Pengertian Kubisme

Kubisme adalah aliran seni rupa yang memuat beberapa sudut pandang dari suatu objek atau figur dalam satu gambar yang sama, sehingga menghasilkan lukisan yang terfragmentasi dan terdeformasi. Artinya, sudut pandang objek dalam lukisan tidak akan mirip dengan kenyataan karena berbagai sudut pandang dapat dicampurkan dalam satu objek atau lebih

Aliran kubisme juga biasanya memecah gambar melalui penyederhanaan objek hingga menyerupai bentuk geometris. Suatu lukisan potret dapat terdiri dari angle samping dan angle depan secara bersamaan sehingga menghasilkan kejanggalan yang artistik. Hal ini juga biasanya membuat karya kubisme tampak abstrak namun sebetulnya kita masih dapat mengamati beberapa figur dan objek yang jelas, hanya sudut pandang atau hanya beberapa bagiannya saja yang tidak utuh.

Sejarah Kubisme

Kubisme dapat dikatakan bermula pada sekitar tahun 1907, ketika Pablo Picasso mulai menggunakan gaya ini dalam karya berjudul “Demoiselles D’Avignon”. Karya ini disebut sebagai prototype atau karya pra-Kubisme. Dalam karya ini sudah tampak berbagai ciri-ciri aliran kubisme seperti distori yang radikal pada hidung, latar yang terfragmentasi dan mata yang posisinya janggal namun memberikan ekspresi artistik. Georges Braque yang melihat lukisan itu di studio Picasso tertarik dan menanggapi gaya yang digunakan Picasso dengan mengeksplorasi gaya yang serupa.

Contoh Karya Kubisme: Demoiselles D'vignon, karya Pablo Picasso.
Demoiselles D’vignon, karya Pablo Picasso. diperoleh dari: pablopicasso.org

Akhirnya aliran ini tercipta melalui eksperimen mereka berdua, Pablo Picasso dan Georges Braque. Kolaborasi erat antara Picasso dan Braque dimulai pada tahun 1909 dan memiliki dampak penting untuk asal-usul aliran kubisme. Kedua seniman ini bertemu secara teratur untuk membahas perkembangan eksperimen mereka. Keduanya tinggal di bagian Montmartre bohemian di Paris pada tahun-tahun sebelum dan selama Perang Dunia I. Hal itu membuat kolaborasi mereka lebih mudah untuk dilakukan.

Asal-Muasal Penamaan Aliran Kubisme

Lalu mengapa aliran ini sendiri disebut Kubisme? Nama aliran Kubisme berasal dari komentar yang dibuat oleh kritikus Louis Vauxcelles ketika melihat beberapa lukisan Georges Braque yang dipamerkan di Paris pada tahun 1908. Ia mendeskripsikan lukisan Braque menyederhanakan objeknya menjadi bentuk geometris sehingga tampak kekubus-kubusan; cube (cubist). Istilah itulah yang menyebar ketika aliran ini semakin mendapatkan perhatian publik.

Inspirasi dan Pengaruh

Kubisme dapat dikatakan dipengaruhi dan terinspirasi oleh karya-karya Paul Cezanne, hingga salah satu fase awalnya disebut Cezzanian Cubism. Karya Cezanne sudah tidak memperhatikan perspektif yang akurat, sehingga karya yang ia lukis tidak memiliki perspektif yang konsisten. Hal itu membuat beberapa objek dalam lukisan  tampak ganjil karena tidak adanya perspektif yang jelas. Namun itu adalah salah satu hal yang membuatnya tampak lebih menarik dibandingkan dengan karya klasik yang pada masa itu sudah dianggap sudah dianggap terlalu datar.

Pablo Picasso juga terinspirasi oleh topeng-topeng dari suku Afrika. Gaya yang digunakan untuk membuat topeng-topeng tersebut sangat tidak natural/realistik, penuh distorsi namun tetap menghadirkan citra manusia yang hidup. Picasso sempat berkata: “Wajah terdiri dari mata, hidung dan mulut yang dapat didistribusikan dengan cara apa pun sesuai dengan keinginan Anda’. Artinya bisa saja kita menggambar mulut di atas hidung dan mata dibawah hidung, jika kita menginginkannya. Itu adalah salah satu cara pandang Kubisme yang penting untuk di garis bawahi.

Jenis Kubisme

Aliran kubisme berkembang dalam dua fase yang berbeda. Fase pertama adalah Kubisme Analitik (Analytics Cubism), dan fase selanjutnya adalah Sintesis (Synthetic Cubism). Namun tahapan Kubisme ini masih diperdebatkan dan terus diperbarui hingga hari ini. Beberapa pendapat Ahli lain mengatakan bahwa Kubisme memiliki tiga bahkan empat fase. Satu fase sebelum Analitik, dan satu lagi setelah Sintesis. Jenis-jenis aliran Kubisme tersebut adalah:

Kubisme Cezannian / Cezannian Cubism (1908 – 1909)

Ini adalah fase awal dari Kubisme, yang masih mentah-mentah terinspirasi dari karya-karya Cezanne. Pandangan retrospektif terhadap Cezanne banyak mengilahmi seniman-seniman untuk mengambil sisi positif dari karyanya. Salah satunya adalah kebebasan perspektif yang dapat membuat karya lebih dinamis dan tidak hanya mengimitasi alam.

Kubisme Analitik / Analytics Cubism (1910 – 1912)

Disebut analitik karena pada fase ini Kubisme berkembang dengan cara yang sangat sistematis. Karya didasarkan pada observasi objek dalam konteks latar belakang dan eksplorasi berbagai sudut pandangnya. Picasso dan Braque membatasi subjek mereka pada genre potret tradisional dan still life. Mereka juga membatasi palet mereka pada warna bumi (earth tone) dan abu-abu yang dimatikan untuk mengurangi kejelasan antara bentuk figur dan objek yang terfragmentasi.

Kubisme Sintesis / Synthesis Cubism (c.1912 – c.1914)

Pada tahun 1912 Picasso dan Braque mulai memperkenalkan unsur-unsur asing ke dalam komposisi mereka. Picasso menambahkan wallpaper yang mirip anyaman pada karyanya yang berjudul: Still Life with Chair-Caning (1912). Braque menempelkan guntingan koran ke kanvasnya, memulai eksplorasi gerakan kolase. Intinya fase ini disebut Sintesis karena mereka mulai menyusun dan menggabungkan benda non cat pada lukisannya.

Kubisme Kristal / Crystal Cubism (1915 – 1922)

Kubisme kristal adalah bentuk penyederhanaan dari berbagai fase sebelumnya. Pada fase ini kubisme ditekankan terhadap bidang geometris datar yang saling tumpang tindih (juxtaposed). Disini kubisme menjadi lebih dekat pada abstrak formalistik, karena bentuk nonrepresentatif geometris hampir mengontrol seluruh elemen karya seni.

Ciri-Ciri Aliran Kubisme

Beberapa ciri-ciri dominan yang biasanya tampak pada aliran kubisme adalah sebagai berikut.

  1. Menggunakan beberapa perspektif sekaligus dalam satu gambar, sehingga menunjukkan objek dari berbagai sudut pandang.
  2. Melakukan deformasi dan dekonstruksi terhadap objek yang di lukis (mulut diatas mata, hidung dibawah, dsb).
  3. Menyederhanakan objek menjadi mirip dengan bentuk geometris (hidung seperti segitiga, siku seperti trapesium, dsb).
  4. Mengeksplorasi bentuk terbuka, membiarkan ruang mengalir melalui bentuk, memadukan latar belakang ke objek didepannya.
  5. Pada fase kedua Kubisme (Synthetic Cubism) seniman kubisme banyak menggunakan benda sehari-hari sebagai tanda abstrak (potongan koran, dsb).

Seniman Penting & Contoh Karya Kubisme

Banyak seniman yang terlibat dalam aliran kubisme, karena aliran ini sudah dapat digolongkan pada mazhab atau aliran yang cukup besar. Berikut adalah beberapa seniman yang berpengaruh besar pada aliran ini, dilengkapi dengan contoh karya & analisis singkatnya.

Georges Braque

Georges Braque berada di garis depan gerakan seni revolusioner Kubisme. Karya Braque sepanjang hidupnya berfokus pada objek still life dan cara melihat objek dari berbagai perspektif melalui warna, garis, dan tekstur. Ia disebut-sebut sebagai pencetus dan pengembang utama dari Kubisme, meskipun Picasso yang lebih mempopulerkannya ke publik.

Braque memulai pergerakan seninya sebagai anggota Fauvisme, ia mulai mengembangkan Kubisme setelah bertemu dengan Pablo Picasso. Bahkan dalam suatu fase lukisan-lukisan mereka memiliki banyak kesamaan dalam warna, gaya, dan tema. Namun Braque menyatakan bahwa tidak seperti Picasso, karyanya lebih cenderung terhadap komposisi murni dari ruang dan gambar. Berbeda dengan Picasso yang menggunakan figur dan objek sebagai Tanda Ikon. Braque mencari keseimbangan dan harmoni dalam komposisinya, terutama melalui papier collés, teknik kolase kertas yang ditemukan berbarengan dengan eksperimennya terhadap Kubisme di tahun 1912.

Contoh Karya Aliran Kubisme: Bottle and Fishes (1910-12) dan Analisisnya

Contoh Karya Kubisme: Bottle and Fishes (1910-12) oleh Georges Braque
Bottle and Fishes (1910-12) oleh Georges Braque

Ciri-ciri kubisme sangat terasa pada lukisan ini. Objek-objek seperti ikan terfragmentasi, bagian setengah kepala dibawah, sisanya diatas. Beberapa objek yang dilukis pun tampak terbuka dan menyatu dengan latar belakang. Penyederhanaan bentuk juga sangat kental terjadi, berbagai objek di lukisan ini tampak hanya seperti bentuk geometris yang saling menumpuk satu sama lain. Botol tampak berfungsi sebagai satu-satunya jembatan ke gambar representatif dalam dunia deformatif yang radikal tersebut.

Braque menggambar botol dan ikan sepanjang karier melukisnya. Lukisan ini adalah salah satu contoh dari Analytic Cubism, fase awal kolaborasinya mengembangkan kubisme bersama Picasso. Lukisan ini memiliki karakteristik palet warna earth tone yang ringan, sehingga menghasilkan citra yang lembut meskipun objek yang dilukis terhitung berantakan dan banyak. Tekstur sapuan kuas yang dinamis mengisi berbagai potensi kekosongan pada unsur lukisan yang besar dan luas. Komposisinya yang rapi dengan menggunakan objek vertikal yang bertumpu pada tumpuan horizontal ikut membantu menyeimbangkan lukisan ini.

Pablo Picasso

Pablo Picasso adalah seniman paling dominan dan berpengaruh pada paruh pertama abad ke-20. Terutama karena perintisan Kubismenya bersama Georges Braque. Ia juga disebut sebagai penemu teknik kolase dan memberikan kontribusi besar pada aliran Simbolisme dan Surealisme. Meskipun karya utamanya adalah lukisan, namun patungnya juga sangat berpengaruh, dan dia juga menjelajahi berbagai media dan bidang lain seperti seni grafis dan keramik. Picasso memiliki kepribadian karismatik, sehingga mudah baginya untuk menjadi semakin terkenal.

Picasso dipengaruhi oleh Paul Cézanne dan Henri Rousseau, hingga seni prasejarah dan kira-kriya suku Afrika. Picasso banyak meminjam struktur dan imaji-imaji pengaruhnya tersebut membawanya menuju Kubisme, di mana ia mendekonstruksi konvensi perspektif mapan ala Renaisans. Inovasi-inovasi ini akan memiliki konsekuensi yang luas untuk hampir semua seni modern, merevolusi sikap seniman terhadap penggambaran bentuk dan ruang.

Pendalaman Picasso pada Kubisme juga akhirnya membawanya ke penemuan teknik kolase, di mana ia meninggalkan gagasan gambar sebagai jendela pada benda-benda di dunia. Ia mulai menganggapnya hanya sebagai susunan tanda-tanda yang digunakan dengan cara berbeda. Terkadang objek tersebut hanya berupa ikon (representasi langsung), terkadang juga menjadi simbol. Buah pemikiran ini juga akan sangat berpengaruh selama beberapa dekade kedepan dari era Kubisme.

Contoh Karya Pablo Picasso: Guernica dan Analisisnya

Contoh lukisan Kubisme Guernica oleh Picasso
Contoh lukisan kubisme Guernica oleh Picasso

Guernica (1937) karya Pablo Picasso adalah salah satu lukisan paling terkenal sepanjang masa. Seperti banyak karya seni terkenal lainnya, makna lukisan ini tidak jelas dan dibiarkan terbuka lebar untuk ditafsirkan. Guernica adalah kota kecil di Spanyol utara yang menjadi sasaran latihan pemboman oleh Luftwaffe Jerman selama Perang Saudara Spanyol.

Melihat kebiasaan Picasso yang sering menggunakan tanda metafor, kemungkinan besar lukisan ini menampilkan banyak simbol, seperti banteng, kuda, dan seorang pria dengan pedang. Berbagai objek dan figur tersebut tampaknya memperlihatkan adegan adu banteng. Olahraga tradisional yang ekstrim ini secara tidak langsung adalah simbol dari Spanyol.

Tapi Guernica tidak menggambarkan kemenangan matador melawan banteng seperti pada karya umumnya. Alih-alih lukisan ini menggambarkan kekalahan. Banteng tampak berdiri tegak dan dielukan kemenangannya. Sementara di sebelahnya tampak seorang matador tergeletak dengan pedang patah di tangan. Di sisi lain, kudanya sekarat dan tampak kesakitan. Picasso seperti ingin mengatakan bahwa Bangsanya (Spanyol) telah kalah oleh bangsanya sendiri dan semua pihak menderita; perang saudara. Perang hanya menyisakan manifestasi dari ego akan kekuasaan itu; Banteng, sosok antagonis yang seharusnya dikalahkan oleh sang Matador.

Diperkuat oleh pernyataan-pernyataan Picasso, tema utama Guernica adalah perang. Ia menyajikan gambaran tentang dampak perang yang menghancurkan. Picasso menyelesaikan Guernica pada tahun 1937 ketika kekisruhan politik meluas tidak hanya di Spanyol, tetapi di seluruh dunia. Perang Dunia II dimulai hanya beberapa tahun setelah lukisan ini selesai dibuat.

Di Guernica, banyak  korban berjatuhan, bahkan beberapa masih hidup dalam penderitaan. Hal itu sesuai dengan gambaran yang ada di lukisan ini. Sosok terlentang di lukisan ini yang tampak seperti mayat dan di dibingkai oleh korban yang masih hidup namun terluka parah dan kesakitan. Kepalanya digambarkan terlempar ke belakang sambil meratap kesakitan. Sosok di sebelah kiri adalah seorang ibu yang menggendong bayi yang tampaknya telah meninggal dalam tragedi kemanusiaan tersebut.

Juan Gris

Juan Gris adalah satu-satunya seniman yang cukup berbakat untuk membuat Picasso merasa terancam. Gaya kubismenya dibangun di fondasi Kubisme awal namun selanjutnya ia mengarah ke arah kubisme baru. Sebagai anggota dari kelompok seniman avant-garde di Paris, Gris mengadaptasi eksperimen Pablo Picasso dan Georges Braque. Lukisan-lukisan Gris unik, berbeda dari seniman lainnya karena latar belakangnya sebagai ilustrator, ia terbiasa bermain dengan elemen-elemen desain yang biasa digunakan untuk membuat gambar komersial.

Berbeda dengan Kubis lain, tujuan utama Gris adalah untuk memanjakan mata. Seperti yang dikatakan oleh seniman itu sendiri, ‘Saya lebih suka emosi yang memperbaiki aturan’. Terlepas dari perlakuan yang sama radikalnya terhadap ruang dan objek, komposisi Gris tetap seimbang, palet yang dipilih adalah warna-warna yang terang, dan subjek yang sering digunakan adalah tema avant-garde. Seperti Picasso dan Braque, ia juga mulai menempelkan kertas koran dan iklan ke dalam karyanya. Ciri khasnya dalam teknik kolase adalah ia meninggalkan potongan iklan/koran yang lebih besar, seolah-olah tetap ingin menjaga integritas informasi aslinya.

Contoh Karya Kubisme Harlequin with a Guitar dan Analisisnya

Contoh Karya Kubisme: Harlequin with a Guitar oleh Juan Gris
Harlequin with a Guitar oleh Juan Gris

Lukisan ini adalah karya favorit mentor Gris, Picasso. Harlequin adalah karakter utama di commedia dell’arte (teater topeng yang berasal dari Italia abad ke-16) dan seorang penipu dengan kecenderungan untuk bertindak semaunya sendiri. Harlequin adalah subjek yang sering diangkat dalam bidang seni, muncul di sekitar 40 karyanya yang dibuat dari 1917 hingga 1925.

Di sini, latar belakangnya sebagai ilustrator terlihat di mata dan mulut subjek yang kekartun-kartunan. Garis-garis grafik cerah yang menelusuri sosok dan kostumnya juga ikut memperkuat kesan poster komersial yang muncul. Nada warna yang hangat dan subjek yang akrab memberikan harmoni yang artistik. Jari-jari tangan kanan Harlequin berfungsi ganda sebagai kontur gitar memperlihatkan kecerdasan visual Juan Gris.

Referensi

  1. Richardson, John. (1971). Cubism and Logic di Modern Art and Scientifict THOUGHT. Hlm. 107-127. University of Chicago Press. Di akses tanggal 30-07-2019.
  2. Sgourev, Stoyan. (2013). How Paris Gave Rise to Cubism (and Picasso): Ambiguity and Fragmentation in Radical Innovation. Organization Science. 24. 1601-1617. 10.1287/orsc.1120.0819. Di akses tanggal 29-07-2019.
  3. Golasarium Istilah Seni dari Tate Gallery. https://www.tate.org.uk/art/art-terms/c/cub…. Di akses tanggal 30-07-2019.

Join the Conversation

1 Comment

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *