Klasifikasi makhluk hidup diperlukan untuk memudahkan kita membagi serta mempelajari objek penelitian organisme berdasarkan hubungan-hubungannya dengan hal lain yang serupa, mirip, atau justru berbeda. Membagi dan mengklasifikasikan berbagai hubungan dan kemiripan tersebut akan membuat kita jauh lebih memahami mengenai apa dan seperti makhluk atau peristiwa yang terjadi di alam.

Secara garis besar, benda-benda di alam semesta ini terdiri atas makhluk hidup (benda hidup) dan benda tak hidup. Masing-masing memiliki karakteristik tersendiri, dan kita dapat mengklasifikasikannya berdasarkan karakteristik, sifat-sifat atau ciri-ciri dari benda-benda tersebut.

Ciri-ciri Benda di Lingkungan Sekitar

Jangankan makhluk hidup, benda mati atau benda tak hidup saja memiliki berbagai ciri dan karakteristik yang berbeda-beda. Misalnya, bentuk bolpoin adalah kecil dan memanjang dan berbahan plastik, sementara penghapus berbentuk balok dan berbahan karet. Ciri-ciri benda di lingkungan sekitar meliputi:

  1. bentuk benda berbeda-beda,
  2. ukuran benda berbeda-beda,
  3. warna benda berbeda-beda,
  4. keadaan permukaan benda berbeda-beda,
  5. bahan penyusun benda berbeda-beda.

Ciri dan perbedaan tersebut juga sebetulnya akan terjadi pada makhluk hidup Lalu apa bedanya benda tak hidup dengan makhluk hidup? Perbedaan utamanya adalah makhluk hidup dapat tumbuh, dapat tumbuh dan berkembang, dapat bernapas, dan dapat berkembang biak.

Manusia, hewan, dan tumbuhan merupakan kelompok makhluk hidup. Makhluk hidup dan benda tak hidup atau benda mati dapat dibedakan dengan adanya ciri-ciri kehidupan yang tidak dimiliki benda tak hidup. Untuk lebih jelasnya, berikut adalah ciri-ciri dari makhluk hidup.

Ciri-ciri Makhluk Hidup

Secara umum, ciri-ciri yang ditemukan pada makhluk hidup adalah bernapas, bergerak, makan dan minum, tumbuh dan berkembang, berkembang biak, mengeluarkan zat sisa, peka terhadap rangsang, dan menyesuaikan diri terhadap lingkungan.

Benda mati tidak dapat melakukan hal-hal tersebut, tentunya dengan pengecualian benda mati yang dapat bergerak karena disalurkan energi seperti kendaraan bermotor atau robot. Kalaupun benda mati dapat katakanlah “melihat” hal itu hanyalah simulasi dan berupa peniruan terhadap makhluk hidup dan tidak sama persis.

Menurut Tim Kemdikbud (2017, hlm. 39) ciri-ciri makhluk hidup adalah sebagai berikut.

1. Bernapas

Bernapas adalah menghirup udara yang di antaranya mengandung oksigen (O2 ) dan mengeluarkan udara dengan kandungan karbon dioksida (CO2 ) lebih besar dari yang dihirup. Kita dapat mengetahui bahwa manusia sebagai makhluk hidup membutuhkan bernapas dengan cara menahan napas untuk sesaat. Saat hal tersebut dilakukan, tentunya kita akan merasakan sesak sebagai salah satu tanda kekurangan oksigen.

2. Memerlukan Makanan dan Minuman

Agar dapat beraktivitas untuk melakukan suatu usaha, setiap makhluk hidup membutuhkan energi. Dari mana energi tersebut diperoleh? Untuk memperoleh energi, makhluk hidup memerlukan makanan dan minum.

3. Bergerak

Makhluk hidup, terutama manusia dapat berjalan, berlari, berenang, dan menggerakkan tangan. Itu merupakan ciri bergerak, dan makhluk hidup dapat melakukan aktivitas karena memiliki sistem gerak. Sistem gerak manusia terdiri atas tulang, sendi, dan otot, ketiganya bekerja sama membentuk sistem gerak.

4. Tumbuh dan Berkembang

Tentunya tinggi dan massa tubuh kita tidak sama dengan saat kita masih lebih kecil dulu. Hal itu terjadi karena kita tumbuh dan berkembang. Hewan juga mengalami hal yang sama, contohnya kupu-kupu bertelur, telur tersebut kemudian menetas menjadi ulat, lalu menjadi kepompong, kepompong berubah bentuk menjadi kupu-kupu muda, dan akhirnya berkembang menjadi kupu-kupu dewasa.

5. Berkembang Biak (Reproduksi)

Kemampuan makhluk hidup untuk memperoleh keturunan disebut reproduksi atau berkembang biak. Berkembang biak ditujukan untuk melestarikan keturunan agar spesies tidak punah. Sebagai contoh, kita dilahirkan dari ayah dan ibu. Ayah dan ibu kita juga masing-masing memiliki orangtua yang kita panggil kakek dan nenek, dan seterusnya.

6. Peka terhadap Rangsang

Saat tiba-tiba disoroti oleh lampu sorot yang terang tentunya kita akan secara spontan menutup mata. Hal itu adalah salah satu bukti bahwa makhluk hidup peka terhadap rangsang. Kemampuan peka terhadap rangsang disebut dengan istilah irritabilitas.

7. Menyesuaikan Diri terhadap Lingkungan

Kemampuan makhluk hidup untuk menyesuaikan diri terhadap lingkungan disebut dengan adaptasi. Contohnya adalah tumbuhan yang hidup di tempat kering atau lingkungan yang sedikit mengandung air akan memiliki daun yang sempit dan tebal, sedangkan tumbuhan yang hidup di tempat basah atau banyak mengandung air akan memiliki daun lebar dan tipis.

Pengklasifikasian Makhluk Hidup

Pengklasifikasian makhluk hidup tentunya tidak luput dari cara mengklasifikasikan makhluk hidup yang digunakan. Namun sebelum mempelajari cara mengklasifikasikan, kita harus mengetahui dahulu tujuan dan dasar dari klasifikasi makhluk hidup yang akan dipaparkan berikut ini.

Tujuan, Dasar, dan Cara Klasifikasi Makhluk Hidup

Tujuan dan dasar klasifikasi makhluk hidup akan dijelaskan pada pemaparan berikut ini.

Tujuan Klasifikasi Makhluk Hidup

Tujuan mengklasifikasikan makhluk hidup adalah untuk mempermudah mengenali, membandingkan, dan mempelajari makhluk hidup. Selain itu, tujuan khusus lain dari klasifikasi makhluk hidup meliputi:

  1. Mengelompokkan makhluk hidup berdasarkan persamaan dan perbedaan ciri-ciri yang dimiliki.
  2. Mendeskripsikan ciri-ciri suatu jenis makhluk hidup untuk membedakannya dengan makhluk hidup dari jenis yang lain.
  3. Mengetahui hubungan kekerabatan antarmakhluk hidup.
  4. Memberi nama makhluk hidup yang belum diketahui namanya.

Dasar Klasifikasi Makhluk Hidup

Lalu apa yang menjadi dasar pengklasifikasian makhluk hidup? dasar-dasar klasifikasi makhluk hidup meliputi beberapa poin di bawah ini.

  1. Klasifikasi makhluk hidup berdasarkan persamaan dan perbedaan yang dimilikinya.
  2. Klasifikasi makhluk hidup berdasarkan ciri bentuk tubuh (morfologi) dan alat dalam tubuh (anatomi).
  3. Pengklasifikasian makhluk hidup berdasarkan manfaat, ukuran, tempat hidup, dan cara hidupnya.

Selain itu, terdapat klasifikasi dan kunci determinasi yang dapat digunakan untuk mengklasifikasikan makhluk hidup yang akan dipaparkan di bawah ini.

Klasifikasi Dikotom dan Kunci Determinasi

Pada awalnya, makhluk hidup dikelompokkan dalam kelompok-kelompok berdasarkan persamaan ciri yang dimiliki. Kelompok-kelompok tersebut dapat didasarkan pada ukuran besar hingga kecil dari segi jumlah anggota kelompoknya.

Namun, kelompok-kelompok tersebut kemudian disusun berdasarkan persamaan dan perbedaan. Semakin ke bawah semakin banyak pula persamaan yang dimiliki anggotanya dan semakin sedikit pula perbedaan yang ada. Urutan kelompok tersebut disebut dengan takson. Orang yang pertama melakukan pengelompokan ini adalah Linnaeus (1707- 1778) berdasarkan kategori yang digunakan pada masa itu.

Urutan Tingkat Takson

Menurut Tim Kemdikbud (2017, hlm. 49)Urutan tingkat takson dari yang tertinggi sampai terendah adalah sebagai berikut.

  1. Dunia
  2. Divisi/Filum
  3. Kelas
  4. Bangsa
  5. Suku
  6. Marga
  7. Jenis

Urutan takson tersebut dalam bahasa latin dan bahasa Inggris dapat dilihat pada tabel di bawah ini.

Bahasa Latin Bahasa Indonesia Bahasa Inggris
Regnum Dunia Kingdom
Divisio/Phyllum Divisi/Filum Division/Phyllum
Classis Kelas Class
Ordo Bangsa Order
Familia Suku Family
Genus Marga Genus
Species Jenis Species

Urutan tersebut didasarkan atas persamaan ciri yang paling umum, kemudian makin ke bawah persamaan ciri semakin khusus dan perbedaan ciri semakin sedikit.

Kunci Determinasi

Kunci determinasi adalah suatu kunci yang dipergunakan untuk menentukan filum atau divisi, kelas, ordo, famili, genus, atau spesies dari makhluk hidup (Tim Kemdikbud, 2017, hlm. 50). Kunci determinasi berarti kuncian-kuncian yang dapat dilakukan untuk menentukan suatu klasifikasi dari makhluk hidup.

Kunci determinasi merupakan cara atau langkah untuk mengenali organisme dan mengelompokkannya pada takson makhluk hidup. Artinya, kunci determinasi menguraikan keterangan mengenai ciri-ciri makhluk hidup yang disusun berurut mulai dari ciri umum hingga ke ciri khusus untuk menemukan suatu jenis makhluk hidup.

Kunci determinasi yang paling sederhana ialah kunci dikotom. Kunci dikotom berisi keterangan yang disusun berpasangan dan menunjukkan ciri yang berlawanan. Untuk lebih jelasnya, berikut adalah contoh kunci determinasi.

Dasar yang digunakan pada kunci determinasi ini adalah identifikasi dari makhluk hidup dengan menggunakan kunci dikotom. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pembuatan kunci determinasi adalah seperti berikut.

  1. Kunci harus dikotomi.
  2. Kata pertama dalam tiap pernyataan dalam satu kuplet harus identik, contoh: tumbuhan berumah satu …; tumbuhan berumah dua …
  3. Pilihan atau bagian dari kuplet harus kontradiktif, sehingga satu bagian dapat diterima dan yang lain ditolak.
  4. Hindari pemakaian kisaran yang tumpang tindih atau hal-hal yang bersifat relatif dalam kuplet, contohnya panjang daun 4-8 cm, daun besar atau kecil.
  5. Gunakan sifat-sifat yang bisa diamati.
  6. Pernyataan dari dua kuplet yang berurutan jangan dimulai dengan kata yang sama.
  7. Setiap kuplet diberi nomor.
  8. Buat kalimat pertanyaan yang pendek.
Cara Membuat Kunci Determinasi

Bagaimana cara membuat kunci determinasi? Menurut Tim Kemdikbud (2017, hlm. 55) cara, prosedur, atau langkah-langkah untuk membuat kunci determinasi adalah berikut.

  1. Bacalah dengan teliti kunci dikotom mulai dari awal pada kegiatan di atas.
  2. Cocokkan ciri-ciri tumbuhan yang kamu amati dengan ciri-ciri yang terdapat pada kunci dikotom.
  3. Jika ciri-ciri yang terdapat pada kunci dikotom sudah sesuai dengan ciri-ciri tumbuhan yang kamu amati, catatlah nomornya dan lanjutkan pembacaan kunci pada nomor berikutnya yang ditunjukkan di akhir pernyataan.
  4. Buat daftar kunci determinasi berdasarkan kunci dikotom dan bandingkan dengan kelompok yang lain.

Kriteria Klasifikasi Tumbuhan

Para ahli melakukan pengklasifikasian tumbuhan dengan memerhatikan beberapa kriteria yang menjadi penentu dan selalu diperhatikan. Berikut adalah beberapa penentu yang biasa digunakan untuk klasifikasi tumbuhan.

  1. Organ perkembangbiakannya, apakah dengan spora atau dengan bunga.
  2. Habitusnya, apakah berupa pohon, perdu atau semak.
  3. Bentuk dan ukuran daun.
  4. Cara berkembang biak, apakah dengan seksual (generatif) atau aseksual (vegetatif).

Kriteria Klasifikasi Hewan

Sama halnya dengan pengklasifikasian tumbuhan, dalam mengklasifikasikan hewan, para ahli juga mengklasifikasi dengan melihat beberapa  kriteria. Kriteria klasifikasi hewan adalah sebagai berikut.

  1. Saluran pencernaan makanan. Hewan tingkat rendah belum mempunyai saluran pencernaan makanan. Hewan tingkat tinggi mempunyai lubang mulut, saluran pencernaan, dan anus.
  2. Kerangka (skeleton), apakah kerangka di luar tubuh (eksoskeleton) atau di dalam tubuh (endoskeleton).
  3. Anggota gerak, apakah berkaki dua, empat, atau tidak berkaki.

Kelompok Makhluk Hidup yang Berukuran Kecil (Mikroskopis)

Tentunya kita telah mengetahui bahwa terdapat makhluk hidup yang berukuran sangat kecil dan tidak dapat dilihat langsung. Tempat hidup makhluk ini ada di mana-mana, misalnya di dalam tanah, dalam air, dalam sisa-sisa makhluk hidup, dalam tubuh manusia, bahkan dalam sebutir debu.

Makhluk hidup yang berukuran kecil ini tidak dapat dilihat tanpa alat bantu berupa mikroskop, oleh karena itu makhluk ini juga disebut dengan makhluk mikroskopis.

Mengenal dan Menggunakan Mikroskop

Apa itu mikroskop? Apa saja bagian-bagian dan fungsinya? dan bagaimana cara menggunakannya? Berikut adalah penjelasan dan pemaparan yang akan menjawabnya.

Bagian-bagian Mikroskop

Berikut adalah gambar mikroskop yang dilengkapi dengan bagian-bagian pembangunnya.

Tabel di bawah ini menjelaskan bagian-bagian mikroskop serta fungsinya masing-masing.

Bagian Mikroskop Fungsi
Optik Mekanik
Lensa okuler Lensa yang berhubungan dengan mata langsung pengintai atau pengamat yang berfungsi untuk memperbesar bayangan objek. Ada 3 buah lensa, yaitu dengan perbesaran 5 x, 10 x, dan 15 x.
Lensa objektif Lensa yang berada di dekat objek/ benda berfungsi untuk memperbesar bayangan benda. Susunan lensa biasanya terdiri atas 3 atau 4 buah dengan perbesaran masing-masing 4 x, 10 x, 45 x, dan 100 x.
Diafragma Untuk mengatur intensitas cahaya yang masuk ke lensa objektif.
Cermin ada dua, yaitu cermin datar dan cekung Cermin berfungsi untuk mengarahkan cahaya pada objek. Cermin datar digunakan ketika cahaya yang dibutuhkan terpenuhi, sedangkan cermin cekung digunakan untuk mengumpulkan cahaya.
Tabung mikroskop (Tubus) Untuk menghubungkan lensa okuler dan lensa objektif.
Meja sediaan (meja preparat) Sebagai tempat meletakkan objek atau preparat yang diamati. Bagian tengah meja terdapat lubang untuk melewatkan sinar
Klip (penjepit objek) Untuk menjepit preparat agar kedudukannya tidak bergeser ketika sedang diamati.
Lengan mikroskop Digunakan untuk menggerakkan (menjauhkan/ mendekatkan) lensa objektif terhadap preparat secara pelan/halus.
Pemutar kasar (makrometer) Untuk menggerakkan tubus ke atas dan ke bawah secara cepat.
Kondensor Untuk mengumpulkan cahaya yang masuk, alat ini dapat diputar dan dinaikturunkan.
Sekrup (engsel inklinasi) Untuk mengatur sudut atau tegaknya mikroskop.
Kaki mikroskop Untuk menyangga atau menopang mikroskop

Cara/Langkah-langkah Menggunakan Mikroskop

Menurut Tim Kemdikbud (2017, hlm. 58) cara atau langkah-langkah menggunakan mikroskop adalah sebagai berikut.

  1. Ambillah mikroskop dari kotak penyimpanannya. Tangan kanan memegang bagian lengan mikroskop dan tangan kiri memegang alas mikroskop. Kemudian, mikroskop diletakkan di tempat yang datar, kering, dan memiliki cahaya yang cukup.
  2. Putar revolver, sehingga lensa objektif dengan perbesaran lemah berada pada posisi satu poros dengan lensa okuler yang ditandai bunyi ”klik” pada revolver.
  3. Pasang lensa okuler dengan lensa yang memiliki ukuran perbesaran sedang. Cahaya tampak terang berbentuk bulat (lapang pandang), seperti yang terlihat pada gambar. Hal tersebut dapat diperoleh dengan cara berikut: a) Atur diafragma untuk mendapatkan cahaya yang terang; b) Atur cermin untuk mendapatkan cahaya yang akan dipantulkan ke diafragma sesuai kondisi ruangan. Pengaturan dilakukan dengan cara melihat melalui lensa okuler (apakah lapang pandang sudah terang/ jelas?). Ingat bahwa: beberapa mikroskop telah dilengkapi lampu, sehingga tidak perlu mencari cahaya, cukup mengatur posisi diafragma yang sesuai dengan kebutuhan cahaya terang dan lurus dengan lensa okuler dan objektif.
  4. Siapkan preparat yang akan diamati, kemudian letakkan di meja. Aturlah agar bagian yang akan diamati tepat di tengah lubang meja preparat. Kemudian, jepitlah preparat itu dengan penjepit objek.
  5. Aturlah fokus untuk memperjelas gambar objek dengan cara berikut: a) Putar pemutar kasar (makrometer) secara perlahan sambil dilihat dari lensa okuler. Pemutaran dengan makrometer dilakukan sampai lensa objektif berada pada posisi terdekat dengan meja preparat. Ingat: Jangan memutar makrometer secara paksa karena akan menekan preparat dan menyebabkan peparat rusak/pecah/patah; b) Lanjutkan dengan memutar pemutar halus (mikrometer), untuk memperjelas bayangan objek; c) Jika letak preparat belum tepat, kaca objek dapat digeser dengan lengan yang berhubungan dengan penjepit. Jika tidak tersedia, preparat dapat digeser secara langsung.
  6. Setelah preparat terlihat, untuk memperoleh perbesaran kuat gantilah lensa objektif dengan ukuran dari 10 x, 40 x, atau 100 x dengan cara memutar revolver hingga bunyi klik. Usahakan agar posisi preparat tidak bergeser. Jika hal ini terjadi, kamu harus mengulangi dari awal.
  7. Setelah selesai menggunakan mikroskop, bersihkan mikroskop dan simpan pada tempat penyimpanan.

Kelompok Monera dan Protista

Setelah mengetahui mengenai alat bantu untuk melihat makhluk berukuran kecil, saatnya mengenal makhluk tersebut secara langsung. Secara umum makhluk mikroskopis dapat dibagi menjadi monera dan protista.

Monera

Kelompok makhluk monera adalah makhluk hidup yangmempunyai ciri-ciri seperti selnya tidak memiliki membran inti (prokariotik), bersel satu (uniseluler), dan mampu berkembang biak dengan membelah diri. Contoh kelompok Monera ialah bakteri dan alga biru.

Bakteri terdapat di lingkungan kita, ada yang bermanfaat bagi kehidupan manusia seperti bakteri Escherichia coli yang berperan membantu memproduksi vitamin K melalui proses pembusukan sisa makanan.

Namun, ada pula bakteri yang berbahaya bagi kehidupan manusia seperti Mycobacterium tuberculosis yang menyebabkan penyakit TB (tuberculosis paru) dan sangat berbahaya. Bahkan ada beberapa kelompok makhluk hidup mikroskopis yang tidak dapat dilihat hanya dengan mikroskop biasa (mikroskop cahaya) tetapi harus dengan mikroskop elektron.

Protista

Protista adalah makhluk yang selnya memiliki membran inti (eukariotik), bersel tunggal (uniseluler), dan yang mampu berkembang biak. Beberapa contoh kelompok Protista adalah Amoeba, Euglena, Paramecium, Dictyostelium discoideum, Saprolegnia sp., Physarium polycephalum, Phytophtora infestans.

Kelompok Jamur (Fungi)

Kelompok jamur (fungi) adalah kelompok makhluk hidup yang memperoleh makanan dengan cara menguraikan bahan organik makhluk hidup yang sudah mati. Jamur tidak berklorofil, berspora, tidak mempunyai akar, batang, dan daun.

Jamur hidup di tempat yang lembab. Kelompok jamur bersifat saprofit  dan parasit. Saprofit maksudnya adalah organisme yang hidup dan makan dari organisme yang telah mati. Sementara parasit adalah organisme yang hidup dan mengisap makanan dari organisme lain yang ditempelinya.

Tubuh jamur terdiri atas benang-benang halus yang disebut hifa. Hifa saling bersambungan membentuk miselium. Pada umumnya, jamur berkembang biak dengan spora yang dihasilkan oleh sporangium.

Kelompok Tumbuh-tumbuhan

Berdasarkan klasifikasi lima kingdom, makhluk hidup dibagi ke dalam kelompok Animalia (hewan), Plantae (Tumbuhan), Fungi (Jamur), Protista, dan Monera. Kelima kingdom diklasifikasikan berdasarkan karakteristik yang khas dari setiap organisme-organisme yang menyusunnya.

Kingdom Plantae atau tumbuhan, dibagi lagi ke dalam beberapa divisio, yakni:

  1. Lumut (Bryophyta),
  2. Paku-pakuan (Pteridophyta), serta
  3. tumbuhan berbiji (Spermatophyta).

Berdasarkan morfologi atau susunan tubuhnya, tumbuhan dapat dibedakan lagi atas dua jenis kelompok besar, yakni sebagai berikut.

  1. Tumbuhan tidak berpembuluh (Thallophyta) yang meliputi lumut (Bryophyta).
  2. Tumbuhan berpembuluh (Tracheophyta), meliputi paku-pakuan (Pteridophyta) dan tumbuhan berbiji (Spermatophyta).

Tumbuhan Lumut dan Tumbuhan Paku

Tumbuhan lumut dan tumbuhan paku adalah tumbuhan yang memiliki spora serta berkembang biak dengan cara vegetatif dan generatif. Tumbuhan tersebut memiliki klorofil dan berfotosintesis. Habitatnya berupa tempat yang lembab.

Tumbuhan Berbiji (Spermatophyta)

Tumbuhan berbiji (Spermatophyta) dikelompokkan menjadi tumbuhan berbiji terbuka (Gymnospermae) dan tumbuhan berbiji tertutup (Angiospermae). Tumbuhan berbiji terbuka (Gymnospermae) mempunyai ciri-ciri sebagai berikut.

  1. Berbiji telanjang karena bijinya tidak dibungkus oleh daun buah.
  2. Alat reproduksi berupa bangun seperti kerucut yang disebut strobilus. Ada dua strobilus, yaitu strobilus jantan dan betina.
  3. Batang besar dan berkambium.
  4. Berakar tunggang dan serabut.
  5. Daun selalu hijau, sempit, tebal, dan kaku.

Contoh tumbuhan berbiji terbuka adalah juniper, cemara, damar, pinus, melinjo, dan pakis haji.

Tumbuhan berbiji tertutup (Angiospermae) memiliki bakal biji atau bijinya terlindungi oleh daun buah (carpels). Daun buah dikelilingi oleh alat khusus yang membentuk struktur pembiakan yang disebut bunga. Contoh tumbuhan berbiji tertutup adalah mangga, jambu, alpukat, anggur, dan nangka.

Kelompok Hewan

Seperti halnya tumbuhan, hewan yang ada di permukaan bumi ini sangat beragam baik bentuknya maupun ukurannya. Secara umum, dunia hewan dikelompokkan menjadi dua, yaitu hewan tidak bertulang belakang (Avertebrata) dan hewan bertulang belakang (Vertebrata).

Hewan Tidak Bertulang Belakang (Avertebrata)

Hewan tidak bertulang belakang (Avertebrata) dikelompokkan menjadi delapan kelompok. Pengelompokan hewan tersebut adalah sebagai berikut.

Hewan berpori (Porifera)

Porifera adalah hewan yang mempunyai pori-pori. Hewan ini tubuhnya seperti spons. Habitatnya di perairan, warna tubuhnya bermacam-macam seperti merah, kuning, dan hijau. Contoh hewan Porifera, yaitu Spongilla, Euspongia, Poterion, dan Scypha.

Hewan berongga (Coelenterata)

Coelenterata adalah hewan berongga, mempunyai tentakel untuk menangkap mangsa, pada permukaan tentakel terdapat sel beracun yang menyengat. Tubuhnya ada yang berbentuk polip yang menempel pada tempat hidupnya, dan ada yang berbentuk medusa yang bergerak aktif melayang-layang di air seperti payung. Ubur-ubur, bunga karang, Obelia, Hydra, dan Anemon adalah contoh hewan Coelenterata.

Cacing (vermes)

Vermes atau cacing adalah hewan bertubuh lunak, tak bercangkang, dan tubuhnya simetris bilateral. Cacing terbari menjadi tiga jenis, yakni:

  1. Cacing pipih (Platyheminthes), contohnya adalah cacing hati dan cacing pita.
  2. Cacing gilig (Nemathelminthes), tubuhnya bulat panjang dan tidak bersegmen, contohnya: cacing perut, cacing kremi, dan cacing tambang.
  3. Cacing berbuku-buku (Annelida), tubuhnya beruas-ruas seperti cincin, contohnya cacing tanah, lintah, dan pacet.
Hewan lunak (Mollusca)

Mollusca adalah hewan bertubuh lunak, banyak lendirnya, dan terbungkus oleh mantel. Ada yang memiliki cangkang yang berfungsi untuk melindungi tubuh. Habitatnya di darat dan air. Contoh hewan Mollusca adalah cumi-cumi, gurita, siput, kerang, tiram, dan remis.

Hewan dengan kaki beruas-ruas (Arthropoda)

Arthropoda adalah hewan berbuku-buku, tubuhnya dibedakan atas kepala, dada, dan perut. Tubuhnya terbungkus zat kitin yang keras, memiliki alat indra yang peka terhadap sentuhan dan bau-bauan, memiliki mata faset, yaitu mata majemuk terdiri atas beribu-ribu mata kecil berbentuk segi enam.

Arthropoda terbagi menjadi empat (4) kelas, yaitu Insecta (serangga) contohnya belalang, lebah, kumbang; Crustacea (udang-udangan) contohnya udang, kepiting, rajungan; Arachnoidea (laba-laba) contohnya laba-laba, kalajengking, kutu, caplak; Myriapoda (lipan) contohnya kelabang, kaki seribu.

Hewan berkulit duri (Echinodermata)

Echinodermata adalah hewan yang tubuhnya diselimuti duri, ada lempengan zat kapur/zat kitin yang keras. Tubuhnya simetri radial dengan lima lengan. Pada tubuhnya, terdapat sistem ambulakral untuk alat gerak, bernapas, dan menangkap mangsa.

Terdapat lima (5) kelas echinodermata, yaitu Asteroidea (contohnya bintang laut), Echinoidea (contoh landak laut, bulu babi), Ophiuroidea (contohnya bintang ular), Crinoidea (contohnya lilia laut), Holothuroidea (contohnya teripang).

Hewan Bertulang Belakang (Vertebrata)

Hewan vertebrata adalah hewan yang memiliki tulang belakang. Hewan Vertebrata terbagi menjadi lima kelompok, yaitu:

  1. Pisces (Ikan),
    yaitu hewan yang hidup di dalam air, bernafas dengan insang dengan alat gerak berupa sirip dan berkembang biak dengan cara bertelur. Contoh hewan ini adalah berbagai ikan-ikanan.
  2. Amphibia,
    yaitu Hewan yang dapat hidup di dua alam (darat dan air), berdarah dingin (tidak dapat mengatur suhu badan sendiri) dan bernafas dengan paru-paru. Contoh Hewan Amfibi seperti Katak, Salamander dan kadal air.
  3. Reptilia,
    adalah hewan melata yang berdarah dingin dan memiliki sisik yang menutup tubuhnya. Contoh Hewan Reptil adalah buaya, kadal dan ular.
  4. Aves (Burung),
    yaitu Hewan yang bisa terbang, Hewan Aves atau Burung ini memiliki bulu yang menutupi tubuhnya dengan alat gerak berupa kaki dan sayap. Meskipun Aves sering disebut sebagai hewan yang bisa terbang, ada beberapa jenis hewan yang tergolong dalam Aves tetapi tidak bisa terbang seperti Ayam, Bebek, Angsa dan Kalkun.
  5. Mammalia,
    yaitu hewan yang memiliki kelenjar susu (betina) yang berfungsi untuk menghasilkan susu sebagai sumber makanan anaknya. Hewan Mammalia pada umumnya adalah hewan yang berdarah panas dan bereproduksi secara kawin. Hewan Menyusui atau mammalia ini ada yang hidup di darat dan ada juga hidup di air. Contoh Hewan Mammalia yang hidup di darat seperti Sapi, Domba, Monyet, Rusa, Kuda dan Gajah. Sedangkan Hewan Mammalia yang habitatnya di air seperti Paus, Lumba-lumba dan Duyung.

Referensi

  1. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2017). Ilmu Pengetahuan Alam SMP/MTs Kelas VII. Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *