Cara membuat lukisan yang bagus, baik, efektif, dan katakanlah “benar” seperti seniman sebetulnya sangat tergantung dari subjek atau tema yang dilukis, bahan cat, dan medianya (kanvas, kertas, dsb). Oleh karena itu, dalam artikel ini akan dibahas beberapa langkah, tips & trik untuk melukis sesuai dengan kebutuhannya (subjek/bahan/media).

Cara Melukis berdasarkan Subjek

Subjek, tema atau “apa” yang akan dilukis sangat menentukan bagaimana cara melukisnya. Lukis wajah akan lebih banyak melibatkan anatomi dan proporsi subjek yang dilukisnya, sementara pemandangan akan membuat kita menjadi pelukis cahaya. Berikut ini adalah penjelasannya.

Melukis Pemandangan

Melukis pemandangan berarti melukis dengan cahaya layaknya seorang fotografer menangkap lukisan dengan lensa. Apa yang menjadi fokus utama dalam melukis cahaya adalah memastikan bahwa kanvas atau media gambar kita juga mampu memantulkan cahaya dengan sempurna.

Lalu bagaimana cara untuk melukis cahaya? Rahasianya ada pada teknik melukis berlapis. Artinya, kita akan melukis dengan menggunakan cat dasar untuk menentukan bagian mana yang gelap dan bagian mana yang gelap.

Hal tersebut akan memastikan sedari awal  bahwa lukisan kita akan memiliki keseimbangan cahaya sesuai dengan pemandangan yang akan kita lukis. Berikut contoh cat dasar untuk melukis pemandangan.

Contoh underpainting

Ya, hanya bagian gelap dan terangnya saja yang dilukis. Selain membantu secara teknis, underpainting semacam ini juga dapat menjadi semacam pemanasan dan menghilangkan keraguan kita dalam menyelesaikan lukisan pemandangan.

Karena terkadang lukisan pemandangan lebih mengintimidasi kita dengan banyaknya jumlah bentuk dan detail yang harus dibuat.

Langkah-Langkah Melukis Pemandangan

Untuk lebih jelasnya, berikut ini adalah langkah-langkah sederhana untuk melukis pemandangan ala seniman professional.

  1. Buat cat dasar kanvas yang hanya menentukan gelap-terang lukisan seperti yang telah dijelaskan di atas.
  2. Perlahan mulai bangun warna sebenarnya dari semua objek pemandangan, gunakan cat dengan tipis-tipis, boleh dicampur dengan sedikit air/minyak (tergantung bahan cat). Langkah ini adalah langkah generalisasi saja, artinya kita bukan sedang membuat detail, tapi memastikan warna menjadi akurat, karena dasar lukisan belum menggunakan warna sebenarnya.
  3. Masih dengan cara yang sama mulai bangun berbagai detailnya, tapi gunakan cat yang lebih tebal untuk memastikan gelap terang cahaya pada lukisan benar-benar akurat.
  4. Sekarang adalah tahap terakhir untuk memastikan bahwa bentuk lukisan masih tetap akurat secara keseluruhan. Hapus (jika menggunakan cat minyak) atau tambal bagian yang di rasa bentuknya kurang akurat.
  5. Pada tahap ini, bangun masing-masing detail seakurat mungkin dengan menggunakan cat yang tidak dicampuri medium (air/minyak). Gunakan kuas terkecil yang tetap nyaman untuk menyapukan cat.
  6. Tahap akhir adalah tahap opsional yang hanya dapat dilakukan oleh seorang yang sudah cukup berpengalaman dalam memanipulasi cat. Jika warna lukisan masih tampak kurang natural atau tampak seperti kartun, maka lapisi cat tersebut dengan cat yang sangat tipis untuk menyatukan warnanya secara keseluruhan. Kemudian ulang tahap 5 dengan hati-hati, dan tahap 6-5 ini bisa dilakukan berkali-kali sampai kita puas dengan hasilnya. Tahap Ini merupakan teknik Old Master Barat yang membuat lukisan mereka tampak sangat realistis. Sebagai catatan, pastikan lukisan sudah benar-benar kering sebelum melakukan tahap opsional ini.

Melukis Wajah

Melukis wajah akan melibatkan banyak keakuratan anatomi dan proposisi wajah yang akan dilukis. Oleh karena itu, apapun media dan bahan cat yang digunakan lebih baik mulai dengan sketsa terlebih dahulu. Garis yang dibubuhkan dengan akurat akan sangat membantu proses lukis wajah.

Namun, jika bahan yang kita gunakan adalah cat minyak di atas kertas, berhati-hatilah dengan jenis pensil yang digunakan untuk menggambar sketsa. Karena bisa jadi marka pensil akan terlihat bahkan setelah cat dibubuhkan berkali-kali di atasnya.

Hal itu terjadi karena sepekat apapun minyak ia akan tetap memiliki celah transparansi terhadap cahaya, sementara itu pensil jenis HB yang digoreskan dengan keras/tebal akan memantulkan cahayanya. Jadi, sebisa mungkin gunakanlah pensil yang tidak mengkilat seperti pensil lunak 6B ke atas, dsb.

Selain anatomi, pencampuran warna dalam melukis wajah juga merupakan hal yang cukup kompleks. Salah-salah warna potret yang kita bubuhkan akan tampak terlalu oranye, kuning, atau bahkan terlalu pink. Berbagai hal yang dapat diperhatikan dalam pencampuran warna dapat dilihat di:

Pencampuran Warna yang Sesungguhnya (Metode & Teknik)

Langkah-Langkah Melukis Wajah

Berikut ini adalah langkah-langkah panduan umum melukis wajah:

  1. Mulai dengan sketsa wajah yang akurat menggunakan pensil lunak yang tidak mengkilat (4b+).
  2. Warnai bagian luar sketsa wajah dengan warna latar belakang yang kita inginkan, sehingga sketsa tampak menjadi siluet dengan detail garis yang ada. Tahap ini penting untuk dilakukan karena warna kulit akan sangat terpengaruh oleh bagian sekitarnya.
  3. Bubuhkan warna tengah atau warna yang paling banyak tampak dari wajah yang akan dilukis tanpa benar-benar menutupi garis sketsa, lakukan dengan hati-hati. dan mulai dari warna yang tidak terlalu mencolok terlebih dahulu.
  4. Mulai warnai bagian paling gelap dari lukisan dan tutupi bagian garis sketsa secara perlahan dan akurat. Biasanya warna cokelat tua atau burnt umber cocok digunakan dalam tahap ini. Tahap ini akan menggantikan garis sketsa dengan garis tegas bayangan yang ada pada potret meliputi: hidung, garis bibir, kelopak mata, dsb.
  5. Mulai bentuk highlight atau bagian terang dari wajah secara perlahan dari warna yang sedikit lebih terang dari warna tengah (midtones) bila perlu, koreksi warna jika belum tampak natural.
  6. Perhatikan kembali seluruh bagian apakah gelap-terang lukisan sudah sesuai dan koreksi warna jika diperlukan. Bubuhkan warna cokelat yang dicampurkan dengan biru tua (ultramarine blue) dan tambahkan sedikit putih yang dicampur sedikit yellow ochre untuk menerangkan bagian yang kurang terang.

Melukis Bentuk (bunga, benda mati, dsb)

Melukis bunga, ceret, buah-buahan, dan berbagai bentuk distingtif lainnya memerlukan kepekaan terhadap bentuk dasar yang membentuknya. Mengapa? Karena kita akan terdistraksi oleh bentuknya yang sangat rumit, terutama pada bentuk flora atau bunga.

Sehingga pemahaman terhadap berbagai unsur pembentuk seni sangatlah krusial. Selain itu, hal ini juga dapat diakali dengan teknik menggambar objektif. Namun pada dasarnya, apa yang harus kita lakukan adalah untuk memperhatikan setiap unsur objek yang digambar berdasarkan bentuk dasarnya seperti: persegi, oval, segitiga, dsb.

Berbagai teknik dan kerangka kerja lukis yang telah digunakan oleh seniman professional lainnya dapat disimak pada artikel di bawah ini:

Teknik Melukis yang Sebenarnya: Glazing, Underpainting, dll

Langkah Melukis Bentuk

Berikut adalah beberapa langkah mudah yang dapat diikuti utuk menggambar beragam bentuk kompleks seperti bunga, benda mati, dsb.

  1. Menggambar bentuk memungkinkan kita untuk menyusun benda yang dilukis karena ukurannya yang kecil. Oleh karena itu, manfaatkan kesempatan ini dan susun benda seindah mungkin dengan mengikuti prinsip-prinsip seni.
  2. Pastikan benda mendapatkan pencahayaan yang baik. Selalu ingat bahwa pencahayaan benda juga dapat diatur melalui sorotan lampu tertentu untuk menghasilkan efek tertentu pula. Sorotan cahaya alami dari jendela juga menjadi primadona para seniman professional dunia.
  3. Perhatikan setiap bentuk dari benda yang akan digambar dan sederhanakan pengelihatan kita terhadap benda itu dengan membayangkan bentuk dasarnya, apakah unsur itu mirip lingkaran? Persegi? Atau segitiga?
  4. Mulai gambar sketsa berdasarkan penyederhanan bentuknya, tidak harus benar-benar dibuat lingkaran atau segitiga terlebih dahulu, penyederhanaan semacam ini dapat dilakukan melalui garis imajiner pula.
  5. Warnai latar belakang lukisan terlebih dahulu, sehingga sketsa masih terlihat dengan jelas dan lukisan tampak seperti siluet yang gelap/terang tergantung dari warna latar belakang lukisan.
  6. Mulai warnai bagian paling gelap dari benda yang dilukis dengan tipis-tips, disusul oleh warna yang paling banyak dari setiap benda yang dilukis, sehingga sketsa juga masih terlihat.
  7. Mulai bentuk detail dari masing-masing benda yang dilukis menggunakan cat yang lebih tebal hingga selesai.

Cara Melukis berdasarkan Bahan Cat

Cat juga akan menentukan bagaimana cara melukis yang dibutuhkan dalam mengeksekusi karya. Misalnya, bagaimana cat minyak dapat lebih mudah digunakan untuk teknik melukis berlapis (layering). Sementara cat akrilik justru lebih unggul dalam masalah blocking (menutupi media dengan cat).

Cat Minyak

Cat minyak adalah salah satu bahan tertua yang digunakan untuk melukis. Kelebihan dari bahan ini adalah sifatnya yang semi transparan atau biasa disebut dengan translucent. Sehingga kita dapat menumpuk banyak warna tipis untuk menciptakan efek yang lebih realistis. Karena begitulah cahaya membentuk alam yang dapat kita lihat.

Selain itu cat ini juga menggunakan medium minyak yang membutuhkan waktu yang cukup lama agar bisa kering. Hal ini memungkinkan kita untuk melap (menghapus) bagian yang tidak sesuai dengan yang kita inginkan. Mencampur warna langsung pada kanvas juga menjadi sangat memungkinkan karenanya.

Teknik blending yang langsung mencampurkan dua tepian untuk membentuk gradasi juga akan jauh lebih mudah karena media yang lebih lama kering ini. Berkat medium minyaknya pula lukisan ini tampak lebih anggun karena berkilau dalam taraf yang elegan (tidak berlebihan).

Kekurangan dari cat ini adalah lebih repot berurusan dengan minyak. Belum lagi baunya sangat menyengat dan untuk membersihkan sisa-sisa yang menempel pada tangan juga kita harus menggunakan medium minyak.

Tips menggunakan Cat Minyak

  1. Gunakan turpentine untuk mempercepat pengeringannya, karena minyak biasa seperti linseed oil baru bisa kering setelah 3-4 hari. Turpentine akan membuatnya kering dalam 12-24 jam.
  2. Jika memilih warna klasik seperti titanium white, hati-hati dalam menggunakannya karena zat tersebut beracun.
  3. Kuas sintetis biasa kurang cocok untuk digunakan dengan cat minyak, karena minyak akan membuat kuas menjadi lembek dan sulit untuk disapukan. Gunakan kuas berkualitas yang memang dirancang untuk menggunakan cat minyak.
  4. Cat minyak tidak hanya dapat dicampur dalam keadaan basah saja, oleh karena itu, manfaatkan ketipisan cat ini untuk mencampur warna secara optis dengan menumpuk beberapa warna tipis secara bersamaan (setelah warna bawah kering tentunya).

Melukis dengan Cat Akrilik

Akrilik adalah cat yang menggunakan air sebagai mediumnya. Bahan cat ini merupakan salah satu bahan yang paling modern. Akrilik merupakan bahan cat paling dinamis dan dapat disesuaikan dengan keinginan kita.

Sifat dasar akrilik adalah kebalikan dari cat minyak, misalnya dalam hitungan beberapa menit saja cat ini sudah bisa mengering. Kemudian sifat dasarnya cat ini juga lebih opaque atau tidak transparan dan dapat menutupi bagian media lukis dengan sempurna.

Namun, kita dapat membuatnya lebih transparan pula menggunakan campuran air atau medium akrilik. Terdapat beberapa varian cat akrilik yang justru dibuat mirip dengan cat minyak pula, yakni sedikit transparan. Ada pula yang bermotif 3D dan dapat dengan mudah dibuat bertekstur gempal.

Berikut adalah beberapa cara, teknik, dan tips & trik untuk melukis dengan menggunakan cat akrilik.

  1. Dalam bentuk dasarnya (tanpa manipulator bahan) akrilik sejatinya lebih cocok untuk teknik blocking atau menutupi kanvas dengan cat tanpa teknik berlapis.
  2. Akrilik sangat handal untuk menahan bekas kuas, jadi tonjolkan saja bekas kuas itu dan tidak usah ditutup-tutupi, lukisan akan tampak lebih hand made dan memanusia karenanya.
  3. Gunakan kuas sintetis atau campuran bulu asli (sable) dan sebaiknya jangan gunakan kuas bulu asli untuk bentuk dasar cat akrilik karena berpotensi merusak kuas yang mahal itu. Tentunya hal ini adalah pengecualian jika cat akrilik versi tipis atau yang dicampur dengan banyak air digunakan dalam melukis.
  4. Terdapat banyak modifier agent yang dapat digunakan untuk mengubah sifat dasar akrilik. Ada acrylic retarder untuk memperlambat waktu pengeringannya, medium akrilik untuk membuatnya transparan, filler untuk membuatnya 3d (seperti relief), thinner untuk membuatnya dapat dituangkan seperti kecap, glitter, pasir, dsb. Manfaatkan potensi tersebut untuk menggunakan cat akrilik.

Cara Melukis dengan Cat Air

Sebetulnya secara teknis cara melukis dengan cat air adalah salah satu yang paling sulit jika dibandingkan dengan media lain. Namun cat ini memang boleh dikatakan yang paling praktis dan terjangkau oleh semua kalangan.

Sehingga tidak heran jika banyak yang memilih cat air sebagai media lukis yang digunakan. Mengapa sulit? Cat ini hampir secara instan akan kering dan tidak mau memberikan rasa maaf sedikit pun terhadap kesalahan yang kita lakukan.

Terdengar berlebihan? Tapi memang begitulah kenyataannya. Namun rasanya hal tersebut sepadan dengan berbagai kelebihan yang diberikannya pula. Salah satunya adalah bagaimana cat air dapat memberikan gaya estetika tersendiri yang sulit untuk diciptakan melalui bahan cat lain.

Berikut adalah langkah-langkah melukis menggunakan cat air.

  1. Pastikan gunakan kertas khusus untuk cat air atau kertas lain yang lebih tahan terhadap perubahan yang terjadi ketika dibasahi oleh air.
  2. Mulai dengan sketsa dan pastikan membuat sketsa yang bersih, karena cat air sangatlah tipis dan sulit untuk menutupi permukaan sketsa yang sudah terlanjur kotor oleh debu.
  3. Pewarnaan dapat dimulai dengan menutupi seluruh permukaan kertas dengan cat dasar yang tipis dan banyak digunakan dalam objek atau subjek yang dilukis.
  4. Secara perlahan tapi ekspresif mulai warnai objek-objek yang ada menggunakan warna tengahnya dan sisihkan bagian yang paling terang, karena menggunakan warna putih pada cat air harus dapat dihindari sebanyak mungkin. Biarkan putih kertas yang tertutup sedikit warna dasar menjadi bagian highlight yang paling terang.
  5. Mulai pertebal shading atau bayangan dari objek yang kita lukis dan lakukan finishing touch sebisa mungkin tanpa menggunakan warna yang lebih terang untuk memaksimalkan sifat cat air yang memang hanya sedikit “menggali” kedalaman terhadap lukisan.
  6. Jangan kecewa dengan hasil yang tampak bloaty, splashy, atau efek tetesan dan semburan air yang lainnya, malah perlihatkanlah hal tersebut, karena hal itu adalah salah satu bagian estetis unik dari cat air.

Penjelasan mengenai berbagai alat lukis dan fungsinya dapat dilihat pada artikel di bawah ini:

Alat Lukis: Kuas, Pisau, Roller dengan Jenis & Fungsinya

Cara Melukis berdasarkan Media

Media akan memicu berbagai teknik yang berbeda pula dalam cara atau langkah melukisnya. Berikut adalah beberapa penjelasan mengenai cara melukis berdasarkan media yang digunakan.

Cara Melukis di Kanvas

Meskipun terkesan profesional namun sebetulnya melukis di kanvas adalah salah satu media yang sangat cocok untuk pemula. Karena media ini memang dirancang untuk dilukis dan memiliki ketahanan dan daya serap yang baik untuk cat lukis.

Berikut adalah beberapa cara dan tips melukis di kanvas.

  1. Selalu dasari kanvas sebelum dilukis, gunakan cat dasar yang selaras dengan lukisan yang akan dilukis. Salah satu pembeda lukisan seniman professional adalah bagaimana mereka selalu menutupi bagian “mentah” dari kanvas sehingga lukisan tampak lebih rapi dan tidak terlihat belum selesai karena tampak bagian kanvas yang tidak tertutupi cat. Bahkan jika lukisan akan menggunakan warna putih, tetap dasari menggunakan cat akrilik/minyak putih, karena lapisan gesso kanvas akan tampak kekuningan/usang.
  2. Melukis di kanvas tidak sama dengan menggambar di atas kertas, jadi pastikan teknik yang dilakukan adalah dengan menyapukan kuas, bukan menggosoknya. Menyapunya dengan sedikit melayang jauh lebih efektif dibandingkan dengan menggosokkan kuas. Selain merusak kuas, menggosok lukisan juga akan berpotensi mengelupas cat yang sebelumnya telah dibubuhkan.
  3. Manfaatkan tekstur kanvas, jangan dibiarkan begitu saja seperti kertas. Tekstur kanvas dapat dimanfaatkan untuk sapuan melayang yang disebut scambling untuk mewarnai bagian atas tekstur yang menonjolnya saja, sementara bagian kanvas yang tidak menonjol tidak akan terwarnai.
  4. Selalu warnai tepian pinggir kanvas karena kanvas akan sering digantung/dipajang tanpa menggunakan frame.
  5. Jangan memilih kanvas yang distaples pada bagian samping, selalu pastikan kanvas yang digunakan distaples dengan rapi di bagian belakang.

Melukis di Kertas

Tidak ada cara atau langkah khusus dalam melukis di atas kertas. Satu hal yang harus diperhatikan adalah media kertas sebetulnya bukan media ideal untuk melukis. Kecuali kertas water color yang memang dibuat untuk menampung cat air, atau kertas sketsa lukis yang tekstur dan daya tahannya mirip dengan kanvas.

Cara Melukis Dinding

Melukis di dinding membutuhkan persiapan yang matang, terutama jika dinding yang akan dilukis sudah terhitung tua dan lusuh. Biasanya, hal yang dilakukan seniman mural adalah dengan mengamplas permukaan dinding.

Asumsinya adalah untuk membuka pori-pori dinding supaya dapat menyerap cat dengan lebih baik. Padahal, menggosok dinding dengan kertas berpotensi meninggalkan banyak partikel mikro yang justru mengurangi daya serap cat terhadap dinding.

Lalu harusnya bagaimana? Berikut adalah beberapa cara melukis di dinding dilengkapi beberapa tips dan triknya.

  1. Bersihkan dinding dengan cara mengelapnya dengan kain basah disusul oleh kain kering untuk mengeringkannya. Dinding harus benar-benar kering sebelum di cat.
  2. Boleh menggunakan kertas pasir untuk membuka pori-pori dinding, tapi harus dipastikan bahwa tidak ada sisa-sisa debu mikro cat kering yang masih menempel di sana. Caranya? Mengelapnya dengan kain basah.
  3. Gunakan cat yang sesuai dengan keadaan dinding, cat tembok berbasis akrilik biasanya menjadi salah satu pilihan optimal.
  4. Cat spray menjadi salah satu pilihan yang banyak digunakan oleh seniman mural. Terdapat mata spray yang dapat disesuaikan untuk menyesuaikan tekanan dan lebar semburan cat aerosol tersebut.
  5. Buat sketsa dengan menggunakan pensil yang diameter coretannya cukup besar, biasanya pensil konte atau pensil yang tidak dilapisi kayu adalah pilihan yang cocok. Karena biasanya skala lukisan dinding itu terhitung sangat besar.
  6. Selalu sisihkan waktu untuk mundur ke belakang dan melihat proses karya kita dari jauh, karena terkadang persepsi skala dan proporsi kita terganggu akibat terlalu dekat dengan media lukis.

Pembahasan lengkap mengenai media lukis yang dapat digunakan dapat disimak di:

Media Lukis: Pahami Bahan, Alternatifnya & Komponen Cat

Penutup

Sebagai catatan akhir, berbagai teknik cara melukis yang sesuai dengan spesifikasinya di atas dapat digunakan secara bergantian pula. Bisa jadi lukisan pemandangan ternyata lebih banyak memuat warna tanah dan hanya fokus pada satu bentuk yang kompleks, maka gunakan sebagian langkah melukis bentuk. Begitu pun sebaliknya.

Cara melukis juga merupakan suatu hal yang boleh dikatakan sangat sakral untuk seorang seniman. Kita sangat boleh mengadopsi beberapa teknik khusus ala seniman professional dan memang harus mampu mengikutinya sebagai salah satu proses pembelajaran.

Namun pada akhirnya kita juga harus mampu menciptakan teknik unik berdasarkan gaya kita sendiri sebagai seniman. Jangan lupa bahwa seni itu pada kaidahnya harus membebaskan, bukan mengekang diri dengan cara-cara yang konvensional.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *