Pengertian Metode Penelitian Kualitatif

Metode penelitian kualitatif adalah penelitian yang menggunakan cara, langkah, dan prosedur yang lebih melibatkan data dan informasi yang diperoleh melalui responden sebagai subjek yang dapat mencurahkan jawaban dan perasaannya sendiri untuk mendapatkan gambaran umum yang holistik mengenai suatu hal yang diteliti.

Pengertian di atas berdasarkan pendapat Creswell (dalam Djam’an satori & Aan komariah, 2017, hlm. 24) yang menyatakan bahwa definisi metode penelitian kualitatif adalah suatu proses inkuiri (pertanyaan/investigasi) mengenai pemahaman suatu hal untuk mendapatkan data, informasi, teks pandangan-pandangan responden yang menggunakan beragam metodologi dalam suatu masalah atau fenomena sosial atau kemanusiaan.

Tentunya, hal ini sangat bersebrangan dengan penelitian kuantitatif yang memperlakukan partisipan penelitian sebagai objek; hanya nilai, angka, atau pilihan jawaban yang diolah. Alih-alih menganalisis statistik, penelitian kualitatif justru ingin mendapatkan gambaran subjektif dari partisipan penelitian.

Seperti yang diungkapkan oleh Raco (2018, hlm. 7) bahwa metode penelitian kualitatif adalah pendekatan atau penelusuran untuk mengeksplorasi dan memahami suatu gejala sentral yang memperlakukan partisipan benar-benar sebagai subjek dan bukan objek. Artinya penelitian ini memberikan peluang seluas-luasnya kepada partisipan untuk mengungkapkan pikiran dan pendapatnya tanpa batasan yang biasa ditemukan dalam penelitian kuantitatif.

Hal tersebut merupakan salah satu keunggulan utama dari penelitian kualitatif. Partisipan menemukan dirinya sebagai insan yang berharga, karena informasinya sangat bermanfaat dan tidak bisa didapatkan melalui statistik semata.

Pada masanya, Nokia adalah salah satu perusahaan besar yang merajai pangsa pasar telepon seluler. Dari presentasi yang dilakukan oleh salah satu konsultan riset dan pengembangan Nokia dalam Ted Talk, salah satu penyebab keruntuhan mereka adalah tidak mengidahkan penelitian kualitatif yang dilakukan oleh timnya.

Melalui penelitian kuantitatif yang melibatkan big data, mereka menemukan bahwa orang-orang belum memiliki kecenderungan untuk menggunakan smartphone. Padahal, peneliti kualitatif etnografi mereka menemukan bahwa sebetulnya masyarakat sudah mengidamkan dan menginginkan smartphone. Bayangkan jika Nokia mempertimbangkan penelitian tersebut. Bisa jadi mereka masih menjadi market leader di masa ini.

Pengertian Metode Penelitian Kualitatif Menurut Para Ahli

Sebagai bandingan dan konteks tambahan mengenai pengertian dan definisi yang sahih, berikut adalah beberapa pendapat para ahli mengenai pengertian metode penelitian kualitatif.

Sugiyono

Metode penelitian kualitatif menurut Sugiyono (2018, hlm. 213) adalah metode penelitian yang berlandaskan pada filsafat postpositivisme, yang digunakan untuk meneliti pada kondisi ilmiah di mana peneliti sendiri adalah instrumennya, teknik pengumpulan data dan di analisis yang bersifat kualitatif lebih menekan pada makna.

Creswell

Menurut Creswell (2016, hlm. 4) penelitian kualitatif adalah jenis penelitian yang mengeksplorasi dan memahami makna di sejumlah individu atau sekelompok orang yang berasal dari masalah sosial atau kemanusiaan.

Creswell & Guetterman (2018, hlm. 46) juga menjelaskan bahwa penelitian kualitatif adalah jenis penelitian yang membuat penelitinya sangat tergantung pada informasi dari objek atau partisipan pada ruang lingkup yang luas, pertanyaan yang bersifat umum, pengumpulan data sebagian besar dari teks atau kata-kata partisipan, dan menjelaskan serta melakukan analisis terhadap teks yang dikumpulkan secara subjektif.

Moleong

Metode penelitian kualitatif menurut Moleong (2017, hlm. 7) adalah penelitian yang bermaksud untuk memahami fenomena mengenai apa yang dialami oleh subjek penelitian, misalnya perilaku, persepsi, motivasi, tindakan, secara holistik dengan cara deskripsi dalam bentuk kata-kata dan bahasa, pada suatu konteks khusus yang alamiah dengan memanfaatkan berbagai metode ilmiah.

Karakteristik Metode Penelitian Kualitatif

Penelitian kualitatif memiliki ciri atau pembeda utama yang terpancar melalui karakteristiknya. Menurut Satori & Komariah (2017, hlm. 26) karakteristik penelitian kualitatif adalah sebagai berikut.

  1. Memiliki latar alamiah dengan sumber data yang langsung dan instrumen kuncinya adalah penelitinya. Maksudnya pengumpulan data di lakukan langsung terhadap objek/subjek penelitiannya dan narasumber/partisipan yang dapat memberikan informasi sesuai kebutuhan.
  2. Bersifat deskriptif. Artinya data atau fakta yang di himpun berbentuk teks, kata atau penggambaran daripada angka atau statistik seperti pada penelitian kuantitatif.
  3. Bekerja dengan fokus pada proses dan hasil merupakan keniscayaan.
    Pengujian kualitatif lebih fokus pada cara pencarian informasi, setelah itu baru bergeser pada hasil penelitian.
  4. Cara analisis data di lakukan secara induktif.
    Induktif maksudnya adalah menemukan simpulan dalam bentuk utuh dan bermakna dari hasil pecahan berbagi gambaran-gambaran atau fakta-fakta yang telah di temukan pada saat mengumpulkan data.
  5. Menjadikan “makna” sebagai hal yang esensial. Penelitian kualitatif mementingkan makna dan artinya sehingga penelitian mengeksplorasi data mendalam dan menemukan makna dari yang terungkap.
  6. Fokus studi sebagai batas penelitian. Penetapan fokus studi dalam penelitian kualitatif adalah sebagai batas penelitian sehingga tidak menimbulkan kebingungan dalam memverifikasi, mereduksi, dan menganalisis data.
  7. Desain awalnya bersifat tentatif dan verifikatif. Desain penelitian kualitatif tidak dapat di tentukan secara baku dan kaku. Kebakuannya tergantung pada tujuan pencarian data dan fokus studi yang di eksplorasi dan baik urutan kegiatan maupun batasan masalah dapat berubah-ubah tergantung pada kondisi dan banyaknya gejala – gejala yang di temukan selama penelitian.
  8. Penelitian kualitatif menggunakan kriteria khusus untuk ukuran keabsahan data. Penelitian kualitatif dapat dianggap tepercaya dan valid karena rekam jejak suatu penelitian memiliki tingkat kepercayaan tinggi antara data satu dengan sumber data lainnya, tertib secara formal dan material, di catat dalam suatu catatan lapangan yang cermat dan taat asas sehingga orang yang meragukan dapat mengonfirmasi data dengan mudah.

Jenis Metode Penelitian Kualitatif

Menurut Sukmadinata (2017, hlm. 61-66) strategi metode dalam penelitian kualitatif secara umum terbagi menjadi interaktif dan non interaktif yang meliputi beberapa jenis di bawah ini.

Studi Interaktif

Metode kualitatif interaktif merupakan studi mendalam yang menggunakan teknik pengumpulan data langsung dari orang dalam lingkungan alamiahnya. Terdapat enam macam metode kualitatif interaktif, yakni sebagai berikut.

  1. Penelitian Kualitatif Studi Kasus
    Studi kasus merupakan penelitian yang dilakukan terhadap suatu kesatuan sistem. Penelitian studi kasus diarahkan untuk menghimpun data, mengambil makna, memperoleh pemahaman dari sebuah kasus. Kesimpulan hanya berlaku untuk kasus yang di teliti saja. Teknik pengumpulan data yang digunakan antara lain, wawancara, observasi, dan studi dokumenter, tetapi semuanya difokuskan kearah mendapatkan kesatuan dan kesimpulan.
  2. Kualitatif Studi Fenomenologis
    Fenomenologi mempunyai dua makna, yaitu sebagai filsafat sains dan sebagai metode pencarian (penelitian). Studi fenomenologis mencari arti dari pengalaman dalam kehidupan. Tujuan kualitatif fenomenologi adalah mencari atau menemukan makna dari hal-hal mendasar dari pengalaman hidup tersebut. Penelitian dilakukan dengan wawancara mendalam dengan partisipan atau narasumber.
  3. Studi Etnografik
    Jenis studi etnografi mendeskripsikan dan menginterprestasikan, suatu kelompok sosial atau sistemnya. Proses penelitian etnografik dilaksanakan di lapangan dalam waktu yang cukup lama, berbentuk observasi dan wawancara secara alamiah dengan para partisipan, dalam berbagai kesempatan kegiatan, serta mengumpulkan dokumen-dokumen dan benda-benda (artefak).
  4. Kualitatif Studi Historis
    Metode studi historis meneliti peristiwa-peristiwa yang telah berlalu. Penelitian ini menggunakan pendekatan, metode dan materi yang hampir sama dengan etnografis, tetapi dengan fokus tekanan dan sistematika yang berbeda. Salah satu ciri khas dari penelitian historis adalah periode waktu kegiatan, peristiwa, karakteristik, nilai-nilai, kemajuan bahkan kemunduran, dilihat dan dikaji dalam konteks waktu.
  5. Teori Dasar
    Merupakan penelitian yang diarahkan pada penemuan atau setidaknya menguatkan suatu teori. Teori dasar dilaksanakan menggunakan teknik pengumpulan data, observasi lapangan, studi perbandingan antar kategori, fenomena dan situasi melalui kajian induktif, deduktif, dan verifikasi sampai pada titik jenuhnya.
  6. Studi Kritis
    Merupakan model penelitian yang berkembang dari teori kritis, feminis, ras, dan pasca modern, yang bertolak dari asumsi bahwa pengetahuan bersifat subjektif. Penelitian kritis tidak bersifat deskrit meskipun mempunyai implikasi metodologis. Model studinya berbeda dalam tujuan, peranan teori, teknik pengumpulan data, peran penelitian, dan laporan. Penelitian kritis menggunakan pendekatan kajian terhadap suatu kasus, yakni kajian yang dilakukan secara mendalam dan berbeda dengan kajian eksperimental atau bersifat generalisasi maupun perbandingan.

Non Interaktif

Sementara itu, metode kualitatif non-interaktif merupakan pemikiran analisis, mengadakan kajian berdasarkan analisis dokumen. Tipe ini juga disebut dengan penelitian kualitatif studi pustaka, yakni penelitian yang menggunakan sumber data berupa buku, penelitian, dan dokumen-dokumen yang tepercaya yang dapat dipertanggungjawabkan serta sesuai dengan kebutuhan penelitian.

Macam Macam Metode Penelitian Kualitatif Deskriptif

Jenis atau macam-macam metode penelitian kualitatif deskriptif lainnya menurut Sanjaya (2015, hlm. 47) adalah sebagai berikut.

  1. Metode Kualitatif Deskriptif
    Deskriptif kualitatif adalah metode yang bertujuan untuk menggambarkan secara utuh dan mendalam mengenai realitas sosial dan berbagai fenomena yang terjadi pada masyarakat yang menjadi subjek penelitian sehingga secara rinci tergambarkan ciri, karakter, sifat, dan model dari fenomena yang diteliti tersebut.
  2. Metode Kualitatif Grounded
    Grounded adalah metode penelitian yang dilaksanakan dengan mengadakan data yang ada di lapangan, baik dalam perumusan masalah, membangun hipotesis, maupun penarikan simpulan penelitian. Oleh karena itu penelitian ini sangat bergantung pada pengalaman dan kredibilitas peneliti.

Perbedaan metode penelitian kualitatif dan kuantitatif

Sebagai catatan akhir, berdasarkan pengertian, karakteristik, dan jenis-jenis penelitian kualitatif, dapat disimpulkan bahwa perbedannya dengan metode kuantitatif adalah sebagai berikut.

No. Metode Penelitian Kualitatif Metode Penelitian Kuantitatif
1. Tujuan, pendekatan subyek, sampel, sumber data, dan langkah penelitian fleksibel; dapat berubah atau berkembang dalam prosesnya. Tujuan, pendekatan subyek, sampel, langkah penelitian, sumber data sudah jelas.
2. Kualitatif berfokus pada Mengamati ikut serta berupaya menemukan makna, harus turun langsung menjadikan partisipan aktif, mencatat data dan fakta, fenomena yang ada harus di lihat dari konteksnya baik secara fungsi maupun struktur, lebih menekankan studi kasus di lapangan, misalnya masalah etnografis , dan sebagainya. Pendekatan kuantitatif menekankan generasi hasil dari rata-rata yang ada, mengukur fakta melalui statistik, fokus pada keandalan atau reliabilitas atau dapat dirasakan dan memberikan simpulan yang sama untuk semua, serta teori dan data dipisahkan.
3. Pengumpulan data pada suatu latar alamiah dengan maksud manafsirkan fenomena yang terjadi dimana penelitian adalah sebagai instrumen kunci, pengambilan sampel sumber data di lakukan secara purposive dan snowball. Pengambilan data tersedia karena telah mengalami perlakuan sebelumnya secara terus-menerus. Dengan demikian diambil sampelnya melalui angket yang selanjutnya datanya diolah secara statistika sesuai dengan tujuan penelitian.
4. Definisi sesuai konteks atau saat peneliti berlangsung, penyampaian melalui deskripsi naratif atau kata-kata ungkapan atau pernyataan, penilian validitas sesuai pengecekan silang atas sumber imformasi. Menggunakan hipotesis yang ditentukan sejak awal, Definisi jelas di nyatakan sejak awal, reduksi data menjadi angka-angka, lebih memperhatikan reliabilitas skor yang di peroleh melalui intsrumen penelitian, penilaian yang validitas menggunakan berbagai prosedur dengan mengandalakn hitungan statistik.

Referensi

  1. Creswell, John & Guetterman, Timothy. (2018). Educational Research: Planning, Conducting, and Evaluating Quantitative and Qualitative Research, 6th Edition. New York: Pearson.
  2. Creswell, John W. (2016). Research Design : Pendekatan Kualitatif, Kuantitatif, dan Mixed Edisi Keempat. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
  3. Moleong, Lexy J. (2017). Metode Penelitian Kualitatif, cetakan ke-36. Bandung : PT. Remaja Rosdakarya Offset.
  4. Raco, J.R. (2018). Metode Penelitian Kualitatif Jenis Karakteristik dan Keunggulannya. Jakarta: Grasindo.
  5. Sanjaya, Wina. (2015). Penelitian Pendidikan. Jakarta: Prenada Media Group.
  6. Satori, Djam’an & Komariah, Aan. (2017). Metodologi Penelitian Kualitatif, ed.1, Cetakan ke-7. Bandung: Alfabeta.
  7. Sugiyono. (2018). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.
  8. Sukmadinata, N.S. (2017). Metode Penelitian Pendidikan. Bandung: Remaja Rosadakarya.

 

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *