Perangkat Lunak atau Software adalah insruksi-inturksi yang ditujukan kepada komputer agar dapat melaksanakan tugas sesuai kehendak pemakai. Kehendak seperti apa yang dimaksud? Tentunya berbagai fungsi yang diperlukan oleh pengguna. Misalnya saat kita ingin mengetik suatu dokumen pada komputer, maka kita akan menggunakan perangkat lunak Microsoft Word.

Namun demikian perangkat lunak tidak hanya melulu suatu program atau aplikasi. Sistem operasi seperti Windows, Mac OS, dan Linux, dan aplikasi seperti Microsoft Word dan Microsoft Excel adalah contoh perangkat lunak (Kadir ,2017, hlm. 2). Perangkat lunak merupakan tulang punggung dari pengoperasian komputer.

Komputer sendiri sejatinya terdiri dari perangkat keras yang tidak dapat melakukan apa pun tanpa perangkat lunak. Krisbiantoro (2019, hlm. 7) berpendapat bahwa perangkat lunak atau piranti lunak adalah program komputer yang berfungsi sebagai sarana interaksi antara pengguna dan perangkat keras.

Selain menjadi sarana interaksi antara pengguna dan perangkat keras, tentunya perangkat lunak juga merupakan penerapan komputer yang sangat aplikatif untuk pengguna. Komputer yang dapat beroperasi menggunakan sistem operasi juga tidak dapat memberikan manfaat apabila tidak ada program aplikasi di dalamnya.

Belakangan istilah aplikasi jauh lebih banyak digunakan jika dibandingkan dengan perangkat apalagi peranti lunak bukan? Lalu sebetulnya apa perbedaan dari perangkat lunak dan aplikasi?

Perbedaan Perangkat Lunak dan Aplikasi

Sebetulnya secara sosiolinguistik keduanya digunakan tumpang-tindih dan tidak mengandung permasalahan berbahasa yang serius. Hal tersebut karena keduanya memiliki perbedaan minimum yang tidak akan membuahkan permasalahan besar.

Namun, untuk menjawab pertanyaan tersebut, perangkat lunak belum tentu berbentuk aplikasi, namun dapat berupa prosedur tertentu saja untuk menyelesaikan suatu permasalahan sistem. Bisa jadi suatu perangkat lunak juga hanya dirancang untuk menjalankan suatu mesin tertentu, tanpa kemampuan program yang dapat diaplikasikan ke pekerjaan di dunia nyata.

Menurut Jogiyanto HM (dalam Suhartini, 2017) Aplikasi merupakan penerapan, menyimpan sesuatu hal, data, permasalahan, pekerjaan ke dalam suatu sarana atau media yang dapat digunakan untuk diterapkan menjadi sebuah bentuk yang baru. Aplikasi ini juga terkadang disebut sebagai perangkat lunak program.

Dalam KBBI, Menurut KBBI Aplikasi didefinisikan sebagai penerapan dari rancang sistem untuk mengolah data yang menggunakan aturan atau ketentuan bahasa pemrograman tertentu. Aplikasi adalah suatu program komputer yang dibuat untuk mengerjakan dan melaksanakan tugas khusus dari user (pengguna).

Mudahnya, aplikasi itu Microsoft Word, Adobe Photoshop, dan program produktif lainnya. Sementara itu perangkat lunak dapat bermakna perangkat lunak sistem operasi seperti Windows dan Android, bisa juga berupa perangkat lunak aplikasi seperti  maupun perangkat lunak untuk membantu sistem komputasi lainnya.

Jenis Perangkat Lunak

Terdapat beberapa jenis perangkat lunak yang dapat dibedakan dari fungsi, jenis distribusi, sumber, dan lisensinya. Berdasarkan jenisnya, perangkat lunak terdiri dari sistem operasi (hanya untuk menjalankan perangkat keras) dan program aplikasi (word, excel, dsb). Berdasarkan jenis distribusi, terdapat perangkat lunak komersial (yang dijual lisensinya kepada kustomer) dan perangkat lunak custom (dirancang khusus untuk suatu perusahaan dan dijual berupa jasa).

Selanjutnya, terdapat perangkat lunak yang jenis lisensinya gratis (freeware), shareware (gratis namun dalam batas waktu tertentu), adware (gratis namun terdapat iklan), dsb. Dari sumber atau source codenya juga kita dapat membedakan perangkat lunak open source software yang berarti kode dibuka ke publik dan boleh dipublikasikan modifikasinya oleh siapa saja, dan close source software yang berarti kode tidak disebar ke publik dan tidak boleh didistribusikan oleh pihak lain.

Untuk lebih jelasnya, detail penjelasan mengenai jenis-jenis perangkat lunak ini dapat dilihat pada artikel di bawah ini.

Sistem Komputer 1 (Perangkat Keras & Perangkat Lunak)

Kebutuhan Perangkat Lunak

Dapat dilihat bahwa suatu perangkat lunak amatlah terkait dengan kebutuhan. Hal ini karena perangkat lunak merupakan pengendali yang dapat menentukan daya komputasi komputer akan digunakan untuk apa. Perangkat lunak dapat menjalankan berbagai instruksi terhadap perangkat kelas untuk menyelesaikan suatu kebutuhan atau keperluan pengguna.

Suatu kebutuhan atau keperluan apa yang dimaksud? Tentunya kebutuhan tersebut harus dapat menjadi solusi dari suatu permasalahan. Mudahnya, kita membutuhkan perangkat lunak yang dapat menyimpan dan memproses data karyawan lengkap dengan berbagai kebutuhan personalia seperti absensi, pengajian, dsb untuk menyelesaikan permasalahan departemen sumber daya manusia (HR) di suatu perusahaan.

Dengan demikian, perangkat lunak sangatlah terkait dengan perancangan serta berbagai kebutuhan fitur yang sesuai untuk menyelesaikan suatu permasalahannya. Seperti yang diungkapkan oleh Sukamto dan Shalahuddin (2018, hlm. 2), perangkat lunak adalah program komputer yang terasosiasi dengan dokumentasi perangkat lunak seperti dokumentasi kebutuhan, model desain, dan cara penggunaan.

Pendapat Sukamto dan Shalahuddin membawa kita pada aspek lainnya dari suatu perangkat lunak. Yaitu, Kebutuhan Perangkat Lunak. Saat mendengar kata “kebutuhan perangkat lunak” rasanya kita harus menyiapkan sesuatu untuk memenuhinya bukan? Misalnya kebutuhan perangkat keras berarti kita harus menyiapkan perangkat keras yang sesuai agar suatu perangkat lunak dapat berjalan. Hal itu benar, namun kebutuhan semacam itu disebut dengan kebutuhan nonfungsional.

Sementara itu yang akan kita bicarakan dalam kaitannya dengan perangkat lunak ini adalah kebutuhan fungsional. Artinya, suatu perangkat lunak harus memiliki fitur-fitur tertentu agar dapat menyelesaikan permasalahan penggunanya. Misalnya, perangkat lunak yang akan dibuat adalah sistem informasi untuk mengatur permasalahan sumber daya manusia di suatu perusahaan. Maka, perangkat tersebut setidaknya membutuhkan: 1) fungsi untuk menginput data karyawan, dan 2) fungsi untuk melakukan absensi.

Saat kebutuhan seperti itu telah didefinisikanlah suatu perangkat lunak memiliki fungsinya. Kebutuhan perangkat lunak ini biasanya dilakukan dalam tahap analisis sistem sesaat sebelum pengembangan perangkat lunak dilakukan. Biasanya analisis sistem kebutuhan akan mempertimbangkan seluruh kebutuhan fungsional perangkat lunak, mulai dari sistem, data, dan pemodelannya.

Fitur Perangkat Lunak

Dalam mengemban fungsinya, suatu perangkat lunak akan memberikan fitur tertentu untuk memenuhi kebutuhannya. Misalnya, kebutuhan fungsi untuk menginput karyawan akan difasilitasi oleh fitur pendaftaran pengguna baru pada aplikasi. Fitur tersebut harus mampu menerima input nama, alamat, no. Ktp, pendidikan terakhir, e-mail, password, dsb.

Fitur semacam ini terkadang disebut sebagai modul pula, misalnya modul pendaftaran pengguna baru. Fitur-fitur yang dapat memberikan kebutuhan perangkat lunak ini selanjutnya akan dibuat lis dan dijabarkan detail alur atau skenarionya. Dalam metode pengembangan waterfall, fitur-fitur ini disebut sebagai function list, sementara dalam metode pengembangan Scrum, fitur-fitur aplikasi ini disebut sebagai backlog.

Referensi

  1. Kadir, Abdul. 2017. Dasar Logika Pemrograman Komputer. Jakarta: PT Elex Medira Komputindo.
  2. Krisbiantoro, Dwi. (2018). Buku Ajar Aplikasi Komputer. Yogyakarta: Deepublish.
  3. Suhartini. (2017). Aplikasi Alat Bantu Belajar Bahasa Inggris Sekolah Dasar Menggunakan Adobe Flash Cs.6 (Studi Kasus: Sdit Fathona Baturaja). Jurnal Sistem Informasi Dan Komputererisasi Akuntansi (Jsk). Vol. 01. No. 01, Hal. 71-80, ISSN : 2579-4477.
  4. Sukamto & Shalahuddin. (2018). Rekayasa Perangkat Lunak Terstruktur dan Berorientasi Objek. Bandung: Informatika.

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *