Pengertian Psikologi Pendidikan

Psikologi pendidikan adalah cabang ilmu psikologi yang mempelajari, meneliti, dan membahas secara keseluruhan mengenai perilaku manusia dalam hubungannya dengan kegiatan pembelajaran dan pendidikan secara umum.

Pernyataan tersebut senada dengan pendapat Santrock (2020, hlm. 10) yang menyatakan bahwa definisi psikologi pendidikan adalah cabang dari ilmu psikologi yang mengkhususkan diri pada cara memahami pengajaran dan pembelajaran dalam lingkungan pendidikan.

Sementara itu berikut adalah beberapa pendapat para ahli mengenai pengertian atau definisi dari psikologi pendidikan.

Pengertian Psikologi Pendidikan Menurut para Ahli

Muhibbin Syah

Menurut Syah (2010, hlm. 24) Psikologi pendidikan adalah disiplin psikologi yang khusus mempelajari, meneliti, dan membahas seluruh tingkah laku manusia yang terlibat dalam proses pendidikan meliputi tingkah laku belajar (oleh peserta didik), tingkah laku mengajar (oleh pendidik), dan tingkah laku belajar-mengajar (interaksi belajar peserta didik dan pendidik).

Ngalim Purwanto

Psikologi pendidikan adalah cabang dari psikologi yg dalam penguraian dan penelitiannya lebih menekankan pada masalah pertumbuhan dan perkembangan anak, baik fisik maupun mental, yang sangat erat kaitannya dengan masalah pendidikan terutama yang mempengaruhi proses dan keberhasilan belajar (Purwanto, 2006).

Jeanne Ellis Ormrod

Secara umum psikologi pendidikan berarti memandang belajar sebagai perubahan jangka panjang dalam perilaku atau asosiasi mental sebagai hasil dari pengalaman. Perubahan yang sangat sementara bukanlah pembelajaran, meskipun informasi dan keterampilan yang dipelajari dapat hilang (dilupakan) jika jarang digunakan atau tidak digunakan sama sekali (Ormrod, 2014).

Abdul Muhid

Psikologi pendidikan merupakan akumulasi pengetahuan, kebijaksanaan, dan berbagai teori yang didasarkan pada pengalaman yang semestinya dimiliki oleh guru untuk memecahkan masalah pengajaran sehari-hari dengan cerdas (Muhid, 2015, hlm. 1).

Reynolds & Miller

Psikologi pendidikan adalah bidang studi mengenai orang yang belajar, pembelajaran, dan pengajaran (Reynolds & Miller, 2003).

Hubungan Psikologi dengan Pendidikan

Tidak seperti interdisiplin kebanyakan pada umumnya, psikologi dan pendidikan memiliki hubungan yang tidak dapat dipisahkan. Keduanya saling berkesinambungan dan ada timbal balik khusus di antara keduanya.

Bagaimana hal tersebut dapat terjadi? Mudahnya, karena pendidikan memiliki peran dalam pembimbingan hidup seseorang yang akan menentukan bagaimana karakter dan perilakunya terbentuk. Sementara itu, psikologi adalah ilmu yang mempelajari mengenai perilaku dan tingkah laku manusia.

Sedangkan pendidikan membutuhkan studi perilaku dan tingkah laku peserta didik untuk dapat memberikan perubahan yang diinginkan oleh tujuan pembelajaran. Maka dari itu, keduanya hampir tidak akan dapat terpisahkan.

Seorang psikolog akan menggeluti dunia pendidikan pula, begitu pun seorang ahli pendidikan akan membutuhkan berbagai ilmu psikologi dalam praktiknya. Jika dipaparkan melalui beberapa poin penting, berikut adalah hubungan antara psikologi dengan pendidikan.

  1. Mendidik berarti membantu peserta didik agar dapat berkembang (karakternya) secara optimal sesuai dengan tujuan pendidikan.
  2. Peserta didik merupakan makhluk bio-psiko-sosio-spiritual.
  3. Aspek psikologis tidak dapat diabaikan dalam proses pendidikan.
  4. Pendidikan dilaksanakan berdasarkan: landasan filosofis, psikologis, sosio-kultural, dan teknologi.

Latar Belakang Psikologi Pendidikan

Mengapa pendidikan membutuhkan psikologi dalam menerapkan pembelajarannya? Hal ini tercetus ketika pendidik menyadari bahwa pembelajaran di kelas bukan hanya masalah menyampaikan fakta kepada peserta didik apalagi hanya transfer ilmu saja.

Berbagai permasalahan muncul dalam proses tersebut, seperti bagaimana tidak semua peserta didik mau menerimanya hingga tingkatan yang berbeda dalam mencerna informasi yang disampaikan. Berbagai teknik, metode, model, strategi, dan pendekatan pembelajaran telah dicoba untuk mengatasi segala problem yang dihadapi.

Namun tidak semua ilmu teknis pembelajaran tersebut dapat bekerja sesuai dengan teori atau strategi yang disampaikannya. Oleh karena itu tidak satu pun dalam psikologi pendidikan ini dapat memberitahukan kepada guru dengan tepat cara mengajarkan sesuatu kepada kelompok kelas tiga tertentu.

Menjawab permasalahan tersebut, konsep psikologi pendidikan dapat digunakan untuk mempertimbangkan cara mengajarkan, menafsirkan, dan memecahkan masalah pembelajaran yang dihadapi, dan menjelaskan kepada pendidik apa sebetulnya yang sedang mereka lakukan.

Pakar psikologi pendidikan melakukan riset tentang sifat dasar siswa, prinsip pembelajaran, dan metode pengajaran untuk memberi informasi yang mereka butuhkan kepada pendidik agar berpikir kritis   tentang keahlian mereka dan agar lebih bijak dalam mengambil keputusan pengajaran yang akan bermanfaat bagi siswa mereka (Alexander, 2004).

Ruang Lingkup Psikologi Pendidikan

Crow & Crow secara eksplisit menyatakan bahwa psikologi pendidikan adalah ilmu terapan yang berusaha untuk menerangkan masalah belajar menurut prinsip-prinsip dan fakta mengenai perilaku atau tingkah laku manusia yang telah ditentukan secara ilmiah.

Berdasarkan pendapatnya itu, Crow & Crow juga mengemukakan bahwa data yang dicoba didapatkan oleh psikologi pendidikan, yang berarti merupakan ruang lingkup psikologi pendidikan adalah sebagai berikut ini.

  1. Sampai sejauh mana faktor-faktor pembawaan dan lingkungan berpengaruh terhadap belajar;
  2. Sifat-sifat dari proses belajar;
  3. Hubungan antara tingkat kematangan dengan kesiapan belajar (learning readiness);
  4. Signifikansi pendidikan terhadap perbedaan-perbedaan individual dalam kecepatan dan keterbatasan belajar;
  5. Perubahan-perubahan jiwa (inner changes) yang terjadi selama belajar;
  6. Hubungan antara prosedur-prosedur mengajar dengan hasil belajar;
  7. Teknik-teknik yg sangat efektif bagi penilaian kemajuan dalam belajar;
  8. Pengaruh/akibat relatif dari pendidikan formal dibandingkan dengan pengalaman – pengalaman belajar yang insidental atau tidak sengaja dan informal terhadap suatu individu;
  9. Nilai/manfaat sikap ilmiah terhadap pendidikan bagi personil sekolah;
  10. Akibat/pengaruh psikologis (psychological impact) yang ditimbulkan oleh kondisi – kondisi sosiologis terhadap sikap para siswa.

Pokok Bahasan Psikologi Pendidikan

Secara garis besar, banyak ahli yang membatasi pokok-pokok bahasan psikologi pendidikan menjadi tiga macam sebagaimana yang akan dipaparkan di bawah ini.

  1. Pokok bahasan mengenai “belajar” yang meliputi teori-teori, prinsip-prinsip, dan ciri-ciri khas perilaku belajar siswa dan sebagainya.
  2. Pokok bahasan mengenai “proses belajar”, yakni tahapan perbuatan dan peristiwa yang terjadi dalam kegiatan belajar siswa.
  3. Pokok bahasan mengenai “situasi belajar”, yakni suasana dan keadaan lingkungan baik bersifat fisik maupun non fisik yang berhubungan dengan kegiatan belajar siswa.

Sementara itu, menurut Samuel Smith (dalam Suryabrata, hlm. 1984), setidaknya ada 16 topik yang perlu dibahas dalam psikologi pendidikan, yaitu :

  1. Pengetahuan tentang psikologi pendidikan (the science of educational psychology);
  2. Hereditas atau karakteristik pembawaan sejak lahir (heredity);
  3. Lingkungan yang bersifat fisik (physical structure);
  4. Perkembangan siswa (growth);
  5. Proses-proses tingkah laku (behavior proses);
  6. Hakikat dan ruang lingkup belajar (nature and scope of learning);
  7. Faktor-faktor yang mempengaruhi belajar (factors that condition learning);
  8. Hukum-hukum dan teori-teori belajar (laws and theories of learning);
  9. Pengukuran, yakni prinsip-prinsip dasar dan batasan-batasan pengukuran/ evaluasi. (measurement: basic principles and definitions);
  10. Transfer belajar, meliputi mata pelajaran (transfer of learning subject matters);
  11. Sudut-sudut pandang praktis mengenai pengukuran (practical aspects of measurement);
  12. Ilmu statistic dasar (element of statistics);
  13. Kesehatan rohani (mental hygiene);
  14. Pendidikan membentuk watak (character education);
  15. Pengetahuan psikologi tentang mata pelajaran sekolah menengah. (psychology of secondary school subjects);
  16. Pengetahuan psikologi tentang mata pelajaran sekolah dasar (psychology of elementary school);

Metode Psikologi Pendidikan

Ihwal metode yang biasa digunakan dalam psikologi pendidikan untuk memahami perilaku dan karakteristik peserta didik secara umum dapat dibagi menjadi dua kategori umum, yakni:

  1. Metode tes, dilakukan dengan alat atau instrumen (berupa tes/soal) yang valid dan reliabel dengan dilakukan dengan aturan tertentu. Metode ini dipilih untuk mengumpulkan data mengenai kemampuan akademik, bakat, minat, dan kecerdasan (literasi maupun numerasi).
  2. Metode non tes, dilakukan dengan instrumen yang tidak berupa tes seperti: kuesioner, pedoman wawancara, pedoman observasi, dsb. Metode ini dipilih untuk mengumpulkan data mengenai fakta atau opini dari peserta didik.

Contoh Metode Psikologi Pendidikan

Berikut ini adalah beberapa metode psikologi pendidikan yang umum digunakan.

  1. Observasi, atau bahasa lainnya adalah pengamatan yang biasanya dilakukan pada seorang atau sekelompok peserta didik dengan cara yang sistematis yang biasanya dilengkapi oleh lembar observasi atau bahkan skenario.
  2. Tes, metode ini mengajukan berbagai pertanyaan yang telah dirancang untuk dijawab oleh peserta didik yang akan diamati kondisi psikologisnya. Tes dilakukan dengan kaidah-kaidah tertentu sesuai dengan keperluan praktisnya.
  3. Eksperimen, yakni memberikan perlakuan-perlakuan pada peserta didik atau siswa kemudian diamati hasilnya apakah sesuai dengan yang diharapkan atau tidak. Eksperimen ini juga dapat membantu mengetahui perlakuan mana yang menjadi perlakuan yang paling efektif untuk siswa. Pengolahan data eksperimen akan melibatkan statistik atau analisis kuantitatif, sehingga hasil penelitian ini biasanya lebih akurat dan objektif.
  4. Kuesioner atau angket, merupakan instrumen pengumpul data yang berupa kumpulan-kumpulan pertanyaan yang telah dirancang oleh peneliti psikologi pendidikan sesuai dengan tujuan penelitian.
  5. Studi Kasus, metode yang digunakan dalam psikologi pendidikan dengan melakukan penyelidikan pada peserta didik untuk mengetahui latar belakang peserta didik tersebut, baik berupa latar belakang ekonomi, sosial, budaya, fisik, dan mental. Studi kasus mungkin memerlukan waktu dan effort
    yang lebih besar serta khusus secara individu untuk memperoleh data yang akurat.
  6. Metode Klinis, merupakan metode yang cukup sering digunakan dalam psikologi pendidikan. Metode ini dilakukan dengan menyelidiki perilaku seorang peserta didik yang banyak melakukan perilaku menyimpang yang dapat membuatnya kesulitan belajar atau menghambat perkembangan belajarnya.
  7. Proyeksi, metode yang dilakukan terhadap seseorang dengan memberikan gambar-gambar atau tulisan-tulisan berbentuk khas untuk ditanggapi dan diterjemahkan menjadi proyeksi perilaku yang ditunjukkan oleh peserta didik secara tidak langsung.
  8. Instrospeksi, merupakan metode yang cukup rumit untuk diterapkan dan tetap objektif, di mana para ahli psikologi atau praktisi pendidikan melakukan introspeksi atau pengamatan terhadap apa yang terjadi di dalam dirinya sendiri.

Manfaat Psikologi Pendidikan

Psikologi pendidikan memberikan banyak kontribusi kepada pendidik dan calon pendidik untuk meningkatkan efisiensi proses pembelajaran pada kondisi yang berbedabeda.Berikut terdapat beberapa manfaat dalam mempelajari psikologi pendidikan:

  1. Memahami Perbedaan Siswa (Diversity of Student) Setiap individu dilahirkan dengan membawa potensi yang berbeda-beda, psikologi pendidikan memahami keberagaman antara siswa satu dengan siswa yang lainnya, mulai dari perbedaan tingkat pertumbuhannya, tugas perkembangannya sampai pada masing-masing potensi yang dimiliki oleh anak.
  2. Untuk Memilih Strategi dan Metode Pembelajaran Sebagai Seorang pendidik dalam memilih strategi dan metode pembelajaran harus menyesuaikan dengan tugas perkembangan dan karakteristik masing-masing peserta didiknya. Hal ini bisa didapatkan oleh seorang guru melalui mempelajari psikologi terutama tugas-tugas perkembangan manusia. Jika metode dan model pendidikan sudah bisa menyesuaikan dengan kondisi peserta didik, maka proses pembelajaran bisa berjalan dengan maksimal.
  3. Untuk menciptakan Iklim Belajar yang Kondusif di dalam Kelas, Disinilah peran psikologi pendidikan yang mampu mengajarkan bagaimana seorang pendidik mampu memahami kondisi psikologis dan menciptakan suasana pembelajaran yang kondusif, sehingga proses pembelajaran di dalam kelas bisa berjalan secara efektif.
  4. Memberikan Bimbingan dan Pengarahan kepada Siswa Selain berperan sebagai pengajar di dalam kelas, seorang guru juga diharapkan bisa menjadi seorang pembimbing yang mempu memberikan bimbingan kepada peserta didiknya, terutama ketika peserta didik mendapatkan permasalahan akademik. Dengan berperan sebagai seorang pembimbing seorang
  5. Mengevaluasi Hasil Pembelajaran Tugas utama guru/pendidik adalah mengajar di dalam kelas dan melakukan evaluasi dari hasil pengajaran yang sudah dilakukan. Dengan mempelajari psikologi pendidikan diharapkan seorang pendidik mampu memberikan penilaian dan evaluasi secara adil menyesuaikan dengan kemampuan yang dimiliki oleh masing-masing peserta didik tanpa membedakan antara satu dengan yang lainnya.

Manfaat Mempelajari Psikologi Pendidikan

Menurut Muhid (2015, hlm.1) psikologi pendidikan tidak dapat memberitahukan kepada guru apa yang harus dilakukan, tetapi akan memberikan prinsip untuk digunakan dalam mengambil keputusan yang lebih baik dan bahasa untuk membahas pengalaman dan pemikiran mereka.

Prinsip atau asas tersebut didapatkan melalui pengetahuan, kebijaksanaan, dan berbagai teori yang didasarkan pada pengalaman dan pengamatan perilaku siswa. Selain itu, manfaat mempelajari psikologi Pendidikan menurut Muhid (2015, hlm. 2) mencakup berbagai hal berikut ini.

  1. Mengetahui pokok permasalahan pendidikan,
    dalam pendidikan pembelajaran itu bukan sekedar memindahkan informasi dan kemampuan kepada peserta didik saja namun harus diketahui apa inti dari pendidikan sebenarnya berdasarkan tujuan yang diinginkan dan psikologi pendidikan akan membantu mengetahui permasalahan pokok pendidikan tersebut.
  2. Menguasai kemampuan mengajar,
    pembelajaran bukan hanya membutuhkan seseorang yang memiliki pengetahuan lebih banyak lalu menyampaikannya pada peserta didik. Pengajaran efektif membutuhkan banyak strategi dan psikologi pendidikan membantu pengajar menyelenggarakan penilaian perilaku, memotivasi siswa, memperhitungkan karakteristik siswa, dan aspek pembeda lain seperti usia dan tingkat pendidikan sehingga dapat menggunakan strategi dan metode pembelajaran yang efektif sesuai dengan konteks pembelajaran yang dibutuhkan.
  3. Memastikan pendidik dapat mengajar dengan baik,
    banyak orang berpendapat bahwa guru yang berkarisma, disenangi oleh murid dan mampu menyampaikan pembelajaran dengan baik terlahir begitu saja atau dianggap sebagai bakat alami bagi beberapa orang saja. Padahal, riset psikologi pendidikan mengidentifikasi perilaku dan kemampuan yang dibutuhkan untuk membentuk “guru ajaib” tersebut bagi siapa pun yang ingin mempelajarinya.
  4. Membentuk pendidik yang memiliki visi,
    tidak ada 7 langkah mudah atau 9 tips dan trik untuk menjadi seorang pendidik yang baik, namun psikologi pendidikan menemukan bahwa semua guru penggerak yang unggul memiliki ciri yang sama, yakni memiliki visi atau intensionalitas. Artinya, guru yang terus‐menerus memikirkan hasil yang mereka inginkan bagi siswanya dan bagaimana setiap keputusan yang mereka ambil membawa siswa ke arah hasil tersebut. Bagaimana caranya? Dengan melakukan analisis psikologi pendidikan.

Referensi

  1. Muhid, Abdul. (2015). Psikologi Pendidikan. Surabaya: UIN Sunan Ampel Press.
  2. Santrock, John W. (2010). Psikologi Pendidikan. Jakarta: Kencana.
  3. Suryabrata. (1984). Psikologi Pendidikan. Jakarta: Rajawali
  4. Syah, Muhibbin. (2010). Psikologi Pendidikan. Bandung: Remaja Rosdakarya.
  5. Ormrod, J. E. (2014). Educational psychology (5th ed.). Upper Saddle River: Merrill/Prentice Hall.
  6. Purwanto, Ngalim. (2006). Psikologi Pendidikan. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *