Pengertian Teks Deskripsi

Teks deskripsi adalah tulisan yang menggambarkan suatu objek, atau suasana secara terperinci dan jelas, sehingga pembaca seolah-olah ikut merasakan atau mengalaminya sendiri. Pengertian tersebut diperkuat oleh pendapat ahli di bawah ini.

Menurut Dalman (2018, hlm.94) mengungkapkan bahwa teks deskripsi merupakan suatu tulisan yang melukiskan atau menggambarkan objek atau peristiwa tertentu dengan kata-kata yang jelas dan terperinci, seakan-akan pembaca turut merasakan dan mengalami langsung apa saja yang di deskripsikan oleh penulis.

Masih bertalian dengan pendapat di atas, Kurniasari (2014, hlm. 141) berpendapat bahwa teks deskripsi berisi mengenai pengalaman melihat dan merasakan objek yang digambarkan secara jelas, sehingga pembaca seolah-olah dapat merasakan sendiri apa yang dilihat atau dirasakan oleh penulis.

Jenis Teks Deskripsi berdasarkan Bentuk

Jika kita memilah jenis teks deskripsi ditinjau dari bentuknya, teks ini dapat dibedakan menjadi dua jenis kategori, yakni:

  1. Teks deskripsi yang berdiri sendiri sebagai teks tunggal (karangan deskripsi, prosa non imajinatif deskripsi, dsb).
  2. Teks deskripsi yang menjadi bagian dari teks lain seperti cerpen, cerita fantasi, teks iklan, laporan hasil observasi, dsb.

Ciri Teks Deskripsi

Kita dapat membedah teks deskripsi berdasarkan cirinya, baik secara umum, maupun secara terperinci dari masing-masing unsur pembentuknya (tujuan, objek, isi, kaidah bahasa). Semuanya akan Dibahas secara komprehensif di sini. Dalman (2018, hlm.94) berpendapat bahwa ciri-ciri tersebut adalah sebagai berikut.

  1. Memperhatikan detail atau perincian tentang objek,
  2. Bersifat memberi pengaruh sensitivitas dan membentuk imajinasi pembaca,
  3. Disampaikan dengan gaya yang memikat dan dengan pilihan kata yang menggugah,
  4. Memaparkan tentang sesuatu yang dapat didengar, dilihat, dan dirasakan, misalnya: benda, alam, warna, dan manusia.

Sementara itu, masih berpendapat serupa, Kurniasari (2014, hlm.141), mengungkapkan bahwa ciri-ciri teks deskripsi meliputi hal berikut ini:

  1. Isinya menggambarkan suatu benda, tempat, makhluk hidup, atau suasana tertentu.
  2. Penggambaran yang dilakukan dengan menggunakan panca indra yang digunakan di antaranya indra pengelihatan, indra pendengaran, indra penciuman, indra pengecapan, atau indra perabaan.
  3. Tujuan membaca paragraf deskripsi, yakni seolah-olah orang yang membaca atau diceritakan ikut merasakan dan melihat sendiri objek yang dimaksud.

Selain ciri umum di atas, kita juga dapat memilah ciri teks ini menjadi ciri khusus dari setiap bagiannya. Berikut adalah pemaparannya.

Ciri Teks Deskripsi berdasarkan Tujuan

  1. Tujuan teks deskripsi adalah menggambarkan objek secara memerinci secara subjektif yang berarti melukiskan kondisi objek berdasarkan sudut pandang penulis.
  2. Teks deskripsi bertujuan menggambarkan atau melukiskan secara rinci melalui penggambaran yang sekonkret mungkin suatu objek, suasana, atau perasaan, sehingga pembaca seolah-olah melihat, mendengar, dan mengalami apa yang dideskripsikan oleh penulis.

Ciri Objek Teks Deskripsi

Objek yang dibicarakan dalam teks deskripsi bersifat khusus atau objek tertentu yang berbeda dari objek yang lain (unik). Objek yang dideskripsikan bersifat personal (subjektif, berdasarkan pembawaan penulis).

Ciri Isi Teks Deskripsi

Intinya, berdasarkan isi, teks deskripsi akan secara terperinci, merinci bagian-bagian dari objek yang dideskripsikan secara konkret, menggunakan kata khusus. Berikut adalah penjabarannya.

  1. Isi teks deskripsi diperinci untuk menjadi perincian dari bagian-bagian yang membentuk kesatuan suatu objek
  2. Isi deskripsi menggambarkan secara konkret atau nyata, misalnya: bukit itu indah, indah itu seperti apa? misalnya: bukit itu indah, berwarna hijau dan tampak segar diselimuti oleh pegunungan toska dan langit biru terang yang membentang.
  3. Menggunakan banyak kata khusus. Misalnya, kata umum adalah: warna, kata khususnya meliputi: hijau, biru, oranye, dsb.
  4. Bersifat personal dengan kandungan emosi penulisnya, sehingga biasanya menggunakan kata-kata emosi kuat (ibuku yang tangguh, kemolekan pantai, ombak menggempur, dsb).

Ciri Teks Deskripsi dari segi Penggunaan Bahasa (Kaidah Kebahasaan)

Teks deskripsi dapat dibedakan dilihat dari segi penggunaan bahasa atau kaidah kebahasaannya. Berikut adalah beberapa ciri tersebut dari segi penggunaan bahasa atau kaidah kebahasaannya.

  1. Menggunakan kata-kata khusus untuk mengongkretkan, misalnya tidak hanya menggunakan kata umum “warna” tapi langsung menyebut: kuning, merah, hijau, biru, dsb.
  2. Menggunakan kalimat rincian untuk mengongkretkan, contohnya: Ibuku adalah orang yang sangat baik. Dilanjutkan dengan kalimat rincian dari baik: “Ia selalu berusaha untuk menolong orang lain dan tutur katanya lembut kepada siapa saja”.
  3. Menggunakan kata yang lebih terasa emosinya (emosi kuat). Misalnya, daripada menggunakan indah, biasanya teks ini menggunakan sinonim yang emosinya lebih kuat seperti: elok, molek, permai, menakjubkan.
  4. Menggunakan majas atau gaya bahasa yang menggunakan perumpamaan. Contohnya: “Hamparan laut biru toska bak permadani indah yang terbentang luas, diiringi oleh nyiur melambai dan angin laut yang dengan lembut mengelus wajah kita”.
  5. Menggunakan bahasa yang membuat pembaca seakan melihat, mendengar, dan merasakan apa yang dideskripsikan.
  6. Banyak menggunakan kata ganti orang: Ibuku, Anda, Kita, Kalian, Kami, dsb.

Struktur Teks Deskripsi

Secara umum, struktur teks deskripsi terdiri dari: identifikasi, deskripsi bagian, dan penutup. Berikut adalah rinciannya.

  1. Deskripsi Umum
    Terdiri dari: Identifikasi dan klasifikasi. Identifikasi berisi ciri objek, tanda dan sebagainya yang diamati. Klasifikasi adalah pengelompokan menurut jenis dan kelompok.
  2. Deskripsi Bagian
    Berisi tentang gambaran-gambaran bagian dari objek yang dideskripsikan.
  3. Penutup
    Merupakan kesan umum dari penulis mengenai objek yang telah dideskripsikan secara umum dan bagian demi bagian.

Penjabaran di atas diperkuat oleh pendapat ahli, yakin Mahsun (2014, hlm.45) yang mengungkapkan bahwa struktur deskripsi terdiri dari:

  1. Judul
    Dalam judul, biasanya dibubuhkan beberapa kata yang mewakili isi dari teks deskripsi dan objek yang dideskripsikan.
  2. Deskripsi umum
    Berisi mengenai definisi atau identitas objek yang akan dideskripsikan
  3. Deskripsi bagian
    Adalah penjelasan dan pengklasifikasian objek yang dideskripsikan. Pengklasifikasian digambarkan dengan lebih rinci dengan cara memberikan gambaran-gambaran yang konkret dan jelas mengenai bagian dari objek yang dideskripsikan.

Pola Pengembangan Paragraf Teks Deskripsi

Kurniasari (2014, hlm.142), mengungkapkan bahwa pola pengembangan paragraf deskripsi terbagi menjadi dua dua, yakni:

  1. Pola Subjektif
    Pola subjektif adalah pola yang digunakan untuk menggambarkan objek yang dimaksud namun dengan cara penggambaran yang disertai dengan opini dari penulis misalnya “tempat tersebut nyaman dilihat, menyenangkan, dan menyeramkan”. Kalimat tersebut termasuk jenis subjektif dari orang yang menggambarkan.
    Pola subjektif adalah menggambarkan objek yang dideskripsikan dengan cara, opini, pendapat penulisnya sendiri.
  2. Pola Objektif
    Sementara pola objektif berarti penggambaran yang tidak disertai dengan opini atau pendapat penulis, namun objek justru digambarkan sesuai apa adanya. Biasanya, pola ini digunakan untuk menulis karya tulis ilmiah yang berarti dalam teks deskripsi yang tidak berdiri sendiri (berada dalam teks lain).

Jenis teks deskripsi yang tidak berdiri sendiri atau berada dalam teks lain, memiliki beberapa aspek pertimbangan yang berbeda. Yakni, pendekatan dan pola penyajiannya. Berikut adalah penjabarannya.

Pendekatan Deskripsi

Deskripsi dapat dibuat dengan menggunakan pendekatan tertentu. Pendekatan tersebut menurut Keraf (1981: 104-131), adalah sebagai berikut.

  1. Pendekatan Realistis
    Pendekatan yang realistis berusaha agar deskripsi yang dibuat terhadap objek yang tengah diamati digambarkan sangat sesuai dengan keadaan yang nyata dan dapat dilihat bukti objektifnya.
  2. Pendekatan yang Impresionis
    Pendekatan Impresionis merupakan pendekatan yang berusaha menggambarkan sesuatu secara sepintas objektifitasnya, hampir dapat dikatakan subjektif, walaupun begitu, penulis tetap tidak mengada-ada dan tetap mengikuti kaidah yang berlaku. Hal ini biasa dilakukan ketika deskripsi bukanlah bagian utama dari tulisan.
  3. Pendekatan menurut Sikap Penulis
    Pendekatan ini adalah pendekatan yang mengacu pada bagaimana sikap dan pandangan penulis terhadap objek yang dideskripsikannya. Penulis bebas menentukan salah satu sikap seperti bersungguh-sungguh, atau justru tidak terlalu mengabaikannya, mengambil sikap ironis, dsb.

Pola Penyajian Deksripsi

Keraf (1981: 138-141), mengemukakan bahwa pola urutan penyajian deskripsi mencakup persoalan-persoalan tentang bagaimana suatu hal itu dipandang. Pola sudut pandang tersebut dapat diklasifikasikan dengan beberapa jenis pola di bawah ini.

  1. Pola Statis
    Dalam pola ini, penulis atau pengamat dalam keadaan diam (statis), sehingga dapat melayangkan pandangannya kepada tempat yang akan dideskripsikan dengan mengikuti urutan-urutan tertentu dari mulai titik pandang tertentu di mana ia tengah berada (diam).
  2. Pola Bergerak
    Pola kedua adalah memandang suatu objek dengan kondisi yang bergerak. Sehingga, penulis dapat mendeskripsikan bagaimana suasana dan perasaan yang ia rasakan ketika melihat hal tersebut dalam keadaan bergerak. Contohnya: pohon yang di depan terasa ditinggalkan lebih cepat, sementara gunung belakang masih tampak.
  3. Pola Kerangka
    Pola kerangka adalah ketika objek yang dideskripsikan terlalu besar atau luas, sehingga sulit untuk mendeskripsikannya menjadi satu kesatuan. Sehingga, deskripsi dibuat kerangkanya, sehingga dapat dideskripsikan berdasarkan bagian-bagiannya.

Contoh teks deskripsi dapat dilihat pada laman di bawah ini:

Baca juga: Contoh Teks Deskripsi beserta Strukturnya (Berbagai Tema)

Referensi

  1. Dalman. (2018). Keterampilan Menulis. Jakarta: Raja Grafindo Persada.
  2. Keraf, Gorys. (1981). Eksposisi dan Deskripsi. Jakarta: Nusa Indah.
  3. Kurniasari, Anna Nurlaila. (2014). Sarikata Bahasa dan Sastra Indonesia. Yogyakarta : Solusi Distribusi.
  4. Mahsun (2014). Teks dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia Kurikulum 2013. Jakarta: Raja Grafindo Persada.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *