Keunggulan dan Keterbatasan Antarruang dalam Permintaan, Penawaran, dan Teknologi

Kebutuhan manusia sangatlah beragam dan selalu bertambah baik dalam jumlah maupun kualitasnya. Oleh karena itu, barang yang dikonsumsi seorang individu akan berbeda dengan barang yang dikonsumsi orang lain. Namun selain preferensi personal, ruang (tempat) juga akan mempengaruhi bagaimana seorang individu atau konsumen akan bertindak.

Ya, faktor ruang akan menentukan tindakan seseorang sebagai konsumen. Contohnya, masyarakat kota akan mempunyai perilaku konsumsi yang berbeda jika dibandingkan dengan masyarakat desa, pegunungan ataupun masyarakat pesisir pantai.

Keunggulan dan Keterbatasan Antarruang dalam Permintaan

Tindakan atau perilaku seseorang dalam mengalokasikan sumber daya yang ada juga akan dipengaruhi oleh ruang atau tempat yang mereka naungi. Dilihat dari fungsinya sebagai konsumen, masyarakat kota akan lebih banyak membeli barang dan jasa karena ditunjang pendapatan yang tinggi dan munculnya pasar-pasar modern, seperti supermarket. Hal ini merupakan contoh dari keunggulan antarruang dalam permintaan jasa dan barang siap konsumsi pada masyarakat kota.

Hal itu berbeda dengan perilaku masyarakat di daerah pedesaan atau pegunungan yang pendapatannya masih rendah dan masih memiliki akses jalan yang kurang baik, sehingga menghambat pendistribusian barang atau jasa. Akibatnya, masyarakat desa atau pegunungan akan lebih sedikit membeli barang dan jasa. Ini merupakan contoh dari keterbatasan antarruang dalam permintaan barang dan jasa pada masyarakat desa.

Keunggulan dan Keterbatasan Antarruang dalam Penawaran

Indonesia adalah negara yang tersohor kaya akan sumber daya alam. Sumber daya alam yang tersebar di Indonesia memiliki manfaat yang besar bagi kehidupan manusia. Itu semua merupakan keunggulan yang dimiliki Indonesia, yang mengakibatkan munculnya penawaran beberapa produk hasil produksi Indonesia, serta munculnya permintaan negara lain atas produk Indonesia.

Artinya, Indonesia memiliki keunggulan antarruang dalam penawaran sumber daya alam berupa hasil tambang, hasil kelautan, dan hasil alam lainnya terhadap negara lain. Sementara itu negara lain yang tidak memiliki sumber daya alam hasil tambang seperti Singapura memiliki keterbatasan antarruang dalam penawaran sumber daya alam pertambangan.

Keunggulan dan Keterbatasan Antarruang dalam Teknologi

Persebaran sumber daya alam antara satu daerah dengan daerah lain memang berbeda-beda. Suatu daerah dapat dikenal sebagai penghasil barang tambang. Sementara daerah lain dapat dikenal sebagai penghasil hasil hutan atau pertanian. Hal ini dapat terjadi karena perbedaan keadaan geografis masing-masing daerah.

Perbedaan potensi tersebut menyebabkan setiap daerah memiliki keunggulannya masing-masing. Namun perbedaan potensi daerah juga bisa terjadi karena perbedaan teknologi. Sebagai contoh, Lampung terkenal dalam memproduksi kopi, sedangkan Jawa Barat sohor karena memproduksi beras.

Lampung dapat memproduksi kopi secara efisien dan murah karena teknologinya sudah mumpuni. Demikian pula, Jawa Barat dapat memproduksi beras secara efisien karena pengolahan berasnya sudah cukup maju. Dengan demikian, Lampung memiliki keunggulan komparatif dalam memproduksi kopi dan Jawa Barat memiliki keunggulan komparatif dalam memproduksi beras. Dalam ilmu ekonomi, perdagangan kedua daerah akan saling menguntungkan jika bersedia bertukar kopi dan beras.

Keuntungan dari pertukaran sumber daya seperti itulah yang menyebabkan terjadinya interaksi dalam dan antarruang berupa kegiatan perdagangan. Masing-masing daerah tidak hanya dapat memenuhi kebutuhan, tetapi juga mendapat keuntungan dari produksi yang menjadi unggulan daerahnya.

Dapat disimpulkan pula bahwa Lampung memiliki keunggulan antarruang dalam teknologi pengolahan kopi. Sementara itu Jawa Barat memiliki keunggulan antarruang dalam teknologi produksi beras. Sebaliknya, Lampung memiliki keterbatasan antarruang dalam teknologi produksi beras dan teknologi pengolahan kopi di Jawa Barat masih terbatas yang artinya memiliki keterbatasan antarruang dalam teknologi produksi kopi.

Selain karena adanya keuntungan pertukaran, perekonomian juga hanya akan berjalan jika ada pelaku-pelaku yang menjalankan kegiatan ekonomi. Siapakah pelaku kegiatan ekonomi dalam suatu perekonomian? Berikut adalah uraian yang dapat menjawabnya.

Pengertian Pelaku Ekonomi

Pelaku ekonomi adalah orang atau lembaga yang melakukan kegiatan ekonomi (Tim Kemdikbud, 2017, hlm. 145). Pelaku ekonomi dalam suatu perekonomian terdiri atas 4 pelaku ekonomi, yaitu: rumah tangga konsumen/keluarga, rumah tangga produsen/perusahaan, rumah tangga pemerintah, dan rumah tangga luar negeri.

  1. Rumah tangga konsumen (RTK) adalah kelompok masyarakat yang melakukan kegiatan konsumsi terhadap barang dan jasa untuk memenuhi kebutuhan hidup diri sendiri ataupun keluarga dinamakan rumah tangga konsumen (RTK).
  2. RTP atau Rumah tangga produsen adalah pihak yang melakukan kegiatan produksi yaitu kegiatan untuk menghasilkan barang dan jasa guna memenuhi kepentingan orang lain dinamakan.
  3. Rumah tangga pemerintah adalah pihak yang bertugas untuk mengatur, mengendalikan, serta mengadakan kontrol terhadap jalannya roda perekonomian.
  4. Rumah tangga luar negeri adalah orang atau lembaga yang melakukan kegiatan ekspor (arus penjualan ke luar negeri) dan impor (arus penjualan ke dalam negeri).

Peran Pelaku Ekonomi dalam Perekonomian

Keempat pelaku tersebut berperan penting dalam menggerakkan perekonomian negara sesuai dengan peran masing-masing. Berikut adalah pemaparan dari masing-masing peran pelaku ekonomi.

Peran Rumah Tangga Keluarga/Rumah Tangga Konsumen (RTK)

Rumah tangga konsumen atau disebut juga rumah tangga keluarga adalah pelaku ekonomi yang melakukan konsumsi barang dan jasa untuk memenuhi hidupnya (Tim Kemdikbud, 2017, hlm. 145). Peranan ini sangat penting karena tanpa konsumen, barang dan jasa yang diproduksi tidak dapat terkonsumsi.

Rumah tangga konsumen membutuhkan barang dan jasa yang dihasilkan oleh rumah tangga produsen/perusahaan. Rumah tangga konsumen memiliki dua peran, yaitu sebagai konsumen, dan sebagai penyedia faktor produksi, yang meliputi penyediaan lahan, tenaga kerja, modal, dan keahlian.

Ketika konsumen mengonsumsi barang dan jasa dari produsen, maka konsumen berkewajiban untuk membeli/membayar barang dan jasa yang diterima. Oleh karena itu, rumah tangga konsumen harus memiliki pendapatan.

Rumah tangga keluarga memperoleh pendapatan dari penggunaan faktor produksi yang dimilikinya. Pendapatan rumah tangga keluarga terdiri atas:

  1. Sewa (rent), yaitu balas jasa yang diterima rumah tangga keluarga karena telah menyewakan tanahnya kepada perusahaan.
  2. Upah (wage), yaitu balas jasa yang diterima rumah tangga keluarga karena telah mengorbankan tenaganya untuk bekerja pada perusahaan dalam kegiatan produksi.
  3. Bunga (interest), yaitu balas jasa yang diterima rumah tangga keluarga karena telah meminjamkan sejumlah dana untuk modal usaha perusahaan dalam kegiatan produksi.
  4. Laba/keuntungan (profit), yaitu balas jasa yang diterima rumah tangga keluarga karena telah memberikan kontribusi berupa tenaga dan pikirannya dalam mengelola perusahaan sehingga perusahaan memperoleh laba.

Pendapatan yang diterima rumah tangga perusahaan dari penjualan barang dan jasa akan digunakan untuk membayar balas jasa rumah tangga keluarga karena telah meminjamkan faktor produksi kepada rumah tangga perusahaan.

Berdasarkan uraian di atas, terlihat bahwa terdapat interaksi antara rumah tangga keluarga dan rumah tangga perusahaan yang menyebabkan terjadinya aliran arus uang dan arus barang/jasa. Dari kegiatan tersebut dapat disimpulkan bahwa peran rumah tangga konsumen adalah sebagai pemakai, dan pemasok faktor produksi kepada rumah tangga perusahaan.

Peran Rumah Tangga Keluarga Sebagai Pemakai (konsumen)

Rumah tangga keluarga/konsumen menjalankan peran yang pertama, yaitu sebagai konsumen, dengan cara mengonsumsi barang dan jasa yang dihasilkan oleh rumah tangga produsen. Barang dan jasa yang dihasilkan oleh produsen dijual kepada konsumen.

Konsumen membayar barang dan jasa tersebut dengan uang dari hasil penggunaan faktor produksi yang mereka pinjamkan ke rumah tangga perusahaan. Pertemuan permintaan barang dan jasa dari konsumen dengan penawaran barang dan jasa dari produsen terjadi di pasar output atau pasar produk. Contoh pasar output/ produk adalah minimarket, pasar tradisional, bengkel, lembaga bimbingan belajar, dsb.

Peran Rumah Tangga Keluarga Sebagai Pemasok Produksi

Peran yang kedua dari rumah tangga konsumen adalah sebagai penyedia faktor produksi bagi rumah tangga produsen. Penawaran faktor produksi terjadi di pasar input atau pasar faktor produksi. Salah satu contoh pasar input adalah pasar tenaga kerja. Tenaga kerja merupakan salah satu faktor produksi yang penting bagi setiap perusahaan.

Faktor Produksi

Untuk menciptakan barang dan jasa dibutuhkan berbagai macam faktor produksi. Secara umum, faktor produksi dikelompokkan menjadi empat macam, yakni sebagai berikut.

Alam (lahan)

Faktor produksi alam adalah segala sesuatu yang tersedia di alam untuk digunakan sebagai faktor pendukung produksi barang dan jasa. Pemilik lahan berperan sebagai pemasok faktor produksi alam kepada perusahaan. Sebagai imbalannya, ia akan mendapat balas jasa berupa ung sewa atas faktor produksi yang ditawarkan.

Modal

Faktor produksi modal dapat berwujud barang atau uang. Barang modal dapat berupa mesin, gedung, serta alat-alat yang digunakan untuk kepentingan produksi. Rumah tangga konsumen yang meminjamkan modal berupa barang akan mendapatkan imbalan sewa. Sementara rumah tangga konsumen yang meminjamkan faktor produksi modal dalam bentuk uang akan mendapatkan balas jasa berupa bunga.

Tenaga Kerja

Faktor produksi yang ketiga adalah faktor produksi tenaga kerja. Faktor produksi tenaga kerja adalah faktor produksi yang berupa tenaga kerja manusia. Rumah tangga konsumen yang memiliki faktor produksi tenaga kerja akan memperoleh balas jasa berupa upah atau gaji.

Kewirausahaan

Faktor produksi yang keempat adalah keahlian/kewirausahaan. Kewirausahaan adalah suatu kemampuan mengatur, mengorganisasikan, serta mengambil risiko dalam menjalankan suatu usaha. Keistimewaan dari kewirausahaan terletak pada kreativitas dan inovasi. Rumah tangga konsumen yang memiliki faktor produksi kewirausahaan akan mendapat balas jasa berupa keuntungan/laba.

Peran Rumah Tangga Perusahaan/Rumah Tangga Produsen (RTP)

Rumah tangga perusahaan atau biasa disebut sebagai produsen merupakan pelaku ekonomi yang berperan sebagai penyedia barang dan jasa bagi konsumen. Rumah tangga produsen di Indonesia dikelompokkan menjadi:

  1. Badan Usaha Milik Negara (BUMN),
  2. Badan Usaha Milik Swasta (BUMS), dan
  3. Koperasi.

Dalam perekonomian, rumah tangga perusahaan berperan sebagai produsen sekaligus pengguna faktor produksi. Adapun penjelasan dari masing-masing peran tersebut akan dipaparkan dalam uraian di bawah ini.

Peran Rumah Tangga Perusahaan dalam Memproduksi Barang/Jasa

Peran pertama dari rumah tangga perusahaan adalah memproduksi barang/jasa. Perusahaan mengorganisasikan berbagai faktor produksi yang disediakan konsumen, kemudian melakukan proses produksi untuk menghasilkan barang dan jasa yang kemudian dijual atau ditawarkan di pasar untuk dikonsumsi oleh rumah tangga konsumen atau pembeli.

Peran Rumah Tangga Perusahaan sebagai Pengguna Faktor Produksi

Peran rumah tangga perusahaan yang kedua adalah sebagai pengguna faktor produksi. Artinya, faktor produksi yang disediakan oleh rumah tangga konsumen digunakan oleh rumah tangga perusahaan.

Contohnya, sebuah pabrik tekstil membutuhkan banyak tenaga kerja untuk menjahit produk mereka. Oleh karena itu, rumah tangga perusahaan menggunakan faktor produksi berupa tenaga kerja yang ditawarkan oleh rumah tangga keluarga/ konsumen. Sebagai balas jasa atas faktor produksi ini, rumah tangga produsen memberikan upah atau gaji pada rumah tangga konsumen.

Selain faktor produksi tenaga kerja, rumah tangga perusahaan juga menggunakan faktor produksi lahan, modal, dan faktor produksi keterampilan/kewirausahaan yang dipinjamkan oleh rumah tangga keluarga. Sebaga balas jasanya, perusahaan memberikan balas jasa berupa sewa, bunga, dan bagian dari keuntungan yang diperoleh rumah tangga perusahaan.

hubungan pelaku ekonomi dua sektor

Peran Rumah Tangga Pemerintah

Rumah tangga pemerintah memiliki tiga peran penting dalam perekonomian, yakni sebagai regulator, konsumen, dan produsen.

Pengatur atau Regulator dalam Perekonomian

Pemerintah berperan sebagai pengatur atau regulator dalam perekonomian suatu negara. Perekonomian harus diatur sehingga perekonomian dapat menyejahterakan masyarakat secara adil dan merata. Regulasi dan aturan yang dibuat oleh pemerintah antara lain berupa pemberian subsidi pada perusahaan dalam negeri sehingga mampu bersaing dengan produk dari luar.

Peran lain pemerintah sebagai regulator adalah menentukan besarnya pajak. Dengan adanya aturan tentang pajak progresif, orang yang kaya dipungut pajak yang tinggi, orang yang miskin dipungut pajak yang rendah, bahkan orang yang sangat miskin tidak dipungut pajak tetapi malah diberi disubsidi.

Sebagai regulator, pemerintah juga memegang kewenangan terhadap pemberian izin pendirian usaha seperti swalayan atau minimarket. Setiap usaha harus memenuhi kriteria yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat agar bisa mendapatkan izin dari pemerintah.

Peran Rumah Tangga Pemerintah Sebagai Konsumen

Seperti halnya rumah tangga keluarga, rumah tangga pemerintah juga memiliki peran sebagai konsumen. Dalam menjalankan fungsinya sebagai pengatur, pemerintah membutuhkan sarana dan prasarana penunjang, yang dibeli dari rumah tangga perusahaan/produsen.

Contohnya, kantor dinas pendidikan, membutuhkan kertas, printer, dan tinta untuk menjalankan aktivitasnya sehari-hari. Untuk itu, pemerintah harus membeli ke perusahaan atau produsen.

Peran Rumah Tangga Pemerintah Sebagai Produsen

Selain sebagai konsumen, pemerintah juga berperan sebagai produsen. Pemerintah memproduksi barang atau jasa melalui rumah tangga produsen yang salah satunya berbentuk BUMN (Badan Usaha Milik Negara). Contoh Badan Usaha Milik Negara adalah PT Kereta Api Indonesia (KAI) dan PLN (Perusahaan Listrik Negara).

Peran Rumah Tangga Luar Negeri

Pada era abad 21 ini, perekonomian yang tidak berhubungan dengan negara lain menjadi hal yang mustahil. Peran masyarakat luar negeri dalam perekonomian terlihat nyata dalam perdagangan internasional.

Contoh perdagangan internasional misalnya: Indonesia mengekspor produk tekstil ke negara Jepang, dan Jepang mengekspor kendaraan bermotor ke Indonesia. Melalui transaksi tersebut, terbentuklah kerja sama antara Indonesia dan masyarakat Jepang (masyarakat luar negeri) yang dinaungi dalam rumah tanggal uar negeri.

Baca juga: Pelaku Ekonomi: Pengertian, Macam, Contoh, Peran & Diagram Interaksi

Referensi

  1. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2017). Ilmu Pengetahuan Sosial SMP/MTs Kelas VIII. Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

 

Gabung ke Percakapan

2 tare

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.