Pengertian Teks Ulasan

Teks ulasan adalah tanggapan, pemaparan, dan penilaian suatu karya sebagai informasi dan bahan pertimbangan bagi calon pembaca atau seseorang yang telah menikmati karya. Apa itu teks ulasan adalah tulisan yang memberikan pendapat, pemaparan singkat dan penilaian terhadap suatu karya seperti: buku, novel, cerpen, film, lagu, dsb.

Pernyataan di atas senada dengan Kosasih (2014, hlm. 66) yang berpendapat bahwa teks ulasan atau sama dengan resensi yaitu memperkenalkan buku atau karya kepada pembaca dan membantu untuk memahami atau bahkan mempertimbangkan untuk memilihnya.

Sementara itu beberapa pendapat para ahli lain mengenai pengertian teks ulasan adalah sebagai berikut.

Pengertian Teks Ulasan Menurut Para Ahli

Isnatun & Farida

Teks ulasan atau resensi adalah tulisan yang berisi pertimbangan atau penilaian sebuah karya yang dikarang atau diciptakan oleh orang lain (Isnatun & Farida, 2013, hlm. 57).

Dalman

Menurut Dalman (2014: 229), rulasan atau resensi merupakan suatu istilah yang digunakan untuk menilai keunggulan dan kelemahan sebuah buku (karya)

Waluyo

Menurut Waluyo (2014, hlm. 106) ulasan (review) atau disebut juga dengan teks resensi adalah teks yang berisi pertimbangan atau ulasan mengenai suatu buku (karya).

Dapat disimpulkan bahwa apa yang dimaksud teks ulasan adalah tulisan untuk menanggapi suatu produk yang telah diterbitkan ke masyarakat luas seperti novel, puisi, film, dan berbagai karya lain yang membutuhkan pembahasan sebagai bahan pertimbangan untuk masyarakat dalam memilih produk atau hiburan yang akan dinikmati.

Struktur Teks Ulasan

Struktur teks ulasan adalah berbagai bagian unik yang membentuk suatu teks dapat dikategorikan menjadi teks ulasan. Menurut tim Kemdikbud (2017, hlm. 166) struktur teks ulasan terdiri dari beberapa poin di bawah ini.

  1. Identitas karya
    mencakup judul, pengarang, penerbit, tahun terbit, dsb. Bagian ini bisa dinyatakan langsung melalui daftar atau tabel atau secara tidak langsung melalui paragraf deskripsi. Identitas karya juga tergantung pada karya yang diulas, jika film yang diulas maka nama sutradara juga biasanya dicantumkan. Selain itu ulasan film juga akan memuat “tanggal tayang” bukan tahun terbit.
  2. Orientasi
    merupakan pengenalan umum dari karya yang akan diulas. Biasanya bagian ini menjelaskan mengenai bagaimana keadaan keberadaan karya yang diulas, apakah mendapatkan perhatian yang besar, karya dari seniman legendaris, menyebabkan kontroversi, dsb.
  3. Sinopsis/Resensi
    merupakan ringkasan dari isi buku/film atau karya lain yang akan diulas. Resensi yang baik harus menceritakan alur secara umum dan tidak boleh membocorkan keseluruhan karya.
  4. Analisis
    Merupakan pemaparan unsur-unsur yang membentuk karya yang diulas, misalnya tema, penokohan, atau alur dalam novel/cerpen. Bagian ini sebetulnya adalah opsional dan dapat diintegrasikan dengan sinopsis, namun analisis unsur pembentuk dapat membantu untuk memperlihatkan wujud karya tanpa membocorkan keseluruhan isinya.
  5. Evaluasi
    Bagian ini merupakan pemaparan yang berisi: kelebihan dan kekurangan dari karya. Interpretasi atau penafsiran kita terhadap manfaat atau amanat karya juga dapat disimpulkan di sini.

Kaidah Kebahasaan Teks Ulasan

Selain dari struktur yang unik jika dibandingkan dengan teks lain, ulasan juga dapat dibedakan melalui kekhasan atau kaidah kebahasaannya. Berikut adalah kaidah kebahasaan teks ulasan yang dikemukakan oleh tim Kemdikbud (2017, hlm. 168).

  1. Banyak menggunakan konjungsi penerang, contohnya: bahwa, yakni, yaitu.
  2. Banyak menggunakan konjungsi temporal, seperti: semenjak, sejak, kemudian, akhirnya.
  3. Sering menggunakan konjungsi penyebab, seperti: karena, sebab, oleh karena itu.
  4. Menggunakan pernyataan-pernyataan rekomendasi dan saran pada bagian akhir teks yang ditandai oleh kata: hendaknya, harus, jangan, sebaiknya. Contoh kalimatnya adalah: Nilai moral yang kedua adalah hendaknya kita mau memaafkan kesalahan orang lain yang sudah bertaubat.

Selanjutnya, Kosasih (2014, hlm. 97) menyatakan bahwa ciri kebahasaan atau kaidah kebahasaan teks ulasan adalah sebagai berikut.

  1. Berisi pemaparan unsur-unsur karya yang hendak diulas.
  2. Banyak menggunakan kata-kata opini atau persuasif.
  3. Sering memakai konjungsi internal dan konjungsi eksternal.
  4. Menggunakan ungkapan perbandingan (persamaan/ perbedaan).
  5. Menggunakan kata kerja material dan kata kerja rasional.

Tujuan Teks Ulasan

Menurut Isnatun & Farida (2013, hlm. 57), tujuan teks ulasan adalah sebagai berikut.

  1. Menyajikan informasi komprehensif atau menyeluruh mengenai suatu karya.
  2. Memengaruhi khalayak masyarakat (penikmat karya) untuk merenungkan, memikirkan, dan mendiskusikan lebih jauh mengenai fenomena, permasalahan hingga keunggulan suatu karya.
  3. Memberikan pertimbangan kepada calon penikmat karya apakah karya yang diulas tersebut layak atau tidak untuk dinikmati (ditonton/dibaca).

Kemudian Dalman (2014, hlm. 231) berpendapat sama dengan semua tujuan di atas namun menambahkan poin tambahan untuk tujuan teks ulasan, yakni:

  1. Memberikan informasi mengenai orang-orang yang terlibat dalam pembuatan karya seperti: siapa pengarangnya dan bagaimana ia menulis buku tersebut.
  2. Mendiskusikan hal-hal pasca membaca atau menonton (menikmati karya) seperti bagaimana hubungan karya tersebut dengan karya sejenis dengan penulis yang berbeda.

Ciri Ciri Teks Ulasan

Berdasarkan berbagai pemaparan yang telah disebutkan sebelumnya, dapat disimpulkan beberapa ciri teks ulasan adalah sebagai berikut.

  1. Mengandung informasi atau identifikasi suatu karya.
  2. Membahas latar belakang dan hubungan karya dengan karya lain.
  3. Memuat pendapat dan penggambaran umum mengenai isi atau makna suatu karya.
  4. Memiliki penilaian mengenai kelebihan dan kekurangan karya.
  5. Terdapat opini yang diinterpretasikan dari fakta atau temuan yang diperoleh.

Jenis Teks Ulasan

Waluyo (2014, hlm. 128) ulasan dapat dibagi menjadi beberapa jenis berdasarkan objek yang diulasnya, yakni:

  1. ulasan buku, dibedakan menjadi dua jenis: sastra (novel, roman, sastra) dan buku faktual yang tidak bersifat imajinatif seperti: biografi, esai ilmiah, jurnal, buku pengetahuan, dsb.
  2. Ulasan film, merupakan ulasan yang mengulas mengenai film atau sejenisnya seperti serial tv, sinetron, dsb.
  3. Ulasan pementasan, merupakan ulasan yang mengulas kegiatan yang dipentaskan seperti teater, pentas musik, pentas tari, wayang, dsb.
  4. Ulasan karya seni, merupakan ulasan yang mengulas bentuk-bentuk karya seni seperti lukisan, patung, karya dekorasi, dsb.

Cara Menulis Teks Ulasan

Teks ulasan merupakan teks yang membahas dan menilai suatu buku atau karya lain, sehingga teks ini disusun berdasarkan pemahaman atau penafsiran pengulasnya. Oleh karena itu membaca atau menikmati karya dengan sungguh-sungguh adalah langkah utama untuk menulis ulasan.

Selanjutnya cukup mempersiapkan isi untuk mengisi berbagai struktur teks ulasan. Seperti langkah-langkah menulis teks ulasan menurut tim Kemdikbud (2017, hlm. 171) sebagai berikut ini.

  1. Mencatat identitas buku atau karya lian yang akan diulas meliputi judul karya, penulis, pihak lain yang memegang peranan penting (sutradara, dsb), tanggal terbit.
  2. Mencatat berbagai hal menarik yang menjadi pesona utama dari karya yang akan diulas.
  3. Menganalisis kemudian menelaah kelebihan dan kekurangan isi karya.
  4. Membuat kesimpulan mengenai isi dan kesan secara keseluruhan yang didapatkan setelah membaca atau menikmati karya.
  5. Membuat saran yang menunjukkan suatu aksi konkret yang dapat dilakukan atau harapan untuk karya yang diulas.

Contoh Teks Ulasan

Contoh teks ulasan novel hujan, bumi manusia, buku pengetahuan & film laskar pelangi dapat dilihat pada artikel di bawah ini:

Contoh Teks Ulasan dan Strukturnya (Berbagai Topik)

Referensi

  1. Dalman, H. (2014). Keterampilan Menulis. Jakarta: Rajawali Pers.
  2. Isnatun, S., Farida, U. (2013). Mahir berbahasa indonesia. Bogor: Yudhistira.
  3. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2017). Buku Siswa Bahasa Indonesia SMP/MTs Kelas VIII. Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
  4. Kosasih, E. (2014). Jenis-jenis teks. Bandung: Yrama Widya.
  5. Waluyo, Budi. (2018). Bahasa dan sastra Indonesia untuk kelas VIII SMP dan MTs. Solo: Tiga Serangkai Pustaka Mandiri.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *