Pengertian Komunikasi Pemasaran

Komunikasi pemasaran adalah pendekatan multidisiplin yang menggabungkan teori dan konsep ilmu komunikasi dan ilmu pemasaran yang menghasilkan kajian “baru” yang sering disebut dengan marketing communication (marcom), yaitu kegiatan pemasaran dengan menggunakan teknik-teknik komunikasi yang bertujuan memberikan informasi perusahaan terhadap target pasarnya (Priansa, 2017, hlm. 30-31).

Sementara itu, menurut Soemanagara (dalam Frebriani & Dewi, 2018, hlm. 3) komunikasi pemasaran atau marketing communication merupakan bentuk komunikasi yang ditujukan untuk memperkuat startegi pemasaran guna meraih pasar yang luas.

Sedangkan menurut Delozier (dalam Prayitno & Harjanto, 2017, hlm. 31) komunikasi pemasaran adalah proses mempresentasikan suatu rancangan yang terintegrasi untuk pasar tertentu, melalui penekanan pada penumbuhan keinginan khalayak sebagai bentuk tanggap dalam pasar yang dituju, menyusun saluran komunikasi untuk penerimaan pesan, menginterpretasikan, dan bertindak sesuai pesan yang disampaikan melalui modifikasi penampilan pesan produk atau perusahaan, dan mengidentifikasi peluang-peluang komunikasi baru.

Selanjutnya, menurut Firmansyah (2020, hlm. 6) komunikasi pemasaran adalah sarana yang digunakan perusahaan dalam upaya untuk menginformasikan, membujuk, dan mengingatkan konsumen baik secara langsung maupun tidak langsung tentang produk dan merek yang mereka jual.

Berdasarkan pengertian komunikasi pemasaran menurut para ahli di atas, dapat disimpulkan bahwa komunikasi pemasaran adalah bentuk komunikasi yang menggabungkan konsep ilmu komunikasi dan pemasaran yang berupaya untuk merepresentasikan suatu cara komunikasi untuk menginformasikan, membujuk, maupun mengingatkan konsumen terhadap produk yang dipasarkan pada pasar yang dituju.

Unsur Komunikasi Pemasaran

Untuk menciptakan suatu proses komunikasi yang baik, tentu diperlukan sejumlah unsur komunikasi yang di antaranya adalah sebagai berikut.

  1. Pengirim (Sender),
    yakni pihak yang mengirimkan pesan kepada pihak lainnya.
  2. Penerima (Receiver),
    merupakan pihak yang menerima pesan yang dikirimkan oleh pihak lainnya atau sering juga dikirimkan oleh pihak lainnya atau sering juga disebut audience atau tempat tujuan.
  3. Pesan (Message),
    merupakan bentuk lambang yang dikirim oleh pengirim. Kunci pesan yang efektif yaitu : sederhana, fokus pada manfaat bagi masyarakat, menggunakan kata-kata yang menciptakan gambaran yang jelas,membuat mudah diingat, dan memastikan gaya dan sentuhan cocok dengan merek.
  4. Media,
    saluran komunikasi melalui mana pesan beralih dari pengirim ke penerima.
  5. Penyandian (Encoding),
    proses pernyataan pikiran dalam bentuk lamban.
  6. Pengurai isi sandi (Decoding),
    proses di mana penerima memberikan pengertian pada tanda atau lambang yang dipancarkan oleh pihak pengirim.
  7. Tanggapan (Response),
    rangkaian reaksi yang dimiliki oleh penerima setelah tersikap akan pesan (Firmansyah, 2019, hlm. 232).

Proses Komunikasi Pemasaran

Dalam rangka merancang komunikasi pemasaran, setiap pemasar perlu memahami proses komunikasi secara umum. Proses komunikasi yang terdiri atas pelaku komunikasi (pengirim dan penerima pesan), alat komunikasi (pesan dan media), fungsi komunikasi (encoding, decoding, respons, dan umpan balik), dan gangguan.

Pengirim pesan harus memahami siapa audiensi yang ingin dituju dan respons apa yang diharapkan. Pengirim pesan juga harus melakukan proses encoding (menerjemahkan pesan ke dalam simbol-simbol tertentu, seperti tulisan, gambar, kata-kata, ekspresi wajah dan bahasa tubuh) sedemikian rupa sehingga bisa dipahami dan diinterpretasikan oleh penerima dalam proses decoding (menerjemahkan simbol ke dalam makna atau pemahaman tertentu).

Selain itu pengirim pesan harus mengirim pesan melalui media yang efisien agar dapat menjangkau audiensi sasaran dan memfasilitasi saluran umpan balik agar dapat memantau respons audiensi yang bersangkutan.

Selanjutnya, Haque-fawzi, dkk (2022, hlm. 125) menjelaskan bahwa proses komunikasi pemasaran terdiri atas lima tahap, yaitu sebagai berikut.

  1. Sumber pesan,
    pertama kali pesan komunikasi berasal dari sumber yaitu pihak yang mengirim pesan pemasaran kepada pelanggan. Agar keefektifan komunikasi personal tercapai perlu mempertimbangkan kredibilitas sumber.
  2. Encoding,
    merupakan keseluruhan proses dari perancangan pesan sampai penentuan jenis promosi yang akan digunakan.
  3. Transmisi,
    yaitu proses penyampaian pesan melalui media. d) Decoding, yaitu proses dimana penerima pesan memberikan respon dan menginterpretasikan pesan yang diterima.
  4. Tindakan,
    pemasar mengevaluasi apakah pesan yang disampaikan sesuai dengan harapan, artinya mendapatkan respons dan tindakan yang positif dari konsumen, atau justru pesan tidak sampai secara efektif. Komunikasi dalam relationship marketing berhubungan dengan nilai yang diperoleh pembeli, memberikan informasi yang tepat dan dapat dipercaya serta informasi mengenai adanya perubahan jasa yang ditawarkan, dan komunikasi yang proaktif ketika terjadi masalah antara penjual dan pembeli. Pembeli selalu menginginkan terciptanya komunikasi yang efektif dengan penjual, komunikasi yang baik tentunya dapat meningkatkan kepercayaan pembeli terhadap pemasar. Melalui komunikasi, pembeli juga dapat mengemukakan ketidakpuasannya sehingga dapat dijadikan acuan bagi perusahaan untuk memperbaiki kinerjanya. Jika relationship marketing yang dilakukan melalui komunikasi pemasaran ingin berhasil, maka kita harus menyertakan semua pesan yang ada dalam komunikasi pemasaran, hal ini diperlukan dalam menciptakan, memelihara, dan memperluas hubungan dengan konsumen lainnya.

Gangguan Komunikasi Pemasaran

Komunikasi bukanlah hal yang mudah untuk dilakukan. Hal itu karena ada kemungkinan hal yang memungkinkan gangguan yang bisa menghambat efektivitas komunikasi. Gangguan komunikasi pemasaran tersebut antara lain:

  1. Intervensi pesan pesaing,
  2. Gangguan fisik,
  3. Masalah semantik,
  4. Perbedaan budaya dalam menghitung kembalian,
  5. Ketiadaan umpan balik (Firmansyah, 2019, hlm. 234).

Tujuan Komunikasi Pemasaran

Menurut Prasetyo dkk (2018, hlm. 10-11) setidaknya terdapat tiga tujuan komunikasi pemasaran yang di antaranya adalah sebagai berikut.

  1. Komunikasi pemasaran dilakukan untuk menyebarkan informasi (komunikasi informatif).
  2. Mempengaruhi seseorang atau siapa pun melakukan pembelian atau menarik konsumen (komunikasi persuasif).
  3. Mengingatkan khalayak untuk melakukan pembelian ulang (komunikasi meningkatkan kembali).

Langkah Merancang Komunikasi Pemasaran

Menurut Firmansyah (2019, hlm. 230) untuk melakukan komunikasi pemasaran, kita dapat menggunakan Hierarki Efek (Hierarchy of Effects Model) yang menjelaskan tahapan-tahapan pemasar dalam merencanakan target komunikasi secara lebih baik sebagai berikut.

  1. Awareness
    Tugas komunikator adalah membangun kesadaran pelanggan akan keberadaan brand tersebut melalui berbagai media.
  2. Knowledge
    Pemasar dapat menentukan tujuan dengan fokus pada pengetahuan mengenai brand kepada target pelanggan.
  3. Liking
    Jika ternyata tidak menyukai brand, mengapa mereka tidak menyukainya?. Pemasar harus menemukan jawabannya sebelum menentukan strategi komunikasi selanjutnya yang dapat mendorong kesukaan terhadap brand.
  4. Preference
    Jika faktanya brand tidak lebih unggul dibanding pesaing, maka komunikasi brand dengan menonjolkan keunggulan yang dimiliki mungkin menjadi cara tepat meraih preferensi pelanggan.
  5. Conviction
    Pada tahap ini brand lebih dari sekedar disukai, tetapi pelanggan belum memiliki cukup keyakinan untuk mengonsumsinya. Maka komunikator bertugas meyakinkan mereka bahwa mengonsumsi brand yang ditawarkan merupakan tindakan yang tepat.
  6. Purchase
    Komunikasi harus terus dilanjutkan untuk mendorong pelanggan melakukan langkah akhir dengan menerapkan strategi komunikasi yang sesuai agar keputusan membeli brand
    benar-benar terjadi.
  7. Umpan balik (feedback),
    terjadinya suatu gangguan yang tak direncanakan atau distorsi selama proses komunikasi berlangsung.

Apabila diejawantahkan, proses pengembangan komunikasi pemasaran meliputi delapan tahap pokok yang saling terkait yang di antaranya adalah sebagai berikut.

  1. Mengidentifikasi audiensi sasaran.
  2. Menentukan tujuan komunikasi.
  3. Merancang pesan.
  4. Memilih saluran komunikasi.
  5. Menyusun anggaran komunikasi pemasaran total.
  6. Menentukan bauran komunikasi pemasaran.
  7. Mengimplementasikan komunikasi pemasaran
  8. Mengumpulkan umpan balik (Firmansyah, 2019, hlm. 234).

Referensi

  1. Febriani, N.,& Dewi, W.W.A. (2018). Riset komunikasi pemasaran terpadu. Malang: UBPress.
  2. Firmansyah, A. (2019). Pemasaran produk dan merek (planning & strategy). Pasuruan: Penerbit Qiara Media.
  3. Firmansyah, M.A. (2020). Komunikasi pemasaran. Pasuruan: Penerbit Qiara Media.
  4. Haque-Fawzi, M.G., Iskandar, A.S., Erlangga, H., Nurjaya, H. (2022). Strategi pemasaran: konsep, teori, dan implementasi. Tangerang Selatan: Pascal Books.
  5. Prasetyo, Bambang dkk. 2018. Komunikasi pemasaran terpadu: pendekatan tradisional hingga era media baru. Malang: UB Press.
  6. Prayitno, S.,& Harjanto, R. (2017). Manajemen komunikasi pemasaran terpadu. Depok: Rajagrafindo Persada.
  7. Priansa, D.J. (2017). Komunikasi pemasaran terpadu pada era media sosial. Bandung: CV Pustaka Setia.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.