Menggambar flora, fauna, dan alam benda dapat melatih imajinasi dan mengembangkan kreativitas kita. Bagaimana tidak, sejatinya saat kita menggambar kebanyakan tema yang kita gambar sebetulnya adalah salah satu bentuk dari peniruan alam. Hal itu terjadi baik secara sadar (mengamati dan mengikuti referensi) atau pun tidak sadar (mengandalkan rekaman pustaka visual kita).

Menggambar flora, fauna, dan alam benda juga dapat menambah pengetahuan tentang kekayaan alam Indonesia. Setiap daerah di Indonesia memiliki keragaman flora dan fauna yang dapat memberikan identitas tersendiri. Kekayaan alam ini merupakan anugerah Tuhan yang wajib kita syukuri.

Alam memang sumber belajar yang tidak akan pernah habis untuk dikaji dan digali. Keanekaragaman flora dan fauna juga dapat menjadi sumber belajar serta inspirasi dalam menggambar. Selain flora dan fauna, benda-benda alam baik yang tersedia secara alami maupun yang dibuat atau diolah oleh manusia juga dapat dijadikan sumber inspirasi dalam menggambar.

Pengertian Menggambar

Sebelum menuju materi utama dari menggambar flora, fauna, dan alam benda, tentunya kita harus memahami terlebih dahulu pengertian dari menggambar itu sendiri. Gambar adalah bahasa universal yang telah dikenal jauh sebelum manusia mengenal tulisan. Tepatnya, dai sejak zaman purba manusia telah menghubungkan gambar dengan aktivitas ritual manusia dan roh leluhur yang dianggap dapat memberikan keberkahan dan perlindungan.

Meskipun begitu, gambar tidak sekedar sebagai alat komunikasi untuk roh leluhur saja bagi manusia purba. Gambar juga memberikan kekuatan dan motivasi untuk dapat bertahan hidup. Mereka sering menggambar binatang-binatang buruan yang sedang diburu oleh kelompoknya di gua-gua purba. Dapat dikatakan bahwa menggambar tidak hanya melibatkan aktivitas fisik semata tetapi juga mental manusia.

Dalam menggambar, aktivitas fisik berhubungan dengan keterampilan menggunakan peralatan menggambar. Sementara itu aktivitas mental berhubungan dengan rasa, karsa, dan daya cipta untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Manusia dalam melakukan aktivitas menggambar memerlukan media, alat serta bahan yang senantiasa berubah sesuai dengan perkembangan zaman.

Jika pada zaman purba manusia menggambar dengan menggunakan bahan yang tersedia di alam maka pada zaman sekarang peralatan menggambar telah diproduksi oleh pabrik sebagai komoditas ekonomi. Manusia melalui menggambar dapat menyampaikan gagasan, ide, serta simbol sebagai salah satu bentuk ekspresi. Jadi menggambar merupakan salah satu sarana untuk mengekspresikan diri.

Dapat disimpulkan bahwa menggambar adalah proses kreatif yang melibatkan aktivitas fisik berupa keterampilan membuat guratan menggunakan alat gambar serta aktivitas mental yang dapat berupa ekspresi atau menyampaikan gagasan, ide, serta simbol.

Baca juga: Pengertian Menggambar, Jenis, Teknik & Alat

Objek Menggambar

Menggambar tidak hanya mengandalkan imajinasi, terkadang kita memerlukan objek untuk sekedar referensi atau bahkan tema utamanya. Alam semesta adalah objek yang tidak akan pernah habis untuk digambar. Kekayaan flora, fauna, dan alam benda merupakan objek-objek yang selalu menarik untuk digambar.

Beberapa objek menggambar yang didapatkan dari alam tentunya adalah  tiga objek utama. Yakni flora, fauna, dan benda alam.

Flora yang dimaksud di sini tentunya adalah berbagai tumbuhan, sementara fauna adalah hewan-hewanan, lalu apa itu alam benda? Alam benda atau still life adalah berbagai benda alam dan benda ciptaan manusia yang sejatinya masih dibuat dari bahan yang didapatkan di alam juga. Contohnya meliputi bebatuan (dari sumber alam asli), atau ceret/teko (buatan manusia).

Flora Indonesia sendiri sudah sangat sering dijadikan salah satu sumber inspirasi dan tema karya seni, terutama oleh para seniman naturalis seperti maestro lukis Indonesia Basuki Abdullah. Sementara itu, burung merupakan salah satu fauna yang sering digambar dengan menggunakan berbagai macam teknik dan bahan dalam kategori ini.

Contohnya adalah burung Hong, yang merupakan salah satu contoh fauna yang menjadi objek gambar untuk motif batik di pesisir pantai pulau Jawa. Motif burung Hong pada batik pesisir Jawa mendapat pengaruh dari Tiongkok. Di bawah ini ada beberapa gambar burung yang sering digambar menjadi objek atau motif baik pada ukiran kayu maupun motif batik di atas kain.

Komposisi

Apa itu komposisi? Komposisi adalah tata penyusunan dan pengaturan benda-benda yang digambar dalam suatu karya. Mudahnya, saat kita memasak tentunya kita akan mengatur komposisi makanan menjadi seimbang seperti: nasi (karbohidrat), sayur(serat), dan telur(protein). Sama seperti makanan, komposisi gambar juga harus seimbang dan disajikan sebagus mungkin, seperti penyajian makanan (plating).

Dalam menggambar, komposisi secara sederhana dapat dibedakan menjadi dua jenis, yaitu komposisi simetris dan komposisi asimetris.

  1. Komposisi simetris menunjukkan bahwa objek dibagian kanan bidang gambar sama atau mirip dengan objek dibagian kiri gambar.
  2. Komposisi asimetris menunjukkan bahwa objek di bagian kanan bidang gambar tidak sama atau tidak mirip dengan objek di bagian kiri bidang gambar tetapi terkesan menunjukkan keseimbangan. Benda yang berwarna gelap memiliki kesan lebih berat daripada benda yang berwarna terang.

Komposisi merupakan salah satu prinsip seni rupa yang merupakan acuan dasar untuk membuat karya yang baik (indah). Sebetulnya prinsip yang dibicarakan di sini adalah prinsip keseimbangan. Komposisi adalah kerangka kerja dasar yang ditujukan untuk penerapan prinsip seni yang jauh lebih sederhana dan cepat namun tetap mengena tanpa menganalisis karya terlalu lama.

Oleh karena itu, komposisi sering dibicarakan pula pada dunia fotografi yang membutuhkan kecepatan penyusunan ini. Penguasaan komposisi akan membimbing dan mengarahkan susunan objek pada saat kita menggambar. Sehingga penguasaan komposisi sangatlah penting dilakukan sebelum kita memulai aktivitas menggambar.

Teknik Menggambar

Secara umum proses menggambar sebenarnya dapat kita mulai dengan cara yang sangat sederhana dan relatif mudah dilakukan. Sebelum menggambar biasakan buat sketsa agar gambar memiliki komposisi, proporsi, dan keseimbangan baik yang akan sangat membantu kita menciptakan gambar yang baik pula. Beberapa tahapan umum yang dapat diikuti untuk menggambar dengan baik adalah sebagai berikut.

  1. Mengetahui bentuk dasar dari objek yang akan digambar.
  2. Mengetahui bagian-bagian dari objek gambar.
  3. Menyusun atau menyambung bagian per bagian menjadi gambar yang utuh.
  4. Memberikan dimensi gelap terang baik hitam putih atau berwarna.
  5. Memberi kesan untuk latar belakang (Tim Kemdikbud, 2017, hlm. 7).

Sebaiknya tidak usah tergesa-gesa untuk memiliki kemiripan bentuk yang sesuai dengan objek yang digambar. Salah satu guna sketsa adalah untuk membuat patokan agar kita dapat mengoreksinya jika perlu. Kita harus berlatih dan sabar hingga menguasai bentuk dasar bagian-bagian dari objek yang digambar. Mulailah berlatih dari bentuk flora, fauna, dan benda buatan manusia yang paling sederhana untuk digambar. Setelah itu, secara berangsur baru gambar berbagai objek lain yang lebih kompleks.

Selain teknik menggambar yang umum di atas, setiap objek yang berbeda dapat memiliki beberapa teknik yang berbeda. Berikut adalah beberapa teknik menggambar dari masing-masing objek alam.

Teknik Menggambar Flora

Menggambar tumbuh-tumbuhan atau flora dapat memberikan pemahaman tentang keanekaragaman, keindahan, dan keunikan tumbuhan yang ada. Flora memiliki banyak jenis dan bentuknya. Bagian-bagian flora dapat digunakan sebagai objek gambar meliputi bentuk daun, bunga, dan buah. Setiap bagian tersebut dapat digambar secara terpisah atau digabung menjadi satu rangkaian. Kita dapat mengkreasikannya secara dinamis.

Setiap objek flora juga memiliki bentuk yang berbeda. Hal itu menyebabkan menggambar bunga kamboja dan bunga mawar memiliki teknik yang berbeda walaupun sama-sama jenis bunga. Perbedaan itu disebabkan oleh karakteristik kelopak bunga yang berbeda. Oleh karena itu, latihlah teknik menggambar kita pada bunga yang berbeda-beda untuk memperkaya teknik menggambar kita. Untuk sekarang, perhatikan contoh langkah-langkah menggambar bunga kamboja di bawah ini.

Teknik Menggambar Bunga Kamboja

  1. Gambarlah bentuk lingkaran untuk pola bunga.
  2. Gambar kelopak bunga sesuaikan dengan bentuk aslinya.
  3. Berilah warna atau arsiran pada gambar yang telah digambar.

Teknik Menggambar Bunga Mawar

Menggambar bunga mawar lebih sulit jika dibandingkan dengan menggambar bunga kamboja. Perhatikan langkah-langkah menggambar bunga mawar di bawah ini.

  1. Gambarlah objek secara garis besar.
  2. Gambarlah kelopak dengan cermat sesuai dengan arah melingkar bunga.
  3. Tentukan titik pusat bunga dan tempat batang yang bertemu dengan kelopak, ini akan membantu menemukan posisi pusat bunga.
  4. Berilah arsiran atau warna agar lipatan dan tekstur gambar lebih berkesan hidup.

Teknik Menggambar Fauna

Seperti flora, fauna atau hewan juga sangat beragam sehingga memiliki bentuk yang berbeda-beda. Ada hewan berkaki empat seperti sapi dan kambing, ada pula yang berkaki dua seperti ayam dan bebek. Hewan di darat dan di laut juga akan memiliki karakteristik bentuk yang berbeda.

Kita dapat mulai menggambar hewan mulai dari badannya, lalu kepala, kaki atau cakarnya. Sangat tidak disarankan untuk memulai dari kepala, karena menggambar kepala terlebih dahulu akan membuat konsentrasi kita buyar pada bagian yang lain. Sketsa berupa bentuk-bentuk geometris akan membantu dan mempermudah dalam menggambar hewan. Perhatikan contoh langkah-langkah menggambar itik berikut.

  1. Buatlah gambar bentuk oval untuk badan.
  2. Tambahkan bentuk kerucut untuk leher, kepala, dan ekor.
  3. Berilah arsiran atau warna pada gambar itik.

Teknik Menggambar Alam Benda

Menggambar alam benda disebut juga menggambar bentuk. Alam benda dapat terdiri atas benda buatan manusia dan benda yang sudah terbentuk dari alam. Beberapa alam benda buatan manusia meliputi: kendi, piring, mangkuk, gelas, dan beraneka ragam bentuk lainnya. Sementara itu alam benda yang terdapat di alam contohnya adalah batu, batang kayu, air, dan awan.

Menurut Tim Kemdikbud (2017, hlm. 9) pada saat menggambar bentuk, begitu pula pada saat menggambar flora, fauna, dan alam benda, kita harus memperhatikan hal-hal berikut ini.

  1. Proporsi bentuk benda yang akan digambar.
  2. Komposisi dalam meletakkan benda.
  3. Cahaya yang menyinari objek gambar dan akan membentuk bayangan.
  4. Penggunaan arsiran atau warna yang akan membentuk kesan bidang tiga dimensi.
  5. Penggunaan latar belakang (background).

Teknik Menggambar Piring dan Cangkir

Berikut adalah contoh langkah-langkah menggambar alam benda berupa piring dan cangkir.

  1. Gambarlah bentuk silinder dan oval.
  2. Buatlah setiap bagian menjadi bentuk cangkir dan piring.
  3. Sempurnakan gambar dengan menggunakan arsiran atau warna.

Alat dan Media Gambar

Alat dan media gambar yang dapat digunakan sebagai sarana belajar menggambar sangatlah beragam dan memiliki karakter tersendiri. Beberapa pilihan alat gambar meliputi pensil dengan bahan grafit, pensil warna, bolpoin, dan krayon. Beberapa macam alat dan media gambar tersebut akan dijelaskan lebih jauh pada beberapa uraian di bawah ini.

1. Pensil

Pensil dibedakan menjadi dua jenis, yaitu pensil dengan tanda ”H” dan pensil dengan tanda ”B”. Jenis pensil H memiliki sifat keras dan cocok digunakan untuk membuat garis yang tipis. Oleh karena itu, pensil H cocok digunakan untuk membuat sketsa. Sementara itu pensil B memiliki sifat lunak dan cocok digunakan untuk membuat garis tebal atau hitam pekat.

Intinya, pensil H dan pensil B dibedakan dari segi tingkat kekerasan dan kepekatan hasilnya. Pensil H dan pensil B diberi tanda angka untuk membedakan jenisnya, misalnya 2B, 3B, 4B, dst. Untuk pensil B, makin besar angkanya makin lunak sifatnya dan makin pekat hasil goresannya. Untuk pensil H, makin besar angkanya, makin keras sifatnya dan makin tipis hasil goresannya.

2. Pensil Warna

Pensil warna memiliki variasi warna yang banyak menghasilkan warna lembut. Kita dapat menggunakan pensil warna untuk mewarnai gambar dengan cara gradasi, yaitu pemberian warna dari arah gelap berlanjut ke arah lebih terang atau sebaliknya. Caranya cukup sederhana namun membutuhkan latihan. Yakni dengan cara menggoreskannya dengan tekanan pelan pada bagian terang, dan memberikan tenaga lebih pada bagian yang ingin dibuat gelap/berwarna.

3. Krayon

Umumnya terdapat dua jenis bentuk dari krayon, yaitu pensil dan batangan. Kedua jenis bentuk krayon ada yang berbahan lunak dan ada yang berbahan keras. Krayon dengan bahan lunak tidak banyak mengandung minyak sehingga dapat dibalurkan dengan menggunakan tangan. Kesan warna yang dihasilkan dari kedua jenis krayon ini dapat menimbulkan kesan lembut maupun cerah.

4. Pulpen (ballpoint)

Selain digunakan untuk menulis, bolpoin juga dapat digunakan untuk menggambar. Gambar yang dihasilkan memiliki karakter kuat dan umumnya berupa arsiran. Terdapat pulpen yang dirancang khusus untuk menggambar, yaitu drawing pen. Terdapat berbagai ukuran mata drawing pen yang akan menghasilkan garis dari yang paling tipis (ukuran 0.1) hingga yang paling tebal (ukuran 0.5 ke atas).

5. Kertas Gambar

Menggambar pada dasarnya membutuhkan media datar seperti kertas berwarna netral (putih, abu-abu, atau coklat) dan dapat menyerap atau mengikat bahan pewarna. Kertas gambar yang dapat digunakan dengan berbagai alat gambar misalnya kertas gambar. Pastel khususnya memerlukan kertas dengan permukaan agak kasar, misalnya kertas karton. Beberapa alat gambar lain juga membutuhkan media yang tepat. Misalnya, pensil tidak akan nyaman untuk digunakan di atas kertas buram (cokelat).

Referensi

  1. Tim Kemdikbud. (2017). Seni Budaya VII. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan, Balitbang, Kemendikbud.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *