Pengertian Majas Epitet

Majas epitet adalah gaya bahasa yang menggunakan frasa deskriptif yang memiliki sifat atau ciri khusus dari suatu hal yang sebenarnya ingin diungkapkan. Misalnya: Hidup kita tidak akan pernah tenang jika terus berurusan dengan lintah darat.

Lintah darat yang dimaksud adalah rentenir atau orang yang suka memanfaatkan kesulitan orang lain. Diibaratkan bahwa orang yang memberikan pinjaman berbunga itu seperti lintah yang akan menyedot darah orang atau makhluk yang ditempelinya.

Majas ini juga memanfaatkan berbagai julukan atau frasa deskriptif yang sudah banyak dikenal oleh seluruh kalangan masyarakat. Berbagai idiom yang biasanya digunakan untuk majas epitet adalah sebagai berikut.

Julukan / Frasa Deskriptif Epitet Makna Sebenarnya
Anak Bawang Masih belum berpengalaman / baru
Kembang Desa Gadis yang paling cantik di desa
Kupu-kupu malam Pekerja seks komersial
Lintah Darat Rentenir / orang yang suka memanfaatkan kesulitan orang lain
Anak Emas Seseorang yang paling disukai atau diandalkan oleh atasan / keluarganya (anak yang paling disayangi orangtua)
Ibu Pertiwi Negara Indonesia
Puteri malam Bulan
Penghuni surga Orang yang baik sekali, orang yang taat beribadah
Anak Senja Orang yang merasa memiliki selera yang berbeda dari kebanyakan orang (frasa deskrpitif urban)
Mutiara Pagi Embun

Contoh Kalimat Majas Epitet

Berikut adalah contoh kalimat majas epitet berdasarkan frasa (idiom) deskriptif yang memberi keterangan makna sebenarnya di atas.

  1. Wajar saja jika anak bawang itu masih melakukan kesalahan.
  2. Roni sudah berniat untuk meminang kembang desa
  3. Kupu-kupu malam tak pernah terlihat lagi di sekitar sana semenjak tempat itu dibubarkan.
  4. Hidup kita tidak akan tenang jika terus berurusan dengan lintah darat.
  5. Proyek yang bernilai besar itu diserahkan pada anak emas Pak Ramli yang tak lain adalah Bambang.
  6. Ibu pertiwi tengah bersedih melihat korban pandemi yang terus berjatuhan hingga saat ini.
  7. Putri malam menyambut ketika aku membuka gorden jendela di malam hari.
  8. Pak Zaki adalah penghuni surga yang akan mengajak kita ke jalan kebenaran.
  9. Biarkan saja anak senja itu merasa bahwa ia adalah orang yang paling puitis di dunia.
  10. Udara segar dan mutiara pagi tampak menemani perjalanan senja ini.

Pengertian Majas Epitet Menurut Ahli

Keraf (2010, hlm. 141) mengemukakan bahwa majas epitet adalah semacam acuan yang menyatakan sifat atau ciri yang khusus dari seseorang atau suatu hal yang memberikan keterangan berupa frasa deskriptif yang menjelaskan atau menggantikan nama seseorang atau suatu benda.

Contohnya adalah: putri malam

bersinar terang di langit yang gelap. Putri malam yang dimaksud adalah bulan, bukan seorang putri yang bergelar malam. Majas ini dapat dikategorikan sebagai majas turunan dari majas Alusio yang secara khusus menggunakan frasa deskriptif (julukan).

Referensi

  1. Keraf, Gorys. (2010). Diksi dan Gaya Bahasa. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.