Pencemaran lingkungan adalah masuknya zat atau komponen lain ke dalam suatu lingkungan sehingga membuatnya tidak dapat berfungsi sebagaimana mestinya. Seperti yang diungapkan tim Kemdikbud (2017, hlm. 50) bahwa Pencemaran lingkungan adalah segala sesuatu baik berupa bahan-bahan fisika maupun kimia yang dapat mengganggu keseimbangan ekosistem.

Ironisnya, kebanyakan pencemaran lingkungan terjadi karena keinginan manusia untuk meningkatkan kesejahteraan hidup. Yakni mendirikan pabrik-pabrik pengolahan hasil alam menjadi bahan pangan dan sandang. Padahal saat pencemaran lingkungan terjadi, justru kesejahteraan manusia pula yang berkurang.  Mengapa? Karena asap dan limbah buangan dapat mengakibatkan pencemaran lingkungan.

Pencemaran lingkungan tersebut lalu mengubah lingkungan menjadi tidak dapat berjalan sebagaimana mestinya. Saat itu terjadi, berbagai bencana dan penyakit dapat menghampiri manusia. Terutama masyarakat yang berada di sekitar.

Kita telah mengetahui bahwa makhluk hidup pada suatu lingkungan selalu tergantung antara satu dengan yang lain. Hal tersebut merupakan realitas interaksi makhluk hidup dengan lingkungan. Oleh karena itu, subjek pencemaran lingkungan sangat penting untuk dipahami lebih lanjut.

Pengertian Pencemaran Lingkungan

Dalam UU RI Nomor 23 Tahun 1997, pencemaran lingkungan adalah masuknya atau dimasukkannya makhluk hidup, zat, energi, dan/atau komponen lain ke dalam lingkungan hidup oleh kegiatan manusia sehingga kualitasnya turun sampai ke tingkat tertentu yang menyebabkan lingkungan hidup tidak dapat berfungsi sesuai dengan peruntukannya.

Sementara itu, menurut Undang-Undang Pokok Pengelolaan Lingkungan Hidup No. 32 Tahun 2009, Pencemaran Lingkungan adalah masuknya atau dimasukkannya makhluk hidup, zat energi, dan/atau komponen lain ke dalam lingkungan (air, tanah, udara) atau berubahnya tatanan lingkungan oleh kegiatan manusia atau oleh proses alam, sehingga kualitas lingkungan turun hingga tingkat tertentu yang menyebabkan lingkungan tidak dapat berfungsi sebagaimana mestinya.

Jadi, pencemaran lingkungan terjadi karena adanya zat atau komponen lain karena sengaja dilakukan tua pun faktor alam, contoh gunung meletus yang menimbulkan abu vulkanik. Seperti apa spesifiknya zat yang yang dapat menyebabkan pencemaran lingkungan?

Polutan

Suatu zat yang menyebabkan terjadinya pencemaran disebut polutan. Polutan ini dapat berupa zat kimia, debu, suara, radiasi, atau panas yang masuk ke dalam lingkungan. Suatu zat dapat dikatakan sebagai polutan apabila :

  1. kadarnya melebihi batas kadar normal atau di ambang batas;
  2. berada pada waktu yang tidak tepat;
  3. berada pada tempat yang tidak semestinya.

Manusia memang tidak dapat mencegah pencemaran lingkungan yang diakibatkan oleh faktor alam. Tetapi manusia, sangat bisa mengendalikan pencemaran yang diakibatkan oleh faktor kegiatannya sendiri. Seperti limbah industri, rumah tangga, tumpahan minyak, zat-zat kimia berbahaya, hingga asap hasil pembakaran. Untuk memahami lebih lanjut mengenai pencemaran, berikut adalah beberapa jenis pencemaran yang banyak terjadi.

Pencemaran Air

Pengertian pencemaran air adalah masuknya zat, energi, makhluk hidup, atau komponen lainnya ke dalam air yang mengakibatkan kualitas air turun hingga ke tingkat tertentu dan menyebabkan air tidak berfungsi lagi sesuai dengan peruntukannya (Tim Kemdikbud, 2017, hlm. 51).

Pencemaran air adalah kondisi air yang menyimpang dari sifat-sifat air dalam keadaan normal. Padahal kualitas air sangat menentukan kehidupan makhluk hidup di perairan. Jika perairan tercemar, maka keseimbangan ekosistem di dalamnya juga akan terganggu.

Contoh Pencemaran Air

Contoh dari pencemaran air meliputi beberapa poin di bawah ini.

  1. Zat-zat kimia dari sabun cuci yang berbahaya bagi ekosistem perairan mencemari sungai.
  2. Limbah industri dibuang ke selokan berujung mencemari sungai bahkan sampai ke laut.
  3. Penggunaan pestisida yang berlebihan berakhir pada tercemarnya danau atau waduk sekitar.
  4. Zat beracun yang digunakan untuk menangkap ikan di laut mencemari ekosistem perairan di sekitarnya.

Lalu hal apa saja yang dapat menyebabkan pencemaran air? Berikut ini adalah pemaparannya.

Penyebab pencemaran air

Terdapat bermacam faktor yang menjadi penyebab pencemaran air, di antaranya limbah industri, limbah rumah tangga, dan limbah pertanian. Misalnya, air dapat tercemar oleh komponen-komponen anorganik, di antaranya berbagai logam berat yang berbahaya yang berasal dari limbah industri.

Penyebab pencemaran air juga dapat berasal dari limbah rumah tangga, seperti membuang sisa makanan atau bekas kaleng cat ke sungai. Limbah pertanian juga dapat menyebabkan pencemaran air yang terjadi akibat dari penggunaan zat kimia pestisida (pengusir hama) yang berlebihan.

Berikut adalah penjelasan masing-masing penyebab pencemaran air menurut Tim Kemdikbud (2017, hlm. 52-54) yang akan dipaparkan di bawah ini.

Limbah industri

Selain menghasilkan produk utama (bahan jadi), kegiatan industri juga menghasilkan produk sampingan yang tidak terpakai, yaitu limbah. Limbah industri cenderung mengandung zat berbahaya. Misalnya limbah organik yang bau dan berwarna seperti pada limbah pabrik tekstil atau limbah pabrik kertas.

Jenis limbah lainnya adalah limbah anorganik berupa cairan panas, berbuih dan berwarna, serta mengandung asam belerang, berbau menyengat. Biasanya limbah seperti itu dihasilkan dari pabrik baja, limbah pabrik emas, limbah pabrik cat, limbah pabrik pupuk organik, limbah pabrik farmasi, dsb.

Jika limbah industri tersebut dibuang ke saluran air atau sungai, akan menimbulkan pencemaran air dan merusak atau memusnahkan organisme di dalam ekosistem tersebut.

Limbah Rumah Tangga

Limbah rumah tangga adalah limbah yang berasal dari hasil samping kegiatan perumahan. Contohnya, limbah rumah tangga, perkantoran, rumah makan, hotel, pasar, dan bahkan puing-puing bahan bangunan serta besi-besi tua bekas mesin-mesin atau kendaraan.

Berbagai limbah rumah tangga juga dapat berasal dari bahan organik dan anorganik. Limbah organik rumah tangga contohnya adalah sisa makanan, sisa sayuran, kulit buah, kertas, kayu, daun dan berbagai bahan yang dapat diuraikan oleh mikroorganisme. Limbah rumah tangga anorganik, dapat berupa besi, plastik, kaca, kaleng bekas cat, minyak wangi, dan aluminium.

Di perairan, sampah rumah tangga akan mengalami proses penguraian oleh mikroorganisme. Akibat penguraian tersebut, kandungan oksigen di dalam perairan juga menurun. Menurunnya kandungan oksigen dalam perairan akan merugikan hingga membahayakan kehidupan biota di dalamnya.

Limbah Pertanian

Air limbah dari pertanian sebetulnya tidak menimbulkan dampak negatif pada lingkungan. Hanya saja, terkadang penggunaan fertilizer hingga pestisida yang berlebihan dapat menimbulkan dampak negatif pada keseimbangan ekosistem air. Apalagi jika petani menggunakan bahan kimia pertanian berbahaya seperti insektisida dan herbisida.

Penggunaan pupuk yang berlebihan juga dapat menyebabkan suburnya ekosistem di perairan kolam, sungai, waduk, atau danau. Kenapa? Karena pupuk yang tidak terserap ke tumbuhan akan terbuang menuju perairan. Akibatnya, terjadi atau tumbuh suburnya ganggang di atas permukaan air.

Tanaman ganggang itu dapat menutupi seluruh permukaan air, sehingga mengurangi kadar sinar matahari yang masuk ke dalam perairan. Akibatnya, proses fotosintesis terganggu dan kadar oksigen yang terlarut dalam air menurun sehingga merugikan makhluk hidup lain yang berada di dalamnya.

Dampak Pencemaran Air

Menurut Tim Kemdikbud (2017, hlm. 54) pencemaran air dapat berdampak tidak menguntungkan dan bahkan membahayakan seperti penurunan kualitas lingkungan, gangguan kesehatan, pemekatan hayati, mempercepat proses kerusakan benda, dan mengganggu pemandangan. Berikut adalah penjelasannya.

  1. Penurunan Kualitas Lingkungan
    Pembuangan bahan tercemar ke perairan dapat menyebabkan terjadinya penurunan kualitas lingkungan. Misalnya, pembuangan limbah organik dapat menyebabkan peningkatan mikroorganisme atau kesuburan tanaman air, sehingga menghambat masuknya cahaya matahari ke dalam air. Hal tersebut akan menyebabkan berkurangnya kandungan oksigen terlarut dalam air, sehingga mengganggu keseimbangan ekosistem di dalamnya.
  2. Gangguan Kesehatan
    Air limbah yang tidak dikelola dengan baik akan menimbulkan berbagai penyakit. Tidak menutup kemungkinan di dalam air limbah tersebut mengandung virus dan bakteri yang menyebabkan penyakit. Air limbah juga bisa digunakan sebagai sarang nyamuk dan lalat yang dapat membawa (vektor) penyakit tertentu.
  3. Pemekatan Hayati
    Bahan beracun itu dapat meresap ke dalam tubuh alga, atau mikroorganisme lainnya. Selanjutnya, hewan-hewan kecil (zooplankton) akan memakan alga tersebut, kemudian zooplankton akan dimakan oleh ikan ikan kecil dan ikan besar akan memakan ikan yang kecil. Apabila ikan-ikan besar tersebut ditangkap oleh manusia dan dimakan, maka bahan beracun tersebut akan masuk ke dalam tubuh manusia.
  4. Mempercepat Proses Kerusakan Benda
    Terdapat beberapa air limbah yang mengandung zat yang dapat diubah oleh bakteri menjadi gas yang dapat merusak seperti H2 S. Gas ini dapat mempercepat proses pengkaratan besi. Seharusnya limbah semacam itu diproses terlebih dahulu agar tidak menyisakan zat berbahaya.
  5. Mengganggu Pemandangan
    Bisa jadi limbah tidak mengandung polutan sehingga tidak mengganggu kesehatan dan lingkungan. Namun meskipun tidak memiliki bau, hal tersebut tetap mengganggu kenyamanan lingkungan dan mengurangi keindahannya yang bisa saja dapat memberikan dampak psikologis tertentu terhadap masyarakat.

Cara Penanggulangan Pencemaran Air

Untuk menanggulangi pencemaran air, cara terbaiknya tentu adalah dengan tidak melakukannya. Namun, limbah adalah realitas yang tidak dapat dihindari di zaman ini.

Pengolahan Air Limbah (Penanggulangan Limbah Industri)

Oleh karena itu, salah satu cara efektif adalah dengan pengolahan air limbah sebelum dibuang. Pengolahan air limbah dapat dilakukan sebagai berikut (Sulistyorini, 2009 dalam Tim Kemdikbud, 2017, hlm. 57).

  1. Pembuatan Kolam Stabilisasi
    Salah satu upaya yang tepat dalam penanggulangan pencemaran air limbah yang tercemar bahan organik pekat adalah pembuatan kolam stabilisasi fakultatif. Dalam kolam stabilisasi, air limbah diolah secara alamiah untuk menetralisasi zat-zat pencemar sebelum air limbah dialirkan ke sungai. Terdapat beberapa jenis meliputi kolam anaerobik, fakultatif, dan maturasi (pemusnah mikroorganisme patogen).
  2. IPAL (Instalasi Pengolahan Air Limbah)
    Pengolahan IPAL menggunakan alat khusus dan dilakukan melalui tiga tahapan, yaitu: a) pengolahan pertama (primary treatment) untuk memisahkan zat padat dan zat cair; b) pengolahan kedua (secondary treatment) untuk mengoagulasikan, menghilangkan koloid, dan menstabilisasikan zat organik dalam limbah; c) pengolahan lanjutan (teritary treatment) yakni penghilangan nutrisi atau unsur hara, khususnya nitrat dan fosfat, serta penambahan klor untuk memusnahkan mikroorganisme patogen.
  3. Pengelolaan Excreta
    Excreta banyak terkandung dalam air limbah rumah tangga. Excreta banyak mengandung bakteri patogen penyebab penyakit. Pengelolaan dapat dilakukan dengan menampung dan mengolahnya pada jamban atau septictank yang ada di sekitar tempat tinggal, dialirkan ke tempat pengelolaan, atau dilakukan secara kolektif.

Penanggulangan Pencemaran Air Rumah Tangga

Dalam meminimalisasi sampah hasil limbah rumah tangga khususnya, dapat dilakukan upaya pengurangan sampah. Hal ini sebagaimana disebutkan oleh Kistinnah (2009) bahwa cara menangani limbah cair dan padat diharapkan tidak menyebabkan polusi dengan prinsip ekologi yang dikenal dengan istilah 4R, yaitu recycle, reuse, reduce, repair.

  1. Recycle (Pendaurulangan)
    Proses misalnya untuk sampah yang dapat terurai dijadikan kompos. Kompos ini dipadukan dengan pemeliharaan cacing tanah, sehingga dapat diperoleh hasil yang baik. Cacing tanah dapat menyuburkan tanah dan kompos digunakan untuk pupuk.
  2. Reuse (Penggunaan Ulang)
    Proses dilakukan untuk sampah yang tidak dapat terurai dan dapat dimanfaatkan ulang. Misalnya botol bekas sirop dapat digunakan lagi untuk menyimpan air minum.
  3. Reduce
    Melakukan pengurangan atau penghematan bahan. Contohnya jika akan berbelanja ke pasar atau supermarket, sebaiknya dari rumah membawa tas, jangan gunakan kantong plastik.
  4. Repair
    Artinya melakukan perbaikan dan pemeliharaan. Contohnya adalah tidak membuang sampah sembarangan, terutama tidak membuang sampah di perairan.

Pencemaran Udara

Pengertian pencemaran udara adalah suatu kondisi di mana udara mengandung senyawa-senyawa kimia atau substansi fisik maupun biologi dalam jumlah yang memberikan dampak buruk bagi kesehatan manusia, hewan, ataupun tumbuhan, serta merusak keindahan alam serta kenyamanan, atau merusak barang-barang perkakas (Tim Kemdikbud, 2017, hlm. 60).

Padahal, udara adalah salah satu faktor abiotik yang memengaruhi kehidupan komponen biotik (makhluk hidup). Udara mengandung senyawa-senyawa dalam bentuk gas, di antaranya mengandung gas yang amat penting bagi kehidupan, yaitu oksigen.

Oksigen berperan dalam pembakaran senyawa karbohidrat di dalam tubuh organisme melalui pernapasan.  Oleh karena itu, pencemaran udara dapat berdampak besar pada kehidupan semua makhluk hidup.

Penyebab Pencemaran Udara

Beberapa kegiatan baik dari alam maupun aktivitas manusia dapat menghasilkan senyawa-senyawa gas yang membuat udara tercemar. Berikut ini adalah beberapa penyebab pencemaran udara.

  1. Aktivitas manusia
    Pencemaran yang diakibatkan oleh aktivitas manusia meliputi: a) Pembakaran sampah, b) Asap-asap industri, c) Asap kendaraan, d) Asap rokok, e) Senyawa-kimia buangan seperti CFC, dan lain-lain.
  2. Aktivitas Alam
    Aktivitas alam dapat menimbulkan pencemaran udara di atmosfer. Kotoran-kotoran yang dihasilkan oleh hewan ternak mengandung senyawa metana yang dapat meningkatkan suhu bumi dan akibatnya terjadi pemanasan global. Bencana alam seperti meletusnya gunung berapi dapat menghasilkan abu vulkanik yang mencemari udara sekitar yang berbahaya bagi kesehatan manusia dan tanaman. Kebakaran hutan akan menghasilkan karbon dioksida dalam jumlah banyak yang dapat mencemari udara dan berbahaya bagi kesehatan hewan dan manusia (Tim Kemdikbud, 2017, hlm. 60).

Dampak Pencemaran Udara

Pencemaran udara mengakibatkan kerugian bagi banyak organisme penghuni bumi. Dampak yang ditimbulkan dari pencemaran udara antara lain bagi kesehatan, tumbuhan, efek rumah kaca, dan rusaknya lapisan ozon (Tim Kemdikbud, 2017, hlm. 61).

  1. Kesehatan
    Sudah terbukti bahwa kualitas udara yang menurun akibat pencemaran menimbulkan berbagai penyakit. Penyakit ISPA (infeksi saluran pernapasan) adalah salah satunya. Saluran pernapasan merupakan gerbang masuknya udara ke dalam tubuh. Udara yang kotor membawa senyawa-senyawa yang tidak baik bagi kesehatan.
  2. Bagi Tumbuhan
    Abu vulkanik dari meletusnya gunung berapi membuat udara tercemar dan memicu terpicunya hujan asam. Hujan asam mengandung senyawa sulfur yang bersifat asam. Kondisi asam ini dapat mematikan tanaman setempat.
  3. Efek Rumah Kaca
    Konsentrasi karbon dioksida dan karbon monoksida yang tinggi di atmosfer akan memicu terjadinya efek rumah kaca, yaitu peningkatan suhu bumi. CO dan CO2 akan membentuk semacam lapisan yang akan menahan panas bumi keluar, sehingga panas yang ditimbulkan bumi akan terkurung di dalam seperti pada rumah kaca.
  4. Rusaknya Lapisan Ozon
    CFC adalah senyawa yang sering digunakan dalam produk-produk pendingin (AC, kulas) dan aerosol. Ketika CFC terurai di atmosfer, maka akan memicu reaksi dengan oksigen penyusun ozon. Dengan demikian, ozon akan terurai yang menyebabkan lapisan ozon berlubang. Padahal lapisan ozon berfungsi sebagai pelindung Bumi dari panas dan radiasi yang dipancarkan oleh Matahari.

Pencemaran Tanah

Pencemaran tanah adalah masuknya zat-zat berbahaya ke dalam tanah sehingga tanah tidak dalam keadaan sebagaimana mestinya. Salah satu cara terjadinya pencemaran tanah adalah ketika suatu zat berbahaya atau beracun telah mencemari permukaan tanah. Karena, zat tersebut pasti dapat menguap, tersapu air hujan, dan atau masuk ke dalam tanah.

Pencemaran yang masuk ke dalam tanah kemudian mengendap sebagai zat kimia beracun di tanah. Zat beracun di tanah tersebut dapat berdampak langsung pada kehidupan manusia, ketika bersentuhan atau dapat mencemari air tanah, tumbuhan, dan udara di atasnya.

Penyebab Pencemaran Tanah

Seperti pencemaran air dan udara, pencemaran tanah juga banyak sekali penyebabnya. Penyebab pencemaran tanah di antaranya adalah limbah domestik, limbah industri, dan limbah pertanian (Tim Kemdikbud, 2017, hlm. 63).

Limbah Domestik

Berbagai limbah domestik dapat berasal dari daerah seperti pemukiman penduduk, tempat usaha, hotel dan lain-lain). Limbah domestik dapat berupa limbah padat dan cair. Kedua limbah tersebut (padat dan cair) mempunyai dampak buruk bagi tanah. Apalagi untuk limbah padat yang merupakan bahan pencemar yang akan tetap utuh hingga 300 tahun yang akan datang.

Sampah anorganik tidak dapat diuraikan, hal tersebut akan menyebabkan lapisan tanah tidak dapat ditembus oleh akar tanaman dan tidak tembus air, sehingga peresapan air dan mineral yang dapat menyuburkan tanah hilang dan jumlah mikroorganisme di dalam tanah pun akan berkurang. Akibatnya, tanaman sulit tumbuh bahkan akan mati karena tidak memperoleh makanan untuk tumbuh dan berkembang.

Limbah Industri

Limbah Industri berasal dari sisa-sisa produksi pabrik. Contohnya limbah industri adalah g, Zn, Pb, dan Cd yang merupakan zat yang sangat beracun terhadap mikroorganisme. Jika meresap ke dalam tanah akan mengakibatkan kematian mikroorganisme yang memiliki fungsi sangat penting terhadap kesuburan tanah.

Limbah Pertanian

Karena ketidaktahuan, sayangnya tidak sedikit petani yang menggunakan pupuk sintetik melebihi ketentuan. Akibatnya, limbah pertanian yang berupa sisa-sisa pupuk sintetik untuk menyuburkan tanah atau tanaman tanah tercemar.

Misalnya, pupuk urea dan pestisida untuk pemberantas hama tanaman. Penggunaan pupuk yang terus menerus dalam pertanian akan merusak struktur tanah. Dengan demikian, kesuburan tanah berkurang dan tidak dapat ditanami jenis tanaman tertentu karena hara tanah semakin berkurang.

Penggunaan pestisida bukan saja mematikan hama tanaman, tetapi juga mikroorganisme yang sangat berguna terhadap kesuburan tanah. Selain itu, sebetulnya penggunaan pestisida yang terus menerus akan mengakibatkan hama tanaman kebal terhadap pestisida, sehingga penggunaannya menjadi percuma.

Dampak Pencemaran Tanah

Semua pencemaran dapat dipastikan merugikan semua makhluk hidup terutama manusia. Dampak pencemaran tanah terhadap kesehatan tergantung pada tipe polutan, jalur masuk ke dalam tubuh, dan kerentanan populasi yang terkena.

Dampak Kesehatan

Contoh-contoh dampak pencemaran tanah terhadap kesehatan adalah sebagai berikut.

  1. Kromium berbagai macam pestisida dan herbisida merupakan bahan karsinogenik untuk semua populasi.
  2. Timbal sangat berbahaya pada anak-anak, karena dapat menyebabkan kerusakan otak, serta kerusakan ginjal pada seluruh populasi.
  3. Raksa dan siklodiena dapat menyebabkan kerusakan ginjal, beberapa bahkan tidak dapat diobati.
  4. PCB dan siklodiena akan mengakibatkan kerusakan pada hati ditandai seperti keracunan. Organofosfat dan karmabat dapat menyebabkan gangguan pada saraf otot.
  5. Berbagai pelarut yang mengandung klorin merangsang perubahan pada hati dan ginjal serta penurunan sistem saraf pusat.

Merusak Ekosistem

Pencemaran tanah juga dapat memberikan dampak terhadap ekosistem. Perubahan kimiawi tanah yang radikal dapat timbul dari adanya bahan kimia beracun dan berbahaya yang menyebabkan perubahan metabolisme dari mikroorganisme endemik dan Arthropoda yang hidup di lingkungan tanah tersebut.

Akibatnya, perubahan ini dapat memusnahkan beberapa spesies primer dari rantai makanan, dapat memberi akibat yang besar terhadap predator atau tingkatan lain dari rantai makanan tersebut.

Dampak pada Pertanian

Pencemaran tanah dapat mengakibatkan perubahan metabolisme tanaman yang pada akhirnya dapat menyebabkan penurunan hasil pertanian. Hal tersebut menyebabkan dampak lanjutan pada konservasi tanaman di mana tanaman tidak mampu menahan lapisan tanah dari erosi.

Beberapa bahan pencemar ini memiliki waktu paruh yang panjang dan pada kasus lain bahan-bahan kimia derivatif akan terbentuk dari bahan pencemar tanah utama.

Cara Penanggulangan Pencemaran Tanah

Menurut Tim Kemdikbud (2017, hlm. 66) terdapat dua cara utama yang dapat dilakukan apabila tanah sudah tercemar, yakni remediasi dan bioremediasi.

Remediasi

Remediasi adalah kegiatan untuk membersihkan permukaan tanah yang tercemar. Ada dua jenis remediasi tanah, yaitu:

  1. in-situ (on-site ) yang merupakan pembersihan di lokasi dengan cara venting (injeksi), dan bioremedi yakni proses pembersihan pencemaran tanah dengan menggunakan mikroorganisme (jamur, bakteri).
  2. ex-situ (off-site) yakni penggalian tanah yang tercemar kemudian dibawa ke daerah yang aman. Caranya adalah, tanah tersebut disimpan di bak atau tanki yang kedap, kemudian zat pembersih dipompakan ke bak/tangki tersebut.

Referensi

  1. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2017). Ilmu Pengetahuan Alam SMP/MTs Kelas VII. Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *