Teknik Menggambar & Intelegensi Persepsi Melihat Gambar

teknik menggambar persepsi menggambar

Pengertian Teknik Menggambar

Teknik menggambar merupakan cara untuk mempermudah atau memastikan suatu kesan tertentu dalam menggambar. Teknik dasar menggambar itu sederhana dan cenderung mudah dipahami. Namun biasanya hal seperti ini justru adalah hal yang mudah luput dari pemahaman sebenarnya.

Padahal jika benar-benar dipahami, akan memberikan ruang gerak yang lebih banyak terhadap kreasi menggambar. Manfaatnya dapat tiba-tiba menambahkan kemampuan kita untuk menggambar dengan cepat.

Baca juga: Pengertian Menggambar, Jenis, Teknik & Alat

Beberapa teknik dasar menggambar akan disampaikan dibawah ini.

Teknik Menggambar Dasar

Teknik Menggambar Back and Forth (Bolak-Balik)

Teknik ini adalah teknik yang paling dasar ketika menggambar. Caranya adalah dengan mencoret secara bolak-balik untuk mengisi suatu bidang gambar. Entah itu membuat bayangan, siluet atau blok gambar, dsb.

Mencoret secara bolak-balik adalah salah insting pertama yang akan muncul ketika menggambar. Namun jika diperhatikan, teknik ini memberikan dampak tertentu tergantung pada tekanan yang diberikan pada pensil. Jika kita ingin menghasilkan goresan halus dan tipis, maka tekanan pensil dikurangi. Sebaliknya untuk menebalkannya maka tekanan pensil ditambah.

Teknik ini dapat menghasilkan tertutupnya suatu bidang gambar tanpa meninggalkan marka atau bekas coretan pensil jika dilakukan dengan hati-hati. Biasanya seseorang yang baru mulai belajar menggambar akan mencoba hal itu, melawan nature alami pensil yang memang berfungsi untuk meninggalkan marka coretan.

Padahal sebetulnya tidak harus, sifat dasar menggambar memang meninggalkan garis. Jika ingin mendapatkan tekstur halus tanpa bekas marka pensil atau alat gambar lain, sebaiknya gunakan cat dengan teknik melukis.

Teknik Arsir

Teknik arsir adalah adalah menarik garis-garis kecil sejajar yang berulang untuk mengisi bidang gambar yang kosong atau untuk mendapatkan efek bayangan ketika menggambar. Teknik ini adalah teknik utama yang paling banyak digunakan ketika menggambar.

Teknik ini juga merupakan teknik menggambar yang biasa digunakan untuk melatih kemampuan menggambar dengan serius. Mengapa? karena seorang Seniman atau Penggambar harus mampu menggambar dengan cerdas.

Ia harus menentukan jenis arsiran mana yang digunakan untuk menghasilkan dampak maksimal kemiripan pada setiap objek atau subjek yang digambarnya. Selain itu Seniman juga dipaksa untuk terus berlatih menggambar, karena garis-garis yang tidak akurat akan tampak dengan jelas, sehingga harus terus diperbaiki kedepannya.

Menurut Veri Apriyatno (2004:5), Arsir adalah pengulangan garis secara acak dan saling menyilang dengan tujuan mengisi bidang gambar yang kosong.

macam-macam variasi arsir
macam-macam variasi arsir

Ya, arsir dapat diaplikasikan secara acak ataupun menyilang, tapi esensinya tetap menggambar menggunakan garis kecil sejajar yang berulang, namun memang memiliki berbagai varian untuk mengaplikasikannya. Macam-macam variasi arsir meliputi:

  1. Arsir tunggal (searah). Teknik arsir dasar yang menarik garis-garis kecil sejajar yang berulang untuk mengisi bidang.
  2. Arsir silang (dua arah). Disebut juga cross hatch yang membedakannya adalah arsir ini menarik garis dari dua arah berbeda yang menyilang.
  3. Arsir bebas (scribbling). Masih menarik garis panjang untuk menutupi bidang, tetapi dengan arah yang bebas dan acak.
  4. Arsir gradatif. Arsir yang ditujukan untuk membuat gradasi atau bayangan. Semakin gelap objek yang digambar, maka semakin rapat jarak antar tarikan garis yang diulang. Semakin terang maka semakin renggang juga jaraknya.

Teknik Stippling (Pointilis)

Menggambar dengan menggunakan titik. Semakin padat titik yang dibubuhkan, maka semakin gelap bidang gambar yang digarap. Semakin renggang titik, maka semakin terang. Teknik ini cocok untuk beberapa tekstur alam seperti bebatuan atau tanah.

Blending (dussel)

Teknik ini menggosok pensil yang telah dibubuhkan untuk menciptakan gradasi halus. Menggunakan teknik yang satu ini harus diawali oleh penggunaan teknik back and forth yang lembut tanpa marka pensil.

Teknik ini lebih cocok digunakan untuk pensil charcoal atau pensil arang yang lebih mudah untuk dimanipulasi lewat gosokan. Terdapat pensil blending yang terbuat dari bahan semacam kertas untuk membantu proses ini.

contoh blending (dussel). gambar oleh: drawingteachers.com
contoh blending (dussel). gambar oleh: drawingteachers.com

Blending tidak disarankan untuk melatih kemampuan menggambar. Menyamarkan dan menghilangkan bekas-bekas guratan yang tidak presisi tidak membantu melatih keterampilan menggambar.

Teknik Menggambar Khas / Alternatif

Sebetulnya hanya ada 4 teknik diatas yang dapat dikategorikan menjadi teknik menggambar. Namun dalam perkembangannya, menggambar juga banyak memanfaatkan teknik-teknik lain yang diserap dari teknik khas individual, melukis, dsb.

Berbagai teknik tersebut meliputi menggunakan cat untuk mewarnai gambar yang telah dibuat, dsb. Ketika berhadapan dengan teknik-teknik tersebut, sebaiknya pelajari dari metode yang relevan juga. Misalnya, pelajari teknik-teknik melukis setelah kita menguasai teknik menggambar.

Baca juga: Teknik-Teknik Melukis yang Sebenarnya

Kemampuan Persepsi Teknik Menggambar

Selain teknik yang berhubungan dengan kemampuan muscle memory tangan (secara fisik) dalam menggambar, terdapat juga kemampuan intelegen yang harus dikuasai untuk memaksimalkan dan meningkatkan kemampuan menggambar.

Kemampuan itu adalah berbagai kemelekan terhadap gambar yang sedang kita buat. Bagaimana cara kita melihat, bagaiman cara mata kita menerima input dari alam dan mentransformasinya ke dalam karya. Kemampuan ini meliputi sensitivitas terhadap tepian objek, unsur gelap-terang, dsb.

Berikut ini adalah beberapa persepsi yang dapat digunakan untuk meningkatkan kemampun menggambar.

Persepsi Tepian

Tepian adalah batas dari gambar yang kita buat. Mengapa hal ini penting untuk diperhatikan? Karena sebagian tepian gambar haruslah lembut, sebagian lagi harus tegas/tajam. Misalnya, tepian pipi potret seseorang yang terdapat bayangan harus digambar dengan marka lembut. Sementara tepian yang terang, harus digambar dengan tegas untuk menghasilkan gambar yang realistik.

Biasanya, kesalahan pemula ketika menggambar manual adalah membuat semua tepiannya tegas, sehingga gambar tidak realistik dan terlalu mengkartun. Sementara itu kesalahan menggambar dalam media digital justru malah semua tepiannya halus, karena tools aplikasi yang digunakan adalah air brush tools.

Persepsi Gelap-Terang (Value)

Gelap-terang adalah hal paling penting yang harus diperhatikan. Ketika menggambar, intinya kita sedang membubuhkan kegelapan pada bidang gambar yang terang untuk membuat bayangan, atau sebaliknya. Keseimbangan gelap-terang akan memperindah gambar, karena sesuai dengan prinsip seni.

Persepsi Ruang

Ruang adalah sesuatu yang menyelimuti suatu objek yang digambar (mass). Tanpa ruang kosong, maka gambar tidak akan ada. Kenapa kita harus memperhatikannya? Karena bentuk ruang yang menyelimuti objek itu abstrak dan sederhana.

Ikuti selimut ruang itu sebagai panduan untuk diikuti ketika menggambar berdasarkan referensi. Tidak akan ada kesulitan psikologis yang menekan kita untuk mengkopi referensi yang utuh dan tampak rumit. Ini adalah bagaimana cara seorang Seniman melihat referensi atau modelnya.

Untuk memahami ruang dan cara Seniman melihat suatu objek, sebaiknya baca juga artikel dibawah ini:

Baca juga: Belajar Menggambar Seperti Seniman & Menggambar Objektif

Persepsi Keterhubungan

Suatu komposisi gambar akan memiliki keterhubungan satu sama lain. Contohnya objek berwarna abu diatas background putih akan tampak lebih gelap. Sementara itu jika gambar objek berwarna abu tersebut backgroundnya diganti menjadi hitam, abu-abunya akan tampak menjadi lebih terang.

Apalagi jika membicarakan warna kulit manusia. Sangat bergantung pada semua benda yang disekitarnya, bahkan warna pakaiannya. Seseorang dengan kulit gelap akan tampak lebih gelap lagi jika ia mengenakan pakaian berwarna terang.

Selain dari unsur dan warna, persepsi keterhubungan ini juga juga berlaku bagi proporsi dan keseimbangan. Apakah “mata” yang kita gambar ukurannya sesuai jika dibandingkan dengan mata kebanyakan orang Asia atau Indonesia? Apakah latar dibelakang skalanya sudah sesuai? Dsb.

Persepsi Kesatuan

Persepsi yang satu ini melibatkan prinsip Kesatuan. Setelah memperhatikan gambar yang kita buat satu-persatu dari setiap detail yang menciptakan keutuhannya, langkah selanjutnya adalah: apakah keutuhan tersebut sudah terasa menyatu, atau belum.

Referensi

  1. Apriyatno, Veri. (2004). Cara Mudah Menggambar Dengan Pensil. Jakarta Selatan :
    Kawan Pustaka.

Tinggalkan Balasan

Kembali ke Atas