Pengertian Metode Penelitian Deskriptif

Metode penelitian deskriptif adalah metode yang dilakukan untuk mengetahui gambaran, keadaan, suatu hal dengan cara mendeskripsikannya sedetail mungkin berdasarkan fakta yang ada. Bukankah penelitian biasanya bersifat eksperimental, misalnya ingin mengetahui pengaruh X terhadap Z? Tidak semuanya seperti itu. Terdapat jenis penelitian semacam ini yang hanya ingin mengetahui bagaimana wujud X yang sebenar-benarnya jika diamati dengan cermat dan sistematis.

Metode penelitian deskriptif menurut Sugiyono (2018, hlm. 86) adalah suatu penelitian yang dilakukan untuk mengetahui nilai variabel mandiri, baik satu variabel atau lebih (independen) tanpa membuat perbandingan atau menghubungkan dengan variabel lain. Artinya penelitian ini hanya ingin mengetahui bagaimana keadaan variabel itu sendiri tanpa ada pengaruh atau hubungan terhadap variabel lain seperti penelitian eksperimen atau korelasi.

Mengapa ada penelitian yang semacam ini? banyak hal yang dapat dilakukan untuk menggali informasi lebih dalam dari yang tampak dan teramati melalui pengamatan saja. Misalnya, dalam mengembangkan atau menciptakan sesuatu, produk yang dihasilkan tentunya adalah suatu kesatuan. Sehingga jika kita melihatnya, maka apa yang kita lihat adalah kesatuan final tersebut. Padahal kesatuan tersebut dibuat dari berbagai unsur dan prinsip yang membangunnya.

Contohnya, dalam pengembangan metode pembelajaran, terdapat banyak unsur yang membentuknya meliputi pendekatan yang digunakan, model pembelajaran yang dipilih, media pembelajaran yang mendukungnya, hingga langkah pengaplikasiannya di kelas. Penelitian deskriptif berusaha untuk mengungkap berbagai detail yang tidak tampak tersebut agar metode pembelajaran dapat diterangkan sejelas-jelasnya dan bisa didapatkan berbagai data berharga yang dapat ditarik untuk penelitian selanjutnya atau digunakan untuk pengaplikasian terbaiknya.

Selain itu, bahkan terkadang penelitian kuantitatif pun hanya cukup disajikan deskripsinya saja. Mengapa? Karena tidak ada kepentingan untuk membandingkannya dengan misalnya, hasil survei lain. Apalagi jika survei yang dilakukan belum pernah dilakukan sebelumnya. Tidak semua penelitian kuantitatif ingin mengetahui korelasi atau hubungan antarvariabel. Bisa jadi angka statistik yang dibutuhkan hanya dari variabel itu sendiri.

Metode Penelitian Deskriptif Menurut Para Ahli

Berikut adalah beberapa pendapat lain mengenai definisi dan pengertian metode penelitian deskriptif menurut para ahli.

Arikunto

Menurut Arikunto (2019, hlm. 3) penelitian deskriptif adalah penelitian yang dimaksudkan untuk menyelidiki keadaan, kondisi atau hal lain-lain yang sudah disebutkan, yang hasilnya dipaparkan dalam bentuk laporan penelitian.

Narbuko

Menurut Narbuko (2015, hlm. 44), penelitian deskriptif adalah penelitian yang berusaha untuk menuturkan pemecahan masalah yang ada sekarang berdasarkan data-data, dengan menyajikan, menganalisis dan menginterpretasikannya.

Sukmadinata

Penelitian deskriptif adalah suatu bentuk penelitian yang ditujukan untuk mendeskripsikan fenomena-fenomena yang ada, baik fenomena alamiah maupun fenomena buatan manusia yang bisa mencakup aktivitas, karakteristik, perubahan, hubungan, kesamaan, dan perbedaan antara fenomena yang satu dengan fenomena lainnya (Sukmadinata, 2017, hlm. 72).

Koentjaraningrat

Penelitian kualitatif dengan desain deskriptif adalah penelitian yang memberi gambaran secara cermat mengenai individu atau kelompok tertentu tentang keadaan dan gejala yang terjadi (Koentjaraningrat, 1993, hlm. 89).

Langkah-langkah Penelitian Deskriptif

Secara umum, langkah-langkah penelitian deskriptif sebetulnya hampir sama dengan prosedur penelitian lainnya. Bisa jadi terdapat beberapa perbedaan apalagi jika menggunakan pisau analisis yang berbeda seperti apakah penelitian yang dilakukan berlandaskan penelitian kualitatif dan kuantitatif. Namun, secara umum, Sukardi (2014, hlm. 158- 159) menyebutkan langkah-langkah penelitian deskriptif adalah sebagai berikut.

  1. Mengidentifikasi adanya permasalahan yang signifikan untuk dipecahkan melalui metode deskriptif.
  2. Membatasi dan merumuskan permasalahan secara jelas.
  3. Menentukan tujuan dan manfaat penelitian.
  4. Melakukan studi pustaka yang berkaitan dengan permasalahan.
  5. Menentukan kerangka berpikir, dan pertanyaan penelitian dan atau hipotesis penelitian.
  6. Mendesain metode penelitian yang hendak digunakan termasuk dalam hal ini menentukan populasi, sampel, teknik sampling, menentukan instrumen pengumpul data, dan menganalisis data.
  7. Mengumpulkan, mengorganisasi, dan menganalisis data dengan menggunakan teknik statistika yang relevan.
  8. Membuat laporan penelitian.

Macam Macam Metode Penelitian Deskriptif

Membicarakan macam atau jenis penelitian deskrpitif tentunya sangatlah beragam. Penelitian ini dapat dipadukan dengan berbagai metode penelitian lainnya seperti deskriptif kualitatif, deskriptif kuantitatif, hingga deskriptif verifikatif. Berikut adalah beberapa macam penelitian deskriptif yang biasa dilakukan oleh para peneliti.

Metode Penelitian Deskriptif Kualitatif

Metode penelitian deskriptif kualitatif menurut Sugiyono (2018, hlm. 15 ) adalah metode penelitian yang berlandaskan filsafat postpositivisme yang biasa digunakan untuk meneliti kondisi objek yang alamiah, di mana peneliti berperan sebagai instrumen kunci dan melakukan melukiskan suatu keadaan secara objektif atau berdasarkan fakta-fakta yang tampak.

Selain itu metode penelitian deskriptif kualitatif menurut para ahli lain meliputi pendapat Sukmadinata (2017, hlm. 73) adalah metode yang digunakan untuk mendeskripsikan dan menggambarkan fenomena-fenomena yang ada, baik bersifat alamiah maupun rekayasa manusia, yang lebih memperhatikan mengenai karakteristik, kualitas, keterkaitan antar kegiatan.

Metode Penelitian Deskriptif Kuantitatif

Pengertian metode penelitian deskriptif kuantitatif adalah penelitian yang berusaha memperlihatkan hasil dari suatu pengumpulan data kuantitatif atau statistik seperti survei dengan apa adanya, tanpa dihitung atau dilihat hubungannya dengan perlakuan atau variabel lain. Jadi survei yang dilakukan adalah primadonanya. Survei bukan dilakukan untuk membandingkannya dengan hasil survei lain agar dapat menarik kesimpulan tertentu.

Untuk memastikan kesahihannya, tentu kita harus membandingkannya dengan pengertian metode penelitian deskriptif kuantitatif menurut para ahli. Berkenaan dengan hal tersebut, menurut Bungin (2015, hlm. 48-49) penelitian deskriptif kuantitatif adalah metode yang digunakan untuk menggambarkan, menjelaskan, atau meringkaskan berbagai kondisi, situasi, fenomena, atau berbagai variabel penelitian menurut kejadian sebagaimana adanya yang dapat dipotret, diwawancara, diobservasi, serta yang dapat diungkapkan melalui bahan-bahan dokumenter.

Metode Penelitian Deskriptif Analisis (Analitik)

Metode penelitian deskriptif analitik menurut Sugiyono (2018, hlm. 3) adalah metode untuk mendapatkan data yang mendalam, suatu data yang mengandung makna dan secara signifikan dapat mempengaruhi substansi penelitian.

Artinya metode ini menyajikan secara langsung hakikat hubungan antara peneliti dengan partisipan atau objek dan subjek penelitian. Metode ini juga berusaha untuk menganalisis subjek penelitian agar didapatkan data yang mendalam.

Metode Penelitian Deskriptif Verifikatif

Sedangkan metode verifikatif menurut Sugiyono (2018, hlm. 55) adalah metode penelitian yang pada dasarnya digunakan untuk menguji teori dengan pengujian atau pembuktian hipotesis. Verifikatif berarti menguji teori dengan pengujian suatu hipotesis apakah diterima atau ditolak.

Pengujian hipotesis dilakukan dengan menggunakan perhitungan statistik yang digunakan untuk menguji apakah benar variabel tersebut sesuai dengan hipotesis yang diajukan. Pada dasarnya penelitian ini adalah pembuktian yang dilakukan melalui deskripsi data yang diperoleh penelitian sebagai verifikasi ulang.

Metode Penelitian Deskriptif Korelasional

Bukankah korelasional itu timpang dengan penelitian deskriptif yang tidak meninjau korelasinya terhadap variabel lain? Deskriptif korelasional adalah penelitian yang dimaksudkan untuk mengumpulkan informasi mengenai hubungan antarvariabel dengan apa adanya pada saat penelitian dilakukan.

Artinya, meskipun masih meneliti pertautan atau hubungannya, hubungan tersebut hanya untuk disajikan saja, tidak untuk menarik kesimpulan tertentu dari hubungan yang terjadi. Contohnya, penelitian mengumpulkan hubungan antara pengajaran dengan metode ajarnya, tanpa menghiraukan efektivitas atau pengaruh dari metode ajar terhadap pengajaran.

Menurut Sugiyono (2018, hlm. 87) penelitian deskriptif korelasional adalah metode pertautan atau metode penelitian yang berusaha menghubung-hubungkan antara satu unsur/elemen dengan unsur/elemen lainnya untuk menciptakan bentuk dan wujud baru yang berbeda dengan sebelumnya.

Referensi

  1. Arikunto, Suharsimi. (2019). Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: Rineka Cipta.
  2. Bungin, Burhan. (2015). Metodologi Penelitian Kuantitatif: Komunikasi, Ekonomi, dan Kebijakan Publik Serta Ilmu-ilmu Sosial lainnya. Jakarta: Kencana Prenada
  3. Koentjaraningrat. (1993). Metode Penelitian Masyarakat. Jakarta: Gramedia.
  4. Narbuko, Cholid & Achmadi, Abu. (2015). Metodologi Penelitian. Jakarta: PT Bumi Aksara.
  5. Sugiyono. (2018). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.
  6. Sukardi. (2014). Metodologi penelitian pendidikan kompetensi dan praktiknya. Jakarta: Bumi Aksara.
  7. Sukmadinata, Nana Syaodih. (2017). Metode Penelitian Pendidikan. Bandung : PT Remaja Rosdakarya.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *