkan maksud dan tujuan lagu sesuai nilai rasa yang dimaksud komponisnya. Sebagai contoh, lagu “My Heart Will Go on” oleh komponisnya dimaksudkan dan ditujukan untuk mengungkapkan rasa sedih atas kepergian seorang kekasih. Oleh karena itu, jika kita menyanyikan lagu itu juga harus mampu memunculkan rasa sedih tersebut. Kalau perlu sampai pendengar pun ikut merasakan kesedihan tersebut.
  2. Pengetahuan yang luas tentang musik sehingga dalam membawakan lagu sesuai dengan tuntutan jenis musik yang diinginkan oleh komponisnya. Sebagai contoh, lagu “When the Smoke is Going Down” tidak akan tepat dinyanyikan dengan gaya country karena segala unsur lagu tersebut, baik melodi, ritme, maupun harmoninya lebih cocok untuk jenis lagu slow rock.

Penjiwaan Lagu

Selain untuk menyampaikan pesan, lagu juga diciptakan untuk mengungkapkan rasa. Perasaan positif, seperti rasa syukur, gembira, semangat, rasa hormat, rasa sayang dapat diungkapkan dengan lagu. Sebaliknya, rasa sedih, marah, benci, atau kecewa juga dapat diungkapkan melalui lagu. Nah, kita harus dapat menangkap nilai rasa dalam lagu saat kita nyanyikan. Kemampuan mengungkapkan nilai rasa saat bernyanyi itu disebut penjiwaan.

Agar dapat menjiwai sebuah lagu kita harus dapat merasakan perasaan pencipta lagu tersebut. Caranya adalah melalui pemahaman terhadap lirik, ritme, tempo, dinamik, dan lain-lain sebuah lagu.

Koor

Selain disajikan secara unisono, lagu juga dapat dibawakan secara bersama-sama dengan lebih dari satu suara. Penyajian demikian disebut sebagai vokal grup dan paduan suara. Kita mengenal paduan suara dengan jenis vokal yang sama (vokal anak-anak semua, vokal perempuan semua, atau vokal laki-laki semua), dan ada pula paduan suara dengan jenis vokal campuran (anak-anak dan dewasa, laki-laki dan perempuan).

Dalam mengaranisir lagu untuk keperluan paduan suara ini, jenis vokal sangat perlu mendapat perhatian. Tujuannya adalah supaya nada-nada yang digunakan sesuai dengan jangkauan (ambitus) nada penyanyinya. Agar dihasilkan paduan suara yang harmonis, juga tidak kalah pentingnya adalah penerapan prinsip-prinsip akor.

Vokal grup biasanya terdiri atas tiga (3) hingga delapan (8) orang yang menyanyikan lebih dari satu suara. Kemudian ada paduan suara kecil yang anggotanya 12 sampai dengan 24 orang dan paduan suara lebih dari 24 orang.

Bernyanyi dengan banyak suara atau vokal group harus memperhatikan harmoni atau keselarasan. Sebagai latihan bernyanyi dengan banyak suara dapat dilakukan dengan berbagai teknik, di antaranya akapela, canon, dan vokal grup atau paduan suara.

Teknik Bernyanyi Banyak Suara

Bernyanyi dengan banyak suara juga dapat dilakukan dengan teknik yang beragam. Teknik-teknik bernyanyi banyak suara tersebut meliputi beberapa teknik di bawah ini.

Bernyanyi dengan teknik Akapela

Akapela adalah bernyanyi dengan banyak suara tanpa iringan instrumen musik. Meskipun demikian, di antara para vokalis itu ada yang bertugas menyuarakan nada-nada melodis dan ada yang menyuarakan nada-nada ritmis dan harmonis.

Vokal melodis adalah vokal yang memainkan melodi lagu dan mengucapkan liriknya, sedangkan vokal ritmis dan harmonis adalah vokal yang memainkan irama. Vokal yang memainkan nada-nada ritmis misalnya mengucapkan bunyi-bunyi seperti suara drum, tamborin, atau kendang. Ada sebutan lain untuk bernyanyi akapela, yaitu nasyid. Nasyid biasanya membawakan lagu-lagu islami.

Bernyanyi dengan Teknik Kanon

Agar terbiasa dan dapat berkonsentrasi dalam bernyanyi vokal grup atau paduan suara, kita dapat berlatih bernyanyi dengan teknik kanon. Bernyanyi kanon adalah bernyanyi susul-menyusul. Caranya bagilah kelas menjadi dua kelompok, kemudian bawakanlah lagu “Burung Hantu” dengan teknik berikut ini

  1. Kelompok I : Matahari terbenam hari mulai malam
  2. Kelompok II : Matahari terbenam hari mulai malam
  3. Kelompok I : terdengar burung hantu suaranya merdu
  4. Kelompok II : terdengar burung hantu suaranya merdu
  5. Kelompok I : ku ku ku ku ku ku ku ku ku ku
  6. Kelompok II : ku ku ku ku ku ku ku ku ku ku

Jika sudah lancar, jumlah kelompok dapat ditambah menjadi empat kelompok dan seterusnya.

Bernyanyi dengan Vokal Grup dan Paduan Suara

Jika disajikan dalam bentuk solo dan unisono, sebuah lagu tinggal dibawakan dengan satu suara dengan diiringi instrumen tanpa perlu penggarapan lebih lanjut. Namun, jika lagu tersebut akan disajikan dalam bentuk yang lain seperti duet, trio, kuartet, vokal grup, atau paduan suara, tentu diperlukan penggarapan berupa aranisir untuk menciptakan harmoni yang indah. Untuk itu, diperlukan pengetahuan tentang interval dan akor.

Kita mengenal paduan suara dengan jenis vokal yang sama, seperti vokal anak-anak semua, vokal perempuan dewasa semua, atau vokal laki-laki dewasa semua), dan ada pula paduan suara dengan jenis vokal campuran, seperti vokal anak-anak dan dewasa, laki-laki, dan perempuan. Dalam mengaranisir lagu untuk keperluan paduan suara ini, jenis vokal sangat perlu mendapat perhatian. Tujuannya adalah agar nada-nada yang digunakan sesuai dengan jangkauan nada penyanyinya.

Jenis Suara Manusia

Pembagian jenis suara manusia ditentukan berdasarkan jangkauan nada yang mampu dicapai. Ada orang yang dapat mencapai nada-nada tinggi, tetapi ada pula yang hanya mampu menjangkau nadanada rendah sampai sedang. Kemampuan manusia menjangkau nada-nada itu disebut sebagai ambitus.

Ambitus anak-anak dan orang dewasa berbeda sehingga suara anak-anak juga berbeda dengan suara orang dewasa. Berikut pembagian jenis suara manusia berdasarkan ambitusnya.

  1. Anak-anak Suara anak-anak dibedakan menjadi dua, yaitu suara tinggi dan suara rendah.
  2. Dewasa Suara orang dewasa dibedakan menurut jenis kelaminnya. Suara perempuan dibedakan menjadi tiga macam, yaitu:
    1. Sopran (tinggi) Suara sopran adalah jenis suara wanita dengan ambitus tinggi. Suara sopran mampu menjangkau antara nada C4 sampai C5.
    2. Mezosopran (sedang) Suara mezosopran adalah jenis suara wanita dengan ambitus sedang. Jangkauan nada suara mezosopran berada antara suara alto dan sopran, yaitu antara A3 sampai A5.
    3. Alto (rendah) Suara alto merupakan jenis suara wanita dengan ambitus rendah. Jenis suara ini hanya mampu menjangkau nada f sampai d2.

    Suara orang dewasa pria juga dibedakan menjadi tiga macam juga, yaitu:

      1. Tenor (tinggi) Suara tenor adalah suara pria dewasa dengan rentang ambitus yang paling tinggi. Nada yang mampu dicapai oleh penyanyi tenor adalah B sampai g1
      2. Bariton (sedang) Suara bariton adalah jenis suara pria dewasa yang rentang ambitusnya antara nada A hingga f1.
      3. Bas (rendah) Suara bas adalah suara pria dewasa dengan rentang ambitus rendah. Suara bas mampu menjangkau rentang nada antara E dan c1

Dalam paduan suara, susunan suara ditentukan dengan memperhatikan harmoni yang diharapkan. Agar menghasilkan nada yang harmonis, susunan akor ada aturannya. Coba perhatikan susunan nada-nadanya.

Gerak Harmoni dan Gerak Akor

Gerak akor adalah perpindahan rangkaian akor yang digunakan untuk mengiringi musik sesuai dengan pertimbangan harmoni (Tim Kemdikbud, 2018, hlm. 80). Dengan memperhatikan gerak akor dalam harmoni, lagu akan terdengar indah.

Harmoni berarti selaras. Keselarasan dalam lagu dihasilkan oleh hubungan yang serasi antara nada satu dengan nada lain secara vertikal. Untuk memahami apa yang dimaksud dengan vertikal di sini coba perhatikan skema nada berikut:

Konsep susunan vertikal ini merupakan dasar musik barat yang berprinsip pergerakan bunyi menuju tonika. Sedangkan harmoni pada musik gamelan lebih bersifat horizontal yang lebih menekankan pada sistem nada tertentu (pelog dan slendro) dengan mood tertentu yang ditentukan oleh pathet.

Untuk mendapatkan harmoni yang baik, kita harus memperhatikan dua unsur, yaitu interval dan akor.

Interval

Interval adalah jarak antara dua nada. Setiap interval dalam tangga nada dengan jarak yang berbeda diberi nama yang berbeda pula. Ada dua macam interval, yaitu interval melodik dan interval harmonik. Interval melodik berfungsi membentuk melodi dan interval harmonik berfungsi membentuk harmoni.

Interval melodik tersusun membentuk tangga nada dari yang paling rendah ke nada lebih tinggi atau sebaliknya. Perhatikan susunan interval nada dalam tangga nada C mayor berikut ini.

c – c interval 0 disebut prime murni
c – d interval 1 disebut sekonde besar
c – e interval 2 disebut terts besar
c – f interval 2½ disebut kwart murni
c – g interval 3½ disebut kwint murni
c – a interval 4½ disebut sekt besar
c – b interval 5½ disebut septime besar
c – c1 interval 6 disebut oktaf murni

Keterangan

B : besar

k : kecil

M : murni

L : lebih

kur : kurang

  1. Birama 1: Pasangan not diatonik mi-fa berisi satu setengah nada dan, karena itu, membentuk interval ke-2 kecil (minor).
  2. Birama 2: Pasangan not diatonik mi-sol berisi empat setengah nada dan, karena itu, membentuk interval ke-3 kecil.
  3. Birama 3: Pasangan not diatonik sol-do berisi enam setengah nada, membentuk interval ke-5 murni.
  4. Birama 4: Pasangan not do-ri dibentuk dari pasangan not diatonik do-re, suatu interval ke-2 besar yang berisi tiga setengah nada. Perluasan re setinggi satu setengah nada menjadi ri mengakibatkan do-ri membentuk interval kedua lebih.
  5. Birama 5: Pasangan si-ru berasal dari pasangan not diatonik si-re yang berisi empat setengah nada. Ini menjadikannya interval ke-3 kecil. Not re yang diturunkan satu setengah nada mengakibatkan pasangan si-ru membentuk interval ke-3 kurang (diminished).
Akor

Akor adalah susunan tiga nada atau lebih secara vertikal yang bila dinyanyikan secara serentak akan menghasilkan nada yang harmonis. Karena tersusun dari tiga nada utama, akor juga sering disebut sebagai trinada. Nada-nada yang dijadikan sebuah akor dimulai dari nada utama sebagai dasar akor, kemudian nada kedua berupa nada terts (nada ketiga dari nada dasar), dan nada ketiga adalah nada kwint (nada kelima dari nada dasar). Akor terbentuk dengan memperhatikan interval harmonik.

Akor tingkat I, IV, dan V memiliki jarak interval antara nada dasar dengan nada terts-nya adalah 2 yang disebut sebagai terts besar (mayor). Misal dari nada c ke e berjarak 2. Maka, akor tersebut disebut sebagai akor mayor. Akor ini digunakan dalam gerak akor utma. Oleh karena itu disebut juga sebagai akor utama atau mayor.

Nada dasar pada akor-akor II, III, dan VI memiliki interval terts kecil (minor) terhadap nada kedua. Misalnya nada d ke f berjarak 1½. Maka akor-akor tersebut disebut sebagai akor minor. Akor VII disebut juga akor diminished karena jarak antara nada dasar dengan nada ketiganya hanya 3 atau berupa interval kuint kurang (diminished). Akor II, III, VI, dan VII (akor minor dan akor diminished) dikelompokkan sebagai akor tambahan karena berfungsi sebagai pemanis gerak akor.

Seni Pertunjukan Musik

Selain pertunjukan seni vokal, musik dapat pula dipertunjukkan dengan hanya menggunakan instrumen musik. Pertunjukan resital, ansambel, orkestra, adalah contoh pertunjukan seni musik instrumental.

Resital

Resital dari bahasa Inggris recital yang dapat berarti deklamasi atau pertunjukan piano secara solo membawakan lagu-lagu karya sendiri yang menggambarkan atau menceritakan perjalanan proses kreatif sang pianis. Biasanya yang dimainkan adalah portofolio karya sang seniman.

Ansambel

Ansambel adalah sajian kelompok musik baik dengan instrumen yang sejenis atau campuran. Ansambel yang memainkan alat musik gesek semuanya disebut sebagai ansambel gesek. Alat musik yang dimainkan tentu saja berupa alat musik gesek sejenis violin, biola, celo, dan contra bas. Sedangkan ansambel campuran memainkan aneka alat musik mulai dari alat musik ritmis, melodis, maupun harmonis.

Ditinjau dari instrumen yang digunakan, ada bermacam-macam ansambel, seperti ansambel gesek, ansambel tiup, ansambel perkusi, ansambel petik, dan ansambel campuran.

Orkestra

Orkestra dimaksudkan sebagai kelompok musisi yang memainkan alat musik bersama. Kelompok orkestra memiliki 30-40 pemain hingga 100-an pemain. Yang beranggotakan 30- 40 pemain disebut orkestra kecil. Yang memiliki 100-an pemain disebut orkestra besar (Symphony orchestra atau philharmonic orchestra).

Symphonic orchestra atau philharmonic orchestra merupakan sebuah orkestra yang beranggotakan sekitar 100 orang. Sebuah orkestra kamar (orkestra yang lebih kecil) bisa beranggotakan 50 orang, dan ada juga yang lebih sedikit daripada jumlah tersebut. Namun, jumlah anggota pasti yang digunakan di orkestra berbeda-beda, tergantung pada karya yang dimainkan dan juga luas tempat konser. Biasanya mereka memainkan musik-musik klasik.

Band

Band merupakan pertunjukan musik barat yang paling populer. Semua negara di dunia ini pasti pernah menyelenggarakan pertunjukan band. Bahkan, tiap negara juga pasti memiliki grup band yang legendaris.

Band sering disamakan dengan grup musik atau ansambel musik. Karena kemajuan teknologi di bidang akustik, alat musik pun mendapat sentuhan teknologi. Akhirnya, pertunjukan musik pun tidak lagi membutuhkan instrumen yang banyak. Lama-kelamaan instrumen dapat menghasilkan suara yang makin bervariasi dan cukup dimainkan sedikit orang. Maka, band merupakan kumpulan musik yang hanya terdiri atas dua atau lebih musisi yang memainkan alat musik ataupun bernyanyi. Tiap-tiap ragam jenis musik memiliki aturan yang berbeda atas jumlah dan komposisi atas sebuah penampilannya, begitu pula halnya dengan lagu-lagu atau musik yang dibawakan pada permainan ansembel tersebut.

Pada bentuk penampilan band jazz, instrumen yang digunakan biasanya terdiri atas instrumen musik tiup (satu atau beberapa saksofon, trompet, dan lain-lain) satu atau dua instrumen yang bermain ritmis, seperti gitar elektrik, piano, atau organ, sebuah instrumen bas, dan seorang drummer atau pemain perkusi.

Pada bentuk penampilan band rock, umumnya terdiri atas beberapa gitar (satu atau dua gitar elektrik, gitar bas, dan pada beberapa kasus, satu atau beberapa gitar akustik), seorang pemain keyboard, sebuah piano, sebuah piano elektrik, atau syntesizer elektronik, dan seorang drummer.

Pertunjukan musik band sangat populer kemungkinan disebabkan oleh beberapa faktor, di antaranya jumlah instrumen yang tidak terlalu banyak sehingga tidak perlu terlalu banyak pemain, teknologi akustik yang mendukung, dan kini bahkan didukungan teknologi multimedia. Oleh karena itu, sekarang cukup dengan 4 atau 5 orang pemain yang terdiri atas satu pemain gitar melodi, satu pemain gitar ritem, satu pemain gitar bas, satu pemain keyboard, dan satu pemain drum, serta mereka merangkap sebagai vokalis, sudah cukup untuk bermain band. Grup band seperti ini cukup banyak, misalnya The Beatles, The Rolling Stones, atau Koes Plus.

Jenis Irama Dasar Musik Barat

Terdapat beragam irama dasar pada musik Barat. Irama dasar ini akan menghasilkan musik khas sesuai dengan genre masing-masing. Berikut adalah beberapa irama dasar pada musik Barat.

Mars

Irama mars adalah komposisi musik dengan irama teratur dan kuat. Musik jenis ini secara khusus diciptakan untuk meningkatkan keteraturan dalam berbaris sebuah kelompok besar, terutama barisan tentara. Irama mars paling sering dimainkan oleh korps musik militer. Lagu mars biasanya ditulis dalam birama genap 2/4, 4/4, tetapi kadang-kadang dalam birama 6/8. Mars militer dapat dibagi menjadi empat kategori, yaitu:

  1. mars pemakaman;
  2. mars lambat (75 langkah per menit), 2 langkah per birama;
  3. mars cepat (109 hingga 128 ketukan per menit);
  4. mars cepat ganda (140 hingga 150 ketukan per menit).

Musik mars modern mulai berkembang di kalangan korps musik militer Eropa pada awal tahun 1500-an. Instrumen musik drum, simbal, terompet yang ditinggalkan tentara Kerajaan Ottoman Turki segera diadopsi ke dalam musik militer Eropa. Kemajuan tersebut berperan besar dalam perkembangan awal korps musik militer modern.

Korps musik militer telah menjadi sesuatu yang umum pada masa Perang Revolusi Amerika (1775–1783). Musik mars juga telah dibakukan menjadi tiga bentuk, yaitu mars lambat/parade, mars cepat, dan mars serangan atau cepat ganda. Lagu mars populer di kalangan masyarakat umum, sejak paruh kedua abad ke-19, dan mencapai puncaknya pada pertengahan tahun 1900-an. Pada awal abad ke-20. Setelah lagu dipakai sebagai pengiring standar untuk dansa two-step, lagu mars berkembang sebagai musik untuk hiburan luar ruang dan berdansa.

Waltz

Irama waltz yang dalam tradisi musik Jerman disebut Walzer, di Perancis disebut Valse, di Italia dinamakan Valzer, di Spanyol disebut Vals, dan di Polandia disebut Walc, kemungkinan berasal dari Jerman. Waltz dikenal sebagai musik pengiring dansa tiga langkah atau tiga ketukan (dalam tradisi Sunda disebut Ketuk Tilu), sering ditulis dalam tanda birama 3/4.

Irama waltz mencapai popularitas sejak berakhirnya perang dunia I. Ketika itu kiblat musik ringan Eropa bergeser dari Wina ke Berlin. Maka komposisi oleh komposer seperti Gustav Mahler, Igor Stravinsky, dan William Walton yang bergenre waltz diperlakukan sebagai pengiring tarian nostalgia yang aneh sebagai sesuatu dari masa lalu. Akhirnya musik waltz tetap terus ditulis oleh komposer musik ringan, seperti Eric Coates, Robert Stolz, Ivor Novello, Richard Rodgers, Cole Porter, Oscar Straus, dan Stephen Sondheim. Di abad ini musik waltz lambat cukup dominan sebagai musik iringan tari waltz dalam bentuk ballroom.

Balada

Balada atau ballad adalah jenis irama musik barat yang biasanya berisi narasi atau kisah hidup. Balada secara khusus merupakan karakteristik dari puisi dan lagu populer dari Kepulauan Inggris dari periode abad pertengahan sampai abad ke-19 dan digunakan secara luas di seluruh Eropa dan kemudian Amerika, Australia dan Afrika Utara. Bentuk ini sering digunakan oleh penyair dan komponis dari abad ke-18 untuk menghasilkan balada liris. Pada abad ke-19, musik ini membutuhkan makna dari lagu cinta populer. Sekarang balada sering digunakan sebagai nama lain lagu cinta, khususnya power ballad pop atau rock.

Lagu-lagu balada biasanya ditulis dalam birama yang bervariasi, misalnya 4/4 atau 6/8. Jika tidak jeli memperhatikan tema lagunya, lagu berirama balada nyaris sama dengan lagu-lagu pop atau slow rock biasa.

Rock

Musik rock adalah genre musik populer yang mulai diketahui secara umum pada pertengahan tahun ‘50-an. Musik ini berakar dari musik rhythm and blues, musik country, serta berbagai pengaruh lainnya. Musik rock juga meniru gaya dari berbagai genre musik lainnya, termasuk musik rakyat (folk music), jazz dan musik klasik.

Instrumen khas dari musik rock berkisar sekitar gitar listrik atau gitar akustik, dan penggunaan back beat yang sangat kentara pada rhythm section dengan gitar bass dan drum. Keyboard seperti organ, piano atau synthesizer, saksofon dan harmonika juga turut melengkapi musik rock ini. Dalam bentuk murninya, musik rock bercirikan beat yang kuat.

Dalam perkembangannya, musik rock beradaptasi dan berkolaborasi dengan berbagai genre musik lainnya. Yang berkolaborasi dengan musik folk menjadi folk rock. Dengan blues menjadi blues-rock. Yang dengan jazz, menjadi jazz-rock fusion. Rock juga terpengaruh musik soul, funk, dan musik latin. Heavy metal, hard rock, progressive rock, dan punk rock juga muncul dengan kolaborasi tersebut. Sub kategori rock yang mencuat di antaranya yang dikenal New Wave, hardcore punk, dan alternative rock. Juga terdapat grunge, britpop, indie rock dan nu metal.

Grup band beraliran rock biasanya terdiri atas pemain gitar, penyanyi utama (lead singer), pemain gitar bass, dan drummer (pemain drum).

Country

Musik country adalah campuran dari sejumlah unsur musik Amerika yang berasal dari Amerika Serikat Bagian Selatan. Musik ini berakar dari lagu rakyat Amerika Utara, musik kelt, musik gospel, dan berkembang sejak tahun 1920-an. Istilah musik country mulai dipakai untuk menggantikan istilah musik hillbilly yang terkesan merendahkan. Istilah musik country telah menjadi istilah populer sejak tahun 1970-an. di Inggris dan Irlandia genre musik ini dikenal dengan sebutan country and western.

Penyanyi pop Elvis Presley mengawali kariernya dengan memainkan musik berirama country. Tetapi kemudian beralih ke musik rock and roll. Kini penyanyi dan pemusik Taylor Swift merupakan musisi country yang paling dikenal di dunia.

Referensi

  1. Tim Kemdikbud. (2018). Seni Budaya XI. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan, Balitbang, Kemendikbud.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *