Pengertian Sensasi

Sensasi adalah proses penerimaan rangsangan dari luar melalui pendeteksian dini terhadap energi fisik dari luar seperti cahaya, suara, panas, dan lain-lain melalui panca indera. Tahap pertama dari proses penerimaan informasi manusia ini selanjutnya akan diterjemahkan menjadi informasi yang bermakna bagi otak sebagai pusat pengolahan informasi manusia, seperti yang diungkapkan oleh Suparwi (2020, hlm. 32) bahwa sensasi adalah tahap pertama dalam proses menerima informasi dari luar lingkungan manusia dalam rangka menerima informasi sensoris (energi fisik dari lingkungan) melalui pengindraan dan menerjemahkan informasi tersebut menjadi sinyal-sinyal neural yang bermakna.

Sensasi dapat diartikan sesederhana pendeteksian dini terhadap energi dari dunia fisik (Fitri, 2021, hlm. 8). Hal tersebut karena proses penerjemahan informasinya sendiri tidaklah seperti pada proses persepsi yang membutuhkan penguraian lanjut. Seperti yang diungkapkan oleh Coon (dalam Suparwi, 2020, hlm. 32) bahwa sensasi adalah pengalaman elementer yang segera dan tidak memerlukan penguraian verbal, simbolis, atau konseptual, dan lebih berhubungan dengan kegiatan alat indra secara langsung.

Dengan kata lain, sensasi tidak membutuhkan pengolahan kognisi tingkat tinggi seperti pada proses persepsi. Perbedaan utama dari sensasi dan persepsi adalah sensasi mengacu pada hubungan antara dunia fisik dan pengindraannya melalui sistem sensorik, sedangkan persepsi melibatkan kognisi tingkat tinggi dalam penginterpretasian sinyal-sinyal sensorik.

Sensasi juga dimaknai sebagai proses penerimaan rangsangan dari luar melalui pendeteksian dini terhadap energi fisik dari luar seperti cahaya, suara dan panas melalui panca indera. Stimulus-stimulus yang dideteksi oleh panca indera mempengaruhi cara kerja tersebut. Dengan demikian, dalam sensasi, stimulus masih ditangkap sebagaimana adanya stimulus tersebut belum di interpretasikan sebagai imej (imagery).

Reseptor Sensasi

Sensasi berasal dari kata “saense” yang artinya alat pengindra, yang menghubungkan organisme dengan lingkungannya. Dengan demikian sensasi sangatlah terkait dengan reseptor atau alat indera yang mampu menerima rangsangan stimulus. Bahkan, sensasi adalah fungsi alat indra dalam menerima informasi dari lingkungan yang sangat penting bagi manusia.

Kita juga telah mengenal dan memiliki lima alat indra atau biasa disebut pancaindra. Kita mengelompokkannya pada tiga macam indra penerima, sesuai dengan sumber informasi. Sumber informasi bisa berasal dari luar indra oleh eksteroseptor, misalnya telinga atau mata. Informasi dari dalam indra diindra oleh ineroseptor, misalnya sistem peredaran darah.

Gerakan tubuh kita sendiri diindra oleh propiseptor, misalnya organ vestibular. Pada umumnya, setiap dari kita memiliki lima macam alat indra, yaitu indra pendengaran, peraba, pengecap, dan pem­bau. Kelima alat indra tersebut menjadi penunjang utama dalam memunculkan sensasi dengan proses dari setiap indra yang berperan.

Dengan demikian, sensasi juga merujuk pada pesan yang dikirimkan ke otak lewat penglihatan, pendengaran, sentuhan. penciuman dan pengecapan. Reseptor indrawi mata, telinga, kulit, otot, hidung dan lidah adalah penghubung antara otak manusia dan lingkungan sekitar. Semua indra memiliki andil untuk berlangsungnya berbagai fungsi-fungsi manusia seperti untuk berkomunikasi.

Proses Sensasi

Proses sensasi terjadi pada saat proses penerimaan rangsang oleh alat indera/ penginderaan yang belum diberi makna telah dilakukan. Proses sensasi biasa dilambangkan dengan SO-RS ayang berarti:

  1. Stimulus-Organisme-Respons, yang melibatkan proses fisik dari beragam alat indera;
  2. Selanjutnya stimulus mengenai alat indera atau reseptor dan disebut sebagai proses kedalaman;
  3. Setelah itu proses fisiologis yaitu stimulus yang mengenai alat indera diteruskan oleh syaraf sensoris ke otak, dan proses selanjutnya adalah proses psikologis yaitu proses di otak yang menyebabkan organisme mampu menyadari apa yang diterima dengan inderanya. Ini merupakan proses terakhir dari sensasi dan merupakan pengamatan atau sensasi yang sebenarnya.

Ketika sejumlah sensasi masuk ke dalam struktur yang lebih dalam dari sistem susunan syaraf, maka sensasi telah mulai berubah menjadi tahap persepsi.

Referensi

  1. Fitri, A. (2021). Psikologi kognitif. Jember: IAIN Jember.
  2. Suparwi, S. (2020). Pengantar psikologi kognitif. Salatiga: LP2M IAIN Salatiga.

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *