Elastisitas merupakan salah satu konsep penting dalam ilmu ekonomi. Hal ini karena pemahaman elastisitas akan membantu kita untuk mengetahui seberapa banyak permintaan jika terjadi perubahan harga atau jumlah barang yang tersedia. Bukan hanya permintaan, jumlah penawaran (supply) dan keseimbangan harga pasar juga dapat diketahui melalui konsep elastisitas yang akan dibahas pada artikel selanjutnya.

Dengan demikian, elastisitas permintaan merupakan salah satu konsep penting yang harus diketahui dalam mendalami ilmu ekonomi sepenuhnya. Selain memahami konsepnya, kita juga harus mengetahui cara melakukan perhitungan atau rumusnya, agar bisa mendapatkan elastisitas permintaan dari suatu kondisi atau keadaan tertentu. Berikut adalah berbagai uraian mengenai elastisitas permintaan, mulai dari pengertian, rumus (cara menghitung), contoh soal/kasus, dan jenis-jenisnya.

Pengertian Elastisitas Permintaan

Elastisitas permintaan adalah tingkat perubahan permintaan terhadap barang/jasa, yang diakibatkan adanya perubahan harga barang/jasa tersebut (Dinar & Hasan, 2018, hlm. 67). Sementara itu, menurut Putranto dkk (2019, hlm. 29) apa itu elastisitas permintaan ialah konsepsi dan rumus untuk mengukur kepekaan permintaan dalam arti untuk mengukur seberapa besar jumlah barang yang diminta mengalami perubahan dikarenakan harga barang yang diminta berubah.

Selanjutnya Purba dkk (dalam Marit dkk, 2021, hlm. 46) mengungkapkan bahwa elastisitas permintaan adalah suatu konsep yang digunakan untuk mengukur pengaruh kepuasan konsumen tentang perubahan jumlah atau harga dan kualitas barang atau jasa yang akan digunakan atau dibeli akibat perubahan yang dapat memengaruhi hal-hal tersebut.

Dapat disimpulkan bahwa elastisitas permintaan adalah konsepsi untuk mengukur permintaan terhadap barang atau jasa yang diakibatkan oleh berbagai faktor-faktor yang mempengaruhinya seperti harga, kepuasan konsumen, dan sebagainya untuk mengetahui seberapa besar jumlah barang atau jasa yang diminta tersebut mengalami perubahan.

Rumus elastisitas permintaan

Untuk mengukur besar/kecilnya tingkat perubahan tersebut, diukur dengan angka-angka yang disebut koefisien elastisitas permintaan yang dilambangkan dengan huruf ED (Elasticity Demand). Rumus untuk mencari ED sendiri adalah sebagai berikut.

Dengan keterangan:

  • Ed = Elastisitas permintaan
  • ∆Q = Banyaknya pembelian (permintaan) pertama (awal) dikurangi banyaknya pembelian (permintaan) kedua
  • ∆P = Jumlah harga pertama dikurangi jumlah harga kedua
  • P = Harga Awal Q = Jumlah permintaan awal

Sementara itu, Interpretasi nilai Elastisitas Permintaan diantaranya adalah:

  1. Koefisien n>1 => elastis
  2. Koefisien n=0 => inelastisitas sempurna
  3. Koefisien 0 < n < 1 => inelastisitas
  4. Koefisien n=1 => elastisitas uniter
  5. Koefisien n=∞ => elastisitas sempurna

Contoh Soal Elastisitas Permintaan

Harga sandal mengalami penurunan dari Rp 30.000 menjadi Rp 25.000, banyaknya sandal yang seharusnya dibeli adalah 150 pasang namun meningkat menjadi 300 pasang. Berapakah perhitungan elastisitasnya permintaannya?

Penyelesaian

Karena nilai Ed > 1 maka terkategori elastis

Faktor yang Mempengaruhi Elastisitas Permintaan

Faktor yang mempengaruhi elastisitas permintaan amatlah beragam. Misalnya, setiap komoditi akan memiliki faktor-faktor unik yang mempengaruhinya dan harus diteliti untuk mengetahuinya. Salah satu cara yang dapat dilakukan tentunya dengan mengetahui tingkat elastisitas permintaannya sendiri. Namun, sebagai acuan dasar, kita dapat memperhatikan berbagai faktor apa saja yang dapat mempengaruhi permintaan itu sendiri, yang di antaranya adalah sebagai berikut.

  1. Harga barang itu sendiri.
    Naik atau turunnya harga barang/jasa akan mempengaruhi banyak/sedikitnya terhadap jumlah barang yang diminta.
  2. Pendapatan masyarakat.
    Pendapatan masyarakat mencerminkan daya beli masyarakat. Tinggi/rendahnya pendapatan masyarakat akan mempengaruhi kualitas maupun kuantitas permintaan.
  3. Intensitas kebutuhan.
    Mendesak/tidaknya atau penting tidaknya kebutuhan seseorang terhadap barang/jasa, mempengaruhi jumlah permintaan. Kebutuhan primer, lebih penting dibanding kebutuhan sekunder. Kebutuhan sekunder lebih penting dibanding tersier, sehingga pengaruhnya terhadap jumlah permintaan berbeda.
  4. Distribusi Pendapatan.
    Makin merata pendapatan, maka jumlah permintaan semakin meningkat,sebaliknya pendapatan yang hanya diterima/dinikmati oleh kelompok tertentu,maka secara keseluruhan jumlah permintaan akan turun.
  5. Pertambahan penduduk.
    Jumlah penduduk akan mempengaruhi jumlah permintaan. Makin banyak penduduk, maka jumlah permintaan akan meningkat.
  6. Selera (Taste).
    Perkembangan mode, metode pendidikan, lingkungan akan mempengaruhi selera masyarakat, yang akan mempunyai pengaruh terhadap jumlah permintaan.
  7. Barang pengganti (Substitusi).
    Adanya barang pengganti akan berpengaruh terhadap jumlah permintaan. Pada saat harga barang naik, jika ada barang pengganti maka jumlah permintaan akan dipengaruhinya (Dinar & Hasan, 2018, hlm. 57).

Jenis Elastisitas Permintaan

Nilai koefisien elastisitas berkisar antara nol dan tak terhingga, sehingga menurut Rustani (dalam Marit dkk, 2021, hlm. 52) jenis-jenis elastisitas permintaan dikelompokkan menjadi lima macam, yakni sebagai berikut.

  1. Inelastis sempurna: Suatu barang dikatakan inelastis sempurna apabila jumlah barang yang diminta tidak dipengaruhi oleh perubahan harga. Berarti nilai koefisien elastisitasnya adalah nol.
  2. Elastis sempurna: Suatu barang dikatakan elastis sempurna apabila seluruh barang tersebut yang ada di pasar bisa habis terbeli pada tingkat harga tertentu. Berarti nilai koefisien elastisitasnya adalah tak terhingga.
  3. Elastisitas Tunggal (Unitary Elasticity): Suatu barang mempunyai elastisitas tunggal, jika perubahan harga 1% menyebabkan perubahan jumlah barang yang diminta juga sebesar 1%. Berarti, koefisien elastisitasnya = 1
  4. Elastis: Suatu barang bersifat elastis apabila persentase perubahan jumlah barang yang diminta melebihi persentase perubahan harganya. Dengan demikian koefisien elastisitasnya lebih besar dari satu ( > 1).
  5. Tidak elastis (Inelastis): Suatu barang bersifat inelastis apabila persentase perubahan jumlah barang yang diminta lebih kecil dari persentase perubahan harganya. Koefisien permintaan barang tersebut berkisar antara nol dan satu.

Sementara itu Dinar&Hasan (2018, hlm. 67-68) menjelaskan lebih lanjut mengenai jenis elastisitas yang tersedia dengan penamaan yang sedikit berbeda namun dilengkapi oleh kurva elastisitas permintaan dari masing-masing jenisnya yang akan dipaparkan sebagai berikut.

In Elastis Sempurna (E = 0)

Elastisitas permintaan in elastis sempurna terjadi apabila perubahan harga yang terjadi tidak ada pengaruhnya terhadap jumlah permintaan. E = 0, artinya bahwa perubahan sama sekali tidak ada pengaruhnya terhadap jumlah permintaan. Pada kurva in elastisitas sempurna, kurvanya akan sejajar dengan sumbu Y atau P.

Kurva In Elastis Sempurna

In Elastis (E < 1)

Permintan in elastis terjadi jika perubahan harga kurang berpengaruh pada perubahan permintaan. E < 1, artinya perubahan harga hanya diikuti perubahan jumlah yang diminta dalam jumlah yang relatif lebih kecil.

Kurva In Elastis

Elastis Uniter (E = 1)

Permintaan elastis uniter terjadi jika perubahan permintaan sebanding dengan perubahan harga. E = 1, artinya perubahan harga diikuti oleh perubahan jumlah permintaan yang sama.

Kurva Elastis Uniter (E = 1)

Elastis (E > 1)

Permintaan elastis terjadi jika perubahan permintaan lebih besar dari perubahan harga. E > 1, artinya perubahan harga diikuti jumlah permintaan dalam jumlah yang lebih besar.

Kurva Elastis

Elastis Sempurna ( E = ~ )

Permintaan elastis sempurna terjadi jika perubahan permintaan tidak berpengaruh sama sekali terhadap perubahan harga. Kurvanya akan sejajar dengan sumbu Q atau X. E = ~ , artinya bahwa perubahan harga tidak diakibatkan oleh naik-turunn ya jumlah permintaan.

Kurva Elastis Sempurna (E = ~)

Referensi

  1. Dinar, M., Hasan, M. (2018). Pengantar ekonomi: teori dan aplikasi. Bekasi: Pustaka Taman Ilmu.
  2. Marit, E.L., dkk. (2021). Pengantar ilmu ekonomi. Medan: Yayasan Kita Menulis.
  3. Putranto, A.T., Nurmasari, I., Susanti, F. (2019). Pengantar ilmu ekonomi. Tangerang: Unpam Press.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.