Sistem organisasi kehidupan adalah bagaimana suatu kehidupan yang terdiri atas bagian-bagian kecil, bersatu dan bekerja secara teratur serta saling berkaitan sehingga membentuk suatu keutuhan makhluk yang mampu bertahan hidup di alam.

Misalnya, manusia memiliki berbagai organ seperti paru-paru untuk bernafas,  jantung untuk memompa jantung, dsb. Kesatuan tersebut membuat kita dapat bernafas dan memompa darah ke seluruh bagian tubuh sehingga membuat kita mampu bertahan hidup.

Urutan Sistem Organisasi Kehidupan

Lalu seperti apa sebetulnya sistem organisasi kehidupan? Tentunya terdiri dari beberapa bagian atau yang biasa disebut unit yang membentuknya. Urutan sistem organisasi kehidupan secara umum adalah sebagai berikut:

  1. Sel
  2. Jaringan
  3. Organ
  4. Sistem Organ
  5. Organisme (Makhluk Hidup)
  6. Ekosistem (Lingkungan Hidup)

Sebetulnya, tingkatan organisasi makhluk hidup yang lengkap meliputi: atom, molekul, organel sel, sel, jaringan, organ, sistem organ, organisme, populasi, komunitas, ekosistem, bioma, biosfer. Namun dalam artikel ini hanya akan dibahas 6 saja, sementara unit lainnya akan dibahas dalam kesempatan lain.

Sel

Seluruh jaringan dan organ makhluk hidup sejatinya terbentuk dari sel. Sehingga, sel adalah unit struktural terendah yang masih mampu menjalankan semua fungsi kehidupan. Bahkan, kebanyakan sel berukuran mikroskopik (sangat kecil) yang artinya tidak dapat dilihat oleh mata tanpa bantuan alat mikroskop.

Namun, ada sel yang berukuran makroskopis (besar). Contohnya adalah telur burung unta dan sel saraf zarafah yang memiliki panjang lebih dari 1 meter. Sebetulnya di dalam sel terdapat penyusun sel yang disebut organel sel. Namun, organel tidak disebut sebagai unit terkecil kehidupan karena organel tidak mampu hidup mandiri.

Sementara itu, sel mampu melakukan regulasi terhadap dirinya sendiri, memproses energi, tumbuh dan berkembang, tanggap terhadap lingkungan, serta melakukan reproduksi untuk melestarikan jenisnya. Sel akan menyusun tubuh makhluk hidup melalui pengorganisasian yang sistematis, sehingga sel memiliki peranan yang sangat penting.

Jenis Sel

Setiap organisme tersusun atas salah satu dari dua jenis sel, yakni sel prokariotik dan sel eukariotik.

Sel Prokariotik

Dari seluruh klasifikasi makhluk hidup (sistem 5 kingdom), hanya monera (bakteri dan ganggang biru) yang memiliki sel prokariotik. Sel prokariotik berasal dari bahasa Yunani, yaitu prokaryote, yang artinya “sebelum” dan karyote berarti nucleus (Tim Kemdikbud, 2017, hlm. 4).

Sel prokariotik terdapat pada bakteri, termasuk sianobakteri. Makhluk hidup bersel satu seperti itu dapat hidup mandiri dan dapat mencukupi kebutuhan hidupnya sendiri seperti energi, mineral, dan sebagainya.

Sel prokariotik memiliki nukleus/inti sel, tetapi inti sel tersebut tidak diselubungi membran inti. Intinya, strukturnya lebih sederhana daripada struktur sel eukariota, karena tidak mempunyai organel yang terbungkus membran.

Batas sel ialah membran plasma. Di luar membran plasma terdapat dinding sel yang cukup kaku dan biasanya berbentuk kapsul luar yang biasanya mirip jeli.

Sel Eukariotik

Sel eukariotik berasal dari bahasa Yunani, yang berarti “sejati/ sebenarnya”. Eukariotik merupakan sel yang memiliki inti sel dan inti sel tersebut dibungkus oleh membran inti. Jadi perbedaan utamanya dengan sel prokariotik, adalah bahwa sel eukariotik memiliki struktur yang lebih rumit.

Apa saja contoh makhluk hidup yang tersusun dari sel ini?  Protista, jamur, tumbuhan, dan hewan semuanya terdiri atas sel eukariotik.

Jaringan

Pada organisme bersel banyak, sering kali sel tidak dapat bekerja sendiri. Setiap sel bergantung kepada sel yang lain. Kerja sama dan interaksi di antara sel ini membuat organisme mampu mempertahankan hidupnya. Sel-sel yang mempunyai fungsi dan bentuk sama akan berkelompok, dan kelompok sel tersebut disebut sebagai jaringan (Tim Kemdikbud, 2017, hlm. 12).

Jaringan pada Tumbuhan

Tumbuhan mempunyai bermacam-macam jaringan yakni sebagai berikut.

  1. Jaringan pembuluh kayu (xilem) berfungsi mengangkut air dan unsur hara dari akar ke daun
  2. Jaringan pembuluh tapis (floem) mengangkut zat makanan dari daun ke seluruh tubuh tumbuhan.

Jaringan pada Hewan

Hewan maupun manusia mempunyai bermacam-macam jaringan. Jaringan-jaringan tersebut meliputi: jaringan epitel, jaringan otot, jaringan tulang rawan, jaringan saraf, dsb.

Organ

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, jaringan memiliki bermacam jenis yang memiliki struktur dan fungsinya sendiri. Terdapat beberapa jaringan yang akan bersatu dan memiliki fungsi khusus yang disebut dengan Organ. Organ adalah kumpulan dari beberapa macam jaringan yang berbeda dan membentuk satu kesatuan untuk melakukan fungsi tertentu (Tim Kemdikbud, 2017, hlm. 14).

Contohnya, organ-organ yang ada di tumbuhan tomat adalah sebagai berikut.

  1. pucuk
  2. batang juga itu kayanya deh
  3. dahan/tangkai
  4. batang
  5. bunga
  6. buah
  7. akar

Sementara itu organ manusia adalah jantung, paru-paru, liver, mata, dsb.

Sistem Organ

Tidak hanya berhenti pada organ saja, beberapa organ juga akan  bekerja sama untuk melakukan fungsi kerja tertentu dan disebut sebagai sistem organ. Contohnya adalah bagaimana beberapa organ manusia membentuk sistem organ pernapasan.

Sistem Organ Pernapasan

Sistem organ pernapasan melibatkan organ: rongga hidung, pangkal tenggorokan (laring), trakae (batang tenggorokan), bronkus (cabang batang tenggorokan), bronkiolus (anak cabang tenggorokan), paru-paru.

Fungsi sistem organ pernapasan sendiri adalah untuk menyerap oksigen dari udara dan membuang gas sisa seperti karbondioksida dari darah Dengan menyerap oksigen, seluruh organ dapat berfungsi dengan normal.

Baca juga: Sistem Pernapasan Manusia: Respirasi, Organ, Gangguan, dsb

Sistem Saraf

Sistem saraf pusat terdiri dari otak dan sumsum tulang belakang, sementara sistem saraf tepi terdiri dari sistem saraf somatik dan otonom.

Kedua sistem tersebut bekerja sama untuk mengendalikan seluruh aktivitas di dalam tubuh, baik yang disadari maupun tidak disadari.

Sistem Organ Pencernaan

Sistem organ pencernaan melibatkan organ-organ: Mulut (lidah, gigi), faring, esofagus, lambung, usus halus, usus besar, hati, rektum, pankreas, dan anus.

Fungsi pencernaan adalah untuk mencerna makanan, mengabsorbsi molekul-molekul makanan yang sudah disederhanakan.

Sistem Gerak (rangka)

Organ yang dilibatkan dalam sistem gerak adalah tulang. Fungsinya menyokong dan melindungi organ dalam.

Sistem transportasi/ sirkulasi/ peredaran darah

Dalam sistem ini, organ-orang yang dilibatkan adalah jantung, arteri, vena, kapiler, dan sel-sel darah.

Sistem organ peredaran darah memiliki fungsi mengangkut oksigen dan sari makanan ke seluruh sel tubuh, dan mengangkut zat hasil metabolisme yang tidak berguna keluar dari sel tubuh, serta melindungi tubuh dari mikroorganisme penyebab penyakit.

Sistem ekskresi

Sistem ekskresi terdiri dari organ paru-paru, ginjal, kulit, dan hati. Fungsinya untuk mengeluarkan sisa metabolisme yang tidak terpakai dari dalam tubuh dan menjaga keseimbangan sel dengan lingkungannya.

Baca juga: Sistem Ekskresi Manusia: Susunan Organ, Proses & Gangguan

Sistem reproduksi

Ovarium, rahim, dan vagina. Fungsinya untuk berkembangbiak.

Organisme

Lagi-lagi suatu sistem organ juga akan berkelompok dan kali ini membentuk struktur makhluk hidup secara utuh dan tunggal, yakni organisme. Organisme merupakan bagian hierarki struktur makhluk hidup yang membentuk organisasi kehidupan, hierarki struktur ini disebut hierarki Biologi (Tim Kemdikbud, 2017, hlm. 25).

Ekosistem

Tentunya setiap makhluk hidup atau organisme membutuhkan lingkungan hidup yang menyokongnya. Tanpa udara, atau makanan yang tersedia, seluruh kemampuan organisme dalam bertahan hidup melalui sistem organ akan menjadi percuma. Pada akhirnya interaksi makhluk hidup dengan lingkungan juga menjadi kunci bertahannya kehidupan.

Lingkungan hidup tempat berlangsungnya kehidupan organisme tersebut disebut ekosistem. Menurut Ayu (2014, hlm. 381-382) ekosistem adalah kesatuan lingkungan hidup tempat berlangsungnya hubungan timbal balik (interaksi) antara makhluk hidup dengan lingkungannya.

Referensi

  1. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2017). Ilmu Pengetahuan Alam SMP/MTs Kelas VII. Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
  2. Ayu, I Gusti. (2014). Konsep Dasar IPA Aspek Biologi. Yogyakarta: Penerbit Ombak.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *