Posted inSastra

Satire – Pengertian & Contoh Menurut Pendapat Para Ahli

Satire adalah gaya bahasa yang membuat sindiran atau ledekan diiringi oleh kritik tajam dengan ungkapan yang bervariasi hingga menghasilkan kesan yang membuat pembaca atau pendengar tertawa dan pihak yang dikritik meringis (tertawa getir).

Kunci perbedaan satire dari majas sindiran lain adalah bagaimana gaya bahasa ini selalu berusaha untuk menghibur secara intelek pembacanya lewat humornya yang berisi kritik tajam. Contohnya adalah bagaimana Sujiwo Tejo dan Butet Kertaradjasa yang sering memberikan pendapat dalam bentuk satire terhadap berbagai isu hangat yang tengah terjadi di negeri ini.

Posted inSastra

Majas Sarkasme: Pengertian & Contoh (Menurut Para Ahli)

Majas sarkasme adalah gaya bahasa yang menggunakan kata-kata keras, mencela, kasar, dapat bersifat ironis namun dalam pembawaan yang getir dan menyakiti. Majas ini terkadang sulit dibedakan dengan majas ironi yang sebetulnya hampir mirip.

Padahal, sebenarnya sarkasme dalam bahasa Indonesia berbeda dengan sarcasm dalam bahasa Inggris. Sarkasme dalam bahasa Inggris berarti penggunaan ironi atau menyatakan hal kebalikan dari apa yang sebenarnya ingin diutarakan. Di sini, gaya bahasa tersebut disebut sebagai majas ironi dan majas sarkasme cenderung lebih banyak menggunakan perkataan langsung seperti majas sinisme.

Posted inSejarah

Pengertian Sejarah: Etimologi, Konsep & Fungsi (Lengkap)

Pengertian sejarah adalah pengetahuan dan kajian mengenai berbagai peristiwa atau kejadian yang pernah terjadi di masa lampau. Pendapat tersebut sejalan dengan pendapat Sjamsuddin (2012, hlm. 6) yang mengungkapkan secara umum dan sederhana sejarah ialah kajian tentang masa lalu manusia.

Manusia tentunya adalah tokoh utamanya di sini, sejarah terjadi karena adanya perilaku manusia yang menyebabkan terjadinya berbagai kejadian dan peristiwa. Kejadian sejarah yang dikaji dalam sejarah diamati dari berbagai peninggalan sejarah seperti artifak, bukti-bukti tertulis, dokumentasi budaya, dsb.

Posted inSastra

Majas Epitet, Pengeritan, Frasa & Contoh Penggunaan Kalimat

Majas epitet adalah gaya bahasa yang menggunakan frasa deskriptif yang memiliki sifat atau ciri khusus dari suatu hal yang sebenarnya ingin diungkapkan. Misalnya: Hidup kita tidak akan pernah tenang jika terus berurusan dengan lintah darat.

Lintah darat yang dimaksud adalah rentenir atau orang yang suka memanfaatkan kesulitan orang lain. Diibaratkan bahwa orang yang memberikan pinjaman berbunga itu seperti lintah yang akan menyedot darah orang atau makhluk yang ditempelinya.

Posted inSastra

Majas Eponim, Pengertian, Contoh Tokoh & Penggunaannya

Pengertian Majas Eponim Majas eponim adalah gaya bahasa yang menggunakan nama atau tokoh yang sudah lazim atau terkenal di kalangan masyarakat untuk menyatakan sifat yang berhubungan dengan tokoh tersebut. Contohnya adalah: Kecantikannya bak Cleopatra. Tentunya, banyak sekali tokoh baik itu fiksi maupun nyata yang sudah terkenal dan memiliki ciri khas tertentu, misalnya: cantik, pintar, pemimpin […]

Posted inSastra

Majas Alusio, Pengertian, Contoh Kalimat & Ungkapan

Majas alusio adalah gaya bahasa yang menggunakan sesuatu untuk menyatakan sesuatu yang lain melalui kesamaan antar manusia, peristiwa, atau tempat yang sudah diketahui orang banyak, biasanya dalam legenda, pribahasa, atau sampiran yang sudah lazim diketahui dan digunakan masyarakat. Berikut adalah contoh ungkapan yang biasa digunakan beserta penggunaannya dalam contoh kalimat…