Pengertian Desain Produk

Pengertian Desain Produk adalah rangkaian usaha untuk mempelajari dan merencanakan benda pakai yang fungsional, ergonomis dan estetis sehingga menjadi lebih bernilai dan bermanfaat bagi penggunanya (konsumen).

Biasanya, produk yang telah dirancang akan diproduksi masal secara industri. Oleh karena itu terkadang bidang studi ini juga disebut sebagai desain industri.

Bahkan dalam bahasa inggris, sebetulnya bidang studi ini disebut dengan Industrial Design. Namun istilah tersebut tidak dapat diterjemahkan mentah-mentah menjadi desain industri, karena yang didesain bukanlah industrinya melainkan produknya (Adhi Nugraha,1989).

Kemungkinan besar, translasi yang lebih tepat adalah desain keindustrian. Namun tetap saja terdengar rancu. Oleh karena itu, desain produk tetap menjadi istilah yang lebih tepat untuk digunakan sebagai terjemahannya.

Menanggapi problematika bahasa tersebut, rasanya menjadi krusial untuk membahas pengertian desain produk berdasarkan makna katanya.

Pengertian Desain Produk berdasarkan Makna Kata

Desain produk terdiri dari dua kata yaitu desain dan produk. Dalam kamus besar bahasa indonesia, desain berarti kerangka bentuk atau rancangan. Sedangkan produk adalah barang atau jasa yang dibuat dan ditambah guna atau nilainya kemudian di proses produksi menjadi hasil akhir proses produksi tersebut.

Baca juga: Pengertian Desain menurut para Ahli

Jadi pengertian desain produk secara leksikal adalah aktivitas merancang suatu benda yang akan diolah dan diproduksi menjadi benda yang lebih bernilai dan bermanfaat. Produksi erat kaitannya dengan industri yang membutuhkan teknologi, manajemen, dan parameter teknis lainnya untuk dapat beroperasi.

Menyimpulkan pernyataan diatas, ternyata desain produk tidak hanya melibatkan perancangan dan estetika saja. Desain produk juga melibatkan banyak disiplin ilmu lainnya. Lalu apa saja batasan-batasan yang membuat desain produk menjadi unik sehingga harus menjadi bidang studi yang spesifik?

Ruang Lingkup Desain Produk

Ruang lingkup yang digeluti oleh desain produk sangatlah luas, mulai dari kriya, alat peraga, alat transportasi, hingga ke perlengkapan rumah tangga. Jika dikelompokan secara umum, maka ruang lingkup Desain Produk dapat dibagi menjadi:

  1. Desain produk peralatan
  2. Desain perkakas lingkungan
  3. Desain alat transportasi
  4. Desain produk kerajinan (Kriya)

Meskipun luas namun ruang lingkupnya cukup jelas. Maka desain produk adalah cabang ilmu desain yang unik namun memiliki kadar interdisiplin tinggi. Disiplin-disiplin ilmu tersebut melibatkan estetika, teknik industri, teknologi, desain grafis hingga ke manajemen. Hal itu karena tujuan dari desain produk sendiri memang mencakup banyak hal.

Pengertian Desain Produk berdasarkan Tujuan dan Fungsinya

Pengertian desain produk menurut Ulrich & Eppinger (2008: 190) adalah layanan profesional dalam menciptakan dan mengembangkan konsep beserta spesifikasinya yang mengoptimalkan fungsi, nilai, dan tampilan produk hingga ke sistemnya agar produk lebih menguntungkan bagi konsumen maupun produsen.

Terdengar komplit sekali bukan? Tidak heran jika desain produk harus memiliki kadar interdisiplin yang tinggi.

Ulrich & Eppinger (2008: 190) mengutip dari Drefyus (1967) menerangkan bahwa terdapat 5 tujuan penting dalam proses desain produk, yaitu :

  1. Utility (Kegunaan) : Produk yang digunakan harus aman dan mudah pada saat digunakan.
  2. Appearance (Tampilan) : Tampilan produk harus unik dan indah agar menjadi produk yang menarik.
  3. Easy to maintenance (Kemudahan pemeliharaan) : Rancangan produk tidak hanya sebatas untuk penggunaannya saja, namun harus dirancang agar mudah untuk dirawat dan diperbaiki juga.
  4. Low cost (Biaya Rendah) : Produk yang dirancang harus dapat diproduksi dengan biaya yang rendah agar dapat bersaing.
  5. Communication (Komunikasi) : Desain produk harus dapat mengomunikasikan filosofi dan misi perusahaan atau perancang kepada

Fungsi Desain Produk

Desain produk sendiri secara objek memiliki fungsi:

  1. Menjadi identitas (brand) dari produk
  2. Melindungi produk (quality control)
  3. Menambah nilai produk

Rasanya sudah cukup jelas mengenai pengertian desain produk setelah kita menjelajahinya dari berbagai aspek pembentuknya. Namun untuk memastikan studi yang lebih terarah, sebaiknya kita tetap membandingkannya dengan berbagai pendapat ahli. Berikut ini adalah beberapa pengertian desain produk menurut para ahli.

Pengertian Desain Produk menurut Para Ahli

Bagas Prastyowibowo

Desain produk adalah salah satu unsur memajukan industri agar hasil industri produk tersebut dapat diterima oleh masyarakat, karena produk yang mereka dapatkan mempunyai kualitas baik, harga terjangkau, desain yang menarik, mendapatkan jaminan dan sebagainya (Prastywibowo, 1999: 5).

Suyadi Prawirosentono

Desain produk adalah rancang bangun dari suatu produk ( barang ) yang akan diproduksi ( 1996 : 1 ).

Yus R Hadjadinata

Desain produk berhubungan dengan bentuk dan fungsi. Desain mengenai bentuk berhubungan dengan perencanaan dan penampilan dari produk tersebut. Sedangkan desain mengenai fungsi berhubungan dengan bagaimana produk tersebut dapat di gunakan (Hadjadinata, 1995:18).

Imam Djati Widodo

Pengertian desain produk adalah suatu pendekatan sistematis untuk mengintegrasikan perencanaan produk dan proses yang berpengaruh, termasuk manufaktur dan pendukungnya.

Brutou & Margaret

Desain Produk adalah pengembangan produk yang dirancang untuk memenuhi kepuasan konsumen.

Kesimpulan

Dapat disimpulkan bahwa desain produk adalah perancangan dan perencanaan suatu benda agar memiliki nilai lebih dalam berbagai aspeknya seperti fungsi yang lebih efektif, tampilan yang lebih indah hingga ke penggunaan yang lebih mudah dan nyaman serta tidak sulit dirawat untuk kemudian diproduksi secara industri dengan lebih efisien pula, baik secara ekonomi maupun teknis sehingga memberikan keuntungan bagi konsumen (pengguna) dan produsen.

Baca juga: Pengertian Desain Grafis

Referensi

  1. Nugraha, Adi. (1989). Desain Produk I. Bandung: ITB.
  2. Ulrich, K.T. dan Eppinger, S.D. (2008). Product Design and Development. 4th Edition, McGraw-Hill: New York.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *