Pengertian Teks Eksplanasi

Teks eksplanasi adalah teks yang menjelaskan hubungan logis dari beberapa proses yang menerangkan atau menjelaskan bagaimana suatu fenomena alam maupun sosial terjadi. Pernyataan tersebut senada dengan pendapat Priyatni (2014, hlm. 82) yang mengemukakan bahwa teks eksplanasi adalah teks yang berisikan penjelasan tentang proses yang berhubungan dengan fenomena alam, sosial, pengetahuan, budaya dan lainnya.

Kemudian, Kosasih dan Kurniawan (2019, hlm. 114) berpendapat bahwa eksplanasi adalah teks yang menjelaskan suatu peristiwa, baik itu berupa peristiwa alam, peristiwa sosial dan budaya, ataupun peristiwa pribadi. Ternyata, suatu pengalaman atau peristiwa yang dialami individu juga dapat dijelaskan melalui suatu teks eksplanasi.

Maka, dapat disimpulkan bahwa teks eksplanasi adalah teks yang menjelaskan mengenai proses terjadinya suatu fenomena alam atau sosial maupun peristiwa dn pengalaman pribadi melalui media teks baik penjelasan proses maupun sebab-akbiatnya.

Secara umum, teks ini terbentuk melalui struktur pembangunnya  yang meliputi: pernyataan umum, deretan penjelas, dan penutup atau interpretasi (opsional). Namun, ada juga yang mengatakan bahwa strukturnya adalah: identifikasi fenomena/peristiwa, rangkaian kejadian, ulasan. Lalu yang mana yang benar? di bawah ini adalah penjelasan lengkap mengenai struktur teks eksplanasi.

Struktur Teks Eksplanasi

Teks eksplanasi memiliki fungsi sosial menjelaskan atau menganalisis proses munculnya atau terjadinya sesuatu. Tujuan dari teks ini adalah memaparkan penjelasan (explanation) tentang suatu hal agar dipahami, menjadi lebih jelas, dan memberikan pengetahuan yang lebih kaya terhadap pembacanya. Oleh karena itu, strukturnya terdiri dari beberapa bagian pokok sebagai berikut (Kemdikbud, 2017, hlm. 62).

  1. Identifikasi Fenomena/Peristiwa
    Berisi identifikasi terhadap fenomena atau peristiwa yang akan dijelaskan. Artinya bagian ini menetapkan, memastikan, dan mengenalkan suatu fenomena atau peristiwa yang akan dijelaskan secara menyeluruh.
  2. Rangkaian Kejadian
    Penjelasan atau perincian atas kejadian atau sebab-akibat yang relevan dengan fenomena atau peristiwa yang telah diidentifikasi sebelumnya.
  3. Ulasan
    Merupakan komentar hingga penilaian atau penyimpulan berbagai konsekuensi dari fenomena atau peristiwa yang telah dipaparkan penjelasannya.

Sementara itu, Mahsun (2014, hlm. 33) berpendapat bahwa teks eksplanasi memiliki struktur berpikir: judul, pernyataan umum, deretan penjelas, dan interpretasi. Berikut adalah penjelasan dari masing-masing struktur eksplanasi:

  1. Pernyataan umum, berisi penjelasan awal tentang latar belakang, keadaan umum atau definisi suatu peristiwa atau fenomen dan pengalaman yang terjadi.
  2. Deretan penjelas, berisi paparan rangkaian peristiwa/kejadian atau urutan mengapa suatu fenomena terjadi atau bisa juga berisi urutan bagaimana peristiwa tersebut terjadi.
  3. Interpretasi, merupakan penafsiran, pemaknaan atau penyimpulan yang berupa pendapat penulis atas sesuatu yang telah dijelaskan dalam teks tersebut.

Pada dasarnya pendapat Mahsun juga sama saja, namun menggunakan istilah berbeda yang lebih umum. Mengapa? Agar istilah struktur dapat digunakan pada pola penulisan eksplanasi apapun. Misalnya pola kronologis (proses) atau pola kausalitas (sebab-akibat).

Sebetulnya, terdapat pola pengembangan lain di luar kausalitas dan kronologis, hanya saja hal tersebut tidak dibahas di sini. Namun pola eksplanasi yang lain tersebut biasanya digunakan dalam karya tulis ilmiah yang kompleks.

Pola Pengembangan Isi Teks Eksplanasi

Pola pengembangan teks adalah pengembangan paragraf yang disusun dari beberapa kalimat secara runut sehingga membentuk suatu gagasan utuh yang jelas dan sesuai dengan maksud dari teks yang ditulis. Suatu teks yang baik, apapun jenisnya harus memiliki pola pengembangan teks yang tepat sesuai dengan kebutuhan utama dari teks tersebut.

Teks eksplanasi juga memiliki beberapa pola pengembangan yang berbeda satu sama lain. Menurut Kosasih dan Kurniawan (2019, hlm. 114) Berdasarkan pola pengembangannya, secara umum teks eksplanasi dapat dikatakan terbagi menjadi dua jenis, yaitu:

  1. Pola Kronologis / Proses
    Teks eksplanasi yang disusun berdasarkan urutan waktu yang menjelaskan suatu proses terjadinya fenomena atau bagaimana urutan kejadian suatu peristiwa.
  1. Pola Kausalitas / Sebab Akibat
    Yaitu teks yang disusun berdasarkan hubungan sebab akibat yang menjelaskan mengapa atau bagaimana suatu peristiwa atau fenomena terjadi.

Ciri Teks Eksplanasi

Berdasarkan berbagai penjabaran yang telah disampaikan sebelumnya, dapat ditarik kesimpulan bahwa ciri-ciri teks eksplanasi adalah sebagai berikut.

  1. Strukturnya terdiri atas pernyataan umum (gambaran awal tentang apa yang disampaikan), deretan penjelas (inti penjelasan apa yang disampaikan), dan interpretasi (pandangan atau simpulan).
  2. Memuat informasi berdasarkan fakta atau biasa disebut informasi faktual.
  3. Faktualnya memuat informasi yang bersifat keilmuan, misalnya tentang sains (Kemdikbud, 2017, hlm. 58).

Kaidah Kebahasaan Teks Eksplanasi

Selain ciri di atas, kaidah kebahasaan juga dapat menjadi ciri khas yang konkret dari teks eksplanasi. Kebahasaannya sendiri tergantung dari pola pengembangan dan tema umum dari judulnya. Jika teks eksplanasi menggunakan pola pengembangan kronologis, maka akan banyak ditandai oleh konjungsi: lalu, kemudian, akhirnya, sekarang, sebelumnya, dsb.

Sementara itu jika teks eksplanasi menggunakan pola kausalitas maka kaidah kebahasaannya akan banyak didominasi oleh konjungsi seperti: sebab, karena, akibatnya dan sejenisnya (Kosasih dan Kurniawan, 2019, hlm. 114). Berikut ini adalah beberapa poin utama dari kaidah kebahasaan teks eksplanasi.

  1. Pola pengembangan kronologis akan banyak menggunakan konjungsi kronologis seperti: kemudian, akhirnya, selanjutnya, sekarang, sebelumnya, dan sejenisnya.
  2. Pola pengembangan kausalitas (sebab-akibat) akan memiliki konjungsi kausalitas seperti: sebab, karena, akibatnya, dan sejenisnya.
  3. Menggunakan kata peristilahan atau teknis seperti: industri pariwisata, otomotif, sektor pertanian, dsb.
  4. Menggunakan kata benda fenomena seperti: angin tornado, tata surya, gerhana matahari, kerajinan tangan, dsb.
  5. Banyak menggunakan kata kerja tindakan. Misalnya jika teks eksplanasi berisi tindakan yang objeknya berupa alam atau fenomena sosial/budaya, maka teks eksplanasi akan banyak menggunakan kata kerja tindakan seperti: bepergian, berwisata, mengajak, berkunjung, berjalan-jalan.
  6. Cenderung lebih banyak menggunakan kalimat pasif.

Langkah-Langkah Menulis Teks Eksplanasi

Langkah yang dapat dilakukan untuk menyusun atau menulis teks eksplanasi adalah sebagai berikut.

  1. Mengumpulkan kemudian menentukan suatu topik kejadian atau peristiwa menarik yang dikuasai.
  2. Menyusun kerangka eksplanasi berupa pokok pikiran yang sesuai dengan struktur eksplanasi. Teknisnya, setiap bagian struktur dapat diisi oleh kalimat-kalimat utamanya terlebih dahulu tanpa penjelasan mendetail.
  3. Mengumpulkan berbagai bahan atau data berupa fakta atau pendapat ahli yang didapatkan dengan cara studi literatur (membaca buku sumber) atau observasi (langsung mengamati fakta).
  4. Mengembangkan kerangka yang telah disusun menjadi teks eksplanasi utuh (melengkapi kalimat utama dari kerangka dengan pengembangannya). Ikuti pola pengembangan paragraf yang sesuai dengan jenis teks eksplanasi (kausalitas atau kronologis?) lengkapi dengan data fakta atau pendapat ahli yang telah dikumpulkan.
  5. Menyunting dan mengoreksi teks yang ditulis untuk memastikan tidak ada kesalahana-kesalahan yang terjadi dalam proses penulisan. Perhatikan: isi teks, struktur, kaidah kebahasaan, dan ejaan hingga tanda baca.

Contoh Teks Eksplanasi

Berikut adalah beberapa contoh teks eksplanasi berdasarkan pola pengembangan kausalitas (sebab akibat) dan kronologis (proses).

Eksplanasi Kausalitas (Sebab Akibat)

Gunung Meletus

Gunung meletus adalah peristiwa keluarnya endapan magma dari perut bumi yang didorong oleh gas bertekanan tinggi yang terjadi pada gunung berapi. Hasil letusan gunung berapi antara lain: lava, lahar, gas vulkanik, hujan abu, dan awan panas. Pada akhirnya fenomena bencana tersebut akan menyebabkan berbagai kerusakan seperti kerusakan lingkungan, tercemarnya udara dan bahaya langsung bagi makhluk hidup yang ada di sekitarnya.

Penyebab Mencairnya Es di Kutub

Mencairnya es di kutub utara dan selatan, kenaikan permukaan laut, dan kenaikan suhu secara global adalah beberapa akibat atau dampak yang ditimbulkan oleh pemanasan global. Adapun pemanasan global sendiri disebabkan oleh gas rumah kaca yang terbentuk dari komponen-komponen gas berbahaya seperti CO2, N2O, dan CH4.

Eksplanasi Kronologis (Proses)

Proses Terjadinya Gunung Meletus

Mula-mula suhu di sekitar akan naik dan mata air di sekitar akan menjadi kering. Lalu gunung akan mengeluarkan suara bergemuruh, kadang disertai getaran atau gempa kecil. Kemudian Endapan magma terdorong dari perut bumi oleh gas bertekanan tinggi. Setelah itu letusan gunung berapi menghasilkan lava, lahar, gas vulkanik, hujan abu dan awan yang panas.

Perkembangan Ilmu Astronomi

Sejak dahulu kala, para astronom (ahli bintang) mempelajari bintang-bintang di langit malam. Kemudian, mereka berhasil melihatnya melalui teleskop. Sekarang, kita dapat mempelajari luar angkasa dari dekat dengan pesawat satelit dan kendaraan antariksa yang melakukan perjalanan ke planet-planet. Para astronom menemukan berbagai penemuan yang luar biasa di sana.

Contoh di atas hanyalah paragraf yang mengandung teks eksplanasi saja. Untuk melihat contoh teks eksplanasi beserta struktur lengkapnya dapat disimak pada tautan di bawah ini.

Contoh Teks Eksplanasi beserta Strukturnya (Alam, Sosial, Budaya)

Referensi

  1. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2017). Buku Siswa Bahasa Indonesia SMP/MTs Kelas VIII. Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan
  2. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2017). Buku Siswa Bahasa Indonesia SMA/MA/SMK/MAN Kelas XI. Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan
  3. Kosasih, E. dan Kurniawan, Endang. (2019). Jenis-jenis teks: fungsi, struktur dan kaidah kebahasaan. Bandung: Yrama Widya.
  4. Mahsun. (2018). Pembelajaran bahasa Indonesia berbasis teks. Depok: Rajagrafindo Persada.
  5. Priyatni, E.T. (2014). Desain pembelajaran bahasa indonesia dalam kurikulum 2013. Jakarta: Bumi aksara.
  6. Restuti dan Kosasih,  E. (2013). Bahasa Indonesia untuk smp/m.ts kelas vii. Jakarta: Erlangga

 

Join the Conversation

10 Comments

  1. izin copas untuk pembelajaran siswa saya. artikel ini sangat bermanfaat dan membantu. terima kasih

  2. Artikel ini sangat membantu dalam pembelajaran di sekolah. Terima kasih ilmunya 😊😊

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *