Pengertian Analisis Data

Teknik analisis data adalah cara pemetaan, penguraian, perhitungan, hingga pengkajian data yang telah terkumpul agar dapat menjawab rumusan masalah dan memperoleh kesimpulan dalam penelitian. Seperti yang diungkapkan oleh Sugiyono (2018, hlm. 285) bahwa teknik analisis data adalah cara yang digunakan berkenaan dengan perhitungan untuk menjawab rumusan masalah dan pengujian hipotesis yang diajukan dalam penelitian.

Sementara itu pengertian teknik analisis data menurut para ahli lainnya seperti Patton (dalam Kaelan, 2012, hlm. 130) adalah suatu proses mengatur urutan data, mengorganisasikannya ke dalam suatu pola, kategori, dan satuan uraian dasar. Dalam pengertian yang satu ini, tampaknya data diperlakukan sebagai suatu koleksi informasi yang tidak berupa angka. Ya, karena analisis data dalam suatu penelitian ditentukan berdasarkan jenis penelitiannya terlebih dahulu.

Teknik analisis data kuantitatif yang sangat matematis tidak dapat diterapkan untuk menganalisis data kualitatif yang bersifat lebih bebas dan abstrak. Oleh karena itu setidaknya terdapat dua teknik analisis umum yang biasa digunakan oleh peneliti, yakni teknik analisis data kuantitatif, dan teknik analisis data kualitatif.

Teknik Analisis Data Kuantitatif

Teknik analisis data kuantitatif menurut Sugiyono (2018, hlm. 147) merupakan kegiatan setelah data dari seluruh responden (populasi/sampel) terkumpul. Kegiatan dalam analisis data adalah mengelompokkan data berdasarkan variabel dan jenis responden, mentabulasi data berdasarkan variabel dari seluruh responden, menyajikan data tiap variabel yang diteliti, melakukan perhitungan untuk menjawab rumusan masalah, dan melakukan perhitungan untuk menguji hipotesis yang telah diajukan.

Dalam penelitian kuantitatif yang mengandalkan data berupa nilai dan angka, analisis data dilakukan menggunakan statistik. Bagi penelitian kuantitatif (numerical) tentu saja analisis data yang digunakan adalah analisis kuantitatif dengan ukuran-ukuran statistik (Sanjaya, 2015, hlm. 296). Secara umum terdapat dua macam statistik yang dapat digunakan sebagai metode analisis data kuantitatif, yakni statistik deskriptif, dan statistik inferensial yang terdiri dari statistik paramedis dan statistik nonparametris.

Statistik Deskriptif

Statistik deskriptif adalah statistik yang digunakan untuk menganalisis data dengan cara mendeskripsikan atau menggambarkan data yang telah terkumpul sebagaimana adanya tanpa bermaksud membuat kesimpulan yang berlaku untuk umum atau generalisasi (Sugiyono, 2018, hlm. 207).

Penelitian yang dilakukan pada populasi (seluruh kelompok bukan hanya sampel) jelas akan menggunakan statistik deskriptif dalam analisisnya. Tetapi bila penelitian dilakukan pada sampel, maka analisisnya dapat menggunakan statistik deskriptif maupun inferensial.

Statistik deskriptif dapat digunakan jika peneliti hanya ingin mendeskripsikan data sampel dan tidak membuat kesimpulan yang berlaku untuk populasi. Tetapi jika peneliti ingin membuat kesimpulan yang berlaku bagi populasi, maka teknik yang digunakan adalah statistik inferensial.

Statistik Inferensial

Statistik inferensial atau sering juga disebut dengan statistik induktif atau probabilitas adalah teknik statistik yang digunakan untuk menganalisis data sampel dan hasilnya diberlakukan untuk populasi (Sugiyono, 2018, hlm. 209).

Statistik ini sering disebut statistik probabilitas karena kesimpulan yang diberlakukan untuk populasi berdasarkan data sampel itu kebenarannya bersifat peluang (probable). Statistik ini memiliki peluang kesalahan dan kebenaran (kepercayaan) yang dinyatakan dalam bentuk persentase. Contohnya, jika peluang kesalahan 5% maka taraf kepercayaan 95%. Peluang kepercayaan tersebut disebut dengan taraf signifikansi.

Terdapat dua macam statistik inferensial, yakni statistik paramedis dan nonparametris.

Statistik Parametris dan Nonparametris

Statistik paramedis digunakan untuk menguji parameter populasi melalui statistik atau menguji ukuran populasi melalui data sampel. Parameter populasi meliputi: rata-rata, simpangan baku (sigma), dan varian. Sedangkan statistiknya meliputi: rata-rata, simpangan baku, dan varian.

Contohnya nilai suatu pelajaran 1000 mahasiswa rata-ratanya adalah 7,5. Selanjutnya diambil sampel 50 orang dari 1000 mahasiswa tersebut. Nilai rata-rata dari sampel 50 mahasiswa itu 7,6. Maka hal ini menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan antara parameter (data populasi) dengan statistik (data sampel). Hanya dalam penelitian nyata di lapangan, nilai parameter itu jarang diketahui.

Sementara itu, statistik nonparametris sesederhana statistik inferensial yang tidak menguji parameter populasi, melainkan menguji distribusi (Sugiyono, 2018, hlm. 211).

Teknik Analisis Data Kualitatif

Dalam penelitian kuantitatif yang lebih banyak menggunakan nilai dan angka sudah dapat ditebak bahwa analisis yang akan dilakukan juga akan melibatkan perhitungan matematis. Lalu bagaimana dengan penelitian kualitatif yang sifat datanya yang subjektif dan tidak berbasis nilai dan angka?

Pada penelitian kualitatif, data diperoleh dari berbagai sumber, dengan menggunakan teknik pengumpulan data yang bermacam-macam (triangulasi), dan dilakukan secara terus menerus hingga datanya jenuh. Pengamatan yang dilakukan terus menerus tersebut mengakibatkan variasi data yang tinggi. Sehingga teknik analisis data yang digunakan belum ada pola yang jelas.

Bogdan (dalam Sugiyono, 2018, hlm. 334) menyatakan bahwa analisis data dalam penelitian kualitatif adalah proses mencari dan menyusun secara sistematis data yang diperoleh dari hasil wawancara, catatan lapangan, dan bahan-bahan lain sehingga lebih mudah dipahami, dan temuannya dapat diinformasikan kepada orang lain.

Teknik analisis data kualitatif menurut Sugiyono (2018, hlm. 335) adalah bersifat induktif, yakni suatu analisis berdasarkan data yang diperoleh, selanjutnya dikembangkan pola hubungan tertentu atau menjadi hipotesis, kemudian berdasarkan hipotesis tersebut maka dicarikan data lagi secara berulang-ulang hingga dapat disimpulkan apakah hipotesis tersebut dapat diterima atau ditolak.

Jika berdasarkan data yang dikumpulkan secara berulang-ulang dengan teknik triangulasi, ternyata hipotesis diterima, maka hipotesis tersebut berkembang menjadi teori.

Menurut Sugiyono (2018, hlm. 336) proses analisis data dalam penelitian kualitatif dilakukan sejak sebelum memasuki lapangan, selama di lapangan, dan setelah selesai di lapangan. Penelitian kualitatif telah melakukan analisis data sebelum peneliti turun ke lapangan. Analisis dilakukan terhadap data hasil studi pendahuluan, atau data sekunder, yang akan digunakan untuk menentukan fokus penelitian.

Selama di lapangan atau pada saat pengumpulan data berlangsung penelitian kualitatif juga telah melakukan analisis. Misalnya pada saat wawancara, peneliti sudah melakukan analisis terhadap jawaban yang diwawancarai, jika jawaban kurang memuaskan, maka peneliti akan melanjutkan pertanyaan lagi sampai diperoleh data yang dianggap kredibel.

Teknik Analisis Data Kualitatif Model Miles dan Huberman

Miles dan Huberman (dalam Sugiyono, 2018, hlm. 337) mengemukakan bahwa metode atau teknik pengolahan data kualitatif dapat dilakukan melalui tiga tahap, yakni data reduction, data display, dan conclusion drawing/Verification.

Data Reduction (Reduksi Data)

Data yang diperoleh dari lapangan jumlahnya tentu cukup banyak dan dalam bentuk yang tidak seajeg data kuantitatif. Oleh karena itu dapat dilakukan reduksi data yang berarti merangkum, memilih hal-hal pokok, memfokuskan pada hal-hal yang penting, dicari tema dan polanya serta membuang yang tidak diperlukan.

Data Display (Penyajian data)

Setelah direduksi, maka tahap selanjutnya adalah menampilkan atau menyajikan data agar memiliki visibilitas yang lebih jelas. Penyajian data yang dimaksud di sini dapat sesederhana tabel dengan format yang rapi, grafik, chart, pictogram, dan sejenisnya. Melalui penyajian data tersebut maka data terorganisasikan, tersusun dalam pola hubungan, sehingga semakin mudah untuk dipahami.

Conclusion Drawing/Verification (Menarik kesimpulan)

Langkah ketiga dalam analisis data kualitatif menurut Miles dan Hubermn adalah penarikan kesimpulan dan verifikasi. Kesimpulan awal yang dikemukakan sifatnya masih sementara, dan akan berubah bila ditemukan bukti-bukti yang kuat yang mendukung tahap pengumpulan data berikutnya. Tetapi apabila bukti yang valid dan konsisten saat peneliti kembali ke lapangan mengumpulkan data, maka kesimpulan yang dikemukakan merupakan kesimpulan yang kredibel.

Teknik Analisis Data Model Spradley

Sementara itu menurut Spradley (dalam Sugiyono, 2018, hlm. 346) tahapan teknik analisis data kualitatif meliputi analisis domain, taksonomi, dan komponensial, dan analisis tema kultural yang akan dijelaskan dalam pemaparan di bawah ini.

Analisis Domain

Analisis domain adalah upaya untuk memperoleh gambaran umum dan menyeluruh dari objek atau isu sosial yang diteliti. Ketika kita mencari gambaran umum dari suatu objek atau isu kita akan menemukan berbagai domain atau kategori. Kemudian peneliti menetapkan domain tertentu sebagai pijakan tahap penelitian yang selanjutnya. Tentunya semakin banyak domain yang dipilih, maka akan semakin banyak waktu yang diperlukan untuk penelitian.

Analisis Taksonomi

Domain-domain yang telah dipilih selanjutnya dijabarkan menjadi lebih rinci, untuk mengetahui struktur internalnya. Caranya adalah dengan melakukan observasi terfokus pada masing-masing domain. Intinya pada tahap ini masing-masing domain yang telah dipilih dibedah dan dikaji secara detail untuk diketahui apa saja unsur-unsur yang membangunnya.

Analisis Komponensial

Mencari ciri spesifik pada setiap struktur internal dengan cara mengontraskan antar unsur atau elemen yang telah diketahui dari analisis taksonomi. Hal lini dilakukan melalui observasi dan jika perlu wawancara terseleksi dengan pertanyaan yang mengontraskan (menjelaskan perbedaan utama dari masing-masing unsur).

Analisis Tema Kultural

Mencari hubungan di antara domain, dan bagaimana hubungannya dengan keseluruhan, dan selanjutnya dinyatakan ke dalam tema/judul penelitian.

Referensi

  1. Kaelan, M.S. (2012). Metode penelitian kualitatif interdisipliner. Yogyakarta: Paradigma.
  2. Sanjaya, Wina. (2015). Penelitian Pendidikan. Jakarta: Prenada Media Group.
  3. Sugiyono. (2018). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.
  4. Sugiyono. (2018). Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *