Pemasaran atau marketing merupakan ujung tombak dari penjualan yang memiliki korelasi langsung terhadap keuntungan ekonomi dalam suatu organisasi. Segi ekonomi biasanya merupakan fondasi tujuan utama dari organisasi perusahaan, baik yang berfokus pada sektor industri, maupun yang memiliki misi sosial.

Dengan kata lain, tanpa adanya sumber ekonomi, organisasi sosial pun tidak akan dapat mencapai tujuannya. Suatu yayasan amal tidak akan mampu bergerak mencapai tujuan apabila tidak memiliki sumber ekonomi. Artinya, mereka juga tidak dapat mencapai tujuan tanpa adanya pemasaran yang mungkin dalam konteks ini, lebih tepat untuk dikatakan sebagai kampanye atau penggalangan dana untuk mendapatkan sumber ekonomi.

Namun demikian, tentunya pemasaran merupakan salah satu dari kegiatan pokok yang dilakukan oleh organisasi perusahaan dan pedagang dalam usahanya mempertahankan kelangsungan hidup usahanya. Pemasaran merupakan suatu sistem keseluruhan dari kegiatan-kegiatan bisnis yang ditujukan untuk merencanakan, menentukan harga, mempromosikan, dan mendistribusikan barang dan jasa yang memuaskan kebutuhan baik pembeli yang ada maupun pembeli potensial.

Pernyataan di atas membawa kita pada esensi dasar dari pemasaran, yakni menembus pasar, menyiapkan pasar, mengikutsertakan apa pun yang ingin kita luncurkan pada suatu jaringan yang memungkinkan orang-orang kutuk mengetahui, mengakses, mendapatkan, membeli, sesuatu yang ingin kita pasarkan. Marketing merupakan fondasi yang akan memastikan suatu organisasi dapat bertahan sehingga mampu untuk mewujudkan seluruh tujuan dan keinginan pemangku kepentingannya.

Berikut adalah berbagai literatur mengenai pemasaran, mulai dari pengertian/definisi, fungsi, strategi yang dapat diterapkan, pemahaman mengenai bauran dan saluran dalam pemasaran, dan sebagainya.

Pengertian Pemasaran

Pemasaran adalah sebuah sistem dari kegiatan bisnis yang ditujukan untuk merencanakan, menetapkan harga, mempromosikan, dan menyalurkan barang-barang dan jasa yang dapat memuaskan konsumen (Abdullah & Tantri, 2019, hlm. 2). Menembus pasar/market adalah tujuan utamanya, namun pengertian pasar di sini bukanlah pasar yang konkret (tempat jual-beli) saja, melainkan pada pengertian abstraknya yang lebih luas, yakni memuaskan, laku, dikenal di mana saja, dsb.

Seperti yang diungkapkan oleh Kotler dan Keller (2016, hlm. 26), Marketing is about identifying and meeting human and social needs, one of the shortest good definitions of marketing is meeting needs profitably. Artinya, Pemasaran adalah tentang mengidentifikasi dan memenuhi kebutuhan manusia serta lingkungan sosialnya, salah satu pengertian tersingkat dari pemasaran adalah memenuhi kebutuhan tersebut secara saling menguntungkan.

Lebih lanjut Kotler & Keller (2016, hlm. 11) menjelaskan bahwa pemasaran (marketing) memiliki definisi secara sosial maupun secara manajerial. Secara sosial, pemasaran merupakan proses sosial yang melibatkan individu maupun kelompok untuk mendapatkan apa yang mereka butuhkan dan inginkan dengan menciptakan, menawarkan, dan secara bebas mempertukarkan produk dan jasa yang bernilai dengan pihak lain. Sedangkan, dari sudut pandang manajerial pemasaran sering digambarkan sebagai “seni menjual produk”, tetapi penjualan bukan merupakan bagian paling penting dari pemasaran.

Sementara itu, menurut Nitisemito (dalam Sadikin dkk, 2020, hlm. 190) marketing dapat didefinisikan sebagai semua kegiatan yang bertujuan untuk memperlancar arus barang atau jasa dari produsen ke konsumen secara paling efisien dengan maksud untuk menciptakan permintaan efektif. Definisi ini memberikan fungsi secara jelas bahwa pemasaran adalah suatu kegiatan untuk mendapatkan berbagai dampak yang diinginkan agar tercipta permintaan yang saling menguntungkan, baik dari sisi produsen maupun konsumen.

Selanjutnya, menurut Tjiptono & Diana (2020, hlm.3), pemasaran adalah proses menciptakan, mendistribusikan, mempromosikan, dan menetapkan harga barang, jasa dan gagasan untuk memfasilitasi relasi pertukaran yang memuaskan dengan para pelanggan dan untuk membangun dan mempertahankan relasi yang positif dengan para pemangku kepentingan dalam lingkungan yang dinamis. Artinya selain dapat memanfaatkan berbagai jalur pemasaran yang telah ada, kita juga dapat menciptakannya, sehingga bukan kita yang aktif untuk memasarkan suatu produk, melainkan pasar yang meminta produk kita.

Fungsi Pemasaran

Beberapa fungsi pemasaran menurut Sudaryono (2016, hlm. 50) adalah sebagai berikut.

  1. Fungsi pertukaran yaitu dengan ada pemasaran, maka pembeli dapat membeli produk yang dijual oleh produsen. Cara yang digunakan melalui pertukaran dengan uang maupun menukar produk dengan produk (barter) bertujuan dipakai sendiri maupun di jual kembali.
  2. Fungsi distribusi fisik suatu produk dilaksanakan dengan menyalurkan serta menyimpan barang. Produk disalurkan dari produsen untuk konsumen melalui air, udara dan darat. Penyimpanan produk berfokus pada upaya menjaga pasokan produk agar tidak kekurangan saat dibutuhkan.
  3. Fungsi perantara untuk menyampaikan produk dari produsen kepada konsumen dapat dilakukan melalui pemasaran yang menggunakan aktivitas pertukaran dengan distribusi fisik.

Sementara itu, menurut Manap (2016) fungsi-fungsi pemasaran terbagi atas sepuluh macam, yakni sebagai berikut.

  1. Fungsi perencanaan barang (merchandising function) merupakan perencanaan yang berkenaan dengan pemasaran atau jasa yang tepat, jumlah yang tepat, dan harga yang tepat.
  2. Fungsi pembelian (buying function) merupakan fungsi yang menyangkut bagaimana cara memperoleh bahan-bahan dan peluang bisnis yang ada dan banyak diminati di pasar lainnya.
  3. Fungsi penjualan (selling function) merupakan fungsi untuk mempengaruhi secara efektif calon-calon konsumen untuk dapat memenuhi keinginan dan kebutuhan.
  4. Standarisasi (standarization and grading) sebagai usaha untuk menetapkan suatu barang atau ciri-ciri tertentu yang dianggap sama persis seperti: kualitas, ukuran, jumlah, dan aspek lain yang dianggap penting lainnya untuk distandarisasi. Sementara itu, grading adalah usaha untuk memilih sekumpulan barang-barang dari berbagai standar atau mutu dan menggabungkannya ke dalam beberapa mutu (grade) tertentu.
  5. Fungsi penyimpanan (storage function) penyimpanan perlu dilakuan mengingat permintaan atas berbagai macam barang yang mengandung sifat teratur.
  6. Fungsi pengangkutan (transport function) yakni suatu proses pemindahan barang atau jasa dari tempat satu ke tempat yang lain sehingga dapat menciptakan kegunaan tempat dan kegunaan waktu.
  7. Fungsi pembelanjaan (financing function) yakni fungsi untuk mencari dan mengusahakan modal dalam bentuk uang ataupun lainnya guna mengalirnya arus barang atau jasa.
  8. Fungsi kemasan (packaging function) pengemasan mencakup aktivitas untuk mengembangkan sebuah wadah dan seluruh desain grafis bagi suatu produk.
  9. Fungsi komunikasi (communication function) segala sesuatu yang dapat memperlancar hubungan keluar organisasi seperti informasi, riset, surat kabar, dan publikasi.
  10. Fungsi pengurangan resiko (risk bearing function) yakni aktivitas untuk mengurangi risiko seperti barang-barang rusak di tengah jalan, kemungkinan terjadi pencurian, dsb.

Rencana Pemasaran

Perencanaan pemasaran (marketing planning) adalah suatu bagan dari suatu desain untuk mencapai suatu tujuan. Tujuannya adalah untuk menciptakan nilai bagi konsumen dalam kondisi tetap menguntungkan perusahaan atau dalam konsep pemasaran saat ini, suatu hubungan yang saling menguntungkan.

Rencana pemasaran merangkum kebutuhan dan keinginan pasar, kekuatan dan kelemahan perusahaan dan para pesaing saat ini atau yang diperkirakan, dan desain untuk menciptakan nilai guna memuaskan kebutuhan dan keinginan konsumen dalam kondisi tetap untung. Rencana pemasaran berisikan rencana tindakan seperti siapa yang melakukan apa dan kapan, visi, tujuan strategis, tujuan serta sasaran pemasaran. Proses ini dapat didefinisikan sebagai perencanaan pemasaran, yang merupakan penerapan sumber daya pemasaran untuk mencapai tujuan pemasaran.

Proses Perencanaan Pemasaran

Menurut Supratikno (dalam Sadikin dkk, 2020, hlm. 198) Tahap-tahap dalam proses perencanaan pemasaran adalah sebagai berikut.

  1. Menganalisa situasi, membuat suatu analisa yang teliti tentang situasi perusahaan seperti pasarnya, pesaingnya, produknya, saluran distribusinya dan program promosinya.
  2. Menentukan tujuan.
  3. Memilih strategi dan taktik.
  4. Merencanakan sistem organisasi pemasarannya.
  5. Merencanakan sistem pengendalian pemasarannya.

Bauran Pemasaran (Marketing Mix)

Setiap pelaku usaha harus menyusun strategi pemasarannya dengan kondisi-kondisi yang berbeda. Berbagai konteks yang menyelubungi suatu organisasi, masyarakatnya, dan berbagai konteks lainnya akan mempengaruhi bagaimana pemasaran akan berjalan. Bisa jadi dalam suatu industri A, strategi pemasaran A dapat berjalan dengan baik, namun di industri B ternyata strategi A tidak berjalan dengan baik, dan sebagainya. Saat seperti inilah, bauran pemasaran atau marketing mix dibutuhkan.

Menurut Limakrisna dan Julius (2016, hlm. 221) bauran pemasaran adalah komponen dari elemen-elemen yang membentuk strategi campuran anda, yang anda ingin mendesain dengan maksud untuk menghasilkan respon yang anda inginkan dari pasar sasaran anda. Sementara itu, menurut Rambat (dalam Wardana, 2017, hlm. 38) bauran pemasaran atau marketing mix merupakan tool atau alat bagi marketer yang terdiri dari berbagai elemen suatu program pemasaran yang perlu dipertimbangkan agar implementasi strategi pemasaran dan positioning yang ditetapkan dapat berjalan sukses.

Lebih lanjut, menurut Kotler & Keller (2016, hlm. 78) bauran pemasaran dapat didefinsikan sebagai serangkaian alat pemasaran taktis yang terdiri dari produk, harga, tempat dan promosi yang dapat dikendalikan dan dipadukan oleh perusahaan untuk menghasilkan tanggapan yang diinginkan perusahaan dalam pasar sasaran.

Lalu apa saja komponen atau berbagai hal yang memengaruhi bauran pemasaran? Menurut Kotler & Keller (2016, hlm. 25) komponen-komponen dari bauran pemasaran yang sering disebut 4P adalah produk, harga (price), tempat (place) dan promosi yang akan dijelaskan pada pemaparan di bawah ini.

  1. Product (produk),
    yaitu suatu yang dapat ditawarkan ke pasar untuk mendapatkan perhatian, agar produk yang dijual mau dibeli, digunakan atau dikonsumsi yang dapat memenuhi suatu keinginan atau kebutuhan dari konsumen.
  2. Harga (Price),
    yaitu sejumlah nilai yang ditukarkan konsumen dengan manfaat dari memiliki atau menggunakan produk atau jasa yang nilainya ditetapkan oleh pembeli dan penjual melalui tawar menawar, atau ditetapkan oleh penjual untuk satu harga yang sama terhadap semua pembeli.
  3. Tempat (Place),
    yaitu sebuah tempat diasosiasikan sebagai saluran distribusi yang ditujukan untuk mencapai target konsumen. Sistem distribusi ini mencakup lokasi, transportasi, pergudangan, dan sebagainya.
  4. Promosi (Promotion),
    promosi artinya aktivitas yang menyampaikan manfaat produk dan membujuk pelanggan membelinya.

Untuk menciptakan pemasaran yang baik, efektif, dan efisien sesuai dengan kebutuhannya, keempat komponen di atas haruslah dianalisis sehingga dapat memberikan kesimpulan yang jelas sebagai data yang dapat digunakan untuk membuat strategi pemasaran yang tepat.

Saluran Pemasaran

Menurut Kotler (2002) saluran pemasaran adalah serangkaian lembaga yang melakukan semua fungsi yang digunakan untuk menyalurkan produk dan status kepemilikannya dari produsen ke konsumen. Produsen memiliki peranan utama dalam menghasilkan barang-barang dan sering melakukan sebagian kegiatan pemasaran, sementara itu pedagang menyalurkan komoditas dalam waktu, tempat dan bentuk yang diinginkan konsumen.

Lembaga-lembaga yang melakukan kegiatan menyalurkan barang atau jasa dari titik produsen ke titik konsumen disebut dengan saluran pemasaran. Dalam saluran pemasaran terdapat 4 tingkatan saluran, masing-masing tingkatan saluran pemasaran tersebut adalah sebagai berikut.

  1. Saluran nol tingkat, dapat dikatakan pemasaran langsung, yakni produsen menjual langsung produknya ke konsumen akhir.
  2. Saluran satu tingkat, produsen menjual produknya hanya menggunakan satu perantara yaitu pedagang pengecer.
  3. Saluran dua tingkat, saluran pemasaran yang terdiri dari 2 perantara, yaitu pedagang pengumpul dan pengecer.
  4. Saluran 3 tingkat, saluran pemasaran yang terdiri dari 3 perantara, yaitu pedagang pengumpul, pedagang besar dan pengecer.

Strategi Pemasaran

Setiap perusahaan dalam memasarkan produk semestinya harus menjalankan strategi pemasaran, sehingga dapat mencapai sasaran yang diharapkannya. Strategi pemasaran adalah logika pemasaran yang digunakan oleh perusahaan dengan harapan agar unit bisnis dapat mencapai tujuan perusahaan (Kotler, 2002, hlm. 76). Artinya strategi pemasaran merupakan dasar tindakan yang mengarahkan kegiatan atau usaha pemasaran dari suatu perusahaan, dalam kondisi persaingan dan lingkungan yang selalu berubah, agar mencapai tujuan yang diharapkan.

Dengan demikian, strategi pemasaran merupakan bagian dari perencanaan pemasaran, yang merupakan tahap kelima dari proses pemasaran. Menurut Assauri (dalam Sadikin 2020, hlm. 208) terdapat enam strategi dalam proses pemasaran umum dan menyeluruh yang di antaranya adalah: analisis peluang/kesempatan pasar, pemilihan sasaran pasar, strategi peningkatan posisi persaingan, pengembangan sistem pemasaran, pengembangan rencana pemasaran serta penerapan rencana dan pengendalian penerapannya, berikut adalah penjelasannya.

1. Menganalisis peluang/kesempatan pasar

Dalam proses pemasaran, hal pertama yang diterapkan yakni dengan Menganalisis peluang/kesempatan pasar yang mampu dimanfaatkan dalam usaha yang dilakukan perusahaan guna mencapai tujuannya. Peluang/kesempatan pasar tersebut perlu diseleksi serta dipertimbangkan guna menentukan hal yang relevan terhadap tujuan perusahaan.

2. Penentuan sasaran pasar

Hal kedua yaitu penentuan sasaran pasar yang akan dilayani oleh perusahaan. Suatu perusahaan akan begitu sulit untuk melayani setiap pasar yang ada, karena pada setiap pasar terdapat beberapa kelompok konsumen yang berbeda, keinginan dan kebutuhan yang berbeda serta reaksi dan kebiasaan yang berbeda pula. Karena itulah, untuk dapat melayani keinginan serta kebutuhan konsumen dari segmen pasarnya sesuai dengan kemampuan dari perusahaan, maka perusahaan harus menentukan serta menetapkan segmentasi pasar mana saja yang akan dilayani sebagai sasaran pasar.

3.Menilail kedudukan dan menetapkan strategi peningkatan posisi

Hal ketiga dari proses pemasaran adalah menilai kedudukan dan menetapkan strategi peningkatan posisi atau kedudukan perusahaan dalam persaingan sasaran pasar yang dilayani. Dalam tahap ini perusahaan harus mempunyai pandangan atau keputusan mengenai produk (barang atau jasa) apa yang ditawarkan kepada sasaran pasar, dalam hubungannya dengan bidang usaha perusahaan yang telah ditentukan sebelumnya.

Jika telah diketahui posisi produk dari perusahaan saingan, maka perusahaan dapat memilih salah satu dari dua pilihan keputusan berikut, yaitu :

  1. Memilih produk yang sama dengan pesaing dan bersaing dalam menghadapi langganan yang menghendaki atau menginginkan produk tersebut;
  2. Memilih produk yang lain yang belum ada dipasaran. Dalam alternatif yang kedua ini, perusahaan dapat menjadi leader, karena perusahaan saingan belum menyajikan atau menghasilkan macam/tipe produk yang dipasarkan tersebut. Apabila perusahaan memutuskan lebih baik memilih produk yang sama dengan saingan atas pertimbangan bahwa akan lebih menguntungkan risikonya kecil, maka perusahaan dapat memulai usaha dengan mengadakan persaingan melalui deferensiasi harga dan deferensiasi mutu/kualitas.

Ada sembilan strategi yang dapat dijalankan dalam menghadapi saingan melalui deferensiasi harga dan mutu/kualitas, yakni sebagai berikut.

  1. Kualitas tinggi dan harga tinggi, disebut Strategi Premium.
  2. Kualitas tinggi dan harga sedang/menengah, disebut Strategi Penetrasi.
  3. Kualitas tinggi dan harga murah, disebut Strategi Superbargain.
  4. Kualitas menengah dan harga tinggi, disebut Strategi Over-pricing.
  5. Kualitas menengah dan harga sedang/menengah, disebut Strategi Kualitas/Mutu Rata-rata.
  6. Kualitas menengah dan harga murah, disebut Strategi Bargain.
  7. Kualitas rendah dan harga tinggi, disebut Strategi Pukul dan Lari (Hit and Run).
  8. Kualitas rendah dan harga sedang/menengah, disebut Strategi Barang-barang Tiruan/Palsu (Shoddy Goods).
  9. Kualitas rendah harga murah, disebut Strategi Barang-barang Murah (Cheap Goods).

4. Mengembangkan sistem pemasaran

Hal keempat dari proses pemasaran adalah mengembangkan sistem pemasaran dalam perusahaan. Apa yang dimaksud dengan mengembangkan sistem pemasaran dalam hal ini adalah tugas untuk mengembangkan organisasi pemasaran, sistem informasi pemasaran, sistem perencanaan, dan pengendalian pemasaran yang dapat menunjang tercapainya tujuan perusahaan dalam melayani sasaran pasar.

5. Mengembangkan rencana pemasaran

Hal kelima dari proses pemasaran ini adalah mengembangkan rencana pemasaran.233 Usaha pengembangan ini diperlukan karena keberhasilan perusahaan terletak pada kualitas rencana pemasaran yang bersifat jangka panjang dan jangka pendek (tahunan, triwulan dan bulanan), yang diperlukan untuk mencapai sasaran pasar. Dalam rencana pemasaran hendaknya dirinci tujuan, strategi, dan taktik yang digunakan untuk mempertahankan dan meningkatkan posisi perusahaan dalam menghadapi persaingan.

6. Menerapkan rencana pemasaran

Hal keenam dari proses pemasaran adalah menerapkan atau melaksanakan rencana pemasaran yang telah disusun dan mengendalikannya. Penerapan atau pelaksanaan rencana harus mempertimbangkan situasi dan kondisi pada saat itu, sehingga perlu lebih mempunyai taktik yang dijalankan, dan untuk keberhasilan taktik yang dijalankan dapat berbeda antara satu saat/waktu dengan saat/waktu lainnya, serta dapat pula berbeda antara satu daerah dengan daerah pemasaran lainnya.

Referensi

  1. Abdullah, Thamrin., Tantri, Francis. (2019). Manajemen pemasaran. Jakarta: Rajagrafindo Persada.
  2. Kotler, Philip & Keller, Kevin Lane. (2016). A framework for marketing management, sixth edition, global edition. England: Pearson.
  3. Kotler, Philip. (2002). Manajemen Pemasaran, Analisis, Perencanaan, Implementasi dan Pengendalian. Erlangga, Jakarta.
  4. Sadikin, A., Misra, I., Hudin, M.S. (2020). Pengantar manajemen dan bisnis. Yogyakarta: K-Media.
  5. Sudaryono. (2016). Manajemen pemasaran teori dan implementasi. Yogyakarta: ANDI.
  6. Tjiptono, Fandy., Anastasia, Diana. (2020). Pemasaran. Yogyakarta: Andi.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.