Pengertian Monev

Monev adalah singkatan dari monitoring dan evaluasi di mana monitoring adalah proses pengumpulan dan menganalisis informasi secara berkelanjutan dari penerapan suatu program atau kegiatan untuk mengetahui apakah telah berjalan sesuai rencana, sementara itu evaluasi berarti penilaian berskala terhadap relevansi, efisiensi, dan dampak dari suatu program atau kegiatan yang dilaksanakan.

Dengan demikian, monitoring adalah proses analisis dan pengawasannya, sementara evaluasi merupakan penilaian berdasarkan analisis atau monitoring yang telah dilakukan. Dari mana pengertian tersebut berasal? Pengertian tersebut disimpulkan dari kajian literasi mengenai monitoring dan evaluasi yang akan dipaparkan sebagai berikut.

Pengertian Monitoring

Monitoring dapat diartikan sebagai suatu kegiatan, untuk mengikuti suatu program yang dilakukan secara mantap dan teratur secara terus menerus (Suardan dkk, 2017, hlm. 77). Tentunya mengikuti suatu program yang dilakukan secara terus-menerus ini dilakukan untuk mendapatkan data dan informasi yang dibutuhkan untuk mengawasi program atau kegiatan yang dilakukan tersebut.

Seperti yang diungkapkan oleh Azis (2016, hlm. 147) bahwa monitoring adalah sebuah proses pengumpulan dan menganalisis informasi dari penerapan suatu program termasuk mengecek secara regular untuk melihat apakah kegiatan/program itu berjalan sesuai rencana sehingga masalah yang dibuat ditemui dapat diatasi. Dengan demikian Monitoring adalah pengumpulan data dari suatu kegiatan atau program untuk diolah menjadi informasi sebagai bahan pengawasan yang dilakukan secara kontinu.

Sementara itu, menurut Prihatin (dalam Azis, 2016, hlm. 148) monitoring adalah penilaian yang skematis dan terus-menerus terhadap kemajuan suatu pekerjaan. Artinya, Monitoring adalah suatu pengawasan yang tersistematis dan terpadu terhadap suatu pekerjaan untuk memeriksa bahwa semua telah berjalan sesuai dengan yang direncanakan.

Dapat disimpulkan bahwa Monitoring adalah suatu aktivitas yang dilakukan untuk melakukan pengawasan melalui pengambilan data dan analisis informasi berkala yang sistematis dan dilakukan secara terus-menerus terhadap suatu program, kegiatan, atau pekerjaan lainnya untuk memastikan bahwa semua telah berjalan sesuai dengan yang direncanakan sebelumnya.

Tujuan Monitoring

Menurut Mitchell (dalam Azis, 2016, hlm. 148) monitoring difokuskan pada penggambaran perubahan kondisi yang terjadi dan menjelaskan hubungan sebuah akibat yang terjadi. Selain itu, menurut Mitchell (dalam Azis, 2016, hlm. 148) tujuan lainnya dari Monitoring di antaranya adalah sebagai berikut.

  1. Untuk menilai bersama secara umum.
  2. Untuk menjamin keterlaksanaan konsep dasar, kecenderungan, dan efek kumulatifnya.
  3. Untuk memposisikan beban, sumber daya dan perubahan.
  4. Untuk mencapai metode yang digunakan.
  5. Untuk menyodorkan informasi bagi pengambilan bagi pengambil keputusan.

Karakteristik Monitoring

Karakteristik atau ciri dari monitoring yang dilakukan dengan baik di antaranya adalah sebagai berikut.

  1. Monitoring yang baik dilakukan secara berkelanjutan, melibatkan instansi terkait dan fokus pada perkembangan pencapaian tujuan.
  2. Melihat perkembangan program dan kerjasama tim dalam memiliki fungsi yang sangat penting dalam pengambilan keputusan dan kebijakan, pembelajaran dan sebagai bahan evaluasi.
  3. Monitoring yang baik tergantung pada kualitas perencanaan.
  4. Monitoring yang baik menuntut kunjungan secara berskala didukung dengan analisis perkembangan dan laporan.
  5. Tipe monitoring (Prihatin dalam Azis, 2016, hlm. 149).

Metode Monitoring

Monitoring dapat dilakukan melalui bermacam metode. Menurut Azis (2016, hlm. 149) beberapa metode monitoring di antaranya adalah sebagai berikut.

  1. Penyampaiyan laporan dokumentasikan dan koordinasi rutin
  2. Pengamatan kerja sehari-hari melalui kunjungan mendadak
  3. Assement eksternal
  4. Wawancara
  5. Diskusi kelompok
  6. Kunjungan laporan berkala
  7. Survey pengumpulan data dan perbincangan kondisi sebelum dan sesudah intervensi
  8. Pengamatan kerja

Prosedur Monitoring

Monitoring dapat dilakukan kapan saja baik secara formal maupun informal yang dilakukan secara berkala dan berkesinambungan. Monitoring merupakan kegiatan yang terintegrasi dalam keseluruhan tahapan menejemen pembinaan, oleh karena itu monitoring harus dilakukan melalui prosedur atau proses dan tahapan-tahapan sistematis yang dapat dilakukan dengan prosedur berikut ini.

  1. Pastikan pelaksanaan monitoring telah membaca, mengerti dan memahami rencana strategi dan rencana kerja tahunan organisasi.
  2. Pastikan bahwa pelaksanaan monitoring pembinaan telah membaca mengerti, memahami panduan pembinaan.
  3. Susunlah kerangka acuan pelaksanaan monitoring terapkan dengan hasil yang diharapkan.
  4. Lakukan kunjungan berkala (Prihatin dalam Azis, 2016, hlm. 150).

Pengertian Evaluasi

Evaluasi adalah suatu pengumpulan data dan menganalisis informasi tentang efektivitas dan dapat dari suatu tahap atau keseluruhan program (Azis, 2016, hlm. 150). Ruang lingkup evaluasi juga termasuk menilai pencapaian program dan mendeteksi serta menyelesaikan masalah dan merencanakan kegiatan yang akan datang.

Sementara itu menurut Prihatin (dalam Azis, 2016, hlm. 151) evaluasi dilakukan dalam rangka pengendalian mutu sebagai bentuk akuntabilitas penyelenggaraan program kepada pihak-pihak yang berkepentingan, di antaranya terhadap peserta , lembaga , dan program/kegiatan/pekerjaan yang dievaluasi.

Penilaian sebaiknya dilakukan secara berskala, sehingga dapat dijadikan landasan untuk melakukan perbaikan pada semua bidang administrasi. Penilaian ini juga harus dilakukan oleh fakta-fakta yang dapat membawa ke arah perubahan yang positif serta memberikan cara terbaik untuk membuat keputusan. Unsur objektivitas penilaian juga turut berperan dalam memberikan penilaian, selain itu, penilaian harus memiliki pengetahuan tentang teknik-teknik penilaian yang baik, bersedia menerima kritikan konstruktif dari pihak lain.

Tujuan evaluasi

Tujuan penilaian hendaknya diarahkan pada empat tujuan dibawah ini.

  1. Penelusuran (keeping track)
    Untuk menelusuri agar proses program atau kegiatan tetap sesuai dengan rencana awal.
  2. Pengecekan (checkin-up)
    Apakah terdapat kelemahankelemahan dalam pembelajaran yang dialami dalam suatu program.
  3. Pencarian (finding- out)
    Untuk mencari dan menemukan faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya kelemahan dan kesalahan proses pembelajaran.
  4. Penyimpulan (summingup)
    Untuk menyimpulkan apakah program telah sesuai dengan berbagai rencana dan aturan yang telah ditetapkan atau belum.

Fungsi Evaluasi

Evaluasi memiliki beberapa fungsi sebagai berikut.

  1. Fungsi Motivasi
    Segala bentuk aktivitas program, kegiatan, maupun pekerjaan harus dipastikan berjalan sesuai rencana, dan saat evaluasi menyimpulkan hal tersebut, maka hal ini akan memberikan motivasi tersendiri kepada semua pihak yang terkait pada program.
  2. Fungsi Ketuntasan Program
    Ketuntasan program merupakan faktor terbesar dari suatu program, dan evaluasi berfungsi untuk memastikannya.
  3. Fungsi Indikator Efektivitas Program
    Evalusi dapat digunakan untuk melihat seberapa jauh efisiensi dan efektivitas program telah berhasil dilakukan.
  4. Fungsi Umpan Balik
    Umpan balik terhadap suatu program dapat membantu mengetahui kelemahannya masing-masing dalam mencapai rencana dan tujuan yang telah ditetapkan pada program atau kegiatan.

Prinsip-Prinsip Evaluasi

Evaluasi haruslah dilakukan berdasarkan asas-asas tertentu agar dapat dilakukan secara maksimal dan objektif. Menurut Prihatin (dalam Azis, 2016, hlm. 154) beberapa asas atau prinsip prinsip dari evaluasi adalah sebagai berikut.

  1. Keterpaduan
    Evaluasi harus dilakukan dengan prinsif keterpaduan antara tujuan dan metode pelaksanaan.
  2. Keterlibatan pelaksana program
    Prinsip ini merupakan suatu hal yang mutlak, karena pelaksana jugalah yang akan dievalusi dalam suatu program atau kegiatan.
  3. Koherensi
    Evaluasi harus berkaitan dan sesuai dengan ranah program, kegiatan, ata pekerjaan yang akan diukur.
  4. Akuntabel
    Evaluasi haruslah menjadi alat akuntabilitas atau bahan pertanggungjawaban bagi semua pihak yang berkepentingan.

Persamaan Monitoring dan Evaluasi

Monitoring dan evaluasi jelaslah tidak sama, akan tetapi keduanya memerlukan berbagai unsur dan alat yang sama, yakni sebagai berikut.

  1. Adanya sasaran-sasaran yang jelas, tarhget dan indicator serta basis data yang mengandung data mutakhir.
  2. Sasaran diantaranya output, outcome, impact perlu ditetapkan sejak awal yaitu pada saat perencanaan begitu pula dengan indikator dan sasaran utama.
  3. Monitoring dapat memudahkan kita dalam mengamati terus menerus tren dan masalah, serta perlu melakukan penyesuaian dalam rencana implementasi atau proses pengelolaan secara tepat waktu.
  4. Monitoring dan evaluasi juga penting dalam upaya untuk merekam temuan, inovasi, hasil dan praktik yang baik.

Perbedaan Monitoring dan Evaluasi

Perbedaan utama dari Monitoring dan evaluasi adalah bahwa Monitoring merupakan suatu tindakan pengawasan secara berkala untuk memastikan program atau kegiatan berjalan sebagaimana mestinya, sementara evaluasi adalah penilaian dari suatu program atau kegiatan yang berjalan tersebut untuk mengetahui kualitas, efektivitas, dan efisiensi dari program yang sedang di monitoring dan evaluasi (monev).

Meski ada perbedaan kesamaan dan keterkaitan antara monitoring dan evaluasi, sebaiknya secara konsepsional dipahami, dirancang serta dilakukan secara terpisah. Dengan demikian sebaiknya penggunaan istilah monev sebetulnya sebaiknya dihindari, karena merancukan antara dua hal yang berbeda (Azis, 2016, hlm. 155). Penggunaan istilah monitoring atau pemantauan dan evaluasi secara terpisah akan membantu melaksanakan perbedaan proses, tujuan dan kegunaan masing-masing fungsi atau proses berjalan dengan maksimal.

Referensi

  1. Azis, R. (2016). Pengantar administrasi pendidikan. Yogyakarta: Penerbit Sibuku.
  2. Suhardan, D., Suharto, N., Irianto, Y.B. (2017). Manajemen pendidikan. Bandung: Alfabeta.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.