Desain Logo yang Bekerja, Menarik & Tepat Sasaran

desain logo yang menarik, bekerja dan tepat sasaran

Pentingnya Desain Logo yang Bekerja

Desain logo mewakili brand atau merek yang akan Anda pasarkan dan berpengaruh langsung terhadap citra yang dihasilkan. Artinya, citra tersebut adalah bagaimana pandangan konsumen terhadap merek Anda.

Pandangan konsumen menentukan berbagai keputusannya untuk membeli produk atau jasa yang Anda tawarkan melalui aspek ketertarikan, kepercayaan hingga tingkat loyalitas. Maka, desain logo adalah hal yang krusial untuk memastikan konsumen dapat tertarik, percaya dan mau membeli produk atau jasa Anda hingga akhirnya setia pada perusahaan.

Lalu bagaimana caranya untuk memastikan logo yang dibuat sesuai dan bekerja untuk menyokong perusahaan atau merek yang kita buat? Logo berkualitas yang memberikan citra baik adalah jawabannya. Logo juga harus sesuai dengan gambaran umum visi dan misi perusahaan.

Namun, kualitas internal dari desain logo bukanlah hal yang paling menentukan keberhasilannya. Logo bagus yang hanya mengelu-elukan kehebatan atau ketekunan perusahaannya sendiri tidak akan menggapai simpati dari konsumen atau pengguna.

Desain logo yang baik justru harus mengacu pada kebutuhan konsumennya itu sendiri. Ini adalah langkah awal yang harus dilakukan dalam merancang logo. Memastikan logo dapat merepresentasikan perusahaan dengan baik dan sesuai dengan profil target konsumennya.

Desain Logo Berbasis Konsumen

Desain logo yang keren, trendy dan muda belum tentu dapat menyentuh konsumen yang tepat. Begitupun dengan logo yang elegan, simpel dan tampak mahal belum tentu sukses mengambil hati pengguna. Desain logo yang baik adalah logo yang berbasis konsumen.

Konsumen seperti apa yang Anda sasar? Apa target demografinya. Jika perusahaan Anda adalah produsen produk retail rumahan, maka logo yang diciptakan harus tampak appealing untuk semua umur, dari anak kecil hingga orangtua; seluruh keluarga.

Jika jasa yang Anda tawarkan adalah jasa business to business, maka logo harus tampak professional, formal dan sederhana. Sebaliknya jika produk yang Anda tawarkan adalah produk murah yang ingin meraih pasar menengah kebawah, buatlah desain logo merakyat yang tidak tampak mahal.

Perhatikan gambar “slider kecondongan arah tema desain logo” dibawah ini:

parameter kebutuhan desain logo, disadur dari 99design
parameter kebutuhan desain logo, disadur dari 99design

Pilih kemana desain logo perusahaan dan konsumen mengarah. Misalnya, jika perusahaan Anda adalah perusahaan startup yang ingin mengejar pasar generasi milenial, maka pertimbangkan untuk menggunakan pengaturan slider kecondongan tema desain seperti dibawah ini:

contoh parameter untuk desain logo dengan target konsumen milenial
contoh parameter untuk desain logo dengan target konsumen milenial

Desain Logo yang Ideal

Setelah memastikan kebutuhan citra desain logo agar dapat bekerja berbasis konsumen, maka ini saatnya untuk membuat logo itu appealing dan dapat diaplikasikan dengan efektif pada berbagai kebutuhan. Langkah selanjutnya adalah menentukan jenis logo yang akan digunakan.

Secara umum, terdapat beberapa jenis logo yang berbeda dan memberikan dampak yang berbeda pula. Jenis-jenis tersebut meliputi: logo ikon, logo indeks, logo simbol, logo teks dan logo khas atau campuran. Berikut adalah penjelasannya, dilengkapi dengan kelebihan dan kekurangan dari jenis-jenis logo.

Logo Ikon

Logo ikon adalah logo yang menggunakan persamaan atau kemiripan untuk mewakili nama perusahaan atau produk yang ingin diwakili. Contohnya adalah Apple menggunakan gambar apel sebagai logo perusahaannya.

Contoh logo ikon: Apple, inc
Contoh logo ikon: Apple, inc

Kelebihan Ikon

Straight to the point, sederhana namun akan jauh lebih mudah untuk diingat. Logo ikon bekerja dengan memperkuat presentasi nama perusahaan atau merek dagang. Tetapi karena sifatnya yang menggunakan kemiripan, maka akan terdapat limitasi penggunaannya.

Kelemahan Ikon

Mudah untuk tampak menjadi terlalu generik atau tidak unik, meskipun masih dapat diakali. Seperti bagaimana Apple menggunakan apel yang tampak telah tergigit sebagai pembedanya. Logo jenis ini juga lebih terbatas untuk diramu filosofi dibalik logonya.

Logo Indeks

Logo indeks bekerja dengan cara menggunakan keterkaitan atau hubungan sebab-akibat untuk mewakili perusahaan atau merek yang diwakilinya. Contohnya adalah Shell yang menggunakan gambar kerang sebagai logonya. Kerang mewakili Shell yang dalam bahasa Indonesia artinya cangkang.

Contoh indeks: Shell
Contoh logo indeks: Shell

Kata “cangkang” yang sulit untuk diiterasikan langsung pada gambar diwakili oleh kerang yang identik dengan cangkangnya. Selain itu kerang juga memiliki keterkaitan dengan laut, dimana crude oil yang menjadi bahan produk andalan Shell biasa ditambang.

Kelebihan Indeks

Memberikan hiburan intelek karena tidak secara langsung menggambarkan nama perusahaan. Tidak lebih mudah diingat dari ikon, namun justru dapat menjadi lebih memorable dalam jangka panjang. Delay yang dihasilkan sebelum logo diphamami menjadikannya bahan bakar untuk Aha! Moment.

Kekurangan Indeks

Perlu penyusunan konsep yang matang agar petunjuk keterkaitan dapat bekerja sesuai dengan yang diharapkan. Terkadang jika analogi terlalu jauh, malah tidak memberikan imbas apa-apa dan logo hanya akan dipahami sebagai logo abstrak semata, bukan indeks.

Logo Simbol

Simbol adalah sesuatu yang mewakili sesuatu yang lain; garuda sebagai simbol Indonesia. Simbol adalah perumpamaan yang dibuat berdasarkan kesepakatan masyarakat atau institusi tertentu, termasuk perusahaan. Tidak ada kemiripan atau keterkaitan didalamnya, namun memiliki alasan filosofis yang disetujui oleh orang-orang yang terlibat didalamnya.

Maka sesuatu yang dijadikan simbol perusahaan harus diamini bersama berdasarkan kesepakatan atau keinginan “nahkodanya”. Menggunakan simbol yang sudah umum diketahui oleh masyarakat juga dapat digunakan, seperti padi untuk simbol kesuburan, dsb.

Contoh simbol: Mercedes-Benz
Contoh logo simbol: Mercedes-Benz

Mercedes-Benz adalah salah satu perusahaan yang menggunakan simbol sebagai logo. Setiap sudut dari bentuk bintang bermakna tiga segmen industri otomotif mereka, yaitu: udara, darat dan laut.

Kelebihan Simbol

Simbol dapat menyisipkan filosofi dan ideologi yang ingin disebarkan pada orang-orang yang terlibat didalamnya seperti karyawan dan staffnya. Sebetulnya logo berbasis simbol lebih cocok untuk instansi yang menginginkan loyalti “gaya militer” dan tidak terlalu bergantung pada konsumen, seperti lembaga non profit atau pemerintahan.

Namun dalam perkembangannya, banyak perusahaan yang sukses menggunakan logo jenis ini untuk menaikan moral karyawan lewat filosofinya. Meskipun moral tersebut adalah moral “paksaan”. Toh pemaksaan adalah salah satu cara mendidik yang terhitung masih efektif.

Kekurangan Simbol

Jauh lebih sulit untuk mengaktivasinya, terutama jika simbol belum dikenal oleh seluruh kalangan masyarakat. Anggaran yang harus dikeluarkan akan jauh lebih banyak untuk aktivasinya; Biaya iklan, event, dll. Cepat atau lambat akan membutuhkan biaya training lebih untuk menyampaikan filosofi dibalik logo agar terasa pengaruhnya.

Logo Teks (Logotype)

Secara literal menggunakan nama perusahaan sebagai logo yang dibuat dengan teks. Logo yang satu ini adalah opsi lain dari ikon. Cara kerjanya hampir sama, hanya saja menggunakan teks sebagai bahasa universalnya, bukan gambar yang mirip. Hari ini, logo teks juga memiliki keunggulan jika basis usaha perusahaan adalah website, karena dapat sekaligus mempromosikan alamat domain websitenya.

contoh logo teks (logotype): tokopedia
Contoh logo teks (logotype): tokopedia

Kelebihan Logo Teks

Kelebihannya sama dengan ikon. Logo teks atau biasa disebut logotype ini adalah opsi bagus jika nama perusahaan atau merek tidak dapat diiterasikan ke suatu ikon gambar yang sesuai. Melalui typeface atau font yang unik, perusahaan juga masih bisa mendapatkan poin standout dari logo jenis ini.

Kekurangan Logo Teks

Tanpa ikon, indeks atau simbol, logo akan mengalami kesulitan ketika harus ditampilkan dalam keadaan tertentu, misalnya untuk keperluan logo pada aplikasi mobile atau favicon website. Logo adaptif ala aplikasi mobile dan website membutuhkan ikon sederhana, ringkas dan berukuran simetris.

Tokopedia adalah salah satu perusahaan yang menggunakan logo teks dan memiliki cara yang efektif dan bernilai lebih untuk menyelesaikan kekurangan ini. Mereka menambahkan indeks ke-maskot-maskot-an sebagai pengganti kebutuhan logo adaptif dan responsif yang dibutuhkan oleh aplikasi mobile dan website.

Contoh Indeks-Maskot Tokopedia
Contoh Indeks-Maskot Tokopedia

Logo Khas / Campuran

Sesuai dengan namanya, logo jenis ini menyampurkan setidaknya dua jenis logo, seperti indeks dan logo teks. Contohnya, website ini menggunakan jenis logo tersebut. Serupa.id menggunakan logo teks yang memiliki keterkaitan dengan namanya. Keterkaitan itu dapat dilihat pada huruf “s” dan “e” yang tampak serupa.

contoh logo khas/campuran: serupa.id
contoh logo khas/campuran: serupa.id

Kelebihan  & Kekurangan

Logo ini akan membawa kelebihan dan kekurangan yang sama dari masing-masing jenis. Catatan yang perlu diperhatikan adalah jangan sampai mencampurkan jenis terlalu banyak. Mencampurkan terlalu banyak jenis hanya akan membuat pesan dan citra yang ingin dipancarkan oleh logo kabur.

Memilih Jenis Logo yang Tepat

Lalu jenis logo mana yang paling tepat untuk Anda? Pilih jenis logo yang dapat memaksimalkan nama atau merek usaha Anda. Jika nama perusahaan memiliki “bakat” untuk dijadikan indeks, pilih logo indeks. Jika nama perusahaan anda dapat dengan mudah di iterasikan ke ikon, maka pilih logo ikon.

Namun jika Anda merasa membutuhkan filosofi yang lebih dalam untuk menumbuhkan kredo karyawan dan memiliki budget lebih untuk mempromosikan simbolisasi baru yang harus diaktivasi, boleh menggunakan logo simbol.

Langkah terakhir adalah eksekusi pembuatan logo. Apapun yang anda lakukan untuk menyelesaikan perihal eksekusi ini, baik anda sendiri yang menggambar atau menggunakan jasa desainer, terdapat beberapa hal penting untuk diperhatikan untuk membuat gambar logo yang efektif.

Desain Logo yang Efektif

  1. Jangan membuat gambar terlalu realistis, logo harus memiliki tingkat abstraksi yang tinggi, dalam artian gambar harus disederhanakan namun tetap dapat dipahami apa yang dimaksud. Contoh bagus adalah ikon apel pada logo Apple.
  2. Hindari bentuk-bentuk yang terlalu generik: panah keatas, panah ke kanan, setengah lingkaran yang diulang, dsb. Jika ingin menggunakan bentuk sederhana seperti ini, berikan sentuhan untuk membuatnya unik atau sesuatu yang terkait dengan nama perusahan, Contohnya adalah bentuk abstrak yang membentuk huruf P pada logo pertamina.
  3. Pastikan logo tetap terlihat diatas latar belakang berwarna gelap, menengah dan terang. Jika tidak memungkinkan, selalu buat varian khusus untuk ditempatkan diatas background warna gelap dan hitam.
  4. Fokus pada bentuk mentah tanpa warna atau efek apapun, untuk memudahkan proses percetakan pada media apapun termasuk cetak gesut kaos yang sederhana.
  5. Rancang logo agar tetap dapat terlihat dan mudah dikenali dalam ukuran terkecilnya sekalipun, seperti yang biasa diperlihatkan disebelah judul pada Tab browser desktop. Jika tidak memungkinkan, misalnya karena logo adalah jenis logotype, buat suplemen atau varian keduanya seperti maskot, indeks, satu huruf, dsb.
  6. Buat logo dengan ukuran simetris dan simpel untuk kebutuhan logo adaptif dan responsive pada aplikasi mobile atau website.

Desain Logo Gratis Menggunakan Aplikasi Online

Banyak sekali website yang menawarkan pembuatan logo secara otomatis yang dapat dipilih dari ribuan template yang telah tersedia. Namun seberapa canggih kemampuan memodifikasi logo pada aplikasi berbasis website tersebut akan tetap menghasilkan output yang terlalu generik.

Generik yang dimaksud adalah logo akan cenderung tidak unik dan memiliki kualitas yang terlalu jenuh atau mudahnya: pasaran. Logo yang dihasilkan meskipun telah dipilih dari kategori dan tema yang sesuai tetap tidak akan menghasilkan impak yang tinggi.

Unik, stand out, berbeda dengan yang lain adalah hal yang sangat penting di era revolusi industri 4.0 yang persaingannya semakin ganas ini. Jika dari desain logo saja perusahaan Anda tidak dapat stand out akan lebih sulit bagi perusahaan Anda untuk berkembang.

Jika anda memutuskan untuk menggunakan aplikasi semacam ini, tetap customize dengan cara manual logo yang di generate oleh aplikasi tersebut.

Penutup

Eksekusi terbaik untuk membuat desain logo adalah dengan menyiapkan berbagai kebutuhan logo yang telah dipaparkan diatas. Pastikan semua kebutuhan agar logo dapat bekerja, menarik dan tepat sasaran melalui langkah diatas. Setelah itu, baru rancang logo sesuai dengan persiapan kebutuhan tersebut.

Kemudian, gambar sketsanya sendiri melalui referensi di internet, seburuk apapun kemampuan anda untuk menggambar. Cari referensi logo dari perusahaan serupa yang telah berhasil menjadi market leader. Ambil elemen-elemen bagus dari logo competitor dan sisihkan bagian buruknya.

Kemudian jika Anda tidak memiliki pengalaman mendesain, serahkan sisanya pada ahlinya. Sebisa mungkin hindari aplikasi generator logo otomatis, atau gunakan hanya untuk membuat konsep dasarnya, sebagai referensi untuk kegiatan desain atau Desainer Anda.

Tinggalkan Balasan

Kembali ke Atas