Memainkan alat musik barat berarti memainkan alat musik yang umum digunakan pada masa kini. Standarisasi musik internasional telah secara kumulatif memilih kebudayaan musik barat untuk meneruskan ekspresinya di masa kini. Artinya, kini memainkan alat musik barat sama seperti kita berbicara menggunakan bahasa Inggris agar seluruh masyarakat dunia memahaminya dengan baik.

Namun demikian, bukan berarti memainkan alat musik barat adalah satu-satunya jalan untuk berkesenian di bidang musik. Justru berbagai pemusik dan musisi ternama yang sukses berhasil menarik perhatian dunia adalah yang membawa kekhasan daerahnya masing-masing. Paling tidak, kita dapat melihatnya dari bagaimana pemusik Amerika serikat selalu membawa gaya urban kotanya, atau band Jepang dan Korea yang selalu membawa kekhasan pop negaranya hingga berhasil menembus pasar dunia.

Banyak pula musisi Indonesia yang mampu menembus batasan negara melalui paduan orkestra barat dengan karawitan nusantara. Ambil contoh Vicky Sianipar yang selalu menciptakan komposisi yang kental akan gaya musik tradisi nusantara. Oleh karena itu, meskipun “bahasa” yang kita bawakan adalah bahasa internasional, konten yang kita sajikan akan lebih jauh menarik perhatian dunia lagi jika membawa nuansa tradisi sendiri.

Dengan demikian kita akan mampu bersaing dan berbagi dengan dunia perihal keindahan serta kekayaan Indonesia, sekaligus ikut berkontribusi pada dunia musik secara umum. Oleh karena itu, mengetahui dan mampu memainkan alat musik barat adalah salah satu kunci umum yang harus dikuasai. Berikut adalah berbagai pembahasan memainkan alat musik barat yang dapat kita pelajar untuk memahami dan mengetahui bagaimana konsep serta cara memainkan alat musik barat.

Dasar-dasar Bermain Alat Musik Barat

Dalam suatu konser musik, biasanya akan ditemukan berbagai alat musik, terutama pada konser musik ansambel. Ada gitar untuk melodi, gitar untuk ritm, gitar bas, keyboard, organ, piano, biola, flute, saksofon, trompet, trombon, drum, tamborin, triangle, marakas, dan mungkin masih banyak lagi yang lain. Masing-masing alat musik tersebut dimainkan secara bersama-sama untuk mengiringi lagu. Apakah cara memainkan alat-alat musik tersebut sama? Apakah alat-alat musik tersebut menghasilkan bunyi dan nada yang sama? Tentu tidak.

Masing-masing alat musik yang beraneka ragam tersebut dimainkan dengan cara berbeda-beda dan menghasilkan bunyi yang berbeda pula. Mengapa suatu konser menggunakan bermacam alat musik yang berbeda? Perbedaan bunyi dan nada yang dihasilkan oleh alat musik yang berbeda-beda akan menghasilkan komposisi yang indah bila didengar telinga, bahkan dapat menimbulkan rasa atau emosi musik yang indah pula.

Alat musik gitar dimainkan dengan cara dipetik. Keyboard, organ, dan piano dimainkan dengan cara ditekan tutsnya. Flute dan biola dimainkan dengan cara menggesek dawainya. Saksofon, trompet, trombon dimainkan dengan cara ditiup. Drum, triangle, marakas, bongo, kendang, tamborin dimainkan dengan cara dipukul.

Bunyi yang dihasilkan dari alat-alat musik tersebut juga berbeda satu sama lainnya. Demikian pula fungsinya. Gitar, keyboard, organ, dan piano menghasilkan bunyi aneka nada yang berfungsi untuk memainkan melodi dan irama. Flute, biola, saksofon, trompet, trombon menghasilkan berbagai nada yang berfungsi untuk memainkan melodi. Drum, triangle, marakas, bongo, gendang, tamborin menghasilkan bunyi-bunyian satu nada yang berfungsi sebagai pengiring melodi utama.

Memainkan Alat Musik Ritmis

Alat musik ritmis adalah alat musik yang berfungsi sebagai pengiring melodi pokok. Alat musik ini ada yang bernada dan ada yang tidak bernada. Contoh alat musik ritmis meliputi : drum, ringbell, beduk, triangle, marakas, gendang, bongo, dan lain sebagainya.

Musik ritmis adalah musik pengatur irama. Biasanya alat musik ritmis tidak memiliki nada dan berfungsi sebagai pengiring lagu. Yang termasuk alat musik ritmis di antaranya drum set, tamborin, gendang, tifa, bongo, kongo, triangle, kastanyet, dan marakas.

Sebagai pengatur irama, alat musik ritmis haruslah dimainkan secara konsisten, terutama untuk menghidupkan suasana dan menjaga ritme dan tempo. Karena tidak perlu mengikuti melodi lagu, memainkan alat musik ritmis sangat mudah. Hanya saja, dibutuhkan konsistensi agar lagu tetap terjaga ritmenya. Bila pada bagian-bagian tertentu aransemen lagu terdapat break atau jeda, pemain alat musik ritmis harus tahu karena merekalah yang harus memberi isyarat dan tanda.

Kita cukup mengetuk-ngetuk meja atau benda-benda lain untuk membentuk irama tertentu dalam berlatih memainkan alat musik ritmis. Misalnya, untuk drum set dimainkan seperti contoh berikut:

  1. irama mars dengan ketukan x – o, x – o, x – o (tak, dung),
  2. irama walz x – x – o, x – x – o (tak, tak, dung), dan
  3. irama bosanova x – o – o – x – o (tak, dung, dung, tak, dung).

Memainkan Alat Musik Melodis

Memainkan alat musik melodis sama dengan membawakan lagu karena alat musik melodis memang berfungsi untuk memainkan melodi utama lagu. Pemegang alat musik ini harus mampu dan terampil membawakan lagu sebagaimana penyanyi membawakan lagu itu dengan vokalnya. Akan tetapi, tentu masih ditambah pula untuk memainkan intro, interlude, dan fungsi-fungsi tambahan lainnya.

Dalam ansambelmodern, alatmusikmelodis di antaranya saksofon, trompet, trombon, biola, flute, pianika, xylophone, klarinet, oboe, dan lain-lain. Menurut Tim Kemdikbud (Tim Kemdikbud, 2018, hlm. 38) ada dua teknik permainan alat musik melodis, yaitu:

  1. Teknik Legato
    Teknik legato adalah permainan alat musik melodi yang panjang-panjang sesuai harga atau ketukan not. Pemain membunyikan nada tanpa jeda sampai pada permainan nada berikutnya.
  2. Teknik Stacatto
    Teknik stacatto adalah permainan alat musik dengan teknik terputus-putus. Tiap not dimainkan dengan durasi pendek-pendek. Permainan teknik stacato biasanya dimaksudkan untuk menimbulkan kesan semangat, bergairah, dan meledak-ledak. Perhatikan pemakaian tanda titik (.) di atas atau di bawah not.

Memainkan Alat Musik Harmonis

Alat musik harmonis adalah alat musik yang berfungsi sebagai melodis dan sekaligus ritmis. Alat musik ini mampu menghasilkan nada dan juga dapat dimainkan sebagai pengiring dalam paduan nada atau yang lazim disebut akor. Termasuk jenis alat musik harmonis adalah piano, organ, keyboard, gitar, siter, dan sasando.

Alat musik harmonis, selain dapat dimainkan secara solo, karena sifatnya yang sekaligus dapat untuk mengiringi irama lagu, dapat pula dimainkan untuk mengiringi permainan alat musik yang lain dalam sebuah orkestra.

Teknik dan gaya bermain musik harmonis hampir sama dengan teknik dan gaya bermain alat musik melodis. Alat musik ini juga dapat dimanfaatkan untuk memainkan akor yang biasanya berfungsi untuk ritem (iringan). Ketika alat musik harmonis digunakan untuk memainkan akor, pastikan teknik penjarian (fingering) benar.

Memainkan Alat Musik dalam Grup

Memainkan musik dalam grup sering disebut sebagai ansambel. Ditinajau dari ragam jenis alat musik yang dimainkannya, menurut tim kemdikbud (2018, hlm. 43) ansambel dibagi menjadi ansambel sejenis, ansambel campuran, dan orkestra.

Ansambel Sejenis

Ansambel sejenis adalah ansambel yang memainkan alat musik dari jenis yang sama, misalnya ansambel perkusi, ansambel tiup, ansambel gesek, dan sebagainya.

  1. Ansambel Perkusi
    Ansambel perkusi dimainkan dengan alat-alat musik perkusi. Di Indonesia cukup banyak ansambel perkusi, misalnya rampak gendang, rebana, drumband, marching band, gandang, dan lain-lain.
  2. Drumband/Marching Band
    Dalam drumband/marching band instrumen musik perkusi dibawa oleh pemain dan dimainkan dalam barisan. Kelompok yang memainkan instrumen musik perkusi sambil berjalan disebut juga sebagai drumline atau battery. Ragam instrumen musik perkusi yang digunakan alat drumband umumnya lebih sedikit daripada yang digunakan pada permainan alat marching band. Contoh instrumen ini antara lain snare drum, drum tenor/quint, drum bass, dan simbal.
  3. Ansambel Tiup
    Ansambel tiup adalah ansambel yang seluruh instrumen musiknya terdiri atas alatalat musik tiup. Termasuk alat musik tiup adalah recorder, flute, trompet, saksofon, trombon, klarinet, oboe, dan french horn.
  4. Ansambel Gesek
    Ansambel gesek merupakan ansambel dengan kelompok alat musik yang dimainkan dengan cara digesek, seperti violin, biola, cello, dan contra bass.
  5. Ansambel Petik (Gitar)
    Ansambel petik (gitar) tentu yang dimainkan adalah gitar semua. Sebagaimana namanya, ansambel gitar menggunakan instrumen utama gitar.

Menampilkan Beberapa Lagu dalam Pagelaran Musik Barat

Tahap yang paling penting dalam merencanakan pagelaran musik adalah pelatihan. Pelatihan merupakan wahana untuk mengasah keterampilan sekaligus sebagai alat untuk mengukur kemajuan yang dicapai dalam tiap-tiap tahapnya. Tahap pelatihan ini bisa memakan waktu berhari-hari, bahkan berbulan-bulan hanya untuk menyajikan karya musik yang hanya beberapa jam saja. Ibarat seorang pelari cepat yang hanya akan berlomba lari 100 meter tetapi ia berlatih lari berhari-hari sampai sejauh beribu-ribu meter. Oleh karena itu, jangan bosan untuk berlatih. Pemusik yang ahli pun harus tetap berlatih jika akan mementaskan karya-karyanya.

Dalam pagelaran musik yang melibatkan banyak pendukung, yang perlu diperhatikan adalah bahwa pagelaran musik itu merupakan kerja tim sehingga suasana satu kesatuan harus diciptakan. Dalam kerja tim tidak boleh ada yang merasa paling menonjol. Oleh karena itu, cobalah bentuk kelompok untuk menyajikan hasil aransemen yang sudah kamu buat. Untuk tahap awal, tampilkan karyamu di kelas terlebih dahulu. Jangan lupa, setelah selesai penampilanmu, mintalah kritik dan saran dari teman-teman dan guru. Kritik dan saran akan semakin menambah kemampuanmu dalam berkarya musik.

Membuat Perencanaan Pagelaran Musik

Untuk menghasilkan pagelaran musik yang sukses, kamu harus merancangnya dengan cermat dan hati-hati. Kamu harus bisa menyusun proposal kegiatan pagelaran dengan baik. Dengan mengetahui proposalmu, pihak-pihak yang berkepentingan dapat mengerti pentingnya pagelaran yang kamu adakan. Penyusunan proposal ini tidak hanya diperlukan untuk mengatur persiapan dan pelaksanaan pagelaran saja tetapi juga diperlukan untuk mencari sponsor.

Menurut Tim Kemdikbud (2018, hlm. 52) beberapa rumusan penting dalam penyusunan proposal kegiatan pagelaran musik adalah sebagai berikut.

1. Rumuskan nama dan tema pagelaran

Nama dan tema pagelaran sangat penting dirumuskan dalam proposal karena akan berkaitan langsung dengan jenis musik dan lagu yang akan ditampilkan juga bermanfaat untuk publikasi. Penentuan tema hendaknya dilakukan dengan musyawarah panitia atau perwakilan kelas. Perumusan tema ini penting karena dengan tema tertentu, pagelaran yang diselenggarakan menjadi terarah.

2. Rumuskan latar belakang, tujuan, dan manfaat diadakannya pagelaran

Pihak-pihak yang berkepentingan secara tidak langsung pasti akan menanyakan, mengapa pagelaran musik ini diadakan. Untuk menjawab pertanyaan seperti ini, kamu harus merumuskan latar belakang diselenggarakannya pagelaran. Latar belakang adalah alasan diadakannya suatu kegiatan. Dalam latar belakang ini juga harus dinyatakan bahwa pagelaran yang kamu adakan itu memang penting. Setelah itu, tujuan dan manfaat diadakannya pagelaran itu pun harus dirumuskan supaya pihak-pihak yang berkepentingan maklum.

3. Rumuskan bentuk pagelaran

Ada bermacam bentuk pagelaran musik di antaranya, bentuk orkestra, paduan suara, ansambel, dan band. Dalam pagelaran-pagelaran tertentu, ditampilkan bentuk-bentuk tertentu saja. Akan tetapi, dalam pagelaran sering pula ditampilkan bermacam-macam bentuk sekaligus. Nah, dalam menyusun proposal, kamu tentukan bentuk mana yang akan kamu tampilkan.

4. Rumuskan pihak mana saja yang akan mendukung acara pagelaran

Baik hanya menampilkan grup-grup musik di sekolah kamu maupun menampilkan grup musik dari luar, pihak-pihak pendukung acara tetap harus dicantumkan dalam proposal. Pencantuman pendukung acara pagelaran perlu karena untuk mempermudah pemantauan. Bahkan, untuk pagelaran musik yang berskala besar, kamu juga harus menyampaikan proposal ini kepada pihak berwenang untuk keperluan izin keramaian.

5. Tentukan karya-karya musik dan lagu yang akan ditampilkan

Judul-judul karya musik dan lagu yang akan ditampilkan dalam pagelaran juga harus dirumuskan dalam proposal.

6. Tentukan tempat dan perkiraan jumlah penonton termasuk setting tempat

Penentuan tempat pagelaran musik sangat penting karena berkaitan langsung dengan masalah keamanan. Jika pagelaran yang kamu rencanakan diadakan di tempat umum dan terbuka, kamu harus meminta izin kepada aparat keamanan karena mereka berkepentingan menjaga keamanan dan ketertiban. Bahkan, perencanaan pagelaran dalam skala kecil dan diadakan di halaman atau gedung sekolah pun tetap harus mencantumkan sekolahmu untuk meminta izin pihak sekolah dalam pemakaian fasilitas sekolah tersebut.

7. Rumuskan rincian jadwal kegiatan

Tahap-tahap kegiatan sejak penyusunan proposal sampai pelaksanaan kegiatan hendaknya kamu rumuskan dengan sistematis. Kalender akademik sekolah dapat kamu pakai sebagai acuan penyusunan jadwal pagelaran.

8. Rumuskan anggaran biaya

Betapapun kecilnya pagelaran musik, pasti memerlukan biaya. Oleh karena itu, rumuskan secara rinci anggaran yang dibutuhkan.

9. Tentukan penanggung jawab dan susunan panitia

Sebagai sebuah kerja tim, pagelaran perlu pengorganisasian yang jelas. Oleh karena itu, susunan panitia tetap harus dibentuk dan dicantumkan dalam proposal.

10. Sertakan lampiran yang diperlukan

Beberapa lampiran yang diperlukan meliputi :

  1. Teks karya-karya musik dan lagu yang akan ditampilkan, dan
  2. Skema desain tempat pagelaran.

Referensi

  1. Tim Kemdikbud. (2018). Seni Budaya XI, semester 2. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan, Balitbang, Kemendikbud.

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *