Pengertian Teks Laporan Percobaan

Teks laporan percobaan adalah teks yang menyajikan informasi mengenai hasil percobaan yang diperoleh melalui percobaan dan analisis yang sistematis dengan apa adanya. Definisi tersebut senada dengan tim Kemdikbud (2017, hlm. 10) yang mengemukakan bahwa teks laporan hasil percobaan adalah teks yang menyajikan informasi mengenai hasil percobaan dengan apa adanya.

Teks laporan hasil percobaan sebetulnya boleh dikatakan hampir sama saja dengan teks laporan observasi. Hanya saja yang dilaporkan adalah hasil percobaan, bukan observasi. Percobaan akan melibatkan suatu hal yang harus dilakukan dengan sistematis sebelum dilaporkan.

Karena percobaan adalah suatu kegiatan yang dilakukan, maka ketika kita akan melaporkannya kita juga harus mengobservasi hasil dari kegiatan itu. Oleh karena itu, seperti laporan observasi teks laporan hasil percobaan juga akan melibatkan beberapa teks seperti: teks deskripsi

, teks eksposisi, dan teks eksplanasi.

Menelaah Struktur dan Kebahasaan Teks Laporan Percobaan

Laporan percobaan adalah teks majemuk yang melibatkan beberapa jenis teks di dalamnya. Setidaknya teks ini akan menggunakan teks deskripsi, dan teks eksplanasi. Berikut adalah penjabaran yang dihasilkan dari penelaahan struktur, model, dan ciri kebahasaan teks laporan hasil percobaan.

Struktur Teks Laporan Percobaan

Sederhananya, struktur Teks Laporan Percobaan  terdiri dari dua bagian di bawah ini (Kemdikbud, 2017, hlm. 24).

  1. Pernyataan Umum,
    terdiri dari klasifikasi, dan pernyataan. Bagian ini menentukan klasifikasi aspek dari sesuatu yang diujicobakan seperti alam, tumbuhan, alat, dan lain lain yang dibahas secara umum.
  2. Uraian,
    menggambarkan sesuatu yang dibahas secara rinci, bagian per bagian, kebiasaan, hingga sesuatu yang dibutuhkan untuk hidup dan perilaku alamiah bagi makhluk hidup. Bisa juga memuat penggunaan bahan dan alat untuk percobaan membuat benda dan hal khusus lainnya.

Namun, sebetulnya struktur laporan hasil percobaan akan menyesuaikan mengikuti jenis model teks laporan hasil percobaan yang dibuat. Dalam model percobaan membuat sesuatu, maka strukturnya menjadi:

  1. Tujuan, menjelaskan tujuan dari percobaan seperti apa yang akan dibuat, mengapa harus dibuat, apa yang akan dibuktikan, dsb.
  2. Alat dan bahan, memaparkan alat dan bahan yang akan digunakan dalam melakukan percobaan membuat suatu hal.
  3. Langkah-langkah, menjelaskan bagaimana langkah demi langkah yang ditempuh dalam melaksanakan kegiatan percobaan.
  4. Hasil, menjelaskan hasil percobaan dan akan memiliki dua struktur utama dari laporan percobaan, yakni: pernyataan umum, dan uraian masing-masing hasil percobaan.
  5. Simpulan, berarti menyimpulkan seluruh kegiatan dan hasil percobaan yang telah dilaksanakan.

Model Teks Laporan Percobaan (Jenis)

Setidaknya terdapat tiga model laporan percobaan yang dapat disusun, berikut adalah penjelasannya.

  1. Model laporan percobaan makalah
    Model ini disusun dengan menggunakan sistematika makalah, artinya dua struktur utama dari laporan percobaan akan disampaikan melalui: a) Tujuan, b) Kajian Teori, c) Alat dan Bahan, d) Prosedur/Cara Kerja, e) Hasil Pengamatan, f) Pembahasan, g) Simpulan, h) Daftar Pustaka.
  2. Model laporan percobaan sederhana
    Model ini hanya akan menggunakan dua struktur utama dari laporan observasi, yakni pernyataan umum, dan uraian. Uraian sendiri akan terbari menjadi masing-masing bagian yang diuraikan, misalnya untuk percobaan binatang: a) Penampilan, b) Kebiasaan Makan, c) Kapasitas, d) Perkembangbiakan.
  3. Model laporan percobaan pengembangan (pembuatan)
    Seperti contoh yang telah diuraikan di atas, laporan percobaan juga dapat disusun melalui model pembuatan suatu benda sebagai kegiatan percobaan. Model ini akan melibatkan struktur: a) tujuan, b) alat dan bahan, c) langkah-langkah, d) hasil, e) simpulan.

Ciri Kebahasaan Teks Laporan Percobaan

Seperti teks lainnya, teks laporan percobaan memiliki ciri atau kaidah kebahasaan yang khas dan membedakan teks ini dari jenis teks lainnya. Berikut adalah ciri kebahasaan yang umum digunakan dalam laporan (Kemdikbud, 2017, hlm. 24).

  1. Memperkenalkan kata aspek umum atau kelompok, seperti: kendaraan roda dua, transportasi umum, keluarga kucing, ikan tawar, mamalia, unggas, reptilia, dsb.
  2. Banyak memakai kata tugas hubungan logis, seperti: maka, ketika, dan seterusnya.
  3. Menggunakan kata tugas untuk menjaga tulisan koheren (maknanya terpadu dengan baik).
  4. Banyak menggunakan kalimat aktif.
  5. Menggunakan kata kerja aktif untuk menggambarkan proses dan aksi kegiatan percobaan.
  6. Terdapat kalimat yang menjabarkan urutan kegiatan.
  7. Lebih banyak menggunakan kata benda dan frasa benda dibandingkan dengan kata ganti orang.
  8. Beberapa model laporan menggunakan istilah teknis atau istilah bidang ilmu.
  9. Beberapa model laporan disertai diagram, peta, foto, dsb.

Ciri Ciri Teks Laporan Percobaan

Sementara itu, secara umum teks laporan percobaan memiliki ciri sebagai berikut.

  1. Objektif, artinya informasi disampaikan berdasarkan hal yang diperoleh melalui percobaan. Jika suatu percobaan menduga A akan memberikan dampak yang baik, namun hasil percobaan ternyata menghasilkan dampak yang buruk, maka laporan percobaan akan tetap menyampaikan bahwa percobaan tersebut gagal (tidak ditutup-tutupi).
  2. Fakta, berarti tidak berdasarkan dugaan yang belum terbukti. Misalnya, laporan percobaan tidak akan mengatakan bahwa “kandungan vitamin C dalam buah jeruk sangat tinggi” tapi akan menyebutkan “kandungan vitamin C dalam buah jeruk berukuran 60 gram adalah sebanyak 100 mg”. Karena percobaan telah dilakukan dan membuktikan serta mengukur kandungan vitamin C dalam buah jeruk.
  3. Komprehensif (Lengkap), laporan percobaan akan menguraikan bagian perbagian secara lengkap dan masing-masing bagian dijelaskan secara detail, tidak hanya gambaran umumnya saja.

Tujuan Teks Laporan Percobaan (Fungsi)

Teks laporan percobaan memiliki tujuan utama untuk menyampaikan hasil percobaan dengan apa adanya. Mengapa? Berikut adalah beberapa tujuan dan fungsi dari teks laporan percobaan secara umumnya.

  1. Mencari dan menemukan teknik atau cara baru yang belum pernah digunakan sebelumnya untuk menyelesaikan suatu permasalahan tertentu yang inovatif.
  2. Memberikan pertimbangan terhadap langkah yang akan diambil untuk mengambil keputusan terhadap suatu permasalahan. Melalui percobaan, permasalahan tersebut akan lebih “terlihat” sehingga lebih mudah untuk membuat keputusan berdasarkan fakta objektif yang telah terbukti melalui percobaan.
  3. Laporan percobaan dapat menambah pengetahuan mengenai suatu hal, sehingga bisa memberikan pilihan atau alternatif solusi lain yang bisa digunakan.
  4. Mencari tahu mengenai perkembangan masalah tertentu yang perlu diujicobakan kembali. Misalnya apakah baterai zaman sekarang sama dengan beberapa dekade silam? Bisa jadi telah berubah dan terdapat hal yang harus disesuaikan dalam menyikapi baterai oleh masyarakat.
  5. Mengawasi dan memperbaiki suatu hal dengan lebih efisien dan baik berkat hasil percobaan yang lagi-lagi memberikan uraian detail mengenai apa yang terjadi jika suatu kegiatan dicoba terhadap suatu hal.

Contoh Teks Laporan Percobaan atau Eksperimen

Percobaan Penghantaran Energi Listrik

Pernyataan Umum

Tujuan

Listrik merupakan energi yang dapat disalurkan melalui benda penghantarnya. Untuk memahami dan mengetahui bagaimana listrik dapat dihantarkan, maka harus dilakukan percobaan. Percobaan yang telah dilaksanakan adalah menyalakan lampu dengan memanfaatkan energi listrik melalui benda penghantar dan benda lain yang tidak dapat menghantarkannya.

Alat dan Bahan

Percobaan dilaksanakan dengan menggunakan bahan-bahan khusus yang telah disiapkan sebelumnya. Bahan-bahan yang digunakan adalah: baterai, kabel, lampu bohlam, benang, tali plastik, selotip.

Uraian

Langkah-Langkah

Pertama, percobaan dimulai dengan menghubungkan dua kabel pada bohlam. Cara yang digunakan adalah dengan mengelupas sebagian ujung kabel sehingga bagian logamnya tampak lalu direkatkan pada bohlam dengan menggunakan selotip.

Selanjutnya kedua sisa ujung kabel yang telah direkatkan ke lampu ditempelkan pada baterai. Ketika hal tersebut dilakukan lampu menyala. Artinya, kabel dapat menghantarkan listrik dari baterai ke lampu bohlam.

Kemudian, tahap di atas diulangi lagi, hanya saja kali ini tidak menggunakan kabel. Percobaan dilaksanakan dengan menggunakan tali plastik. Ternyata dengan menggunakan tali plastik lampu bohlam tidak menyala.

Hasil

Dari percobaan tersebut terlihat bahwa bohlam menyala ketika dihubungkan pada baterai dengan menggunakan kabel. Namun, bohlam tidak menyala ketika dihubungkan pada baterai dengan menggunakan tali plastik.

Simpulan

Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa kabel dapat mengantarkan arus listrik. Sementara itu,  tali plastik tidak dapat menghantarkan arus listrik.

Berbagai contoh teks laporan percobaan lainnya dapat dilihat pada link berikut ini:

Contoh Teks Laporan Percobaan dalam berbagai Model

Referensi

  1. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2017). Buku Siswa Bahasa Indonesia SMP Kelas IX. Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *