Pengertian Menggambar Model

Menggambar model adalah menggambar dengan menirukan model yang telah ditentukan, baik benda alam, benda mati maupun manusia sebagai objek yang digambar. Biasanya, kegiatan ini dilakukan dengan cara mengamati model secara langsung sembari menggambarnya pula di atas kertas.

Menggunakan model sebagai referensi peniruan menggambar adalah ciri pembeda antara gambar model dengan yang lain. Menggambar model adalah kegiatan menggambar yang menggunakan model sebagai objek gambarnya (Kemdikbud, 2017, hlm.15). Objek yang dijadikan model dapat sendiri dapat berupa tumbuh-tumbuhan, hewan, manusia, dan benda-benda alam atau benda mati lainnya.

Konsep Menggambar Model

Terkadang, mengamati objek gambar secara langsung akan membuat kita ragu untuk menggambarnya. Model objek gambar tampak sangat rumit dan menakutkan untuk ditiru. Contohnya, bagaimana kita dapat menggambar gelas yang tampak bening dan mengkilap itu? Tidak mungkin rasanya.

Padahal, sebetulnya tidak sesulit itu, semua orang dapat mengikutinya tanpa membutuhkan bakat. Setiap jenis model yang berbeda tentunya memiliki bentuk yang berbeda. Namun, Jika kita memperhatikannya secara sederhana, semua benda sebetulnya memiliki bentuk dasar yang mirip.

Ambil contoh model benda-benda alam. Matahari dan bulan tampak seperti lingkaran, gunung tampak seperti segitiga, sementara pohon tampak seperti gabungan antara persegi panjang dan lingkaran.

Ya, semua model memiliki bidang dasar yang membentuknya. Bidang-bidang dasar tersebut terdiri dari lingkaran, segitiga, dan persegi. Jika kita menarik dimensi ketiga, maka bidang-bidang tersebut menjadi: bola, segitiga, kubus, ditambah dengan tabung dan kerucut.

Sisa bentuk dari bidang dasar hanyalah detail-detail kecil yang dapat kita lanjutkan secara perlahan, hingga gambar tampak mirip dengan model yang ingin kita tirukan.

Bahkan, untuk menggambarnya kita tidak harus benar-benar menggambar seperti bagaimana mata menangkap cahaya yang memantulkan benda yang kita lihat. Untuk menggambar model kita hanya perlu menirukan bayangannya saja, sederhana bukan?

Abaikan warna, abaikan tekstur, abaikan material benda (keras, lembek, lentur, kaku), abaikan seluruh pengetahuan kita mengenai model. Perhatikan saja bentuk kontur meliuk bayangan yang membentuk bendanya saja. Itu adalah cara melihat, berpikir dan menggambar seorang seniman, coba tirulah.

Baca juga: Teknik Menggambar & Intelegensi Persepsi Melihat Gambar

Prinsip-Prinsip Menggambar Model

Tidak hanya membutuhkan pengamatan model secara seksama, menggambar model juga memiliki beberapa pokok dasar kebenaran yang dapat diikuti dan diatur agar gambar menjadi tampak lebih indah. Prinsip tersebut mencakup: komposisi, keseimbangan, kesatuan, dsb.

Bahkan, gambar yang kurang akurat atau katakanlah “jelek” pun dapat menjadi tampak lebih bagus jika menggunakan prinsip yang sesuai. Lalu apa saja prinsip-prinsip pembuat gambar indah tersebut? Berikut adalah pemaparannya.

Komposisi

Komposisi merupakan cara menyusun dan mengatur objek yang digunakan sebagai model gambar sehingga hasilnya tampak menarik dan indah (Kemdikbud, 2017, hlm.7). Komposisi dapat dilakukan dengan menyusun objek yang digambar secara simetris, asimetris, dan memusat atau sentral.

Komposisi Simetris

Cara menyusun komposisi yang simetris adalah dengan meletakan gambar pada posisi yang seimbang antara sebelah kiri dan kanan atau atas antara atas dan bawah. Komposisi ini membuat gambar yang dibuat menjadi lebih rapi karena tampak teratur dan sama dalam bentuk dan ukurannya.

keseimbangan simetris – prinsip prinsip seni rupa dan desain

Baca juga: Prinsip Prinsip Seni Rupa dan Desain Menurut Para Ahli

Komposisi Asimetris

Sementara komposisi asimetris meletakkan atau menyusun gambar secara tidak sama dan beraturan, namun tetap memperhatikan keseimbangan dan proporsi. Misalnya, bagaimana suatu lingkaran besar berwarna biru muda di sebelah kanan tetap diimbangi oleh bidang persegi kecil namun berwarna merah di sebelah kiri.

Meskipun bentuk lingkaran lebih besar, namun warnanya tidak sebanding dengan warna merah menyala dari objek kecil yang berada di sebelahnya. Selain melalui warna, keseimbangan juga dapat di raih dari bentuk. Bentuk meliuk-liuk seperti lingkaran dan oval dapat diseimbangkan oleh sudut tajam suatu bidang persegi atau segitiga.

Contoh komposisi asimetris, meskipun lingkaran kecil jauh lebih kecil, namun tetap seimbang karena warnanya yang jauh lebih kontras dan menyala.

Komposisi Sentral

Seperti komposisi simetris, komposisi sentral juga menyusun objek yang digambar secara teratur. Namun, komposisi sentral mengatur objek dengan cara memancar dan mengarahkan perhatian kita ke tengah-tengah media gambar yang biasanya diisi oleh fokus utama gambar.

contoh keseimbangan memancar – salah satu prinsip prinsip seni rupa dan desain

Proporsi

Proporsi adalah perbandingan yang ideal dan harmonis antara bagian-bagian benda yang menjadi objek model gambar yang sedang diamati dan ditiru bentuknya (Kemdikbud, 2017, hlm.9). Selain itu, proporsi juga mengenai bagaimana ukuran suatu objek berhubungan dengan objek yang lainnya.

Proporsi dalam menggambar model

Apakah ukuran kepala dan tubuh yang kita gambar sesuai dengan proporsi manusia dewasa? Anak hingga remaja cenderung memiliki tubuh yang lebih kecil dari kepalanya jika dibandingkan dengan manusia dewasa bukan?

Keseimbangan

Keseimbangan adalah bagaimana hubungan antar benda dalam komposisi tetap dalam porsi yang sesuai, sehingga komposisi tampak seimbang. Seperti nutrisi makanan, komposisi karbohidrat, protein, dan sayuran akan memberikan dampak yang lebih baik bagi tubuh. Hal tersebut berlaku pada sesuatu yang hanya dilihat pula. Mengapa? karena, manusia adalah makhluk yang sangat bergantung pada indra pengelihatannya.

Keseimbangan gambar dapat diperoleh melalui pemilihan objek yang imbang. Misalnya, jika kita menggambar apel merah yang sangat kontras warnanya, maka seimbangkanlah dengan benda lain seperti buah-buahan dan sayuran yang berwarna hijau lembut.

contoh keseimbangan sederajat – prinsip prinsip seni rupa dan desain

Kesatuan

Kesatuan adalah keserasian antar objek gambar yang dapat membuat bermacam-macam objek dalam satu bingkai yang sama tampak menyatu. Jika masing-masing objek tampak terlalu berbeda, maka gambar akan tampak pecah dan terpisah.

Kesatuan dapat diperoleh melalui penyamaan kualitas bayangan dan cahaya, kemiripan bentuk, atau jenis senada (buah-buahan, hewan-hewanan, makanan dan alat makan, dsb). Sedikit sentuhan warna yang sama antar objek yang berbeda warna juga dapat dilakukan. Mengapa? karena warna tersebut akan memantul pada objek lain yang berbeda warna di sekitarnya.

Contoh kesatuan dalam menggambar model

Unsur-Unsur dalam Gambar Model

Unsur-unsur gambar adalah bagian-bagian yang membentuk suatu gambar. Pemahaman terhadap masing-masing unsur akan membantu dalam menggambar model. Unsur unsur tersebut meliputi:

  1. Garis
    Merupakan titik yang ditarik dan diulang secara terus-menerus hingga membentuk jalur.

    Ilustrasi garis, salah satu unsur dari seni rupa dan desain

  2. Bentuk
    Bentuk merupakan garis yang bertemu dan membentuk suatu bentuk dasar seperti segitiga, persegi, dan lingkaran.

    Ilustrasi bentuk, salah satu unsur gambar model

  3. Bidang
    Bidang adalah ketika bentuk seakan dibuat menjadi tiga dimensi, seperti segitiga yang menjadi piramid, lingkaran menjadi bola, dan persegi yang menjadi kubus.
  4. Tekstur
    Tekstur adalah kualitas permukaan yang menyemayami objek. Jeruk memiliki tekstur berpori, kain bertekstur lembut, dan besi bertekstur licin metalik (memantulkan cahaya).

    Contoh Tekstur, unsur-unsur seni rupa dan desain

  5. Gelap Terang (pencahayaan)
    Gelap terang adalah gelap atau terangnya suatu benda yang menyangkut dua unsur utama, yakni bayangan (bagian gelap) dan cahaya (bagian terang).

    Contoh Gelap Terang, unsur-unsur desain dan seni rupa

Baca juga: Unsur Unsur Seni Rupa & Desain (diperkuat Pendapat Ahli)

Alat dan Bahan Gambar Model

Tidak ada yang baru atau menonjol dari alat dan bahan yang digunakan untuk menggambar model. Namun, karena menggambar model biasanya bersifat pengamatan langsung sembari menggambar, perlu diperhatikan pemilihan alat yang sesuai agar memudahkan kita dalam proses menggambar.

  1. Pensil
    Pilihlah setidaknya dua tipe pensil yang berbeda, yaitu pensil keras (2H-H) dan pensil lunak (2B-4B). Pensil keras digunakan untuk mengawali sketsa kasar yang tidak harus terlalu akurat. Sementara itu, pensil lunak digunakan untuk mengarsir dan menegaskan bagian yang dianggap paling akurat.
  2. Penghapus
    Penghapus akan sangat membantu dalam proses menggambar model langsung. Sebaiknya hanya gunakan penghapus dalam tahap sketsa awal. Pensil lunak akan sulit untuk dihapus karena akan tetap menyisakan bagian yang gelap, terkesan kotor, hingga merusak kertas.
  3. Kertas
    Jika memungkinkan, pilihlah jenis kertas yang lebih tebal dan bertekstur. Tekstur kertas akan memberikan lahan yang lebih mudah untuk digoresi oleh pensil.
  4. Pensil Warna
    Pensil warna adalah pewarna yang bisa dipilih jika kita tetap menginginkan kemiripan penggunaan teknik yang sama dengan pensil; kita tidak akan asing menggunakannya karena sama-sama pensil, hanya saja berwarna. Namun, pensil warna akan membuat kita kesulitan untuk melakukan blok warna dengan cepat, dsb.
  5. Krayon
    Krayon terdiri dari dua jenis bahan, bahan kapur dan bahan minyak padat (lilin). Krayon cenderung lebih sulit dan butuh merek yang mahal untuk mendapatkan kualitas terbaik. Jika tidak, krayon cenderung lebih sulit untuk digunakan dan sering memberikan tekstur yang tidak sesuai dengan keinginan dalam hasil akhirnya.
  6. Cat Air
    Dapat membuat blok warna dengan cepat, namun dengan risiko teknik yang berbeda. Menggunakan cat air membutuhkan teknik melukis yang berbeda dengan menggambar.

Teknik Menggambar Model (Alam Benda)

Siapkan model objek yang akan digambar, simpan di ruangan yang memiliki cukup cahaya dan atur pencahayaan agar model tampak jelas bagian bayangan dan bagian terangnya. Aturlah sudut pandang, jangan terlalu jauh agar proses pengamatan efektif. Ini tahap dimana kita dapat mengatur komposisi gambar model, jadi, aturlah model seapik mungkin dengan memperhatikan prinsip keseimbangan dan kesatuan.

Jika memungkinkan, gunakan papan dada agar kita memiliki keleluasaan untuk mengatur sudut kemiringan kertas yang nyaman dengan pandangan kita. Mulai dengan pensil keras (H) dan selesaikan dengan pensil lunak (2B).

Biasakan menggambar dengan membuat proporsi dan keseimbangan secara global terlebih dahulu. Jangan takut salah, tidak perlu terlalu banyak menghapus karena bagian awal ini adalah tahap yang justru kita harus melakukan kesalahan, sehingga kita dapat memperbaikinya.

Setelah bentuk, bidang, proporsi dan keseimbangan secara global telah terbentuk, baru mulailah buat gelap-terang dari gambar. Penggambaran gelap-terang ini adalah bagian utama dari menggambar model. Tekstur akan mengikuti gelap terang pula, jadi jangan terlalu dikhawatirkan. Tahap selanjutnya adalah mewarnai dan menyelesaikan detail kecil. Pergunakan warna dengan hati-hati dan tipis.

Langkah-Langkah Menggambar Model

Pembahasan sebelumnya telah memuat teknik yang digunakan untuk membuat model. Namun, agar lebih jelas dan terarah, berikut adalah langkah-langkah yang dapat diikut dalam menggambar model.

  1. Persiapkan objek model yang akan digambar. Atur komposisi, pencahayaan, sudut pandang, dsb.
  2. Buat sketsa kasar, dapat dimulai dari bentuk dan bidang dasar (lingkaran, bola, kecurut, dsb) yang menyerupai model, lalu sesuaikan sedikit demi sedikit dengan bentuk asli modelnya. Gunakan pensil keras (2H) dan goreskan tipis-tipis.
  3. Berikan kesan gelap terang pada sketsa kasar yang dirasa telah cukup akurat bentuknya. Cukup perhatikan bagian gelap atau bayangannya saja, karena kita menggambar di atas kertas putih. Secara perlahan mulai dari bagian paling gelap, lalu aturlah tingkat kepekatan arsiran sehingga membentuk gradasi yang sesuai.
  4. Mulai buat detail dari setiap objek, biasanya yang harus diperhatikan adalah bagaimana tekstur objek tersebut.
  5. Bubuhkan warna secara perlahan dan tipis-tipis, mengikuti sketsa dan gelap terang yang telah kita buat.
  6. Perhatikan keseimbangan, proporsi, dan kesatuan dari gambar, jika dirasa ada yang kurang mengena, perbaikilah detail objek tersebut dengan memperhatikan keseluruhan gambar.

Baca juga: Belajar Menggambar Seperti Seniman Menggambar Objektif

Selanjutnya Rockman (dalam Sobandi, 2007) memberi anjuran atau tips tahapan kunci sukses dalam menggambar model, yakni:

  1. Luangkan sedikit waktu untuk hanya melihat pose atau bentuk model sebelum mulai menggambar
  2. Manfaatkan waktu yang lebih banyak untuk mengamati model daripada waktu untuk menggambar
  3. Gerakan tangan seharusnya mengikuti gerakan mata sehingga kita dapat memindai figur atau bentuk dan penempatan yang tepat secara umum
  4. Buat dan tetapkan struktur skala umum sesuai aslinya berdasarkan pengelihatan visual. Tidak harus menggunakan perandaian, atau justru penghitungan akurat menggunakan pengukur, karena waktunya tidak akan cukup untuk menggambar model.
  5. Berdirilah agak jauh dari permukaan gambar agar pandangan kita cukup luas dan tetap nyaman untuk berpindah pengamatan antara model dan permukaan bidang gambar.

Referensi

  1. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2017). Buku Siswa Seni Budaya SM/MTs Kelas VIII. Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
  2. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2017). Buku Siswa Seni Budaya SMA/MA/SMK/MAN. Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
  3. Sobandi, Bandi. (2007). Kemampuan Menggambar Karakter Model Melalui Pengolahan Unsur Visual Pada Mata Kuliah Gambar Ivb. Seminar Nasional Laporan Hasil PTK dan PPKP Terpilih Ditjen Dikti di Hotel Safir Yogyakarta, 27-29 Maret 2007.
  4. Rockman, D.A. (2000). The Art of Teaching Art, A Guide for Teaching and Learning the Foundations of Drawing-Based Art. Oxford: Oxford University Press. Tersedia: http://www.questia.com/PM.qst?a=o&d=78988659 (17 Juli 2020).

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *