Pengertian Kerajinan Berbasis Media Campuran

Kerajinan berbasis media campuran adalah kerajinan yang dibuat dengan tujuan mengubah bentuk benda yang terbuat dari satu jenis bahan agar menjadi lebih menarik, baik tanpa menghilangkan fungsi aslinya maupun menggantinya dengan cara memadukannya dengan bahan yang lain (Tim Kemdikbud, 2017, hlm. 4).

Contoh sederhananya adalah perhiasan yang terbuat dari logam, dapat dicampurkan dengan bahan batu seperti batu alam agar menjadi lebih menarik. Meskipun begitu, campuran yang dimaksud di sini bukan hanya campuran bahan saja, melainkan bisa mencampurkan jenis produk kerajinannya pula.

Agar lebih jelas, berikut adalah pemaparan contoh kerajinan berbasis media campuran.

Contoh Kerajinan Berbasis Media Campuran

Beberapa contoh kerajinan berbasis media campuran antara lain adalah sebagai berikut.

1. Perhiasan (cincin, kalung, gelang)

Perhiasan adalah salah satu contoh kerajinan berbasis media yang paling umum, karena perhiasan umumnya memadukan bahan logam dan batu. Misalnya perhiasan cincin emas yang menggunakan berlian di atasnya.

2. Aksesori (manik-manik, bando, bros)

Aksesori seperti jepit rambut, bando, bros, manik-manik umumnya menggunakan bahan campuran seperti plastik dan logam. Kerajinan aksesori juga merupakan produk yang mudah untuk dicampurkan sebagai produk, bukan hanya dari bahannya saja. Misalnya bando yang memiliki bros, atau manik-manik yang memiliki perhiasan.

3. Wayang (wayang golek, wayang kulit, wayang suket)

Contohnya, wayang golek yang berasal dari Jawa Barat setidaknya akan menggabungkan bahan kayu dan kain sebagai bahan dasar pembuatannya. Pada varian wayang modern bahan lain seperti rambut sintetis dari plastik dapat ditambahkan pula. Wayang juga dapat dideformasi dengan cara menghilangkan kemampuannya untuk digerakkan dan hanya menjadi pajangan.

contoh produk kerajinan berbasis media campuran

4. Tas

Bahan yang digunakan untuk membuat tas akan sangat bervariasi. Mulai dari kain dan logam untuk tas permanen, hingga bahan plastik, kertas, dan pita untuk yang semi permanen (tote bag, kantong belanja, dsb). Tas juga dapat sekedar menjadi simbolisme saja ketika disajikan sebagai pajangan/karya seni murni.

5. Senjata (keris, kujang)

Senjata di zaman ini telah beralih fungsi menjadi hiasan, pajangan, atau benda koleksi yang banyak diminati oleh masyarakat. Berbagai senjata seperti keris atau kujang setidaknya akan memadukan dua bahan, yakni logam dan kayu. Selain itu kulit juga mungkin digunakan untuk penutupnya. Belum lagi berbagai batu alam juga biasa digunakan untuk menghiasinya.

6. Diorama

Diorama adalah model tiga dimensi yang merepresentasikan atau mengilustrasikan suatu seperti peristiwa atau tokoh tertentu di museum. Biasanya diorama terdiri dari patung, bangunan, dan lukisan yang menjadi latar belakangnya. Oleh karena itu penggunaan media campuran pada diorama sudah tidak perlu dipertanyakan lagi, dapat meliputi plastik, kain, logam, kayu, cat, dsb.

7. Sandal

Sandal dapat memadukan banyak bahan seperti kayu dan kulit, karet dan plastik, hingga kain dan bambu. Beberapa jenis sandal juga dapat menggunakan batu alam hingga sedikit logam seperti pada sandal tradisional meriah yang biasa digunakan untuk prosesi adat pernikahan.

8. Cendera mata (gantungan kunci, bolpoin)

Berbagai cendera mata atau kerajinan yang menyimpan kenangan terkait peristiwa atau lokasi yang pernah dialami dan dikunjungi. Bentuknya dapat bermacam-macam dan karena hal itu pula, bahan yang digunakan sangat beragam yang kebanyakan melibatkan media campuran.

9. Mainan

Berbagai jenis mainan seperti action figure banyak yang menggunakan bahan campuran seperti plastik dan karet. Selain menggunakan bahan buatan plastik, mainan juga dapat menggunakan bahan alam seperti mainan tradisional dari kulit jeruk bali dan kayu.

10. Boneka

Hampir dapat dipastikan bahwa boneka akan menggunakan bahan campuran. Karena boneka akan memerlukan kain dan isiannya. Beberapa boneka menggunakan campuran plastik pula, seperti pada bagian hidung dan mata.

11. Instalasi

Instalasi adalah rangkaian beberapa benda kerajinan yang disusun sedemikian rupa agar memberikan dampak lebih kuat dibandingkan dengan benda hias tunggal. Bentuknya bisa jadi hiasan dinding yang terdiri dari beberapa pigura, atau patung kecil yang dihubungkan satu sama lain.

contoh seni kontemporer, seni instalasi “forest of numbers” oleh: emmanuelle moureaux

12. Karya Media Campuran Inovatif

Inovasi adalah kata kunci utama yang menjadi dasar pembuatan kerajinan berbasis media campuran. Sebetulnya saat membuat kerajinan berbasis media campuran tidak ada sekatan jenis membatasinya. Campuran media di sini tidak hanya berarti bahannya saja yang dicampur.

seni rupa media campuran inovatif: grapes oleh ai weiwei

Cobalah sederhanakan atau campurkan dua jenis kerajinan seperti sandal dan boneka menjadi sandal boneka, tas dan aksesori, menjadi tas beraksesori, campurkan mahkota dengan lampu menjadi tempat lampu yang artistik, dsb . Tidak ada batasan “jenis” dalam kerajinan berbasis media campuran.

Meskipun begitu bukan berarti kita dapat membuat sesuatu yang asal lalu menyebutnya sebagai karya kerajinan media campuran. Untuk membuatnya bekerja diperlukan acuan yang dapat diikuti atau dipertimbangkan agar inovasi yang kita buat berhasil. Acuan atau panduan tersebut adalah prinsip kerajinan berbasis media campuran.

Prinsip Kerajinan Berbasis Media Campuran

Dalam melakukan inovasi perubahan pada kerajinan berbasis dia campuran, kita harus memiliki strategi tertentu agar membuatnya tampak lebih menarik. Strategi-strategi tersebut dapat kita memahami melalui prinsip kerajinan berbasis media campuran. Adapun strategi perubahan atau prinsip kerajinan berbasis media campuran adalah sebagai berikut.

  1. Merupakan penggabungan dari berbagai bahan yang tidak memiliki reaksi kimia tertentu ketika dilakukan penggabungan, misalnya bahan yang digunakan dapat membuat bahan lainnya terkikis atau berkarat, dsb agar kerajinan dapat bertahan dengan baik (awet) serta tidak membahayakan manusia/alam.
  2. Bahan yang digunakan terdiri dari berbagai jenis, yakni lebih dari satu, dapat dua, tiga atau lebih. Banyaknya jenis bahan yang digunakan bergantung pada rancangan dan kebutuhan dari produk kerajinan yang akan dibuat.
  3. Bahan dapat terdiri dari bahan homogen, atau heterogen. Misalnya bahan alam dengan bahan alam, bahan buatan dengan bahan buatan, dapat pula bahan alam dengan buatan. Tidak terjadi perubahan fisik pada salah satu bahan yang digabungkan, misalnya terjadi lelehan setelah direkatkan, dsb.
  4. Masing-masing bahan memiliki karakteristik sendiri yang saling mendukung terwujudnya keindahan (estetika) dari sebuah produk kerajinan yang dibuat. Kombinasi bahan yang memberikan fungsi tambahan seperti menjadi lebih kuat, awet, atau aman juga dapat menjadi nilai tambah, terutama jika kerajinan ditujukan untuk seni terapan (barang pakai bernilai guna).
  5. Penggabungan bahan yang dilakukan harus dapat menyatu dengan bahan lainnya, sehingga terjadi kesatuan dan harmonisasi (Tim Kemdikbud, 2017, hlm. 7).

Selain prinsip, kerajinan berbasis media campuran dengan penciptaan bentuk baru diperlukan pembuatan rancangan yang tepat. Misalnya, kita dapat menyederhanakan bentuk dengan mengurangi atau menambah bentuk produk kerajinan berbasis media campuran yang disebut dengan istilah stilasi. Berikut adalah pemaparannya.

Stilasi

Stilasi adalah menyederhanakan dengan cara menambah atau mengurangi bentuk. Strategi rancangan stilasi dilakukan dengan cara melakukan pengamatan terhadap produk kerajinan yang akan diubah menjadi kerajinan berbasis media campuran.

Setelah diamati, jika ditemukan bahwa bentuk produk tampak berlebihan, terlalu ramai, dan tidak memiliki fokus artistik yang mengerucut, maka kita harus mengurangi bentuknya. Sebaliknya, jika bentuk produk kerajinan terlalu datar dan membosankan, maka kita harus menambah bentuknya.

Contoh aplikasinya adalah seperti pada gambar di bawah ini.

gambar kerajinan berbasis media campuran stilasi

Produk hiasan meja dari bahan kerang awalnya hanya diletakkan begitu saja dengan tambahan aksen apa pun. Produk kerajinan memang sudah cukup cantik dan menarik secara alami. Namun, melalui stilasi penambahan bentuk yang kreatif, kerang dapat dipadukan dengan bahan logam yang menjadi ornamen penghias tambahan serta diberi kaki sehingga dapat berdiri kokoh dan penyajiannya lebih apik.

Prinsip yang dapat dipertimbangkan dan diikuti dalam menyederhanakan bentuk dengan cara mengurangi atau menambah bentuk (stilasi) adalah sebagai berikut.

  1. pesan eksplisit pada produk harus jelas, apakah sebagai produk fungsional ataukah sebagai produk hias,
  2. pesan yang bersifat implisit pun harus diperhatikan, apakah produk kerajinan membawa pesan yang informatif atau memberikan kesan prestise (berkelas),
  3. bahan yang tersedia sejak awal dapat menjadi modal perancangan produk kerajinan, namun dapat pula bahan yang dibutuhkan disiapkan setelah perancangan,
  4. produk kerajinan sebagai materi asal untuk dilakukan penyederhanaan bentuk harus disiapkan, apakah bentuknya gambar ataupun bentuk langsung,
  5. perhatikan penghematan bahan, agar produksi dapat dilakukan sebanyak mungkin dengan berbagai bentuk rancangan (Tim Kemdikbud, 2017, hlm. 8).

Deformasi

Selain dengan hanya menyederhanakannya, kerajinan berbasis media campuran juga dapat dibuat dengan cara mengubah bentuknya hingga menjadi bentuk yang benar-benar baru. Deformasi diartikan sebagai perubahan bentuk yang terjadi secara permanen.

Perubahan bentuk ini harus diimbangi dengan pengetahuan tentang produk asalnya, agar perubahan yang diharapkan dapat terlihat dengan maksimal. Contohnya, kita dapat mengubah bentuk bangku atau kursi ke bentuk yang nampak abstrak dan bahkan sudah tidak layak untuk diduduki namun memberikan dampak artistik yang jauh lebih kuat.

contoh gambar kerajinan berbasis media campuran deformasi

Sebagai catatan, kursi atau yang dideformasi di atas tidak mencampurkan bahan, namun mencampurkan jenis produk bangku dengan produk objek pajangan biasa, sehingga menghasilkan produk yang seperti bangku namun tidak dapat dipakai dan hanya berfungsi menjadi hiasan saja.

Jenis dan Karakteristik Kerajinan Berbasis Media Campuran

Bahan yang digunakan sebagai bahan dasar untuk kerajinan berbasis media campuran sangat beragam bergantung pada sumber daya alam dari masing-masing daerah atau jangkauan pengerajinnya. Jenis bahan dasar alam yang dapat digunakan untuk kerajinan berbasis media campuran meliputi: kayu, batu, logam, keramik, kulit, serat, dan sebagainya. Sedangkan jenis bahan buatan yang dapat digunakan adalah: plastik, gips, fiberglass, dan sebagainya.

Setiap jenis bahan tentunya memiliki karakteristik yang berbeda satu sama lain. Oleh karena itu, sebelum dijadikan sebagai bahan karya kerajinan yang akan dipadukan, kita harus memahami sifat dari masing-masing bahan yang akan dicampurkan.

Misalnya logam, beberapa logam memiliki sifat mudah berkarat, sebaiknya sebelum digunakan logam diolah dahulu agar tidak merugikan atau merusak bahan lainnya. Berikut adalah beberapa bahan dasar dan bahan paduannya yang dapat dikatakan cocok atau padu, untuk dijadikan bahan campuran dalam produk kerajinan berbasis media campuran.

Batu

Bahan dari batu terdiri dari batu permata atau batu mulia dan juga ada batu akik. Batu permata mempunyai nama dari mulai huruf a sampai huruf z yang diklasifikasikan menurut kekerasannya yang dikenal dengan Skala Mohs dari 1 sampai 10.

Permata yang paling diminati di dunia adalah yang berkristal (selain jenis batu mulia seperti Berlian, Zamrud, Ruby dan Safir), batu-batu akik jenis anggur seperti biru langit, bungur atau kecubung yang berasal dari Tanjung Bintang, Lampung, saat ini banyak diburu oleh para kolektor karena kualitas kristalnya.

Aneka bentuk, tekstur, dan warna batu yang menarik dapat dipadukan dengan berbagai bahan lainnya seperti kayu, logam, dan lainnya.

Logam

Logam banyak jenisnya, seperti perak, emas, perunggu, besi, dan titanium. Namun perak paling sering dipadukan sebagai kerajinan berbasis media campuran, selain harganya terjangkau juga lebih diminati dengan berbagai bentuk penampilan.

Bahan logam dapat dipadukan dengan berbagai bahan lainnya seperti kayu, kerang, batu, dan lainnya. Proses pengecatan atau plating pada logam biasanya merupakan langkah-langkah terbaik untuk mencegah korosi.

Plastik

Plastik banyak jenisnya, seperti botol, kantong, gelas, perabot dapur, perabot rumah tangga dan lainnya. Namun botol paling sering dipadukan sebagai kerajinan berbasis media campuran, selain memiliki permukaan yang cukup keras juga lebih diminati karena mudah dibentuk.

Plastik memiliki sifat ada yang dapat didaur ulang dengan pemanasan kembali seperti plastik botol dan kantong, ada juga yang tidak dapat didaur ulang, contohnya resin. Plastik dapat dipadukan dengan berbagai bahan lainnya seperti logam, kain, dan lainnya. Berikut hasil produk dari paduan bahan dasar plastik.

Kayu

Kayu adalah bagian batang atau cabang serta ranting tumbuhan yang mengeras karena mengalami lignifikasi (pengayuan). Terkadang kayu digunakan untuk berbagai keperluan, mulai dari memasak, membuat perabot (meja, kursi), bahan bangunan (pintu, jendela, rangka atap), bahan kertas, dan banyak lagi. Kayu juga dapat dimanfaatkan sebagai hiasan-hiasan rumah tangga dan sebagainya.

Kayu juga banyak jenisnya, seperti kayu jati, meranti, nangka, jati landa, kayu hitam, dan sebagainya. Sumber daya masing-masing daerah berbeda. Beberapa jenis kayu dipilih karena bersifat kedap air, isolator, dan mudah dibentuk. Bahan kayu dapat dipadukan dengan berbagai bahan lainnya seperti logam, kaca dan lainnya. Berikut hasil produk dari paduan bahan dasar kayu.

Keramik

Sebetulnya, keramik berasal dari tanah liat. Umumnya senyawa keramik lebih stabil dalam lingkungan. Bahan baku keramik yang umum dipakai adalah feldspar, ball clay, kwarsa, kaolin, dan air. Sifat keramik sangat ditentukan oleh struktur kristal, komposisi kimia, dan mineral bawaan tanahnya.

Karena sifat keramik rapuh dan mudah pecah maka keramik dapat dipadukan dengan berbagai bahan lain yang bersifat lembut atau ringan, tidak merusak, seperti kain, rotan, kertas atau karton dan lainnya. Berikut hasil produk dari paduan bahan dasar keramik.

Produk dan Proses Kerajinan Berbasis Media Campuran

Produk kerajinan berbasis media campuran tentunya dapat dibagi berdasarkan bahan utama yang mendominasinya pula. Namun, sebetulnya beberapa pembagian itu hanyalah contoh klasifikasinya saja. Produk media campuran pada intinya harus dikembangkan sesuai dengan kreativitas pengrajin atau senimannya sendiri.

Berikut adalah produk dan proses atau cara pembuatan kerajinan berbasis media campuran yang umum dibuat.

Produk Kerajinan Berbasis Media Campuran dari Batu

Batu yang digunakan sebagai kerajinan selain batu permata atau batu mulia juga ada batu akik. Sebetulnya batu permata adalah sebuah mineral atau batu yang dibentuk dari hasil proses geologi yang unsurnya terdiri atas satu atau beberapa komponen kimia yang mempunyai harga jual tinggi, dan diminati oleh para kolektor. Sebelum dijadikan perhiasan atau kerajinan, batu harus dipoles terlebih dahulu.

Selain batu berwarna, ada juga batu alam lainnya seperti batu cadas, batu paras yang bisa dipahat menjadi bentuk kerajinan yang unik. Biasanya jenis kerajinan dari pahatan batu ini digunakan sebagai interior dan eksterior rumah. Teknik pengolahan batu sebagai produk kerajinan harus digerinda dahulu, kemudian dironce atau dipahat.

Bahan dan Alat Kerajinan Batu

Bahan utama yang digunakan adalah batu, maka batu harus mendominasi dari produk kerajinan ini. Pemilihan batu harus disesuaikan dengan rencana pembuatan produk kerajinan. Bahan campuran yang dapat digunakan meliputi logam, kayu, dsb.

Alat-alat yang digunakan untuk kerajinan batu meliputi: alat pahat, gerinda, mesin pemotong batu dan sebagainya.

Contoh produk kerajinan berbasis campuran dari bahan batu meliputi:

  1. Perhiasan yang terbuat dari batu dan logam.
  2. Patung yang terbuat dari batu dan kayu.

Produk Kerajinan Berbasis Media Campuran dari Logam

Logam merupakan salah satu unsur yang sangat penting bagi kehidupan manusia, hampir semua benda yang dimiliki manusia pada saat ini memiliki unsur logam di dalamnya, seperti alat-alat rumah tangga, barang elektronik, alat-alat kedokteran, alat transportasi, dsb.

Logam memiliki jenis-jenis dan nama yang berbeda beda di antaranya besi, alumunium, perunggu, timah, kobalt seng, tembaga dan logam yang lainnya. Jenis-jenis logam tersebut bisa tercipta dari alam atau tercipta karena mencampur logam satu dengan logam yang lainnya dengan bantuan manusia.

Bahan dan Alat Kerajinan Logam

Bahan alam logam banyak dibuat sebagai perhiasan atau asesoris, berkembang pula sebagai benda hias dan fungsional lainnya, seperti gelas, teko, nampan, wadah serbaguna bahkan sampai piala sebagai simbol kejuaraan. Berbagai bahan logam dapat diolah dengan teknik bakar/ pemanasan, dan tempa.

Pemilihan bahan logam harus disesuaikan dengan rencana pembuatan produk kerajinan. Bahan campuran yang dapat dipadukan dengan logam meliputi kain, rotan, batu, kerang, dsb.

Pembuatan kerajinan logam membutuhkan alat khusus yang dari mulai alat penggiling logam menjadi plat, alat patri, tang lancip, penjepit, dsb.

Contoh produk kerajinan berbasis media campuran dari logam meliputi:

  1. Kalung logam dengan kain sebagai talinya
  2. Wadah lilin dari logam dan rangka logam dililit dengan rotan
  3. Pajangan logam dengan dudukan plastik atau kayu

Produk Kerajinan Berbasis Media Campuran dari Plastik

Plastik merupakan material yang baru secara luas dikembangkan dan digunakan sejak abad ke-20 yang berkembang secara luar biasa penggunaannya dari hanya beberapa ratus ton pada tahun 1930-an, menjadi 150 juta ton/tahun pada tahun 1990-an dan 220 juta ton/tahun pada tahun 2005.

Plastik sudah menjadi bagian hidup sekarang ini. Berbagai macam penggunaan plastik mulai dari untuk pembungkus makanan, bahan kecantikan, alat-alat rumah tangga sampai alat dan perangkat elektronik. Sifat plastik yang mudah dibuat, ringan praktis dan murah menjadi salah satu pertimbangan besarnya penggunaan barang berbahan plastik ini.

Bahan dan Alat Kerajinan dari Plastik

Bahan utama yang digunakan adalah plastik, maka plastik harus mendominasi dari produk kerajinan ini. Pemilihan plastik harus disesuaikan dengan rencana pembuatan produk kerajinan seperti botol, kantong, bekas perobotan rumah tangga dan sebagainya.

Bahan campuran yang dapat dipadukan dengan plastik melipu h kayu, kain, logam, dsb. Jauh lebih baik jika menggunakan bahan bekas karena kita menyumbang peranan penting dalam mengatasi sampah plastik yang semakin menumpuk.

Pembuatan kerajinan plastik tidak membutuhkan alat khusus. Biasanya yang digunakan adalah gunting, namun jika kerajinan memerlukan proses giling atau dipress maka perlu alat khusus. Plastik juga dapat dipanaskan agar dapat dicetak menggunakan alat khusus.

Contoh kerajinan berbasis media campuran dari plastik adalah sebagai berikut:

  1. Hiasan dinding yang terbuat dari plastik, seng dan kertas,
  2. Wayang yang terbuat dari plastik dan kayu.

Produk Kerajinan Berbasis Media Campuran dari Kayu

Indonesia memiliki hutan tropis yang banyak menyimpan kekayaan alam kayu terbesar di dunia. Berbagai kayu-kayu yang dihasilkan pun banyak macamnya. Di antaranya adalah kayu jati, kayu mahoni, kayu pinus, kayu, sawo, kayu nangka, kayu kelap, dsb. Produk kerajinan yang dihasilkan dari kayu juga bervariasi, mengikuti teknik pembuatan dan tekstur kayunya.

Kerajinan ukir dari beberapa daerah di Indonesia sudah dikenal di mancanegara sejak jaman dahulu. Masing-masing daerah memiliki motif atau corak ukir yang berbeda. Setiap motif mempunyai nilai keindahan dan keunikan serta makna simbolis yang penuh perlambangan dan amanat. Beberapa daerah yang dikenal ukiran atau pahatannya adalah Jepara, Yogya, Cirebon, Bali, Toraja, Palembang, Kalimantan dan masih ada daerah lainnya.

Beragam kayu-kayu yang tergolong keras dapat dibuat karya kerajinan dengan teknik ukir atau pahat, selain itu juga dapat dengan teknik tempel atau sambung baik dengan perekat maupun dengan paku. Proses mengukir dan memahat diawali dengan yang biasa dilakukan yaitu ; membuat skets terlebih dahulu di atas kayu, lalu kayu dipahat dengan menggunakan alat pahat dan pemukul yang terbuat dari kayu.

Bahan dan Alat Kerajinan Kayu

Pemilihan kayu harus disesuaikan dengan rencana pembuatan produk kerajinan seperti kayu jati, mahoni, kayu akasia, kayu jati landa, dsb. Bahan lain yang dapat dipadukan dengan kayu adalah kulit, kain, logam, dsb.

Berbagai alat yang digunakan untuk membuat kerajinan dari kayu adalah pahat, amplas, gergaji kayu, mesin bubut, dsb.

Contoh produk kerajinan berbasis media campuran dari kayu yang dapat dihasilkan adalah sebagai berikut:

  1. Sandal dari kayu dan kulit
  2. Pajangan dari kayu dengan kain
  3. Sepeda dai kayu, logam, dan karet

Produk Kerajinan Berbasis Media Campuran dari Keramik

Kerajinan yang terbuat dari bahan tanah liat biasa dikenal orang dengan kerajinan keramik. Asal kata keramik adalah ‘keramos’ (bahasa Yunani) yang artinya benda pecah belah yang terbentuk dari tanah liat yang telah mengalami proses pembakaran.

Dalam pembuatan keramik, tanah liat memiliki sifat plastis, sehingga mudah dibentuk. Setelah itu dibakar dalam tingkat pembakaran suhu 600o C sampai 1300o C sesuai jenis tanah liatnya, sehingga tanah liat menjadi keras, padat dan kedap air.

Hasil karya tanah liat dikeringkan dengan cara diangin-anginkan saja. Jika sudah kering, karya dapat dibakar menggunakan tungku keramik, dengan bahan bakar yang bervariasi seperti gas, kayu, minyak tanah atau listrik.

Keramik yang dibentuk sudah dapat diberi dekorasi pada saat setengah kering atau saat sudah mengalam pembakaran pertama (bisquit). Dekorasi dimaksudkan agar keramik tampak lebih indah dan kuat.

Keramik dari tanah liat bakaran tinggi, dapat dihias dengan pewarna glasir. Glasir adalah lapisan keras yang berkilap pada lapisan produk keramik. Menggunakan pewarna glasir, keramik harus dibakar secara khusus, yaitu dibakar dua kali, pertama pembakaran bisquit hingga 9000 C, lalu diglasir dan dibakar kembali hingga suhu 1200-13000 C.

Bahan dan Alat Kerajinan Keramik

Pemilihan tanah liat harus disesuaikan dengan rencana pembuatan produk kerajinan seperti tanah liat stoneware dengan bakaran hingga 13000 C, tanah liat merah atau earthenware dengan bakaran hingga 10000 C, porcelain dan sebagainya. Bahan yang dapat dicampurkan dengan keramik meliputi: kulit, kain, logam dan sebagainya.

Alat yang biasa digunakan untuk membuat kerajinan keramik adalah butsir, rol, spon, tali pemotong, alat putar tangan (hand wheel), alat putar kaki, (kick wheel), tungku pembakaran dan sebagainya.

Contoh produk hasil kerajinan berbasis media campuran dari keramik antara lain adalah sebagai berikut.

Referensi

  1. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2017). Prakarya SMP/MTs Kelas IX. Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *