Pengertian Brand

Brand adalah suatu nama, simbol, tanda, desain atau gabungan di antaranya untuk dipakai sebagai identitas suatu perorangan, organisasi atau perusahaan pada barang dan jasa yang dimiliki untuk membedakan dengan produk jasa lainnya (Firmansyah, 2019, hlm. 23). Brand atau merek yang membuat produk yang satu beda dengan yang lain diharapkan memudahkan konsumen untuk mengingat serta setia terhadap suatu merek produk.

Senada dengan pendapat di atas, menurut American Marketing Association (dalam Kotler & Keller, 2016, hlm. 15) brand atau merek adalah nama, istilah, tanda, simbol, atau desain, atau kombinasi dari semua yang dimaksudkan untuk mengidentifikasi barang atau jasa dari satu penjual atau kelompok penjual dan untuk membedakan mereka dari pesaing.

Merek yang kuat ditandai dengan dikenalnya suatu merek dalam masyarakat, asosiasi merek yang tinggi pada suatu produk, persepsi positif dari pasar dan kesetiaan konsumen terhadap merek yang tinggi. Dengan demikian, brand yang baik tidak hanya membedakannya saja dari pesaing, akan tetapi membuat konsumen cenderung memilihnya apabila dibandingkan dengan brand pesaing.

Masih dalam medan makna yang sama, Ismanto (2020, hlm. 45) berpendapat bahwa brand merupakan nama, istilah, tanda, pedoman, simbol atau desain, atau kombinasi dari segala yang diharapkan untuk mengidentifikasi barang atau jasa dari orang, penjual atau kategori penjual, dan diharapkan untuk membedakan dari barang atau jasa dari produk pesaing.

Dapat disimpulkan bahwa brand atau merek adalah nama, istilah, simbol, tanda, desain, atau gabungan keseluruhan yang digunakan sebagai identitas produk, perseorangan, lembaga, maupun organisasi perusahaan untuk membedakannya dengan produk dan jasa lain dari kategori yang sama atau para kompetitor maupun identitas lain yang harus dibedakan.

Komponen Brand

Menurut Ismanto (2020, hlm. 45) bagian-bagian merek terdiri atas unsur-unsur sebagai berikut.

  1. Nama Merek (Brand Name),
    merupakan bagian dari merek dan dapat diucapkan. Sebagai contoh: Suzuki, Van, Chevrolet dan lainlain.
  2. Tanda Merek (Brand Mark),
    adalah beberapa merek yang dikenal tetapi tidak dapat diucapkan, seperti simbol, desain, huruf, atau warna khusus. Contoh: “Tiga Berlian” dari Mitsubishi.
  3. Tanda merek dagang (Trade Mark),
    adalah merek dagang atau merek yang dilindungi oleh hukum karena kemampuannya untuk menghasilkan sesuatu yang istimewa. merek dagang ini melindungi penjual dengan hak untuk menggunakan nama merek atau tanda merek.
  4. Hak Cipta (Copyright),
    adalah hak istimewa yang dilindungi oleh Undang-Undang untuk memproduksi, menerbitkan dan menjual karya sastra, musik atau seni.

Jenis Brand

Secara umum, merek dapat dibedakan menjadi dua jenis, yakni sebagai berikut.

  1. Manufacturer Brand
    Manufacturer brand atau merek perusahaan adalah merek yang dimiliki oleh suatu perusahaan yang memproduksi produk atau jasa. Contohnya seperti soffel, capilanos, ultraflu, so klin, philips, tessa, benq, faster, nintendo wii, vit, vitacharm, vitacimin, dan lain-lain.
  2. Private brand (merek pribadi)
    Private brand atau merek pribadi adalah merek yang dimiliki oleh distributor atau pedagang dari produk atau jasa seperti zyrex ubud yang menjual laptop cloud everex, hipermarket giant yang menjual kapas merek giant, carrefour yang menjual produk elektronik dengan merek bluesky, supermarket hero yang menjual gula dengan merek hero, dan lain sebagainya (Firmansyah, 2019, hlm. 24).

Ada juga produk generik yang merupakan produk barang atau jasa yang dipasarkan tanpa menggunakan merek atau identitas yang membedakan dengan produk lain baik dari produsen maupun pedagang. Contohnya meliputi sayur-mayur, minyak goreng curah, buah-buahan, hingga obat-obatan yang hanya menggunakan nama zat aktif yang terkandungnya saja seperti paracetamol, dsb.

Tujuan Brand

Tujuan merek ini mencakup tujuan akhir dari bisnis yaitu pendapatan serta citra brand yang baik di pasaran. Setiap bisnis memiliki tujuan merek dan target yang berbeda tergantung pada apa yang ingin mereka capai. Salah satu tujuan merek yang umum sebagai identitas bisnis atau perusahaan sehingga mereka dapat dibedakan dengan lainnya. Selain itu, beberapa tujuan brand lainnya adalah sebagai berikut.

  1. Membangun kesadaran merek (Brand Awareness).
    Kesadaran merek adalah persentase pelanggan yang mengetahui dan mengingat brand. Misalkan pelanggan akan menyebutkan brand pada saat mereka menerima pertanyaan tentang kategori produk tertentu seperti kaos. Tujuan dari kesadaran adalah mendominasi pasar dan mempermudah proses penjualan. Setelah kita membangun kesadaran dalam pasar maka kesadaran tersebut akan menjadi pelindung bagi kelangsungan bisnis kita. Hal ini disebabkan karena brand kita akan selalu mendapatkan perhatian dari pasar dan juga brand kita akan selalu dipercaya oleh pelanggan.
  2. Menciptakan koneksi emosional.
    Ketika konsumen membeli produk atau jasa layanan kita berdasarkan dari perasaan dan hubungan mereka dengan bisnis kita maka telah menimbulkan koneksi emosional. Menciptakan hubungan emosional merupakan bagian penting dari strategi branding
  3. Membedakan produk.
    Pada saat konsumen telah memahami mengapa produk atau jasa berbeda dengan yang lain atau bahkan lebih baik maka mereka akan selalu memiliki alasan untuk membeli produk. Hal ini akan membuat bisnis pada posisi yang aman karena pelanggan akan selalu memiliki alasan yang jelas untuk membeli produk.
  4. Menciptakan kredibilitas dan kepercayaan.
    Dalam strategi branding harus tahu bagaimana untuk merencanakan dan mengembangkan kredibilitas dan kepercayaan. Pada dasarnya brand atau merek adalah reputasi yang dihasilkan dari janji yang telah dibuat dan dirawat secara konsisten. Hal ini dapat menciptakan pengakuan dari pasar dan mereka akan mampu mengenali nama merek dan simbol visual seperti logo, warna, kemasan atau produk. Selain itu merek kita akan memiliki otoritas yang tinggi sehingga produk kita akan sulit untuk dikalahkan oleh pesaing. Apabila brand kita mengalami kegagalan untuk menciptakan kredibilitas dan kepercayaan maka tujuan dan strategi merek kita telah gagal total.
  5. Memotivasi pembelian.
    Merek merupakan alat pemasaran yang sangat efektif dan efisien untuk membangun minat, gengsi, motivasi dan daya tarik pembelian bagi pelanggan. Bahkan mereka akan tetap termotivasi untuk membeli produk kita sekalipun produk belum diluncurkan di pasaran. Dengan motivasi pembelian ini maka akan menciptakan loyalitas merek sehingga pelanggan akan setia untuk membeli produk-produk kita.

Fungsi Brand

Brand dapat berfungsi sebagai:

  1. Tanda pengenal untuk membedakan hasil produksi yang dihasilkan seseorang atau beberapa orang secara bersama sama atau badan hukum dengan produksi orang lain atau badan hukum lainnya;
  2. Sebagai alat promosi sehingga dalam mempromosikan hasil produksinya cukup dengan menyebut mereknya;
  3. jaminan atas mutu barang;
  4. Sebagai petunjuk asal barang atau jasa yang dihasilkan (Firmansyah, 2019, hlm. 56).

Selain itu, brand juga memiliki fungsi sebagai berikut.

  1. Identity
    Identitas merek adalah apa yang dimaksud oleh merek dan bagaimana hal itu dirasakan di dunia. Itu adalah kata-kata, pikiran, dan gambaran yang muncul di benak ketika konsumen terlibat dengan sebuah merek dan bagaimana hal itu bisa membuat konsumen merasakannya.
  2. Trust
    Kepercayaan dianggap sebagai cara yang paling penting dalam membangun dan memelihara hubungan dengan pelanggan dalam jangka panjang. Hal ini menjelaskan bahwa penciptaan awal hubungan dengan partner didasarkan pada trust (kepercayaan).
  3. Design
    Dengan membuat desain merek dapat memilih dari ratusan template yang dapat disesuaikan dan mendesain yang benar-benar menunjukkan merek dan produk.
  4. Value
    Nilai suatu merek sama saja dengan membicarakan masa depan merek. Semakin kuat nilai merek, risiko mereknya akan semakin kecil. Kedua, adalah brand driver yakni atribut yang dikaitkan dengan merek. Contoh paling gampang adalah harga.
  5. Strategy
    Produsen, distributor atau pedagang pengecer dapat menggunakan sebagai strategi untuk memasarkan produk mereka.
  6. Logo
    Logo adalah lambang merek berupa teks yang digayakan, simbol, ikon, atau unsur grafis lainnya dari suatu produk atau perusahaan.
  7. Marketing
    Dengan adanya merek yang membuat produk yang satu beda dengan yang lain diharapkan akan memudahkan konsumen dalam menentukan produk yang akan dikonsumsinya berdasarkan berbagai pertimbangan serta menimbulkan kesetiaan terhadap suatu merek (brand loyalty).
  8. Advertising
    Untuk membangun mereknya sendiri harus sesuai dengan nilai-nilai yang diusung. Aktivitas kampanye iklannya harus konsisten juga (Firmansyah, 2019, hlm. 54-56).

Manfaat Brand

Menurut Firmansyah, brand memiliki beberapa manfaat sebagai berikut.

  1. Memudahkan perusahaan dalam menangani produk, terutama bila terjadi masalah maka akan lebih mudah untuk menelusurinya.
  2. Membantu dalam mengatur persediaan dan laporan keuangan, ketika produk sudah ada namanya tentu akan mudah di identifikasi, termasuk dalam penjualan sampai dengan laporan keuangan.
  3. Merek juga akan membantu memberikan perlindungan hukum untuk fitur atau aspek unik dari sebuah produk.
  4. Brand name dapat dilindungi melalui merek dagang yang terdaftar, proses produksi dapat dilindungi melalui hak paten, kemasan dapat dilindungi melalui hak cipta dan desain-desain.
  5. Hak atas kekayaan intelektual menjamin perusahaan dapat dengan aman menanam modal dalam brand dan menuai keuntungan semua aktivitas yang berharga.

Selain itu, merek sangat dibutuhkan oleh suatu produk karena selain merek merek memiliki nilai yang kuat merek juga memiliki manfaat bagi produsen, konsumen dan publik seperti yang dikemukakan Simamora (2001 dalam Firmansyah, 2019, hlm. 28), yaitu sebagai berikut.

Manfaat untuk konsumen

Bagi Konsumen manfaat merek yaitu:

  1. Merek dapat menceritakan sesuatu kepada pembeli tentang suatu mutu produk maupun jasa,
  2. Merek mampu menarik perhatian pembeli terhadap produk-produk baru yang mungkin akan bermanfaat bagi mereka.

Manfaat merek bagi perusahaan

Bagi perusahaan, brand atau merek memiliki manfaat sebagai berikut.

  1. Merek memudahkan penjual dalam mengolah pesanan dan menelusuri masalah yang timbul.
  2. Brand dapat memberikan perlindungan hukum atas keistimewaan yang dimiliki oleh suatu produk.
  3. Merek memungkinkan untuk menarik sekelompok pembeli yang setia dan menguntungkan.
  4. Brand membantu penjual dalam melakukan segmentasi pasar.

Manfaat Merek Bagi Publik

Bagi publik atau masyarakat umum, brand atau merek bermanfaat untuk:

  1. Pemberian merek memungkinkan mutu produk lebih terjamin dan lebih konsisten,
  2. Brand dapat meningkatkan efisiensi pembeli karena merek dapat menyediakan informasi tentang produk dan di mana dapat membeli produk tersebut,
  3. Merek dapat meningkatkan inovasi produk baru, karena produsen terdorong untuk menciptakan keunikan baru guna mencegah peniruan dari para pesaing.

Strategi Pembangunan Brand

Strategi pembangunan atau pengembangan brand yang kuat dapat dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut.

  1. lakukan penilaian merek.
    Tahap ini kira-kira sama dengan evaluasi posisi merek pada analisis situasi Aaker. Merek perlu dipandang sebagai subjek, bukan hanya objek. Untuk itu perlu diketahui faktor-faktor asosiasi yang melekat pada merek sebagai subjek.
  2. Mengembangkan janji merek.
    Harapan tentang bagaimana merek bekerja sebagai konsumen. Atau nilai apa yang terdapat pada merek, sebagaimana pada tahap identifikasi merek ala Aaker. Dengan sendirinya, kalau sudah berjanji, merek akan berusaha menepatinya.
  3. Menciptakan blueprint merek.
    Ini sama dengan identitas merek (brand identity) dalam konsep Aaker dan arsitektur merek (brand architecture) dalam konsep Davis.
  4. Membudayakan merek.
    Perlu keterikatan emosional agar konsumen loyal terhadap merek. Caranya dengan memberikan manfaat-manfaat yang menimbulkan sentuhan emosional. Misalnya, dealer mobil memberikan hadiah ulang tahun atau bingkisan Hari Raya kepada para pelanggannya.
  5. Meningkatkan keuntungan merek.
    Merek yang kuat tidaklah berguna kalau perusahaan tidak memperoleh keuntungan. Merek perlu dimanfaatkan secara optimal (Firmansyah, 2019, hlm. 33).

Penetapan Brand

Terdapat beberapa kriteria yang dipakai untuk mendesain dan memilih elemen brand atau merek yang di antaranya adalah sebagai berikut.

  1. Memorable
    Elemen merek harus gampang dikenali dan diingat. Hal ini mendukung tingkat ekuitas merek yang bertujuan mencapai tingkat tertinggi dan brand awareness pasar.
  2. Meaningful
    Elemen merek harus mempunyai kredibilitas dan daya sugestif. Misalnya, membuncahkan kesenangan, menarik, serta kaya dalam image visual dan verbal.
  3. Transferabillity
    Elemen merek ini bersifat mobile, baik dari sisi kategori produk maupun batasan geografis maupun budaya.
  4. Adaptability
    Elemen merek ini harus bersifat fleksibel agar dengan gampang lebih mudah diperbarui dan disesuaikan dengan konteks.
  5. Protectability
    Elemen merek ini harus aman, baik secara hukum maupun persaingan.

Brand Equity (Kekuatan Merek)

Brand equity adalah ekuitas atau kekuatan merek dalam menghadapi persaingan yang ketat, merek yang kuat merupakan suatu pembeda yang jelas, bernilai, dan berkesinambungan. Bagi perusahaan pemilik merek, brand equity menjadi ujung tombak bagi daya saing perusahaan dan sangat membantu dalam strategi pemasaran.

Menurut Wijanarko (2004 dalam Firmansyah, 2019, hlm. 39) Brand Equity dapat dikelompokkan ke dalam enam kategori sebagai berikut.

  1. Brand Awareness
    Brand awareness adalah kesanggupan seorang calon pembeli untuk mengenali atau mengingat kembali bahwa suatu merek merupakan bagian dari kategori merek tertentu.
  2. Customer Perception
    Didefinisikan sebagai persepsi pelanggan terhadap keseluruhan kualitas atau keunggulan suatu produk atau jasa berkenaan dengan maksud yang diharapkan.
  3. Brand Association
    Adalah sesuatu yang berkaitan dengan ingatan mengenai sebuah produk apabila diasosiasikan dengan yang lain. Asosiasi ini tidak hanya eksis, namun juga memiliki suatu tingkat kekuatan. mengomunikasikannya.
  4. Brand loyalty
    Merupakan ukuran kesetiaan seorang pelanggan pada sebuah merek.
  5. Brand Image
    Brand image adalah apa yang konsumen pikirkan dan rasakan ketika mendengar atau melihat sebuah brand.
  6. Brand Identity
    Brand Identity ialah segala jenis elemen dari brand yang meliputi penyampaian karakter, komitmen, dan nilai produk sebuah perusahaan agar dikenal oleh konsumen melalui aspek warna, simbol dan sebagainya.

Penjelasan lebih rinci mengenai brand image atau citra merek dapat disimak pada artikel di bawah ini.

Baca juga: Brand Image (Citra Merek): Pengertian, Indikator, Manfaat, dsb

Referensi

  1. Firmansyah, A. (2019). Pemasaran produk dan merek (planning & strategy). Pasuruan: Penerbit Qiara Media.
  2. Ismanto, J. (2020). Manajemen pemasaran. Tangerang Selatan: Unpam Press.
  3. Kotler, Philip & Keller, Kevin Lane. (2016). A framework for marketing management, sixth edition, global edition. New York City: Pearson.

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *