Manusia tinggal pada suatu ruang tertentu di permukaan bumi. Masing-masing ruang memiliki karakteristik sendiri yang berbeda dengan tempat lainnya. Perbedaan tersebut tampak pada keadaan alam, penduduk dan aktivitasnya, seni budayanya, dan lain-lain.

Setiap ruang atau tempat memiliki kondisi dan potensinya masing-masing. Tidak ada ruang sempurna atau tempat terbaik yang mampu menyediakan segala kebutuhan penduduknya. Oleh karena itu, terjadilah saling tukar komoditas antartempat satu dengan tempat lainnya yang disebut pula dengan istilah “interaksi antarruang”.

Ya, sebetulnya cara menulis yang tepat adalah “antarruang” tidak menggunakan spasi. Kenapa? Karena “antar” adalah kata penghubung, sehingga penulisannya harus disatukan dengan kata dasar yang mengikutinya.

Kembali ke topik utama, interaksi antarruang tidak hanya berupa komoditas, tetapi juga interaksi sosial, budaya, politik dan lain-lain. Setiap interaksi melibatkan beberapa ruang yang sebelumnya telah dijelaskan memiliki potensinya masing-masing. Untuk membahas seperti apa interaksi yang terjadi, kita harus benar-benar memahami arti dari istilah ruang itu sendiri.

Pengertian Ruang

Ruang adalah tempat di permukaan bumi, baik secara keseluruhan maupun hanya sebagian yang digunakan oleh makhluk hidup untuk tinggal (Tim Kemdikbud, 2017, hlm. 3). Intinya, bagian yang bukan makhluk hidup itu sendiri dapat dikatakan ruang (dalam istilah biologi disebut juga “lingkungan”).

Batas Ruang

Ruang tidak hanya sebatas udara yang bersentuhan dengan permukaan bumi, melainkan lapisan atmosfer yang memengaruhi permukaan bumi juga. Mengapa? Karena atmosfer akan sangat memengaruhi permukaan bumi.

Ruang juga mencakup hidrosfer atau perairan yang ada di permukaan bumi (laut, sungai, dan danau) dan di bawah permukaan bumi (air tanah) sampai kedalaman tertentu. Selain itu ruang juga mencakup lapisan tanah dan batuan sampai pada lapisan tertentu yang menjadi sumber daya bagi kehidupan.

Hal ini karena sumber daya kehidupan tersebut akan menunjang dan membentuk gaya matapencaharian masyarakat di sekitrnya. Berbagai organisme atau makhluk hidup juga merupakan bagian dari ruang.

Dengan demikian, batas ruang dapat diartikan sebagai tempat dan unsur-unsur lainnya yang mempengaruhi kehidupan di permukaan bumi.

Pengertian Interaksi Antarruang

Interaksi Antarruang adalah berbagai aktivitas timbal balik yang dilakukan beberapa ruang untuk memenuhi kebutuhan satu sama lain. Seperti yang diungkapkan Bintarto (1987) dalam (Tim Kemdikbud, 2017, hlm. 5) interaksi adalah suatu proses yang sifatnya timbal balik dan mempunyai pengaruh terhadap tingkah laku, baik melalui kontak langsung atau tidak langsung.

Interaksi melalui kontak langsung terjadi ketika seseorang datang ke tempat tujuan. Interaksi tidak langsung terjadi melalui berbagai cara misalnya dengan membaca berita di internet, menonton tayangan di televisi, dll. Dengan demikian, Interaksi antarruang dapat berupa pergerakan orang, barang, informasi dari daerah asal menuju daerah tujuan.

Setiap ruang di permukaan bumi memiliki ciri khas tertentu yang berbeda antara suatu wilayah dan wilayah lainnya. Tidak ada satu lokasi pun yang karakteristiknya sama persis antara satu dan lainnya. Karateristik inilah yang kemudian menciptakan keterkaitan antarruang di permukaan bumi.

Perbedaan karakteristik ruang tersebut menyebabkan adanya interaksi antarsatu ruang dengan lainnya, karena setiap ruang membutuhkan ruang lainnya untuk memenuhi kebutuhan hidup. Seperti apa bentuk konkret dari interaksi antarruang?

Contoh Interaksi Antar Ruang

Contoh interaksi antarruang misalnya, wilayah pegunungan umumnya merupakan penghasil sayuran, sedangkan daerah pesisir menghasilkan ikan laut. Penduduk daerah pantai membutuhkan sayuran dari daerah pegunungan dan sebaliknya penduduk dari daerah pegunungan membutuhkan ikan dari penduduk daerah pantai. Kedua wilayah kemudian saling berinteraksi melalui aktivitas perdagangan.

Bentuk Interaksi Antar Ruang

Interaksi antarruang dapat terjadi dalam berbagai bentuk. Misalnya dalam bentuk perjalanan menuju tempat kerja, migrasi, perjalanan wisata, pemanfaatan fasilitas umum, pengiriman informasi atau modal, perdagangan internasional, dsb.

  1. Interaksi dalam bentuk pergerakan manusia disebut mobilitas penduduk,
  2. interaksi melalui perpindahan gagasan dan informasi disebut komunikasi,
  3. sedangkan interaksi melalui perpindahan barang atau energi disebut transportasi.

Kondisi Saling Bergantung Antar Ruang

Ada beberapa kondisi saling bergantung yang diperlukan agar suatu interaksi dapat terjadi. Tim Kemdikbud (2017, hlm. 5) menjelaskan kondisi saling bergantung yang diperlukan untuk terjadinya interaksi antar ruang adalah saling melengkapi (complementarity), kesempatan antara (intervening opportunity), dan keadaan dapat diserahkan/dipindahkan (transferability) .

Saling Melengkapi (complementarity atau Regional Complementary)

Kondisi saling melengkapi terjadi apabila terdapat wilayah-wilayah yang berbeda komoditas yang dihasilkannya. Misalnya, wilayah A merupakan penghasil sayuran, sedangkan wilayah B merupakan penghasil ikan.

Ilustrasi Interaksi kondisi saling bergantung: saling melengkapi (complementarity). oleh Tim Kemdikbud.

Wilayah A membutuhkan ikan, sedangkan wilayah B membutuhkan sayuran. Jika masing-masing memiliki kelebihan atau disebut juga surplus, maka wilayah A dapat melakukan interaksi dengan wilayah B melalui aktivitas perdagangan atau jual beli.

Karena tidak ada salahnya, sayuran jika berlebih berpotensi menjadi busuk, begitu juga dengan ikan. Lebih baik jual saja ke wilayah lain yang membutuhkan. Kedua wilayah menjadi saling melengkapi, yang biasa disebut dengan istilah komplementer.

Kesempatan Antara (Intervening Opportunity)

Kesempatan antara adalah suatu lokasi yang menawarkan alternatif lebih baik sebagai tempat asal maupun tempat tujuan. Jika seseorang akan membeli suatu produk, maka ia akan memperhatikan faktor jarak dan biaya untuk memperoleh produk tersebut.

Wilayah yang berada di kesempatan antara memiliki kelebihan tersebut karena memiliki jarak yang lebih dekat di antara kedua wilayah yang mengapitnya. Untuk lebih jelasnya, perhatikan gambar di bawah ini.

Ilustrasi kondisi saling bergantung: kesempatan antara. oleh Tim Kemdikbud.

Contohnya, Wilayah A biasanya membeli ikan ke wilayah B, namun kemudian diketahui ada wilayah C yang juga penghasil ikan. Karena Wilayah C jaraknya lebih dekat dan ongkos transportasinya lebih murah, para pembeli ikan dari wilayah A akan beralih membeli ikan ke wilayah C. Akibatnya, interaksi antara wilayah A dengan B melemah.

Kemudahan Transfer (Transfer Ability)

Pengangkutan barang untuk memindahkan suatu komoditas ke daerah lain tentunya memerlukan biaya. Biaya untuk terjadinya interaksi tersebut harus lebih rendah dibandingkan dengan keuntungan yang diperoleh. Jika biaya tersebut terlalu tinggi dibandingkan dengan keuntungannya, maka interaksi antar ruang tidak akan terjadi.

Kemudahan transfer dan biaya yang diperlukan juga sangat tergantung pada ketersediaan infrastruktur, yakni sarana dan prasarana yang menghubungkan daerah asal dan tujuan. Jalan yang rusak dan tidak adanya kendaraan pengangkut dapat mengurangi kemungkinan terjadinya interaksi. Karena kemungkinan besar biaya untuk mengangkut barang juga akan lebih mahal.

Sebagai contoh, seseorang akan menjual sayuran dari wilayah A ke wilayah B, namun jalan menuju wilayah B mengalami kerusakan, sehingga tidak bisa dilalui. Akibatnya, orang tersebut tidak jadi menjual sayuran ke wilayah B.

Contoh lainnya terdapat angkutan yang dapat ditempuh, namun hanya melalui pesawat kecil dan terbatas seperti di beberapa kawasan Papua. Hal tersebut akan membuat wilayah lain ragu untuk mengirimkan barangnya. Karena harus menjual barang dengan harga mahal yang diakibatkan oleh biaya pengangkutan yang mahal pula.

Referensi

  1. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2017). Ilmu Pengetahuan Sosial SMP/MTs Kelas VII. Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *