Teknologi konstruksi miniatur rumah adalah ilmu pengetahuan ilmiah yang diterapkan (ilmu terapan) menjadi metode pelaksanaan ilmiah untuk membangun miniatur rumah yang merupakan salah satu langkah perancangan konstruksi rumah. Pengertian tersebut mungkin terdengar rumit dan agak sulit untuk dicerna. Untuk itu, sebelum membicarakan teknologi konstruksi miniatur rumah, sebaiknya kita memahami satu persatu kata dan frasa yang membentuknya.

Kita dapat mengawalinya dari kata teknologi itu sendiri. Apa itu teknologi? Istilah ini tentunya telah sering diucapkan dan digaungkan di mana-mana, apalagi di era industri 4.0 ini. Dalam bayangan kita semua, teknologi tentunya identik dengan berbagai alat yang dapat membantu kehidupan seperti handphone, internet, dan komputer atau laptop.

Namun, sebetulnya teknologi tidak selalu melulu mengenai gawai canggih atau sesuatu yang masih sulit dimengerti oleh nalar kita. Teknologi mewujudkan atau menerapkan berbagai konsepsi abstrak yang sebelumnya dirumuskan sebagai dasar-dasar pengetahuan agar kita sepenuhnya memahami suatu ilmu. Untuk lebih jelasnya, berikut adalah pemaparan untuk mengenal istilah teknologi lebih jauh.

Pengertian Teknologi

Pada dasarnya teknologi adalah penerapan dari ilmu pengetahuan melalui metode dan prosedur ilmiah untuk mencapai tujuan praktis yang dapat menjadi keseluruhan sarana untuk meyediakan barang-barang yang diperlukan bagi kelangsungan dan kenyamanan hidup manusia.

Pengertian di atas diperkuat oleh pengertian teknologi menurut KBBI (dalam Tim Kemdikbud, 2017, hlm. 91) yakni (1) metode ilmiah untuk mencapai tujuan praktis; ilmu pengetahuan terapan; (2) keseluruhan sarana untuk menyediakan barang-barang yang diperlukan bagi kelangsungan dan kenyamanan hidup manusia.

Singkatnya, teknologi merupakan ilmu pengetahuan terapan untuk mewujudkan kenyamanan dan kemudahan hidup manusia (Tim Kemdikbud, 2017, hlm. 91). Di zaman yang serba cepat dan serba canggih ini, manusia sangat bergantung pada teknologi hingga tidak sadar bahwa bukan benda-benda modern atau kontemporer saja yang wujudnya teknologi.

Bahkan petani yang bekerja di ladang pun menggunakan teknologi untuk meningkatkan hasil panennya. Contohnya adalah penggunaan arit rumput, pembuatan irigasi, atau bajak yang ditarik kerbau. Sementara itu, contoh teknologi modernnya adalah penggunaan traktor mesin yang jauh lebih cepat dan efisien jika dibandingkan dengan bajak yang ditarik oleh seekor kerbau.

Teknologi yang ada saat ini merupakan hasil dari perkembangan ilmu pengetahuan yang selama ini terus diwariskan, dipelajari, dan dikembangkan di berbagai lembaga pendidikan. Oleh karena itu, saat seseorang menyatakan teori itu tidak berguna, sama saja dengan mengatakan teknologi atau praktisi itu tidak berguna. Hal itu karena berbagai alat canggih dan kegiatan praktis di lapangan atau industri adalah hasil penerapan dari berbagai konsepsi dan teori abstrak yang dikembangkan pada ilmu pengetahuan.

Jenis-Jenis Teknologi

Untuk mengerucutkan istilah teknologi yang terhitung cukup luas cakupannya, kita dapat mengklasifikasikan teknologi berdasarkan kesamaan tertentu. Misalnya, berdasarkan kegunaannya, teknologi digolongkan menjadi beberapa jenis. Menurut Tim Kemdikbud (2017, hlm. 93-95) beberapa jenis-jenis teknologi adalah sebagai berikut.

1.Teknologi Peralatan Rumah Tangga

Teknologi peralatan rumah tangga merupakan teknologi yang digunakan untuk membantu kegiatan rumah tangga. Beberapa contoh teknologi peralatan rumah tangga yang ada saat ini adalah lampu, jam dinding, mesin cuci, mesin penghisap debu, kompor gas, kipas angin, dan pemotong rumput.

2.Teknologi Produksi

Teknologi produksi adalah teknologi yang digunakan untuk memproduksi atau menghasilkan suatu barang. Beberapa contoh teknologi produksi yaitu mesin traktor, mesin pemintal benang, mesin penggiling padi, dan mesin pemotong kayu.

3.Teknologi Transportasi

Teknologi transportasi merupakan teknologi yang digunakan untuk berpindah tempat dari lokasi A ke lokasi B. Berpindah adalah salah satu hal penting yang dilakukan manusia agar dapat bersosialisasi dan melakukan berbagai kerja sama antardaerah. Contoh teknologi transportasi adalah sepeda motor, kereta api, mobil, kapal laut, dan pesawat terbang.

4.Teknologi Komunikasi

Teknologi komunikasi merupakan teknologi yang digunakan untuk saling bertukar informasi atau pesan. Tentunya aplikasi terkuatnya adalah ketika dapat digunakan dari jarak jauh. Contoh teknologi komunikasi adalah radio, televisi, telepon, dan internet.

5.Teknologi Konstruksi

Teknologi konstruksi merupakan teknologi yang digunakan untuk membangun sarana maupun prasarana. Berbeda dengan beberapa jenis teknologi lainnya yang sebagian besar berbentuk peralatan, sebagian besar teknologi konstruksi berbentuk ilmu terapan atau ilmu yang digabungkan dengan ilmu-ilmu lain untuk menyelesaikan masalah kehidupan sehari-hari. Hasil akhir teknologi konstruksi ini biasanya berbentuk rumah, jembatan, jalan, dan rel kereta api.

Teknologi Konstruksi

Seperti yang sudah diutarakan sebelumnya, teknologi konstruksi adalah fokus utama pada pembahasan ini. Oleh karena itu, berikut adalah berbagai literasi konstruksi mulai dari perkembangan teknologi konstruksi, jenis-jenis proyek konstruksi, hingga fungsi teknologi konstruksi.

Perkembangan Teknologi Konstruksi

Pada awalnya, manusia hanya memanfaatkan apa yang ada di alam sebagai jembatan, jalan, dan tentunya tempat tinggal. Misalnya, pada zaman dahulu manusia menggunakan gua sebagai tempat tinggal. Seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan, manusia mulai mampu mengolah dan memanfaatkan apa yang ada di alam seperti batu, tanah, dan kayu seperti batu, tanah, dan kayu sebagai bahan untuk membuat infrastruktur dan bangunan.

Ilmu pengetahuan dan teknologi terus mengalami perkembangan. Pada akhirnya manusia mulai menggunakan bahan-bahan olahan hasil rekayasa dari bahan alam maupun industri yang dinilai memiliki kekuatan, keindahan, dan kepraktisan lebih tinggi dibandingkan dengan bahan-bahan dari alam.

Namun, kemajuan teknologi konstruksi tidak hanya terlihat dari bahanbahan yang digunakan. Alat-alat yang digunakan untuk membuat produk konstruksi pun semakin berkembang pesat. Dulu alat-alat yang digunakan untuk membuat bangunan konstruksi masih bersifat sederhana dan seadanya, sehingga membutuhkan waktu pengerjaan yang lebih lama. Namun kini, telah banyak alat-alat pertukangan berteknologi canggih sehingga dapat mempermudah dan mempercepat pekerjaan konstruksi.

Misalnya dahulu kegiatan pencampuran semen dengan bahan lainnya hanya dapat mengandalkan usaha manusia dengan menggunakan sekop dan pacul. Kini kegiatan tersebut dapat dibantu dengan sebuah mesin pencampur semen yang dinamakan molen. Alat tersebut menggunakan teknologi mesin sehingga dapat mencampur adonan semen sampai 50 Kg tanpa tenaga manusia. Hal itu tentunya dapat membantu manusia untuk mempercepat dan mempermudah pekerjaannya.

Infrastruktur pun terus berkembang dengan pesat. Dahulu kita hanya membuat berbagai kebutuhan konstruksi seperti lantai, dinding, dan sebagainya langsung di tempat. Kini tersedia campuran semen siap pakai yang telah ditakar dengan presisi. Kita juga dapat memesan panel dinding atau lantai yang sudah jadi dan siap pasang, sehingga mempercepat proses pembangunan konstruksi.

Jenis-jenis Proyek Konstruksi

Bangunan merupakan wujud fisik hasil pekerjaan konstruksi. Bangunan dapat berupa rumah, gedung, jembatan atau sarana prasarana lainnya. Setiap bangunan memiliki berbagai teknik, bahan, dan kebutuhan proyek konstruksi yang berbeda. Oleh karena itu, proyek konstruksi memiliki ruang lingkupnya sendiri.

Ruang lingkup di sini maksudnya adalah wujud fisik hasil pekerjaan konstruksi yang menyatu dengan tempat kedudukan baik yang ada di atas, di bawah tanah atau di air. Menurut Tim Kemdikbud (2017, hlm. 99-100) secara umum, pekerjaan proyek konstruksi terbagi menjadi empat jenis, yaitu sebagai berikut.

1.Proyek Konstruksi Bangunan Perumahan atau Permukiman (Residential Construction)

Proyek jenis ini mencakup proyek pembangunan tempat tinggal seperti rumah, perumahan, apartemen, maupun vila. Kegiatan pembangunan pemukiman dapat dilakukan melalui dua cara, yaitu secara pribadi maupun masal. Namun, khusus untuk proyek perumahan tentunya dilakukan secara masal atau serempak dengan penyediaan sarana penunjang. Dalam pengerjaan proyek bangunan perumahan diperlukan perencanaan yang matang karena menyangkut fasilitas dan jaringan infrastruktur yang menyangkut banyak penghuninya, seperti jalan, air bersih, listrik, dan sarana-sarana lainnya.

2.Proyek Konstruksi Bangunan Gedung (Building Construction)

Gedung adalah tipe bangunan serba guna yang dapat memanfaatkan luas lahan yang terbatas dengan maksimal. Oleh karena itu, konstruksi bangunan gedung ini merupakan tipe pekerjaan atau proyek yang banyak dilakukan. Proyek bangunan gedung menekankan pada pertimbangan konstruksi, pertimbangan pada teknologi yang praktis, dan pertimbangan pada peraturan bangunan setempat.

3.Proyek Konstruksi Teknik Sipil (Heavy Engineering Construction)

Pada proyek konstruksi teknik sipil, pemilik proyek (owner) biasanya pemerintah, baik pemerintah pusat (tingkat nasional) atau pemerintah daerah (kabupaten/kota). Dalama pengerjaan proyek ini, berbagai elemennya seperti desain, keuangan, dan pertimbangan hukum tetap menjadi pertimbangan penting walaupun proyek ini lebih bersifat tidak mengambil keuntungan yang banyak (nonprofit) dan mengutamakan pelayanan masyarakat (public services).

Proyek teknik sipil merupakan proses penambahan infrastruktur pada lingkungan yang sudah terbangun (built environment). Beberapa jenis pekerjaan proyek konstruksi teknik sipil antara lain yaitu proyek pembangkit listrik, proyek jalan raya, proyek jalan kereta api, proyek bendungan, dan proyek pertambangan.

4.Proyek Konstruksi Bangunan Industri (Industrial Construction)

Proyek konstruksi bangunan industri membutuhkan keahlian khusus di bidang perencanaanya, terutama menyangkut desain dan konstruksinya. Hal itu karena bangunan industri harus dirancang sesuai dengan keperluan industrinya. Misalnya, bangunan industri mobil akan berbeda dengan bangunan industri baterai.

Proyek ini merupakan bagian yang relatif kecil dari industri konstruksi, tetapi merupakan komponen yang penting dalam pengembangan bangunan industri. Pemilik proyek (owner) ini biasanya suatu perusahaan atau industri yang besar, seperti perusahaan mobil, minyak, perusahaan farmasi, dan perusahaan kimia.

Fungsi Teknologi Konstruksi

Teknologi konstruksi memiliki fungsi yang sesuai dengan peruntukannya. Misalnya, proyek konstruksi bangunan pemukiman memiliki bentuk hasil akhir konstruksi yaitu tempat tinggal. Sehingga konstruksi bangunan pemukiman berfungsi sebagai tempat berlindung manusia dari segala cuaca. Pada saat ini tempat tinggal dapat berupa rumah tinggal, apartemen, villa, maupun kondotel.

Sementara itu, teknologi konstruksi berfungsi untuk mendukung pekerjaan dan aktivitas manusia, seperti kantor, gedung, toko, dan lapangan. Selain itu, teknologi konstruksi memiliki fungsi untuk mempermudah transportasi dan komunikasi, dalam bentuk konstruksi seperti jalan, jembatan, rel kereta, dsb.

Membuat Produk Konstruksi Miniatur Rumah

Dalam membuat sebuah produk konstruksi miniatur rumah, hal yang terlebih dahulu diperhatikan adalah mengenal bagian-bagian dasar sebuah rumah. Tahap selanjutnya adalah mengidentifikasi bahan, alat, serta teknik pembuatan yang dapat digunakan untuk membuat sebuah konstruksi miniatur rumah. Selanjutnya, barulah kita membuat sebuah konstruksi miniatur rumah dengan memerhatikan prosedur pembuatan dan keselamatan kerja serta potensi yang sesuai.

Mengenal Bagian-bagian Dasar Rumah

Rumah adalah salah satu bangunan tempat tinggal yang digunakan manusia untuk berlindung dari pengaruh cuaca ataupun beristirahat dari aktivitas yang dilakukannya di luar. Pada umumnya sebuah rumah memiliki tiga bagian dasar yang harus selalu ada agar bisa disebut rumah. Bagian-bagian tersebut adalah sebagai berikut.

1.Bagian Bawah/Dasar

Bagian ini terletak di bagian bawah dan disebut sebagai lantai. Lantai sebuah rumah dapat terbuat dari berbagai macam jenis bahan seperti keramik, kayu, granit, dll. Hal itu sangat tergantung dari keinginan dan kemampuan biaya para pemilik rumah.

2.Bagian Tengah/Ruangan

Bagian tengah ini tentunya terletak di bagian tengah (di atas lantai dan di bawah atap). Bagian tengah sebuah rumah terdiri dari dinding, pintu, jendela, dan ruangan/kamar. Idealnya sebuah rumah memiliki lima ruangan utama yaitu ruang tamu, kamar tidur, ruang keluarga, kamar mandi, dan dapur.

3.Bagian Atas/Penutup Rumah

Bagian atas rumah berfungsi untuk melindungi rumah dan akan terpengaruh oleh berbagai faktor alam seperti angin, air, dan suhu yang berganti dengan drastis setiap harinya. Oleh karena itu, model dan bahan bagian atas rumah harus kuat dan kokoh.

Fungsi bagian atas atau penutup rumah adalah untuk melindungi ruang yang ada di bawahnya, menahan radiasi panas berlebihan dari matahari, melindungi dari hujan dan menghambat pergerakan angin yang biasanya membawa debu. Bagian atas sebuah rumah biasanya terdiri dari atap, ring balok, plafond, konsol, selasar dan pergola.

Alat dan Bahan untuk Membuat Konstruksi Miniatur Rumah

Membuat sebuah miniatur rumah tidaklah sulit. Apalagi jika miniatur tidak harus benar-benar menyerupai kebutuhan teknis aslinya seperti fondasi yang terukur sesuai dengan beban bangunan, dsb. Kita dapat menggunakan alat dan bahan yang ada di sekitar kita untuk mulai berlatih membuat miniatur rumah.

Alat untuk Membuat Konstruksi Miniatur Rumah

Berikut ini adalah beberapa alat yang dapat digunakan untuk membuat sebuah miniatur rumah.

  1. Penggaris
    Penggaris merupakan sebuah alat yang dapat digunakan untuk mengukur panjang suatu benda. Dalam pembuatan sebuah rumah sederhana terkadang diperlukan teknik pengukuran agar bahan yang digunakan memiliki ukuran yang sama atau diinginkan sehingga terlihat rapi.
  2. Gunting
    Gunting merupakan alat yang digunakan untuk memotong bahan yang tipis, seperti: kertas, plastik tipis, pakaian, tali dan kabel. Alat ini sangat baik untuk memotong bentuk garis lurus atau pola melingkar.
  3. Cutter
    Cutter merupakan alat yang dapat digunakan untuk memotong bahan. Pisau cutter memiliki fungsi yang sama dengan gunting, tetapi cara penggunaan kedua alat ini berbeda. Cutter biasanya memiliki tingkat ketelitian dan kerapian yang lebih baik dibandingkan gunting. Cutter mampu memotong bentuk pola dengan ukuran kecil dan dapat memulai memotong dari bagian tengah/dalam suatu bentuk.
  4. Kuas
    Kuas adalah alat untuk mengecat miniatur rumah yang kita buat agar menjadi lebih indah pada saat diberi warna. Terdapat banyak varian kuas yang memiliki ukuran, bentuk dan bahan yang berbeda-beda sesuai dengan kebutuhan dan peruntukannya.

Bahan

Sementara itu, bahan utama yang biasanya digunakan untuk membuat sebuah miniatur rumah sebagai berikut.

  1. Polistirena/Styrofoam
    Styrofoam yang memiliki nama asli polistirena foam telah dikenal luas oleh masyarakat Indonesia. Bahan ini awal keberadaannya dimanfaatkan sebagai bahan isolator pada bahan konstruksi bangunan. Namun seiring perkembangan zaman, bahan ini banyak digunakan untuk membuat miniatur konstruksi.
  2. Korek Api
    Korek api atau disebut juga dengan geretan atau pemantik adalah sebuah alat untuk menyalakan api. Benda ini banyak dijual di toko atau warung. Korek api dapat digunakan untuk membuat sebuah miniatur rumah sederhana dengan bantuan lem dan triplek.
  3. Stik Es Krim
    Stik es krim merupakan sebuah alat yang biasa digunakan sebagai pegangan dalam sajian es krim. Selain itu, stik ini juga memiliki banyak manfaat dalam bidang kesenian karena keunikan dan keekonomisannya. Stik es krim telah banyak digunakan untuk membuat bingkai foto, hiasan dinding, ataupun miniatur rumah.
  4. Kardus
    Kardus merupakan suatu barang yang biasanya digunakan sebagai bahan untuk melindungi atau mengemas suatu produk selama distribusi dari produsen sampai ke konsumen. Biasanya kardus dibuat dari bahan dasar berupa kertas yang relatif mudah rusak. Selain sebagai bahan untuk kemasan, kardus juga banyak digunakan untuk bahan keterampilan.
  5. Triplek
    Triplek atau kayu lapis terbuat dari bahan kayu solid yang diolah menjadi beberapa lembaran tipis atau lapisan kayu yang arah seratnya disusun saling melintang antara lembaran bawah secara bersamaan dengan perekat khusus sehingga didapatkan bahan yang kuat. Kayu lapis ini banyak digunakan untuk pekerjaan konstruksi. Salah satunya banyak digunakan untuk membuat konstruksi miniatur rumah sederhana.
  6. Perekat
    Perekat dapat digunakan dalam kegiatan seni dan kerajinan, contohnya dalam membuat miniatur konstruksi rumah. Berbagai jenis perekat yang dapat digunakan antara lain power glue, double tape, dan selotip. Perekat digunakan untuk mempersatukan potongan bahan-bahan rancangan karya seni atau kerajinan.

Teknik Pembuatan Miniatur Rumah

Teknik dasar yang biasa digunakan untuk membuat sebuah miniatur rumah adalah teknik persambungan. Penyambungan atau teknik persambungan merupakan sebuah teknik yang digunakan untuk menyambungkan atau menggabungkan dua buah benda atau lebih. Ada dua jenis sambungan yang dikenal secara umum. Kedua jenis tersebut sebagai berikut.

  1. Sambungan Tetap (Permanent Joint)
    Sambungan tetap merupakan sambungan yang bersifat tetap, sehingga tidak dapat dilepas selamanya, kecuali dengan merusaknya terlebih dahulu. Contoh sambungan ini adalah sambungan dengan paku keling (rivet joint) dan sambungan las (welded joint).
  2. Sambungan Tidak Tetap (Semi Permanent)

    Sambungan tidak tetap merupakan sambungan yang bersifat sementara, sehingga masih dapat dibongkar pasang selagi masih dalam kondisi normal. Contohnya: Sambungan mur-baut/ulir (screwed joint) dan sambungan pasak (keys joint).

Membuat Rancangan Konstruksi Miniatur Rumah

Langkah pertama yang harus kamu lakukan dalam membuat miniatur rumah adalah membuat rancangan. Fungsi rancangan adalah sebagai gambaran umum dan pedoman seseorang dalam menghasilkan sebuah karya produk. Rancangan yang dibuat pada tahap ini meliputi rancangan bentuk atau sketsa dan rancangan pembuatan.

Rancangan Bentuk atau Sketsa

Desain, sketsa, atau rancangan bentuk merupakan sebuah gambaran bagaimana bentuk rumah yang akan dibuat. Dalam tahap pembuatan rancangan ini kamu perlu menuangkan seluruh daya kreativitasmu agar rancangan yang kamu buat dapat sebagus mungkin. Oleh sebab itu, jawablah beberapa pertanyaan berikut untuk dapat mempermudah dalam proses pengerjaan sketsa yang kamu buat.

  1. Apa konsep rumah yang akan kamu buat?
  2. Bagaimana bentuk rumah tersebut?
  3. Berapakah jumlah lantai yang ada pada rumah tersebut?
  4. Bagaimanakah bentuk atap yang akan digunakan?
  5. Bagaimanakah bentuk jendela, pintu, dan lantai yang akan digunakan dan berapakah jumlahnya?
  6. Berapakah ruangan yang akan ada di dalamnya?
  7. Apakah warna yang akan kamu gunakan untuk mempercantik rumah tersebut?
  8. Apa saja hal-hal yang dapat memperindah rumahmu itu?

Sketsa dapat dibuat dengan cara manual maupun menggunakan teknologi komputer. Dengan dibuatnya sketsa ini maka proses pembuatan yang akan dilakukan menjadi lebih mudah. Selain itu, dengan adanya rancangan ini kamu juga dapat menentukan bahan dan alat yang dapat digunakan.

Rancangan Proses Pembuatan

Selain rancangan yang berupa sketsa, rancangan proses pembuatan pun perlu dibuat agar kegiatan produksi miniatur rumah yang kita lakukan menjadi terarah. Rancangan ini meliputi rancangan alat dan bahan yang digunakan serta langkah kerja pembuatannya sesuai dengan gambar sketsa yang telah dibuat sebelumnya.

Prosedur atau Langkah Membuat Konstruksi Miniatur Rumah

Berikut adalah langkah-langkah yang harus diperhatikan untuk membuat konstruksi miniatur rumah yang baik.

  1. Menyiapkan Alat dan Bahan
    Alat dan bahan harus disiapkan berdasarkan rancangan yang telah dibuat sebelumnya. Contoh alat dan bahan membuat miniatur rumah dapat meliputi: Lem dan double tape sebagai perekat, Penggaris, gunting , dan cutter sebagai alat bantu kerja, styrofoam atau kertas karton untuk bahan membangun miniatur rumah, serta kuas dan cat warna untuk mewarnai rumah.
  2. Membuat Miniatur Rumah Berdasarkan Rancangan
    Dalam membuat miniatur rumah berdasarkan, perhatikan kembali sketsa yang telah dibuat lalu mulai bentuk berbagai bagian rumah meliputi: alas maket, lantai, dinding, atap. Setelah itu, warnai pula setiap bagian sesuai dengan warna yang telah ditentukan dalam sketsa. Selanjutnya, mulai ke pemasangan dengan merekatkan setiap bagian miniatur rumah pada tempatnya masing-masing.
  3. Melakukan Penyelesaian Akhir (Finishing)
    Penyelesaian akhir (finishing) diperlukan untuk mempercantik miniatur rumah. Kegiatan finishing ini dapat dilakukan dengan menambah warna, hiasan-hiasan di sekitar rumah, menambah halaman atau menambah hal-hal lainnya yang dapat membuat miniatur rumah menjadi semakin bagus.

Untuk lebih jelasnya, berikut adalah contoh prosedur dan langkah membuat teknologi konstruksi miniatur rumah yang dilengkapi dengan gambarnya.

Referensi

  1. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2017). Prakarya SMP/MTs Kelas VII. Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.