Indonesia telah tersohor sebagai negara yang memiliki potensi sumber daya alam yang melimpah. Indonesia juga dikenal sebagai negara maritim dengan potensi kekayaan maritim yang sangat besar.  Hal itu karena sebagian besar wilayah Indonesia merupakan lautan. Sehingga selain kaya akan sumber daya alam di darat, Indonesia juga memiliki kekayaan sumber daya alam di laut yang tidak kalah besarnya.

Lalu potensi sumber daya alam dan kemaritiman apa saja yang dimiliki Indonesia? Dimana saja potensi tersebut berada? Mengapa Indonesia sangat kaya akan potensi sumber daya alam dan kemaritiman? Berikut ini adalah pemaparan yang akan menjawab semua pertanyaan tersebut.

Potensi Sumber daya Alam Indonesia

Sumber daya alam adalah segala bahan, benda atau apapun yang ditemukan manusia di dalam alam yang dapat dipakai untuk kepentingan hidupnya (Tim Kemdikbud, 2017, hlm. 23). Bahan atau benda yang dimaksud dapat berupa benda mati maupun makhluk hidup yang berada di bumi seperti hewan dan ikan-ikanan. Apapun yang dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan hidup manusia.

Potensi sumber daya alam Indonesia dapat dilihat dalam beragam bentuk meliputi air, tanah, udara, batuan, hutan, bahan tambang, dan lain-lain. Ya, bentuk sumber daya alam amatlah banyak, maka dalam pemaparan ini akan dibatasi pada beberapa contoh sumber daya alam yang paling unggul, yakni berupa hutan dan bahan tambang.

Potensi Sumber daya Hutan

Hutan Indonesia memiliki potensi yang sangat besar. Bahkan luasnya saja mencapai 99,6 juta hektar atau 52,3% dari luas wilayah Indonesia (Kemenhut, 2011). Luas hutan yang besar tersebut dapat dijumpai di Papua, Kalimantan, Sulawesi dan Sumatra.

Sementara itu di Jawa, luas hutan telah mengalami banyak penurunan karena terjadi alih fungsi untuk pertanian dan permukiman penduduk. Sumatra dan Kalimantan juga saat ini tengah mengalami alih fungsi hutan menjadi pertanian dan perkebunan.

Selain luas, hutan Indonesia juga memiliki flora dan fauna atau keanekaragaman hayati yang sangat kaya. Banyak di antaranya merupakan spesies endemik atau hanya dapat ditemukan di Indonesia, tidak ditemukan di negara atau tempat lainnya.

Di hutan-hutan Indonesia setidaknya terdapat 4000 jenis kayu yang 267 diantaranya merupakan kayu yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Secara umum, jenis-jenis kayu dan lokasi sebarannya yang ada di Indonesia meliputi beberapa jenis di bawah ini.

  1. Kayu Keruing, Meranti, Agathis dihasilkan terutama di Papua, Sulawesi, dan Kalimantan.
  2. Kayu jati banyak dihasilkan di Jawa Tengah.
  3. Rotan banyak dihasilkan di Kalimantan, Sumatra Utara dan Sumatra Barat.
  4. Kayu Cendana banyak dihasilkan di Nusa Tenggara Timur.
  5. Kayu Rasamala dan Akasia banyak dihasilkan di Jawa Barat.

Hasil hutan sebenarnya tidak hanya sekadar kayu. Hutan tropis Indonesia juga menghasilkan beragam buah-buahan dan tanaman obat-obatan.

Manfaat dan Fungsi Hutan

Sayangnya hutan yang dimiliki Indonesia saat ini ternyata telah mengalami banyak kerusakan. Berdasarkan data yang dikeluarkan oleh Kementerian Kehutanan, laju kerusakan hutan kita mencapai 300.000 hektar per tahun.

Akibatnya, banyak spesies tumbuhan dan hewan yang terancam punah. Bahkan beberapa di antaranya sudah dianggap punah. Padahal, hutan memiliki banyak manfaat dan fungsi hutan yang meliputi beberapa poin di bawah ini.

  1. Menyimpan air hujan dan kemudian mengalirkannya ke sungai-sungai dan danau, sehingga pada musim kemarau tidak mengalami kekeringan.
  2. Tempat hidup bagi flora dan fauna yang menjadi sumber makanan dan obat-obatan pada saat ini maupun pada masa yang akan datang.
  3. Mencegah terjadinya erosi atau pengikisan karena air hujan tidak langsung jatuh ke tanah dan mengikis tanah-tanah yang subur.
  4. Menghasilkan oksigen dan menyerap karbon dioksida, sehingga suhu bumi terkendali.
  5. Sumber kehidupan bagi masyarakat, khususnya masyarakat sekitar hutan dari produk yang dihasilkannya (Tim Kemdikbud, 2017, hlm. 26).

Potensi Sumber daya Tambang

Indonesia merupakan salah satu negara di dunia yang kaya akan bahan tambang. Beraneka bahan tambang tersedia untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri maupun luar negeri. Aktivitas pertambangan telah menghasilkan banyak penghasilan atau devisa bagi Indonesia.

Seberapa besarkah potensi tambang di Indonesia? Dimanakah jenis dan lokasi pertambangan di Indonesia? Berikut adalah peta persebaran potensi sumber daya tambang di Indonesia.

Minyak Bumi dan Gas

Minyak bumi dan gas merupakan sumber daya tambang yang masih menjadi energi utama yang dipakai untuk berbagai keperluan industri, transportasi, dan rumah tangga. Meskipun lambat laun kita harus beralih pada energi alternatif seperti bioenergi, panel surya, dan angin pada saat ini minyak bumi dan gas masih memiliki potensi besar.

Cadangan minyak bumi Indonesia terus berkurang seiring dengan eksploitasi yang terus dilakukan. Hal itu tidak akan terjadi dengan cepat jika ditemukan cadangan baru yang diperkirakan masih besar. Cadangan minyak bumi Indonesia diperkirakan masih cukup besar. Adapun sebaran penghasil minyak pada sejumlah pulau di Indonesia dapat dilihat pada tabel berikut ini.

Nama Pulau Daerah Penghasil Minyak Bumi
Sumatra Pereula dan Loukseumawe (Nangroe Aceh Darussalam), Sungai Pakning dan Dumai ( Riau), Plaju, Sungai Gerong dan Muara Enim (Sumatra Selatan)
Jawa Jati Barang Majalengka (Jawa Barat), Wonokromo, Delta (Jawa Timur), Cepu, Cilacap (Jawa Tengah)
Kalimantan Pulau Tarakan, Balikpapan, Pulau Bunyu dan Sungai Mahakam (Kalimantan Timur), Rantau, Tanjung, dan Amuntai (Kalimantan Selatan)
Maluku Pulau Seram dan Tenggara
Papua Klamono, Sorong, dan Babo

Batu Bara

Batu bara adalah batuan sedimen yang terbentuk dari sisa tumbuhan yang telah mati dan mengendap selama jutaan tahun. Penyusun utama batu bara adalah karbon, hidrogen, dan oksigen. Batu bara digunakan sebagai sumber energi untuk berbagai keperluan.

Energi yang dihasilkan batu bara dapat digunakan untuk pembangkit listrik, untuk keperluan rumah tangga (memasak), pembakaran pada industri batu bata atau genteng, semen, batu kapur, bijih besi dan baja, industri kimia dan lain-lain.

Cadangan batu bara Indonesia hanya 0,5 % dari cadangan dunia, namun dilihat dari produksinya merupakan yang ke-6 terbesar di dunia dengan jumlah produksi mencapai 246 juta ton. Batu bara dapat dijumpai di sejumlah pulau, yaitu Kalimantan dan Sumatra.

Potensi batu bara di kedua pulau tersebut sangat besar meliputi:

  1. Pertambangan batu bara di Kalimantan terdapat di Kalimantan Timur (Lembah Sungai Berau dan Samarinda),
  2. Sumatra Barat (Ombilin dan Sawahlunto),
  3. Sumatra Selatan (Bukit Asam dan Tanjung Enim).

Bauksit

Bauksit adalah bijih utama yang digunakan untuk membuat aluminium. Sumber daya tambang bauksit juga bermanfaat untuk industri keramik, logam, kimia, dan metalergi. Indonesia memiliki potensi bauksit yang cukup besar dengan produksi mencapai 1.262.710 ton.

Sebagian dari hasil pertambangan bauksit dimanfaatkan untuk industri dalam negeri dan sebagian lainnya diekspor. Bauksit ditambang di daerah Kepulauan Riau (Pulau Bintan) dan Kalimantan Barat (Singkawang).

Pasir Besi

Pasir besi dimanfaatkan untuk industri logam besi dan industri semen. Aktivitas penambangan pasir besi dapat ditemukan di Cilacap (Jawa Tengah), Sumatra, Lombok, Yogyakarta, Gunung Tegak (Lampung), Pegunungan Verbeek (Sulawesi Selatan) dan Pulau Sebuku (Kalimantan Selatan).

Emas

Emas umumnya dimanfaatkan untuk perhiasan. Berdasarkan data Tekmira ESDM, produksi emas Indonesia pada tahun 2003 mencapai 141.019 ton. Berikut ini tambang emas yang tersebar di Indonesia. Papua (Freeport Timika), Kalimantan Barat (Sambas), Nangroe Aceh Darussalam (Meulaboh), Sulawesi Utara (Bolaang Mongondow, Minahasa), Riau (Logos), dan Bengkulu (Rejang Lebong).

Potensi Kemaritiman Indonesia

Luas laut Indonesia mencakup 2/3 dari seluruh luas wilayah Indonesia, yaitu 5,8 juta km2. Potensi sumber daya laut Indonesia tidak hanya berupa ikan, namun meliputi juga berbagai bahan tambang seperti minyak bumi, nikel, emas, bauksit, pasir, bijih besi, timah, dan lain-lain yang berada di bawah permukaan laut.

Kekayaan yang dapat dimanfaatkan dari sumber daya laut yang lain adalah sumber daya alam berupa mangrove, terumbu karang, dan lain-lain. Sumber daya yang memanfaatkan pesisir laut tersebut dikenal sebagai sumber daya pesisir.

Untuk lebih jelasnya, berikut adalah berapa potensi kemaritiman Indonesia menurut Tim Kemdikbud (2017, hlm. 34-37).

Perikanan

Sumber daya perikanan merupakan salah satu potensi sumber daya laut di Indonesia yang sejak dulu telah dimanfaatkan masyarakat. Laut Indonesia memiliki angka potensi lestari yang besar, yaitu 6,4 juta ton per tahun.

Potensi lestari adalah potensi penangkapan ikan yang masih memungkinkan bagi ikan untuk melakukan regenerasi hingga jumlah ikan yang ditangkap tidak mengurangi populasi ikan (Tim Kemdikbud, 2017, hlm. 34). Tentunya penangkapan ikan harus didasari oleh potensi lestari, agar ikan yang ditangkap tidak punah dan tetap terjaga kelestariannya.

Berdasarkan aturan internasional, jumlah tangkapan yang diperbolehkan adalah 80% dari potensi lestari tersebut atau sekitar 5,12 juta ton per tahun. Kenyataannya, jumlah hasil tangkapan ikan di Indonesia belum mencapai angka tersebut.

Artinya masih terdapat peluang untuk meningkatkan jumlah tangkapan yang diperbolehkan. Jika dibandingkan sebaran potensi ikannya, terlihat adanya perbedaan secara umum antara wilayah Indonesia bagian Barat dan Timur.

  1. Di Indonesia bagian Barat dengan rata-rata kedalaman laut 75 meter, jenis ikan yang banyak ditemukan adalah ikan pelagis kecil.
  2. Kondisi agak berbeda terdapat di kawasan Indonesia Timur dengan rata-rata kedalaman laut mencapai 4.000 m.
  3. Di kawasan Indonesia bagian Timur, banyak ditemukan ikan pelagis besar seperti cakalang dan tuna.

Selain ikan yang tersedia di lautan, penduduk Indonesia juga banyak melakukan budi daya ikan, terutama di daerah pesisir. Di pantai utara Pulau Jawa, banyak masyarakat yang mengembangkan usaha budi daya ikan dengan menggunakan tambak. Jenis ikan yang dikembangbiakkan di tambak biasanya adalah ikan bandeng dan udang.

Sayangnya kekayaan alam kita yang berupa ikan telah banyak diambil pula oleh nelayan dari negara lain merupakan praktik pencurian ikan atau illegal fishing. Ada beberapa wilayah perairan Indonesia yang rawan dengan kegiatan illegal fishing meliputi Laut Arafuru (Papua) di Timur perairan Indonesia.

Hutan Mangrove (Bakau)

Selain ikan, kekayaan laut Indonesia juga berada di wilayah-wilayah pesisir berupa hutan mangrove, rumput laut, padang lamun, dan terumbu karang. Hutan mangrove atau hutan bakau adalah tipe hutan yang berada di daerah pasang surut air laut.

Saat air pasang, hutan mangrove digenangi oleh air laut, sedangkan pada saat air surut, hutan mangrove bebas dari genangan air laut. Umumnya hutan mangrove berkembang dengan baik pada pantai yang terlindung, muara sungai, atau laguna.

Ada dua fungsi hutan mangrove sebagai potensi sumber daya laut di Indonesia yaitu fungsi ekologis dan ekonomis.

  1. Fungsi ekologis hutan mangrove adalah sebagai habitat (tempat hidup) binatang laut untuk berlindung, mencari makan, dan berkembang biak. Selain itu hutan mangrove juga melindungi pantai dari abrasi air laut.
  2. Fungsi ekonomis hutan mangrove adalah nilai ekonomis dari kayu pepohonan dan makhluk hidup yang ada di dalamnya. Biasanya masyarakat memanfaatkan kayu sebagai bahan kayu bakar atau bahan pembuat arang. Kayu bakau juga dapat dijadikan bahan pembuat kertas. Selain kayu, hutan mangrove juga dihuni oleh beragam jenis fauna yang memiliki nilai ekonomis.

Hutan mangrove Indonesia tersebar di pesisir sebelah barat Pulau Sumatra, beberapa bagian ada di pantai utara Pulau Jawa, sepanjang pesisir Pulau Kalimantan, Pesisir Pulau Sulawesi, pesisir sebelah Selatan Papua, dan beberapa pulau kecil lainnya. Luas hutan mangrove di Indonesia mencapai sekitar 3 juta hektare, yang tersebar di sepanjang 95.000 km pesisir Indonesia (Giri et al., 2011).

Hutan mangrove Indonesia tidak tersebar secara merata. Luas terbesar hutan mangrove berada di Pulau Papua yang mencapai 3,7 juta ha. Berikutnya adalah Sumatra (417 ribu ha), Kalimantan (165 ribu ha), Sulawesi (53 ribu ha), Jawa (34,4 ribu ha), Bali dan Nusa Tenggara (3,7 ha).

Terumbu Karang

Selain memiliki hutan bakau dan perikanan, terumbu karang juga merupakan salah satu potensi kemaritiman Indonesia. Terumbu karang adalah batuan sedimen kapur di laut yang terbentuk dari kapur yang sebagian besar dihasilkan dari koral atau binatang yang menghasilkan kapur untuk kerangka tubuhnya.

Jika ribuan koral membentuk koloni, koral-koral tersebut akan membentuk karang. Sebagai negara kepulauan, Indonesia merupakan negara yang memiliki terumbu karang terluas di dunia. Luas terumbu karang Indonesia mencapai 284,3 ribu km2 atau setara dengan 18% dari terumbu karang yang ada di seluruh dunia.

Kekayaan terumbu karang Indonesia tidak hanya dari luasnya, namun dari keanekaragaman hayati yang ada di dalamnya juga. Keanekaragaman hayati terumbu karang di Indonesia juga yang tertinggi di dunia. Di dalamnya terdapat 2.500 jenis ikan, 2.500 jenis moluska, 1.500 jenis udang-udangan, dan 590 jenis karang.

Mengapa terumbu karang banyak ditemukan di wilayah Indonesia? Terumbu karang akan dapat tumbuh dengan baik pada suhu perairan laut antara 21 – 29 0 C. Pada suhu lebih besar atau lebih kecil dari itu, pertumbuhan terumbu karang menjadi kurang baik. Karena Indonesia berada di daerah tropis dan suhu perairannya hangat, sehingga wajar saja jika terumbu karang banyak ditemukan di Indonesia.

Selain suhu perairan yang hangat, terumbu karang juga akan tumbuh baik pada kondisi air yang jernih dan dangkal. Kedalaman air yang baik untuk terumbu karang tidak lebih dari 18 meter. Jika lebih dalam dari 18 terumbu karang tidak akan tumbuh dengan baik.

Terumbu karang juga membutuhkan salinitas atau kandungan garam air laut yang tinggi. Oleh karena itu, terumbu karang biasanya tidak ditemukan di sekitar muara, karena sulit untuk hidup sebagai akibat dari pencampuran air sungai ke laut yang membuatnya payau (tidak terlalu tinggi kandungan garamnya).

Referensi

  1. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2017). Ilmu Pengetahuan Sosial SMP/MTs Kelas VII. Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *