Ekonomi Digital merupakan sebuah fenomena sosial yang mempengaruhi sistem ekonomi, di mana fenomena tersebut mempunyai karakteristik sebagai sebuah ruang intelijen, meliputi informasi, berbagai akses terhadap instrumen informasi, kapasitas informasi dan pemrosesan informasi (Setiawan, 2018, hlm. 61-67).

Ekonomi digital merupakan ekonomi yang didasarkan pada barang dan jasa yang dihasilkan oleh perangkat elektronik dan di perdagangkan melalui perdagangan elektronik. Artinya, proses bisnis ini mempunyai kaitan dengan produksi elektronik dan proses manajemen yang berhubungan dengan mitra yang dilakukan melalui transaksi internet ataupun teknologi situs web (website).

Persaingan usaha yang semakin ketat dalam hal ekonomi digital sudah menjadi nyata dengan semakin berkembangnya teknologi informasi, oleh sebab itu para pengusaha terlebih para pengusaha ekonomi kreatif harus benar-benar memperhatikan fenomena tersebut serta mengetahui dan menguasasi digital marketing yang berhubungan dengan ekonomi digital (Sholihin, 2018, hlm. 17).

Oleh karena itu, ekonomi digital merupakan literasi penting yang harus digeluti dalam kaitannya dengan bidang ekonomi, manajemen organisasi, maupun bisnis secara umum. Berikut adalah beberapa pemaparan mengenai teori dan konsepsi dari ekonomi digital.

Pengertian Ekonomi Digital

Konsep ekonomi digital pertama kali dikemukakan oleh Don Tapscott (The Digital Economy, 2014, hlm. 32) yang menyatakan bahwa ekonomi digital adalah suatu sosiopolitik dan sistem ekonomi dengan karakteristik sebagai ruang intelijen, meliputi berbagai akses instrumen informasi, kapasitas informasi, dan pemrosesan informasi. Lebih lanjut, Tapscott juga menjelaskan bahwa ekonomi digital merupakan suatu sistem ekonomi yang kompleks dan merupakan fenomena yang baru muncul terkait aspek-aspek ekonomi mikro, makro, serta teori organisasi dan administrasi.

Sementara itu, menurut Hartman (2000) the virtual arena in which business actually is conducted, value is created and exchanged, transactions occur, and one-to-one relationship mature by using any internet initiative as medium of exchange. Artinya, ekonomi digital adalah berbagai aktivitas yang dilakukan mirip dengan versi aslinya di mana bisnis sebenarnya berada dilakukan, nilai dibuat dan dipertukarkan, terjadi transaksi, dan satu ke satu hubungan menjadi matang dengan menggunakan inisiatif internet sebagai alat tukar.

Dapat disimpulkan bahwa ekonomi digital adalah suatu sistem dan keadaan serta aktivitas ekonomi baru yang berbagai transaksi, evaluasi, serta akses instrumen pemrosesan instrumennya dilakukan secara digital dan menggunakan inisiatif internet sebagai alat tukar utamanya.

Unsur/Elemen Ekonomi Digital

Menurut (Vital Wave, 2014), terdapat tiga elemen dasar dalam membentuk suatu ekonomi digital di dalam pasar yang sedang berkembang, yakin sebagai berikut.

  1. Akses Internet
    Akses Internet merupakan hal paling dasar dalam menjalankan aktivitas ekonomi digital. Akses internet ini yang menjadi penghubung antara bisnis, pemerintah dan masyarakat. Dampak dari akses internet adalah terciptanya pelayanan digital (digital service) yang terkoneksi dengan masyarakat dana data.
  2. Akses transaksional
    Akses transaksional menjadikan suatu produk dan layanan menjadi dapat dinikmati dan dikonsumsi oleh masyarakat. Di dalam pasar yang berkembang ini, hal ini menjadi sesuatu yang cukup kompleks untuk mendukung keberlanjutan kemampuan akses transaksi. Akses transaksi ini memiliki dua buah manfaat seperti membuka peluang bagi jenis bisnis baru serta kemampuan di dalam mengelola efek dari economy shock.
  3. Entrepreneurship
    Entrepreneurship memegang peranan penting di dalam pengembangan sistem teknologi digital di kalangan entrepreneur. Entrepreneur memiliki fungsi dalam hal memastikan nilai yang dibuat dapat disimpan bagi negara dan masyarakat. Dalam menciptakan suatu keberhasilan ekonomi digital dalam sebuah negara diperlukan suatu transisi teknologi finansial dalam bentuk keuangan yang baru.

Komponen Ekonomi Digital

Komponen ekonomi digital yang berhasil diidentifikasi pertama kalinya adalah industri TIK, aktivitas e-commerce antarperusahaan dan individu, distribusi digital barang-barang dan jasa-jasa, dukungan pada penjualan-penjualan barang-barang terutama sistem dan jasa-jasa yang menggunakan internet.

Dengan demikian, ada tiga komponen utama konsep ekonomi digital dapat diidentifikasi yang meliputi:

  1. Infrastruktur e-bisnis (perangkat keras, perangkat lunak, telekomunikasi, jaringan, modal manusia, dll);
  2. E-bisnis (Bagaimana bisnis dilakukan, setiap proses yang dilakukan organisasi melalui jaringan yang dimediasi computer);
  3. E-commerce (transfer barang, misalnya saat buku dijual online) (Mesenburg, 2021).

Dapat disimpulkan pula bahwa komponen-komponen ekonomi digital terdiri atas beberapa komponen di bawah ini.

1. E-Commerce

E-commerce atau Electronic Commerce adalah proses transaksi jual beli yang lebih dari sekedar membeli dan menjual produk secara online akan tetapi meliputi seluruh proses dari pengembangan, pemasaran, penjualan, pengiriman, pelayanan, dan pembayaran para pelanggan, dengan dukungan dari jaringan para mitra bisnis di seluruh dunia (Yadewanil & Wijaya, 2017, hlm. 22).

Dengan kata lain, berbagai platform digital yang dapat melakukan transaksi jual-beli, hingga pengembangan, pemasaran, pelayanan, dan aspek-aspek bisnis serta ekonomi lainnya seperti Tokopedia, Traveloka, Marketplace Media Sosial, hingga website resmi produsen dapat disebut sebagai e-commerce. Berbagai manfaat e-commerce yang dapat dimanfaatkan oleh produsen yaitu sebagai berikut.

  1. Alat Penjualan dan Promosi
    E-commerce dapat dimanfaatkan oleh penjual atau produsen untuk menawarkan barang atau jasa kepada konsumen tanpa produsen bertemu langsung dengan konsumen, sehingga memudahkan keduanya untuk melakukan transaksi jual dan beli (Arifianto & Choiri, 2018: 176).
  2. Meningkatkan Daya Saing
    Pengakses Aplikasi e-commerce dari tahun ke tahun terus mengalami peningkatan, hal ini menunjukkan bahwa aplikasi ini dimanfaatkan dengan baik oleh masyarakat. Pengakses aplikasi ini pun tidak terbatas waktu, usia, jenis kelamin, agama, ras, dan lain sebagainya, karena semua orang dapat mengakses aplikasi ini jika terkoneksi dengan jaringan internet.
  3. Menjangkau Konsumen
    E-commerce Dapat dimanfaatkan penjual atau produsen untuk menjangkau target konsumen yang telah dibuat, karena penjual dapat menjual produknya secara langsung kepada pembeli atau konsumen.
  4. Alat Komunikasi
    Melalui E-commerce, penjual atau produsen dapat berkomunikasi dengan konsumen terkait barang atau jasa yang ditawarkan, sehingga konsumen tidak merasa dirugikan dan merasa percaya dengan produsen yang menawarkan barang dan jasanya (Arifianto & Choiri, 2018, hlm. 177).

2. Teknologi Finansial (Fintech)

Teknologi finansial atau yang biasa disebut sebagai fintech adalah penggunaan teknologi di dalam dunia keuangan yang menciptakan kemudahan (Douglas Arner, 2015). Teknologi finansial merupakan bidang bisnis yang mengarah kepada penyedia layanan keuangan dengan perangkat lunak dan teknologi modern di dalamnya (Weekly., 2017).

Pada dasarnya mendukung salah satu elemen penting dari ekonomi digital, yaitu akses transaksional. Tanpa e-wallet seperti OVO, GoPay, dan lainya, kemudahan transaksi finansial konsumen akan terhambat. Hal ini karena berbagai fintech tersebut memberikan akses mudah, cepat, proses instan dan dapat ditop-up atau diisi balance-nya dari berbagai tempat yang mudah dijangkau oleh masyarakat, seperti e-banking, mini market, kios pulsa, dan agen-agen lainnya.

3. Teknologi Informasi dan Komunikasi

Internet mungkin merupakan jembatan utama dalam membuka berbagai peluang baru dalam ekonomi digital. Namun demikian, tanpa pengaplikasian teknologi yang mumpuni dalam bidang informasi dan komunikasinya, perkembangan ekonomi digital tidak akan terjadi. Oleh karena itu, komponen penting lain dari ekonomi digital adalah TIK atau teknologi informasi dan komunikasi yang merupakan berbagai teknologi yang mencakup berbagai aspek pengolahan, penyajian, dan penyebaran informasi.

Teknologi informasi dan komunikasi dapat diartikan sebagai teknologi yang berhubungan dengan pengambilan, pengumpulan, pengolahan, penyimpanan, penyebaran, dan penyajian informasi (Jamal Ma’mur Asmani, 2011, hlm. 99). Teknologi informasi dan komunikasi mencakup dua aspek perpaduan yang tidak terpisahkan, yaitu: teknologi informasi yaitu segala hal yang pada penggunaan alat sebagai alat bantu dan pengelolaan informasi, dan teknologi komunikasi yang merupakan alat bantu untuk memperoleh dan menyebarkan pengetahuan antarkomunikator.

Referensi

  1. Arifianto, E.Y., Coiri, M. (2018). Pemanfaatan e-commerce dalam pebelajaran manajemen usaha kecil dan menengah. Jurnal Komunikasi Pendidikan Univetbantara, 2(1), 93-103. doi: https://doi.org/10.32699/ppkm.v6i2.678.
  2. Asmani, Jamal Ma’mur. (2011). Tips Efektif PemanfaatanTeknologi Informasi dan Komunikasi dalam Dunia Pendidikan. Yogyakarta: Diva Press.
  3. Douglas Arner, J. B. (2015). THE EVOLUTION OF FINTECH: A NEW POSTCRISIS PARADIGM? Sydney: University of New South Wales Law Research Series.
  4. Hartman, Amir., and John Sifonis. (2000). Net-Ready-Strategies for Succes in the EConomy. United States: Mc-Graw-Hill.
  5. Mesenburg, Thomas. (2001). Perubahan dalam Ekonomi Digital. Measuring the Digital
    Economy.
  6. Santoso, A.I., Ismail, A.I., Widiyanti, E. Kesiapan Umkm Industri Kreatif Kota Surakarta Dalam Menghadapi Masyarakat Ekonomi Digital ( Digital Economy Ecosystem ). Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat 2017, 2017, 272–77.
  7. Setiawan, A.B. Revolusi Bisnis Berbasis Platform Sebagai Penggerak Ekonomi Digital Di Indonesia. Masyarakat Telematika Dan Informasi : Jurnal Penelitian Teknologi Informasi Dan Komunikasi 9, no. 1 (2018): 61–67.
  8. Tapscott, D. (2014). The Digital Economy ANNIVERSARY EDITION: Rethinking Promise and Peril in the Age of Networked Intelligence.

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *